Sum4Je 1

Melalui konferensi ini, Anda akan semakin diperlengkapi untuk melihat Pulau Sumatra dari sudut pandangnya Tuhan, sehingga cinta akan Sumatra semakin tertanam di dalam kita. Melalui gereja-Nya, Tuhan akan melakukan perkara-perkara yang ajaib sehingga Anda akan belajar untuk menangkap hati-Nya untuk mencintai dan memenangkan Pulau Sumatra bagi Tuhan Yesus.

Bukan sebuah slogan saja, namun Sumatra for Jesus akan menjadi sebuah impartasi bagi gereja-gereja lokal khususnya di Sumatra dan sekitarnya untuk menjadi semakin kuat dan berdampak. Lebih dari 2000 tahun yang lalu Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk memberitakan Injil dengan disertai dengan kuasa SUPERNATURAL untuk mengadakan mujizat dan tanda-tanda ajaib.

Inilah waktunya gereja bangkit, kembali dipenuhi dengan pengurapan dan kuasa SUPERNATURAL untuk bersaksi, memberitakan Injil dan memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang bagi Tuhan Yesus. Hamba-hamba Tuhan yang diurapi akan menginspirasi Anda dalam setiap sesi dan workshop yang ada, dilanjutkan dengan KKR Kesembuhan Ilahi “Kuasa Salib-Nya” dan “Festival Kuasa Allah” selama dua malam berturut-turut.

Sum4Je 2a

Konferensi Sumatra For Jesus 2014 ini terdiri dari 6 sesi utama disertai dengan 4 workshop penginjilan yang dapat Anda pilih sesuai dengan panggilan pelayanan Anda.

Marketplace Evangelism
Marketplace merupakan ladang yang sangat luas bagi pemberitaan Injil. Pelayanan Tuhan Yesus bukan saja di tempat-tempat religius namun juga di marketplace. Melalui workshop ini Anda akan diperlengkapi untuk menjadi dampak secara supernatural di dunia marketplace.
Children Evangelism
Tuhan tidak pernah menentukan jenjang usia tertentu untuk mengalami pertobatan. Bahkan, anak-anak pun bisa mengalami pertobatan di kala menerima pemberitaan Injil. Anak-anak begitu berharga bagi Kerajaan Sorga sehingga Anda pun perlu diperlengkapi untuk menjangkau anak-anak bagi Kristus!
Prayer and Evangelism
Ketika Gereja terus berdoa dan mencari kehendak Tuhan, kebangunan rohani akan terjadi. Injil akan diberitakan dengan penuh kuasa sehingga jiwa-jiwa yang terhilang akan mengalami pertobatan. Doa dan penginjilan akan menjadi kegerakan yang senantiasa selaras dengan isi hati Tuhan.
Youth Evangelism
Nilai-nilai kehidupan yang dianut oleh seseorang semenjak masa mudanya akan mempengaruhinya ketika dewasa dan akan berdampak bagi generasi selanjutnya. Masih banyak jiwa-jiwa yang terhilang di usia muda sehingga Gereja harus bangkit untuk memberitakan Injil kepada generasi muda demi masa depan yang lebih baik.

Terimalah impartasi dan pengurapan yang SUPERNATURAL dalam Sumatra for Jesus 2014!

Sum4Je 2b

Untuk Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Calvin (Medan) +62852 0734 2198 | Nini (Palembang) +62813 6767 2500 | Dewi (Pekanbaru) +62896 1517 7543 | Franky (Lampung) +62896 2519 3164 | atau email kami di myhome@gms.or.id

 


