Posts Tagged ‘Israel’

Tanah Yang Dijanjikan TUHAN

Posted: December 6, 2013 in Daily Devotion
Tags: , ,

20131206-180516.jpgKisah perjalanan bangsa Israel saat meninggalkan tanah Mesir yang dicatatkan dalam sejarah Perjanjian Lama menggambarkan perjalanan rohani kita sebagai orang beriman. Selama sekitar 400 tahun, bangsa Israel yang merupakan bangsa pilihan Tuhan berada dalam masa perbudakan di tanah Mesir. Perbudakan di Mesir merupakan lambang kehidupan manusia yang terikat dengan dosa. Selama dalam masa penindasan ini, bangsa Israel berseru-seru kepada Allah sehingga akhirnya Allah mengutus Musa untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Sekalipun harus melewati halangan dan rintangan yang cukup berat dari Firaun pada masa itu, namun oleh kasih karunia Allah yang luar biasa, bangsa Israel akhirnya berhasil meninggalkan tanah Mesir. Tentu saja, Allah menuntun bangsa Israel meninggalkan Mesir bukan untuk binasa di padang gurun, namun untuk membawa mereka ke sebuah tempat yang dijanjikan-Nya, sebuah tanah yang berlimpah susu dan madunya.

“Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.” (Keluaran 3:17)

Inilah janji Tuhan bagi setiap kita! Tuhan hendak membawa kita keluar dari keterikatan kita dengan dosa; dosa apapun yang bisa menghalangi hubungan kita secara pribadi dengan Tuhan sehingga mengakibatkan hidup kita berada dalam sebuah kesengsaraan bagaikan menjalani perbudakan seperti bangsa Israel di tanah Mesir. Meninggalkan hidup lama yang dipenuhi dengan dosa dibutuhkan kasih karunia Tuhan dan komitmen secara pribadi untuk benar-benar hidup di dalam kekudusan. Setelah kita meninggalkan cara hidup yang telah sekian lama terikat dengan dosa, Tuhan tidak akan membiarkan kita begitu saja menjalani kehidupan di dunia ini bagaikan dilepas di padang gurun. Dia akan menuntun kita menuju ke tanah yang dijanjikan-Nya; berlimpah dengan susu dan madu atau menikmati hidup yang senantiasa diberkati dan berkelimpahan.

Untuk mencapai tanah perjanjian, bangsa Israel harus melintasi padang gurun terlebih dahulu. Janji Tuhan agar kita menikmati hidup yang diberkati dan berkelimpahan tidak langsung dialami, namun harus menjalani proses kehidupan terlebih dahulu agar mental ‘perbudakan di Mesir’ digantikan dengan mental ‘bersandar sepenuhnya kepada Tuhan’. Sekalipun bangsa Israel telah meninggalkan Mesir, namun Tuhan ingin mengeluarkan Mesir dari dalam hati umat-Nya. Untuk mewujudkan hal ini, Tuhan mengizinkan pencobaan terjadi dalam kehidupan mereka. Melalui pencobaan di padang gurun, karakter bangsa Israel yang asli mulai muncul. Seringkali, saat menghadapi masalah, sifat kita yang asli akan mulai tampak.

Dalam kitab Bilangan 14 dijabarkan mengenai kondisi hati bangsa Israel yang ternyata masih dipenuhi keinginan untuk kembali ke Mesir, “Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: “Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?” (ayat 2 dan 3). Tuhan Yesus telah menebus kehidupan Anda dari dosa dan telah menjanjikan sebuah kehidupan yang penuh dengan berkat-Nya yang melimpah. Namun, ketika Dia mengizinkan pencobaan terjadi, pandanglah hal itu sebagai sebuah proses agar kita sungguh-sungguh meninggalkan cara hidup lama yang penuh dengan dosa untuk belajar semakin mengandalkan Dia dalam segala hal. See you in the greater glory!

Bawalah Seseorang Kepada Yesus!

