Yesus Gembala Yang Baik

Posted: November 18, 2012 in Sermon
Tags: , , , , ,

20121118-230713.jpg

Lukisan ini merupakan salah satu ilustrasi yang menggambarkan kasih Yesus kepada umat-Nya bagaikan seorang gembala terhadap domba-dombanya. Di lengan kanannya, Tuhan Yesus menggendong seekor anak domba, sementara di tangan sebelah kirinya Dia memegang tongkat gembala. Ilustrasi ini sungguh-sungguh menggambarkan hubungan antara Yesus dengan umat-Nya. Umat-Nya dipadankan dengan kawanan domba karena memiliki kesamaan ciri. Juga bukan sebuah kebetulan apabila di Alkitab disebutkan bahwa profesi pertama setelah manusia jatuh ke dalam dosa adalah Habel sebagai gembala kambing domba. Abraham, Ishak, dan Yakub juga merupakan keluarga tiga generasi yang juga menggembalakan kambing domba, termasuk keturunan-keturunan berikutnya hingga pada zaman Musa, yang juga menggembalakan kambing domba Yitro mertuanya. Kehidupan bangsa Israel kuno pun tidak bisa terlepas dengan penggembalaan kambing domba karena dalam kurun waktu tertentu mereka harus mempersembahkan ternak mereka ini sebagai korban persembahan di hadapan Tuhan. Beberapa upacara ibadah yang sakral dan utama dalam Perjanjian Lama, domba digunakan sebagai korban bakaran untuk menyenangkan hati Tuhan. Di generasi Kerajaan Israel kuno, Tuhan membangkitkan seorang raja dari latar belakang seorang gembala domba yang di kemudian hari menjadi Raja yang paling disegani dan sangat dihormati bangsanya bahkan hingga saat ini, yaitu Daud. Daud juga menggambarkan hubungannya bersama Tuhan sebagai gembala yang baik dengan menuangkan renungan pribadinya dalam Mazmur pasal 23.

Mengawali Injil Perjanjian Baru di seputar kelahiran bayi Yesus, diceritakan bahwa sekelompok gembala yang menjaga kawanan domba mereka di waktu malam mendapat kehormatan sebagai yang pertama kali menerima kabar gembira dari malaikat yang menyampaikan kelahiran Juruselamat dunia. Semasa hidup-Nya, Yesus juga mengajarkan perumpamaan tentang “domba yang hilang” yang kemudian ditemukan kembali. Gembala tersebut mencari domba hilang ini bahkan dengan sengaja meninggalkan 99 domba yang lain demi menemukan domba yang hilang. Yesus juga mengungkapkan bahwa diri-Nya adalah Gembala yang baik dalam Injil Yohanes pasal 10. Injil Yohanes pun diakhiri dengan pendelegasian otoritas Tuhan Yesus Sang Gembala Agung kepada Petrus, murid-Nya dengan berpesan, “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Untuk selanjutnya, kata ‘gembala’ maupun ‘menggembalakan’ menjadi istilah dalam pemuridan pada masa gereja mula-mula hingga di saat ini. Gembala juga merupakan salah satu jawatan pelayanan di antara keempat jawatan lainnya (rasul, nabi, penginjil, dan guru) untuk membangun Tubuh Kristus.
Merupakan sebuah perumpamaan yang indah dengan menggambarkan hubungan antara Tuhan Yesus dengan umat-Nya laksana Gembala dengan domba-Nya.

“Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.”

Dalam Kitab Yesaya 40:11, digambarkan mengenai Tuhan sebagai gembala yang baik sebagai berikut:

1. Menggembalakan
Arti menggembalakan yang disebutkan dalam ayat ini adalah memberi makan. Gembala akan membawa kawanan dombanya ke padang rumput hijau karena makanan bagi domba adalah rumput. Di waktu pagi hari, gembala akan mulai membuka pintu dan menuntun kawanan domba untuk memberi mereka makan. Tuhan Yesus menuntun umat-Nya ke padang yang berumput hijau, yaitu Alkitab! Keberadaan gembala domba setelah menuntun kawanan domba ini adalah di padang rumput itu sendiri, Tuhan Yesus menanti umat-Nya untuk bersekutu dengan-Nya di ‘padang rumput rohani’ ini.

