Posts Tagged ‘Hizkia’


Yang menjadikan setiap hari kita serasa luar biasa bukan karena hal-hal tertentu yang berhasil kita raih dalam kehidupan ini, melainkan karena senantiasa ada penyertaan TUHAN di dalam hidup ini. Ya, TUHAN YESUS berjanji untuk menyertai hidup kita saat menyampaikan Amanat Agung-Nya sebelum terangkat ke Sorga dengan berkata, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:20).

Tuhan ingin dilibatkan dalam setiap fase kehidupan kita. Bahkan, Dia akan sangat bangga kepada kita sebagai anak-Nya apabila nama-Nya terukir dalam sejarah kehidupan kita. Tuliskanlah kesaksian betapa baiknya Tuhan dalam kehidupan kita; bagaimana saat doa kita dijawab-Nya, kita mengalami pertolongan-Nya, berkat-Nya saat dicurahkan dalam hidup kita, dan sebagainya dalam agenda/ buku harian kita. Mungkin Anda dapat menuliskannya sebagai sebuah ‘kesaksian online’ sebagai status Anda; baik melalui facebook, twitter, atau blog, dan lain-lain.

Namun, belum tentu semua orang percaya, yang rajin datang ke gereja untuk beribadah setiap hari Minggunya, yang bahkan berdoa maupun melayani Tuhan pasti mengalami penyertaan Tuhan. Ada pembedaan yang begitu signifikan apakah seseorang mengalami penyertaan Tuhan atau tidak, misalkan dalam area: keluarga, keuangan, pekerjaan, kebahagiaan, keamanan, kesehatan, saat menghadapi tantangan, dan sebagainya.

Untuk mengalami penyertaan Tuhan hidup kita, mari kita belajar dari kisah hidup seorang raja yang pernah memerintah kerajaan Yehuda. Apabila Anda bertanya, “Apa relevansinya kehidupan raja dengan kehidupan saya, kan saya bukan seorang raja?”. Ingat, bahwa kita adalah anak dari Raja di atas segala raja – Yesus Kristus Tuhan! Prinsip kebenaran Firman Tuhan berlaku untuk siapa saja. Dalam menghadapi realita dunia yang begitu keras dan penuh kesulitan, hadapilah dengan mental seorang raja! Namun, saat datang ke dalam hadirat Tuhan, dekatilah DIA dengan hati bagaikan seorang hamba.

II Tawarikh 32:7-8 mengisahkan prinsip hidup raja Hizkia – seorang raja Yehuda generasi ke-11 pada zamannya. Pada waktu itu, ia sedang mengalami kepungan musuh – bangsa Asyur.
“Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut dan terkejut terhadap raja Asyur serta seluruh laskar yang menyertainya, karena yang menyertai kita lebih banyak dari pada yang menyertai dia. Yang menyertai dia adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah TUHAN, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita.” Oleh kata-kata Hizkia, raja Yehuda itu, rakyat mendapat kepercayaannya kembali.”

Raja Hizkia memotivasi rakyatnya dengan mengatakan, “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!”. Hati kita mudah terpengaruh dengan kondisi yang ada di sekitar kita, hati mudah tawar dan dipenuhi rasa kuatir dan takut. Dalam Amsal 24:10 juga diperingatkan, “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.”
Selain itu, Raja Hizkia juga menyerukan, “Janganlah takut dan terkejut” – dalam versi bahasa Inggrisnya tertulis, “Don’t be afraid nor dismayed” yang berarti, “Jangan takut dan kecewa”. Ketakutan akan melemahkan iman kita, iman yang lemah menjadikan kekecewaan mudah menyusup ke dalam lubuk hati kita.

Inilah prinsip yang dilakukan oleh Raja Hizkia sehingga mengalami penyertaan TUHAN:
1. II Taw. 29:1-2 mengisahkan latar belakang Raja Hizkia, perhatikan ayat ke-2 bahwa “Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya.”
Melakukan tindakan yang benar akan mendatangkan penyertaan TUHAN dalam hidup kita! Hal-hal yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari seperti: kejujuran, setia dengan pasangan, menghormati orang tua, ‘no sex before marriage’, menjaga kekudusan hidup, melepaskan pengampunan kepada orang yang mengecewakan kita, dan lain-lain.

2. Perikop ayat ke-3 dari II Taw. 29 tertulis, “Hizkia menguduskan kembali rumah TUHAN”
Relevansi bagi hidup kita sehari-hari berarti, “Kembalikan fungsi rumah Tuhan/ gereja sebagaimana mestinya dalam hidup kita”
Gereja merupakan:
– Rumah doa (Mat. 21:13)
– tempat beribadah, karena itu: “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:25)
– ‘sumber’ persediaan makanan rohani (Mal. 3:10)
Saat kita menyadari fungsi gereja begitu penting bagi kehidupan rohani kita, dan saat kita berkomitmen untuk beribadah dan sungguh-sungguh mencari wajah Tuhan di gereja-Nya, maka penyertaan TUHAN akan kita alami.

3. II Taw. 31:21 “Dalam setiap usaha yang dimulainya untuk pelayanannya terhadap rumah Allah, dan untuk pelaksanaan Taurat dan perintah Allah, ia mencari Allahnya. Semuanya dilakukannya dengan segenap hati, sehingga segala usahanya berhasil.”
Pernahkah Anda membayangkan tingkat kesibukan dan tingkat stress seorang kepala negara? Sekalipun memiliki banyak penasihat, pejabat negara dan pesuruh, namun tanggung jawab menjalankan pemerintahan suatu negara tidaklah mudah. Seorang raja harus memastikan kesejahteraan rakyatnya, mengatur pajak, mengatur anggaran belanja negara, memikirkan keamanan negara, kerja sama dengan luar negri, kebijakan ekspor-impor, dan sebagainya. Namun, di segala kesibukan dan tekanan sebagai seorang raja, Raja Hizkia memprioritaskan waktu untuk melayani rumah Allah. Apakah waktu Anda sedemikian sibuknya sehingga tidak ada lagi tersisa waktu untuk melayani TUHAN di rumah-Nya? Saya banyak menemui orang-orang yang mengatakan bahwa dia terlalu sibuk sehingga tidak memiliki waktu lagi untuk melayani Tuhan. Namun, saya menyimpulkan bahwa seseorang sebenarnya bukan ada waktu atau tidak ada waktu dalam melayani DIA, akan tetapi pertanyaannya adalah, “mau atau tidak” untuk melayani TUHAN. Hizkia menemukan kunci keberhasilan/ kesuksesan ketika melakukan prinsip ini. Banyak orang mengira, dengan disibukkan dengan pekerjaan dan mengumpulkan banyak uang sehingga tidak lagi ada waktu untuk melayani TUHAN, maka keberhasilan/ kesuksesanlah yang akan diraih. Namun hal ini keliru! Kesuksesan Anda tidak melulu ditentukan oleh seberapa giat Anda bekerja, seberapa sibuk Anda, seberapa pandai Anda, dan seberapa keras Anda membanting tulang. Kunci kesuksesan Raja Hizkia adalah saat “memulainya untuk melayani rumah Allah, melaksanakan Taurat dan perintah Allah, mencari Allahnya. Semuanya dilakukannya dengan segenap hati, sehingga segala usahanya berhasil.

Hiduplah senantiasa dalam “Penyertaan Allah”!
Selamat menjalani hari yang luar biasa!

Posted with WordPress for BlackBerry.