Posted: April 28, 2013 in Sermon
Tags: , , ,

20130428-235339.jpg

Mungkin jarang kita mengikuti kisah salah satu murid Yesus yang bernama Andreas. Biasanya, dengan cepat kita dapat menyebutkan beberapa nama murid Yesus seperti Petrus sang batu karang, Yakobus dan Yohanes yang dikenal sebagai anak-anak guruh, Thomas dikenal sebagai murid yang baru percaya setelah melihat, Matius mantan pemungut cukai dan Yudas yang mengkhianati Yesus. Andreas adalah murid Yesus yang pertama, sebelumnya dia adalah murid Yohanes Pembaptis. Semenjak Yohanes Pembaptis menyatakan bahwa Yesus adalah ‘Anak Domba Allah’, mulailah Andreas mengikut Yesus (Yoh. 1:36-37).

Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: โ€œKami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus).โ€ Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: โ€œEngkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).โ€ (Yohanes 1:41-42)

Hidup Seseorang Diubahkan
Yang dilakukan oleh Andreas setelah berjumpa dengan Yesus adalah membawa orang lain kepada Yesus. Dimulai dari saudaranya sendiri, Andreas membawa Simon kepada Yesus. Siapa sangka, ketika Andreas membawa Simon kepada Yesus, ini adalah awal bagi Simon untuk mengalami perubahan dalam hidupnya! Sebelum berjumpa dengan Yesus, Simon Petrus sama sekali tidak menyadari bahwa seharusnya dia menjadi penjala manusia, karena itu ia menjala ikan. Semenjak mengalami perjumpaan dengan Yesus, kehidupan Simon diubahkan, bahkan arah kehidupannya dibelokkan secara tajam. Namanya pun berubah. Simon memiliki arti “terombang-ambing, mudah goyah” dan Yesus memberinya nama baru: PETRUS yang artinya “batu karang”. Saat kita membawa seseorang kepada Yesus, siapa tahu suatu saat orang itu justru akan dipakai Tuhan luar biasa!

Mukjizat Pun Terjadi
Memang, Simon Petrus lebih banyak diceritakan dalam kisah Injil. Petrus menjadi pribadi yang sangat menonjol dalam pelayanannya saat mengiring Yesus. Namun, apakah Andreas menjadi iri dengan Petrus? Tidak, bahkan dia terus membawa orang lain kepada Yesus. Dalam Yohanes pasal 6, kalau Anda ingat cerita tentang Yesus memberi makan 5000 orang dengan 5 roti jelai dan dua ekor ikan… Siapa yang menuntun anak kecil yang membawa bekal makan siangnya pada Yesus? Andreaslah yang melakukannya. Mungkin dia tidak bisa menjadi jawaban untuk memuaskan sekitar 5000 orang yang sedang kelaparan. Akan tetapi, Andreas memiliki hati untuk membawa seseorang kepada Yesus, seorang anak yang membawa lima roti dan dua ikan pun dibawanya kepada Yesus. Selanjutnya, Yesus yang melakukan mukjizat sehingga semua orang kenyang dan tersisa makanan sebanyak dua belas bakul. Mungkin kita tidak bisa menjadi jawaban atau solusi bagi kesulitan orang lain, namun saat kita membawa orang tersebut kepada Yesus, percayalah bahwa Yesuslah yang sanggup melakukan mukjizat bagi orang itu!

Yesus Semakin Dimuliakan
Dalam Injil Yohanes pasal 12, menjelang hari raya dikisahkan beberapa orang Yunani hendak menjumpai Yesus melalui Filipus. Pada masa itu, merupakan hal yang kurang pantas bagi seorang rabi untuk menjumpai orang asing atau bangsa non-Yahudi. Filipus tidak langsung mempertemukan beberapa orang Yunani ini kepada Yesus, namun dibawanya kepada Andreas. Andreas, yang selalu memiliki hati untuk membawa siapa saja untuk menjumpai Yesus, mengabarkan hal ini kepada Yesus. Sebenarnya, Yesus diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel (Mat. 15:24). Selanjutnya, Anda perhatikan dalam Yoh. 12:23 Yesus mengatakan, โ€œTelah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.” Melalui niat Andreas untuk membawa banyak orang – bahkan orang asing – kepada Yesus mengakibatkan Yesus memberikan pernyataan luar biasa bahwa inilah saatnya… Yesus semakin dimuliakan! Semakin banyak kita membawa sesama kita kepada Yesus, entah orang tersebut dahulu pernah sungguh-sungguh di dalam Tuhan kemudian terhilang lagi, atau orang yang benar-benar ‘asing’ dengan Kekristenan… justru kita semakin memuliakan Tuhan Yesus! Mari, kita terus membawa seseorang kepada Yesus!