Alkitab atau Firman Tuhan merupakan ‘padang rumput rohani’ yang dibutuhkan bagi umat Tuhan. Yesus memberi makan umat-Nya dengan kebenaran Firman-Nya. Sebagai umat gembalaan-Nya, kita dapat menemui Yesus melalui Alkitab; kebenaran Firman-Nya. Aktivitas utama domba adalah makan rumput setiap hari maupun di setiap saat. Inilah kehidupan iman Kristiani yaitu terus makan, makan, dan… makan Firman Tuhan dengan membaca, merenungkan, memperkatakan maupun melakukannya!

2. Menghimpun dan memangku dengan tangan-Nya
Dalam Yoh. 10:3-5 dituliskan bahwa Dia mengenal domba-domba dengan baik serta memanggil namanya satu-per satu. Seorang gembala yang mengenal domba-dombanya dengan baik akan berbaur dengan domba-dombanya dalam segala keadaan sehingga tidak heran apabila aroma seorang gembala menyerupai domba-dombanya. Inilah kasih yang ditunjukkan Tuhan Yesus bagi umat-Nya. Gembala Agung memangku dengan tangan-Nya dan mendekap domba di dadanya, menunjukkan betapa Yesus menginginkan hubungan yang akrab dan intim dengan umat-Nya.

3. Menuntun, memimpin umat-Nya
“Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.” (Mzm. 23:3)

Seorang Gembala akan menggunakan tongkatnya untuk menuntun dombanya sebagai berikut:
a. Melindungi, menjaga
Karena domba itu lemah, penakut. Domba tidak diciptakan untuk bertarung. Domba itu hewan yang ‘dimangsa’, bukan ‘pemangsa’ karena jenisnya adalah herbivora dan bukan karnivora. Dengan tongkat inilah gembala akan menghalangi binatang-binatang liar agar tidak menerkam domba-domba yang dijaganya.
b. Menghitung jumlah kawanan domba
“Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.” (Yeh. 20:37)
c. Memberi arah – memberi visi
Karena pandangan domba kurang baik. Pandangan yang rabun, tidak bisa melihat jauh sehingga mudah tersesat. Saat bagian bawah tongkat gembala diketuk-ketukkan pada permukaan tanah, maka domba-domba akan mengikuti ke manapun suara ketukan itu pergi.
d. Mendisiplin domba-domba yang mulai tidak mau menurut
Tongkat gembala tidak terbuat dari bahan logam yang keras sehingga ketika tongkat ini digunakan untuk mendisipkin domba, tidak akan melukai mereka. Tongkat ini juga tidak dibuat menjadi tajam seperti pedang serta ujungnya tidak runcing seperti tombak. Setiap domba yang didisiplin dengan menggunakan tongkat ini tidak akan terluka maupun terbunuh.
e. Bagian ujung yang melengkung pada tongkat gembala berfungsi untuk menarik leher domba yang nyaris tersesat.

Saya percaya, Tuhan Yesus sebagai Gembala Agung akan menggembalakan jiwa Anda senantiasa. Berilah diri Anda untuk digembalakan, luangkan waktu Anda untuk ‘diberi makan’ secara rohani dengan mulai mengambil komitmen untuk membaca, merenungkan, memperkatakan, maupun melakukan kebenaran Firman-Nya. Dari halaman demi halaman di Alkitab Anda, lembar demi lembar, ayat demi ayat, pasal demi pasal bahkan demi kitab di Alkitab yang Anda baca akan semakin menyegarkan jiwa Anda. Tuhan Yesus – Gembala Yang Baik – senantiasa memberkati hidup Anda!

About these ads
Comments
  1. betty says:

    Yesus adalah gembala yang baik, and I love Mawar Sharon Church

    Like this

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s