Book Launching “The JOURNEY of GRACE” at GMS my home

Posted: January 20, 2013 in Event, Sermon
Tags: , , , , , , , ,

20130120-171840.jpg

Sukacita memenuhi segenap jemaat Gereja Mawar Sharon my home pada hari ini… Ya! Kehadiran Gembala Sidang dan Ketua Sinode Gereja Mawar Sharon dari Surabaya yaitu Ps. Jusuf S. Soetanto dan istri sungguh memperoleh sambutan hangat dari seluruh pengerja, pelayan Tuhan, maupun jemaat GMS my home. Kehadiran beliau kali ini di kota Medan adalah secara khusus hendak meresmikan peluncuran buku pertama beliau yang berjudul “The JOURNEY of GRACE” atau perjalanan kasih karunia. Buku ini mengisahkan hidup dan pelayanan Ps. Jusuf S. Soetanto sendiri dari semasa mudanya hingga kini – Tuhan telah mempercayakan pelayanan penggembalaan di Gereja Mawar Sharon hingga puluhan ribu jemaat.

Bagi saya secara pribadi, figur Pak Jusuf (demikian sapaan akrab saya pada beliau) adalah seorang hamba Tuhan dan bapa rohani yang sangat rendah hati. Sekalipun memegang pucuk kepemimpinan tertinggi di Gereja Mawar Sharon, namun beliau tidak segan-segan untuk menyapa semua jemaat yang hadir di gereja dan selalu memberikan senyuman yang ramah. Dengan berbesar hati, beliau juga memberi kesempatan kepada setiap anak muda yang digembalakan di Gereja Mawar Sharon untuk bertumbuh memenuhi panggilan hidupnya untuk menjadi berhasil di dunia marketplace, melayani Tuhan, menjadi pemimpin rohani, bahkan didukung untuk menjadi hamba Tuhan. Tak heran, di Gereja Mawar Sharon banyak bermunculan hamba-hamba Tuhan dari usia muda yang memiliki talenta untuk melayani dan memimpin jemaat.

20130120-172959.jpg

Dalam ibadah spesial Book Launching “The JOURNEY of GRACE” ini, dalam setiap ibadah umum ditampilkan performance a capella yang terdiri dari 7 orang singer dengan pembagian suara yang luar biasa saat menaikkan pujian “Amazing Grace”. Ps. Yosep Moro selaku gembala GMS Regional Sumatra menyampaikan kata sambutan di hadapan jemaat sehubungan dengan peluncuran buku ini di GMS my home sekaligus mengundang Pak Jusuf untuk menyampaikan pesan-pesan khusus bagi jemaat. Pak Jusuf terus menguatkan jemaat dalam memasuki tahun 2013 ini sebagai “the Year of Maturity and Multiplication” untuk terus berdoa dan semakin dekat dengan Tuhan agar semakin bertumbuh menjadi pribadi yang dewasa, karena melalui kematangan akan menghasilkan pelipatgandaan.

Sungguh sebuah kehormatan, sebagai salah satu anak rohani Pak Jusuf, saya memperoleh kesempatan untuk menyampaikan Firman Tuhan dalam salah satu ibadah book launching “The JOURNEY of GRACE” yaitu dalam ibadah Army of God youth. Mengawali Firman Tuhan yang saya sampaikan, saya mengajak segenap jemaat yang hadir – dengan didominasi oleh anak-anak muda – merenungkan ayat sebagai berikut:

“Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.” (1 Korintus 4:15)

Rasul Paulus menjelaskan kepada jemaat Korintus bahwa mereka membutuhkan bapak rohani bagi pertumbuhan rohani mereka, bukan sekedar pendidik. Terdapat banyak pendidik-pendidik rohani dalam jemaat Korintus pada waktu itu, namun tidak sepenuhnya berperan sebagai ‘bapa’ dalam hidup kerohaniaan mereka. Tuhan Yesus memberi teladan mengenai ketergantungan-Nya terhadap Bapa sorgawi dan menyiratkan bahwa figur bapa begitu penting dalam pertumbuhan rohani. Ada perbedaan antara pendidik dan bapa. Pendidik cenderung melakukan tugasnya sebatas ruang lingkup pekerjaannya, sementara menjadi ‘bapa rohani’ lebih memiliki kedekatan hubungan seperti ayah dan anak melalui pemuridan, keteladanan, dan membagi nilai-nilai kehidupan. Seorang bapak rohani akan turut bertanggung jawab atas pertumbuhan anak-anak rohaninya. Generasi muda dewasa ini banyak yang mengalami kehilangan figur seorang bapa dalam hidupnya sehingga kurang mengalami kemajuan dalam segala hal yang dilakukan, bahkan menemui kegagalan.