20140406-001445.jpg

Shalom,
Memasuki bulan April 2014 ini yang menjadi sebuah dorongan kuat di dalam batin saya adalah untuk mengajak segenap jemaat GMS my home untuk berdoa. Saya yakin dan percaya, bahwa semua umat Tuhan pastilah berdoa. Namun, sangat besar kerinduan di dalam hati saya untuk sekali lagi mengingatkan jemaat untuk berdoa. Bukan sekedar doa-doa rutinitas yang kita panjatkan, doa yang sekedar didorong oleh kebutuhan saja, namun doa yang dilandaskan oleh kerinduan untuk senantiasa bersekutu intim dengan Roh Kudus sehingga senantiasa menikmati kasih karunia Tuhan Yesus yang berlimpah di dalam kasih Bapa. Menjelang diselenggarakannya acara Sumatra for Jesus pada bulan Mei 2014 mendatang, maka bulan April ini kita dedikasikan bersama sebagai bulan doa. Bagi kita semua yang telah memiliki kehidupan doa yang baik, tentunya akan lebih lagi kita tingkatkan. Namun, bagi yang merasa kehidupan doanya berantakan, baiklah menanggapi panggilan Tuhan di dalam bulan ini untuk kembali membangun mezbah doa.

Semua orang tentu ingin agar permohonan-permohonannya di dalam doa terjawab. Namun, doa bukanlah sekedar permohonan. Doa adalah hubungan. Untuk memulai suatu hubungan dengan Tuhan di dalam doa terkadang banyak orang mengalami kendala. Saya hendak meletakkan dasar hubungan dengan Tuhan dalam doa melalui renungan berikut ini di dalam 1 Yoh. 3:19-22.

1. Tenangkan hati
Ayat 19: Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah,
Untuk mengawali sebuah doa, tenangkan hati kita terlebih dahulu. Adakalanya hati kita begitu kacau, dipenuhi dengan berbagai macam pikiran-pikiran negatif, kekecewaan, bahkan sekalipun dipenuhi dengan kepuasan diri bisa menimbulkan tinggi hati, mengandalkan diri sendiri, dan akhirnya timbul rada malas untuk berdoa. Terimalah panggilan dari Sorga untuk sungguh-sungguh berdoa. Tenangkan diri, fokuskan hati, pikiran, dan seluruh aktivitas kita hanya kepada Tuhan.

2. Bebas dari rasa tertuduh
Ayat 20: sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.
Di saat berusaha fokus kepada Tuhan dan menenangkan hati, apa yang Anda rasakan? Seolah-olah kita mulai mendengar ada suara-suara yang timbul dari dalam hati dan melontarkan tuduhan demi tuduhan yang mengatakan bahwa kita tidak layak, pecundang, munafik, pemalas, pendosa, dan segala hal yang negatif ditujukan kepada kita. Fokusnya bukan kepada diri kita sendiri. Kebenarannya adalah kita adalah manusia yang penuh dengan kelemahan, kekurangan, dan masih memiliki potensi untuk berbuat dosa. Perhatikan bahwa di ayat ini tertulis, ‘Allah adalah lebih besar dari pada hati kita’. Serahkan semua tuduhan-tuduhan dari dalam hati kepada Allah yang besar, berfokuslah kepada Dia yang melebihi tuduhan-tuduhan hati kita dan mulailah untuk membuka diri bagi-Nya. Akui segala dosa dan kelemahan, maka Dia akan mengampuni kita.

3. Mendekat kepada Tuhan
Ayat 21: Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,
Sekarang, tuduhan-tuduhan dari dalam hati kita tidak lagi terdengar apabila kita telah bersungguh-sungguh menerima kasih karunia pengampunan-Nya. Dengan penuh keberanian, dekatkan diri kita kepada Tuhan. Ini adalah sebuah undangan spesial bagi Anda! Dia telah menantikan Anda untuk berdoa, membangun hubungan yang intim bersama-Nya!