20130406-185452.jpg

Dalam Perjanjian Lama, kita mengetahui kisah Yunus yang terkenal dengan pengalamannya ditelan oleh seekor ikan besar. Seharusnya Yunus tidak perlu mengalami peristiwa yang begitu mencekam di dalam perut ikan seandainya Yunus taat pada perintah Tuhan. Nama Yunus memiliki arti sebagai ‘burung merpati’. Burung merpati digambarkan sebagai lambang perdamaian, memiliki karakter yang setia, lembut, polos, dan tidak mudah kecewa atau kepahitan karena tidak memiliki empedu. Selain itu, Roh Allah yang turun di atas Tuhan Yesus sewaktu dibaptis oleh Yohanes juga seperti burung merpati (Yoh. 3:16). Yunus merupakan gambaran dari orang percaya yang dipenuhi oleh Roh Allah dan dituntun oleh Roh. Disebutkan pula, Yunus adalah anak Amitai; Amitai memiliki arti ‘kebenaran-Ku’. Setiap orang yang hidupnya dipenuhi dan dituntun oleh Roh Kudus harus hidup sebagai seorang anak yang dididik dalam kebenaran Allah. Pada waktu itu, Yunus menerima Firman Tuhan agar berangkat ke kota Niniwe untuk menyerukan pertobatan bagi setiap penduduknya, karena kejahatan kota tersebut telah sampai pada Tuhan (Yun. 1:2).

Niniwe adalah ibukota Asyur dan bukan termasuk wilayah Kerajaan Israel maupun Yehuda. Perintah Allah bagi Yunus sebenarnya menunjukkan belas kasihan Allah bagi bangsa-bangsa lain yang terhilang. Memang, Israel merupakan bangsa pilihan Tuhan, namun pada waktu itu Kerajaan Israel hidup di dalam pemberontakan terhadap Allah, sehingga Allah pun mengutus nabi-nabi-Nya untuk menyerukan pertobatan bagi Israel. Allah tetap panjang sabar terhadap bangsa Israel dan menahan murka-Nya sewaktu Israel tidak mau berbalik kepada Tuhan hingga akhirnya Israel harus ditundukkan di bawah kerajaan Babel. Sekalipun Israel adalah bangsa pilihan Allah, Dia tetap mengasihi bangsa-bangsa lain, bahkan di hati-Nya telah mencintai Indonesia, sekalipun pada waktu Tuhan mengadakan perjanjian dengan Yakub (cikal bakal bangsa Israel) Indonesia belum terlahir sebagai sebuah negara; di hati Tuhan juga telah mencintai Sumatra sekalipun pada waktu itu Sumatera belum dilahirkan!

Sama seperti Tuhan mengasihi kota Niniwe yang penuh dengan kejahatan, terlebih lagi Tuhan mencintai Pulau Sumatera! Kota Niniwe memiliki luas wilayah tiga hari perjalanan jauhnya. Yunus memasuki sepertiga bagian dari kota Niniwe (Yun. 3:3-4) dan berseru: โ€œEmpat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.โ€. Respon hati penduduk Niniwe yang percaya kepada Allah mengakibatkan mereka berpuasa dan mengenakan kain kabung sebagai tanda merendahkan diri dan menyesali dosa.

Gereja lokal hadir di sebuah kota untuk menjadi berkat bagi setiap penduduknya dan mempengaruhi agar transformasi (pertobatan) terjadi!

Yunus baru saja menjalani sepertiga dari kota Niniwe yang besar dan menyerukan pertobatan, namun menyebabkan sebuah transformasi yang luar biasa bagi sebuah kota! Raja kota tersebut juga mendengarkan berita pertobatan yang terjadi di antara sepertiga penduduk Niniwe sehingga sang raja turut merendahkan diri dan bertobat (Yun. 3:6). Bukan itu saja, sebagai penguasa kota yang memiliki otoritas, Raja Niniwe memerintahkan seluruh penduduknya untuk berpuasa, berkabung, dan berbalik dari kelakuannya yang jahat. Hal ini membuat Allah membatalkan niat-Nya untuk menimpakan malapetaka bagi kota tersebut (Yun 3:7-10).