Yosua menjadi prajurit yang tangguh untuk memasuki tanah Kanaan karena memiliki bapa rohani yang luar biasa, yaitu Musa. Daud terpanggil menjadi raja atas Israel dan secara khusus dimuridkan oleh bapa rohaninya; nabi Samuel. Elisa memiliki urapan kenabian yang luar biasa karena memiliki Elia sebagai bapa rohani. Dalam Perjanjian Baru, Rasul Paulus menjadi bapa rohani bagi beberapa orang, dan di antaranya adalah Timotius dan Titus. Untuk mengalami pertumbuhan rohani di dalam Tuhan, setiap orang percaya membutuhkan mentor yang secara rohani lebih senior dari pada dirinya sendiri, dan inilah yang kita sebut sebagai bapa rohani. Memang, bapa rohani juga adalah seorang manusia yang penuh kelemahan dan tidak bisa selalu menyertai kita selama 24 jam sehari. Di sela-sela kesibukan pelayanan dan panggilannya, Rasul Paulus mengirimkan surat kepada anak-anak rohaninya untuk mengajar, menguatkan, dan membapaki mereka dalam Kristus. Warisan yang diberikan oleh seorang bapa rohani kepada anak-anaknya ialah warisan “kasih karunia”. Titus adalah salah satu anak rohani Rasul Paulus (Tit. 1:4), sekalipun berasal dari keturunan orang Yunani tak bersunat, bukan berasal dari keturunan Yahudi (bersunat). Anak rohani tidak mesti memiliki latar belakang yang sama, budaya yang sama, namun harus memiliki iman yang sama dalam Kristus Yesus. Kasih karunia adalah pemberian Allah secara cuma-cuma kepada manusia meskipun manusia tidak layak menerimanya. Dalam suratnya kepada Titus pasal 2:11-14, Rasul Paulus menjelaskan fungsi kasih karunia sebagai berikut:

1. Kasih karunia menyelamatkan kita
Ayat 11: Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.
Keselamatan merupakan kasih karunia Tuhan bagi hidup kita. Lagu pujian “Amazing Grace” sangat tepat untuk menggambarkan kasih karunia Allah yang menyelamatkan umat manusia. Lagu yang ditulis dari semula dalam bentuk hymne oleh John Newton pada tahun 1779 terus berkembang hingga saat ini dalam berbagai aransemen musik dan penambahan syair lagu.

Amazing grace! How sweet the sound
That saved a wretch like me.
I once was lost, but now am found,
Was blind but now I see

2. Kasih karunia mendidik kita dalam kebenaran
Ayat 12: Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini

Dengan mengandalkan kemampuan kita sendiri, kita tidak akan sanggup menghadapi segala sesuatu di dalam hidup ini. Kasih karunia akan mendidik kita agar kita mengandalkan Tuhan untuk meninggalkan dosa, kefasikan, dan keinginan-keinginan dunia ini. Tanpa kasih karunia yang mendidik kita, kita akan menjadi pribadi yang rapuh dan hidup dalam kebimbangan.

3. Kasih karunia memberi kekuatan
Ayat 13: dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus,

Dalam penantian, dibutuhkan kekuatan, dan kasih karunialah yang memberi kita kekuatan selama kita menantikan kedatangan-Nya! Kasih karunia juga dapat diartikan sebagai kemampuan yang Tuhan berikan kepada kita supaya sanggup melakukan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan dengan kemampuan kita sendiri. Hal ini juga dialami oleh Rasul Paulus saat mengalami ‘duri dalam daging’ dan saat tiga kali berseru kepada Tuhan, Rasul Paulus mendapat jawaban sebagai berikut:

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku (2 Korintus 12:9)

Kasih Karunia datangnya dari Tuhan Yesus, seperti yang tercantum dalam Yohanes 1:17; “sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.” Apabila kita menanggapi kasih karunia Allah dengan IMAN dalam Yesus Kristus, maka semua fungsi kasih karunia Allah akan bekerja dalam hidup kita! Tuhan Yesus memberkati!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s