4. Berkenan kepada-Nya
Ayat 22: dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.
Bagian yang terakhir ini mungkin yang paling menyenangkan bagi Anda – ‘memperoleh dari Tuhan untuk apa saja yang kita minta’? Tentu saja hal ini akan terjadi apabila kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Sekali lagi, doa bukanlah sekedar permohonan. Yang terutama dalam sebuah doa bukanlah daftar permohonan kita sehingga pribadi kitalah yang menjadi sorotan utamanya. Di dalam doa, bagaimana Anda membangun hubungan dengan Tuhan, itulah yang terpenting. Bedakan antara ‘berdoa’ dan ‘kehidupan doa’. Saat Anda ‘berdoa’, inilah waktu yang secara khusus Anda berikan kepada Tuhan untuk lebih lagi mengenal-Nya dan mengerti kehendak-Nya. Namun, sebuah ‘kehidupan doa’ adalah ketika Anda menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Bukan terkabulnya sebuah permohonan doa yang kita utamakan sewaktu kita berdoa, namun kejarlah perkenanan Tuhan, dengan berbuat apa yang menyenangkan hati-Nya… percayalah bahwa Dia sanggup menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan… bahkan melebihi yang kita harapkan serta melampaui yang dapat kita pikirkan.

Selamat menjalani hari yang luar biasa dengan kehidupan doa yang berkenan di hadapan Tuhan Yesus!


20140318-020649.jpg

Hari yang luar biasa di hari Minggu, 16 Maret 2014 ini ketika saya dan isteri, Yesika Suryani memperoleh kesempatan untuk sekali lagi memperlengkapi keluarga-keluarga untuk melayani Tuhan di bulan keluarga ini. Dengan mengangkat tema “As for me and my house we will serve the Lord”, kami menyampaikan pesan Tuhan secara bergantian kepada segenap jemaat yang hadir. Saya berharap, melalui tulisan berikut ini akan semakin menguatkan kehidupan Anda – baik yang telah berkeluarga maupun yang akan menikah maupun yang sedang menantikan jodoh dari Tuhan – untuk mengalami penggenapan janji Tuhan yang luar biasa! Secara khusus, saya dan isteri memiliki kerinduan agar jemaat Gereja Mawar Sharon ‘my home’ dibangun berdasarkan kebenaran Firman Tuhan agar mengalami pemulihan, pertumbuhan, dan diberkati. Hubungan yang harmonis antara anggota keluarga akan menguatkan kehidupan seseorang untuk menjalani panggilannya di dalam Tuhan. Setiap anggota keluarga perlu menyadari pentingnya semakin bertumbuh di dalam iman dan hadirat Tuhan sehingga akhirnya menemukan panggilan untuk melayani Tuhan bersama-sama.

Kali ini, kita akan mempelajari kehidupan keluarga Abram dan Sarai dalam Kejadian pasal 12. Di ayat pertama dituliskan perintah Tuhan kepada Abram agar meninggalkan Haran, tempat tinggalnya bersama keluarga dan sanak saudaranya. Perintah Tuhan ini menggunakan kata “Pergilah…”, yang berarti Abram perlu meninggalkan zona nyaman untuk meraih penggenapan janji Tuhan di tanah yang dijanjikan-Nya, di Kanaan. Keluarga Abram mewakili kehidupan keluarga kita saat ini, Tuhan yang sama juga memerintahkan kita agar keluar dari ‘zona nyaman’ kehidupan ini. Tinggalkan zona nyaman yang menghalangi hidupmu dan keluargamu untuk bisa mendekat dan melayani Tuhan! Sudah terlalu banyak orang yang terjebak di dalam zona nyaman kehidupan ini dan membiarkan hidupnya berputar-putar dalam rutinitas pekerjaan sehari-hari, sudah mulai nyaman menikmati berkat Tuhan sehingga melupakan Dia yang memberikan berkat. Adapula suami-isteri membiarkan suatu konflik dan tidak pernah ada penyelesaian karena bagi mereka penyelesaian konflik itu akan sedikit menyakitkan, menimbulkan keributan dan pertengkaran sehingga akhirnya dibiarkan begitu saja sehingga hubungan yang ‘dingin’ juga menjadi sebuah zona nyaman. Inilah gambaran zona nyaman yang bisa kita alami dalam hidup ini. Tuhan menghendaki agar kita meninggalkan zona nyaman dan membenahi hubungan dalam keluarga. Apabila keluarga kita dipulihkan, bukankah kita akan lebih maksimal di dalam melayani Tuhan?

