Kuasa Urapan

Posted: March 31, 2013 in Event
Tags: , , , , , ,

20130331-111118.jpg

Paskah merupakan hari yang diperingati umat Kristiani untuk merayakan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus setelah mengalami kematian di kayu salib. Hari ini, 31 Maret 2013 saya mendapat sebuah kesempatan untuk menyampaikan kebenaran Firman Tuhan dalam ibadah Paskah di GMS my home, Medan.

Dalam Surat Petrus yang pertama dituliskan demikian:
“yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu. Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.” (1 Ptr. 1:2-5)

Setiap orang yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat adalah orang-orang pilihan yang dimaksudkan oleh Petrus. Setiap umat pilihan-Nya dikuduskan oleh Roh Allah agar taat kepada Yesus, karena mereka telah menerima percikan darah-Nya yang menyucikan. Pada ayat kedua ini dijelaskan bahwa Roh Kudus bekerja untuk menyucikan orang-orang pilihan-Nya. Pada ayat berikutnya, ditekankan bahwa kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang matilah yang memungkinkan agar seseorang dilahirkan kembali. Inilah makna kebangkitan Yesus; tidak seorangpun dapat menerima karunia keselamatan apabila Yesus tidak bangkit dari kematian-Nya! Kita patut bersyukur karena kuasa kebangkitan-Nya membuat semua orang yang mau percaya kepada-Nya dapat dilahirkan kembali.

Bukan itu saja, kuasa kebangkitan-Nya juga menuntun kita pada sebuah hidup yang penuh pengharapan dan pada ayat ke-4 dituliskan: untuk menerima bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Kata ‘bagian’ ini dalam sebagian besar Alkitab versi bahasa Inggris dituliskan sebagai inheritance yang berarti warisan. Warisan kerajaan Sorga ini akan diberikan kepada setiap orang percaya yang sungguh-sungguh menjaga iman selama menantikan keselamatan yang dinyatakan pada akhir zaman (seperti khotbah penginjilan yang saya sampaikan dalam Ibadah Jumat Agung; The End of TIME).

Roh Kudus telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati dan oleh kuasa kebangkitan-Nya kita dilahirkan kembali untuk memperoleh hidup yang penuh dengan pengharapan. Luar biasanya, kita juga beroleh suatu warisan rohani yang kekal, tidak dapat binasa, tidak dapat layu, dan tidak dapat cemar yang telah tersimpan di sorga bagi kita.

Mengenai warisan, dalam Surat Rasul Paulus kita menemukan pesan sebagai berikut: “Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” (Roma 8:17)

Warisan yang diterima oleh anak Allah berupa janji-janji Allah. Ya! Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus hendak memberikan warisan janji-janji Allah bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Salah satu janji Bapa yang disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya setelah Dia bangkit tercatat dalam Kis. 1:4-5, “Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya — “telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.” Baptisan Roh Kudus merupakan warisan yang kekal dan tersimpan di Sorga bagi kita semua!

Apakah guna Roh Kudus bagi orang percaya?

Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. (Roma 8:11 )

Dalam Kis. 1:8 tertulis, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”. Sebelum kita membahas tentang kuasa, terlebih dahulu kita perlu mengenal Pribadi di balik kuasa tersebut, yaitu Roh Kudus. Roh Kuduslah yang memberi kuasa dalam urapan yang kita terima dan Dia akan menyertai kita secara spesifik untuk melaksanakan kehendak-Nya, yaitu untuk bersaksi.

Beberapa orang Kristen merasa kesulitan untuk memberitakan Injil karena mereka merasa bukan lulusan sekolah teologia, tidak memiliki gelar pendeta, dan lain sebagainya. Memberitakan Injil bukan soal seberapa pandai kita mengupas Alkitab, berkhotbah, atau apakah kita memiliki gelar kependetaan atau tidak, namun memberitakan Injil juga dilakukan dengan bersaksi. Kesaksian yang kita sampaikan merupakan pengalaman pribadi bersama Tuhan, baik bagaimana Tuhan mengampuni dosa kita, menyelamatkan kita, memulihkan, menyembuhkan kita, menolong kita, maupun melakukan perbuatan ajaib bagi kita, dan sebagainya. Kesaksian yang kita sampaikan kepada orang lain akan menjadi kesaksian yang penuh kuasa apabila kita diurapi oleh Roh Kudus. Roh Kudus akan mengurapi umat-Nya yang senantiasa memiliki kerinduan untuk menjadi saksi Tuhan Yesus!

Untuk bersaksi atau memberitakan Injil dengan penuh kuasa, kita perlu menerima urapan Roh Kudus. Hal ini telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya sekitar 2700 tahun yang lalu sebagai berikut:
“Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman Tuhan ” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.” (Yesaya 61:1-3)

Urapan Roh Kudus akan memampukan umat Tuhan untuk memberitakan Injil (kabar baik) kepada orang-orang yang masih tertawan oleh dosa dan sengsara akibat kesalahan mereka. Urapan Roh Kudus juga akan melenyapkan beban seseorang, seperti yang dicatatkan dalam Yesaya 10:27, “It shall come to pass in that day That his burden will be taken away from your shoulder, And his yoke from your neck, And the yoke will be destroyed because of the anointing oil.” (Isaiah 10:27 NKJV). Terjemahan bebas bagi ayat ini adalah sebagai berikut, “akan datang harinya bahwa beban itu akan diangkat dari bahumu, dan kuk itu dari lehermu, dan kuk itu akan dihancurkan oleh urapan minyak”. Urapan Roh Kudus di dalam diri kita akan mematahkan setiap belenggu dosa dan melenyapkan beban alam maut yang mengikat orang-orang berdosa saat mereka menerima pemberitaan Injil dari kita!

Mari kita memaknai peringatan kebangkitan Yesus ini dengan menerima pengurapan Roh Kudus-Nya yang telah diwariskan bagi kita! Pengurapan Roh Kudus yang kita terima akan memampukan kita untuk memberitakan Injil maupun bersaksi dengan penuh kuasa! Selamat Paskah 2013! Tuhan Yesus memberkati!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s