Dalam ayat kedua dan ketiga tersirat panggilan Tuhan yang spesifik bagi Abram, apabila kita menangkap dengan sungguh-sungguh maknanya bagi kita berarti Tuhan memiliki rencana bagi setiap keluarga kita. Tuhan memerintahkan Abram untuk pindah ke Kanaan yang merupakan lambang dari penggenapan janji atau rencana Allah. Rencana-Nya adalah agar keluarga kita diberkati, akan tetapi berkat itu tidak hanya untuk mengendap bagi keluarga kita saja, namun kita diberkati untuk menjadi berkat. Di ayat 4 dan 5 diceritakan mengenai ketaatan Abram terhadap panggilan Tuhan sehingga Sarai, isterinya dan Lot, anak saudaranya mengikuti Abram. Bukan suatu hal yang mudah untuk meninggalkan zona nyaman dan mulai berkomitmen untuk mengikuti kehendak Tuhan. Sebagai seorang isteri, Sarai berusaha mendukung suaminya dan tidak menghalangi panggilan Tuhan bagi Abram. Untuk mencapai penggenapan janji Tuhan, inilah saatnya bersama keluarga kita membuat sebuah komitmen untuk melayani-Nya.

Sekalipun akhirnya mereka mencapai Kanaan – tempat yang diperintahkan Tuhan agar Abram mengalami penggenapan janji-Nya – bukan berarti masalah tidak akan terjadi. Pada waktu itu justru kelaparan sedang melanda sehingga akhirnya mereka harus pergi ke Mesir (ayat 10). Ketika mulai melangkah untuk melayani Tuhan, terkadang ada saja halangannya, misalnya berupa masalah yang terjadi di sekeliling kita sehingga menimbulkan konflik dalam rumah tangga. Dalam hal ini, tanah Mesir bagaikan kondisi konflik yang bisa timbul dalam hubungan suami dan isteri. Didorong rasa takut terhadap orang-orang Mesir, Abram meminta agar Sarai jangan mengaku sebagai isterinya, namun sebagai adiknya (ayat 12-13). Bagaimana perasaan seorang isteri ketika menghadapi hal ini? Dapat dibayangkan, betapa kecewanya perasaan seorang wanita yang tidak lagi dianggap sebagai isteri oleh suaminya. Namun, oleh karena keadaan apa boleh buat. Untuk situasi seperti inipun Sarai terpaksa memenuhi permintaan Abram. Akibatnya, Sarai dibawa ke istana dan hendak diperisteri Firaun.
20140318-023459.jpg
Pelajaran yang dapat kita petik dari masa konflik ini adalah jangan sekali-kali mengabaikan status pernikahan, baik sebagai suami atau isteri. Apapun masalahnya, hadapilah bersama-sama. Pasangan Anda bukanlah lawan Anda dalam menghadapi masalah. Hadapilah masalah sebagai satu tim, dipenuhi dengan kasih dan rasa saling menghargai. Konflik pasti bisa terjadi dalam kehidupan pasangan suami-isteri, karena pernikahan itu menyatukan perbedaan antara pria dan wanita. Konflik terjadi karena adanya perbedaan. Sewaktu mengalami konflik, bentuk rasa menghargai yang paling sederhana dapat ditunjukkan dengan cara mendengarkan pasangan ketika mulai mengutarakan pendapat. Sediakan telinga untuk mendengar, jangan melakukan hal yang lain; hanya mendengar… apalagi ketika pasangan sedang menyampaikan pendapat dengan penuh kasih.

Belajar dari kesalahaan Abram; akibat mengabaikan statusnya sebagai suami Sarai, mungkin untuk sementara waktu hidupnya mengalami kelegaan dari kelaparan karena Firaun mengingini Sarai, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta (ayat 16). Namun, betapa pedihnya hati Sarai ketika dia harus dipisahkan dari Abram dan hendak diperisteri Firaun. Abram memperoleh kesejahteraan hidup namun hendak mengorbankan isterinya. Tuhan tidak tinggal diam, oleh sebab itu tulah menimpa Firaun dan seisi istananya (ayat 17). Tuhan menghendaki agar Abram dan Sarai tetap bersatu, tetap melayani-Nya sebagai suami-isteri yang sah dan mengalami penggenaoan rencana-Nya. Jangan menghadapi masalah sendirian, sebagai suami-isteri hadapilah masalah bersama-sama, tetap ada di pihak yang sama dan tetap andalkan Tuhan. Hadapi masalah yang ada dengan kejujuran, karena tanpa kejujuran justru akan menimbulkan masalah yang lain. Tetaplah melayani Tuhan. Apabila hingga saat ini Anda belum memulainya bersama keluarga Anda, ambil sebuah komitmen dan berdoalah; mohon petunjuk kepada Tuhan dan bergabunglah dalam sebuah pelayanan di dalam komunitas gereja, dimulai dari sebuah kelompok kecil seperti Connect Group. Mari turut ambil bagian bersama keluarga untuk melayani Tuhan bersama-sama dan alamilah penggenapan rencana Tuhan bagi hidup Anda, hidup yang semakin diberkati untuk menjadi berkat!

Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN! – Yosua 24:15


20140111-201918.jpg

Pendaftaran Konferensi “Sumatra for Jesus” 2014 mulai hari ini, 11 Januari 2014 telah dibuka. Seiring dengan kerinduan Tuhan melalui Gereja Mawar Sharon khususnya di pulau Sumatra, maka kali ini event Sum4Je diselenggarakan dengan mengangkat tema “Supernatural”. Secara luar biasa, Tuhan akan mengurapi umat-Nya untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah dengan tanda-tanda heran agar nama Tuhan Yesus semakin dipermuliakan. Konferensi ini akan diadakan pada tanggal 15 – 17 Mei 2014 mendatang dan pada malam harinya juga disertai dengan Festival Kuasa Allah. Bergabunglah dalam konferensi yang luar biasa ini, nikmati hadirat Tuhan dan terimalah impartasi serta pengurapan kuasa Allah yang ajaib bagi kehidupan Anda untuk semakin memperluas kerajaan-Nya. Pendaftaran untuk konferensi ini dilakukan di GMS my home, Sun Plaza lt. Roof setelah setiap ibadah berlangsung di area entry hall dengan biaya sebesar Rp. 150.000,- (early bird hingga 9 Maret 2014). Sumatra for Jesus!

Welcome 2014

Posted: January 6, 2014 in Daily Devotion
Tags: , , , , ,

20140222-091249.jpg

Happy New Year 2014, selamat memasuki tahun yang baru dengan pengharapan yang senantiasa diperbaharui dalam Tuhan Yesus Kristus. Hendaklah kita senantiasa di dalam kondisi menanti-nantikan Roh Kudus dalam kehidupan kita, karena di dalam penantian akan Dia, ada kekuatan yang baru! Inilah yang saya renungkan sewaktu pergantian tahun. Secara sederhana, agar mudah mengingatnya untuk sepanjang tahun saya menyingkatnya sebagai “3S”, mari kita pelajari.

1. Selaras dengan Firman-Nya
“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yos. 1:8)
Untuk menempuh perjalanan hidup sepanjang tahun ini, biarlah Firman Tuhan yang menuntun kita. Keputusan yang hendak kita ambil dan tindakan kita hendaknya selaras dengan Firman Tuhan. Firman Tuhan akan membimbing kita untuk menikmati keberhasilan demi keberhasilan dan juga keberuntungan.

2. Sepakat
Kesepakatan perlu dibangun dan disengaja, baik dengan pasangan (suami-istri), orang tua dan anak, keluarga, anggota CG, rekan kerja, rekan bisnis, maupun atasan dan bawahan. Kerjakan visi bersama di 2014 ini, sepakat dengan visi gereja, khususnya saat kita memasuki periode kedua dari “the year of Maturity and Multiplication”. Kematangan dan Multiplikasi merupakan visi Tuhan bagi kehidupan Anda. Sepakat dengan Firman-Nya, maka Dia yang akan menggenapinya dalam kehidupan kita. Bukan sekedar sibuk dengan urusan rumah tangga atau pribadi saja, namun prioritaskan keluarga kita untuk dapat melayani Tuhan dan membangun Rumah-Nya – membangun visi gereja – agar perkenanan Tuhan melimpah dalam kehidupan kita.

3. Semangat
Semangat bukan sekedar perasaan, namun dinyatakan melalui tindakan dan perkataan. Dalam Injil Yoh. 14:26 tertulis, “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” Kata ‘Penghibur’ dari bahasa aslinya tertulis sebagai ‘Parakletos’ yang memiliki: pendamping, pembela, pemberi nasihat, pendukung, pemberi semangat! Roh Kuduslah pemberi semangat dalam hidup kita sebagai orang percaya.

Saya sedikit pengalaman pribadi mengenai hal ini. Hampir sepanjang waktu saya selalu berjumpa dengan orang lain yang berbeda pandangan, berbeda pola pikir maupun pola kerja dan seringkali terlibat dalam kerja sama. Dalam beberapa situasi, saya akan menemukan hal-hal yang tidak memuaskan dari hasil kerja mereka. Mulanya, mulai banyak masukan-masukan saya berikan dengan nada sinis dan menunjukkan ketidakpuasan saya. Hal ini berlangsung terus-menerus namun hingga suatu waktu saya tidak menemukan perubahan apapun. Hasil yang didapat tidak memuaskan, bahkan sempat mengecewakan. Setiap kali saya memikirkannya, selalu menjadi ganjalan di hati dan perasaan menjadi berbeban berat. Akhirnya, saya bawa di dalam doa dan Roh Kudus – Sang Penghibur; Sang Pemberi Semangat – memunculkan kata sederhana ini dari dalam batin saya, “Semangat… semangat!!!”

Saya mempelajari hal yang baru. Di saat kita menunjukkan ketidakpuasan kita terhadap kinerja seseorang dan hasil karya orang lain kemudian kita menyampaikannya dengan emosional, sebenarnya kita sedang membagikan emosi yang negatif. Emosi negatif yang diterima oleh orang tersebut akan mempengaruhi dirinya sehingga apapun yang dilakukannya menjadi tidak lebih baik. Namun, kali ini saya mengubah perilaku saya. Roh Kudus telah memberi semangat bagi saya. Setiap kali saya berjumpa dengan rekan-rekan kerja saya, kali ini saya tidak menunjukkan ketidakpuasan terlebih dahulu terhadap hasil yang ada, saya memberikan senyuman dan benar saja… tetap saja ada hal-hal yang tidak memuaskan menurut saya dan… saya memberi mereka semangat! Semangat untuk memperbaiki pekerjaan yang tidak memuaskan, semangat untuk bekerja lebih rajin, semangat untuk lebih rapi, lebih bersih dan semangat untuk melakukan yang terbaik! Hasilnya, saya tidak lagi membagikan emosi yang negatif, melainkan emosi positif yang saya bagikan kepada mereka rupanya mendorong mereka untuk melakukan pekerjaan dengan hasil yang lebih baik, bahkan… TERBAIK!

Selaras, Sepakat, Semangat dalam memasuki dan menjalani 2014! See you in the greater glory!