Seorang Yunus sanggup mempengaruhi lebih dari 120 ribu penduduk Niniwe (Yun. 4:11) untuk bertobat dan terhindar dari murka Allah. Bayangkan, bila seluruh jemaat dalam gereja lokal dipenuhi Roh Kudus dan dituntun oleh Roh, saya percaya akan dapat mempengaruhi minimal sepertiga penduduk dari sebuah kota, yang juga sanggup menggapai lapisan pemerintahan di sebuah kota. Apabila ada pemimpin atau penguasa kota yang diubahkan, transformasi sebuah kota akan terjadi! GMS my home juga memiliki kerinduan untuk terus memenangkan Sumatera bagi Yesus dan terus berusaha mengembangkan gereja-gereja lokal di setiap propinsi maupun kota-kota yang ada di pulau ini. Bila sepertiga kota Niniwe mendengarkan seruan pertobatan mengakibatkan satu kota bertobat, tiada yang mustahil bagi Allah apabila melalui Gereja-Nya terus-menerus memenangkan jiwa hingga melampaui sepertiga dari pulau ini, maka pertobatan akan terjadi bagi seluruh Pulau Sumatra! Ya, inilah kerinduan kami untuk terus mengobarkan semangat penjangkauan jiwa-jiwa yang terhilang di Pulau Sumatera. Kami rindu memperlengkapi Tubuh Kristus untuk menangkap isi hati Tuhan lebih lagi, sehingga pada bulan Mei mendatang, kami menyelenggarakan “Sumatra for Jesus” conference and crusade. Saya dan seluruh jemaat GMS my home sangat menantikan Anda dalam konferensi dan KKR yang luar biasa ini. Mari ambil bagian untuk menangkap api kebangunan rohani yang sedang melanda pulau ini dan saya percaya, kehidupan Anda tidak akan pernah sama lagi! Informasi lebih lanjut mengenai konferensi dan KKR Sumatra for Jesus atau yang disingkat Sum4Je ini, silakan klik di sini. Sumatra for Jesus!

— Ringkasan khotbah Konser Doa 5 April 2013 mendukung konferensi dan KKR “Sumatra for Jesus” —

Menyeberangi Laut Teberau

Posted: January 11, 2013 in Daily Devotion
Tags: , , , ,

Rabu, 9 Januari 2013 yang lalu saya sekeluarga dan segenap rombongan God’s Dream Team Sumatra dari Gereja Mawar Sharon Regional Sumatra melakukan city-tour bersama di Kuala Lumpur. Kami baru saja menginap satu malam di Radius International Hotel, berdekatan dengan Jln. Alor yang terkenal sebagai kawasan kuliner di Bukit Bintang. Tujuan kami hari ini adalah menuju KLCC, yang terdapat gedung Petronas dan terkenal dengan Twin Towernya. Perjalanan kami tempuh dengan taxi dari hotel selama kurang lebih 10 menit dan rombongan kami yang berkisar 50 orang terbagi dalam beberapa kelompok karena per taxi hanya bisa memuat hingga 4 orang dewasa.

Beberapa di antara kami baru pertama kalinya bepergian ke luar negri, sekaligus baru pertama kalinya menginjakkan kaki di Suria KLCC. Kami berkumpul di Taman Suria KLCC untuk pengambilan foto bersama lalu melanjutkan tour di dalam gedung Suria KLCC sesuai dengan kelompok rombongan masing-masing. Setelah makan siang, rombongan keluarga yang membawa anak-anak memilih untuk masuk ke Aquaria. Anak-anak kamipun dengan sangat riangnya memasuki Aquaria untuk menikmati beragam jenis ikan, hewan amfibi, dan hewan melata lainnya. Tepat pukul tiga waktu setempat, diadakan pertunjukan memberi makan ikan hiu di salah satu sisi ruang pertunjukan Aquaria. Kami pun menyempatkan diri untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.

Perjalanan di dalam Aquaria kami lanjutkan dengan melalui sebuah terowongan aquarium yang dilapisi dinding kaca yang begitu tebal sehingga kami dapat menyaksikan segala aktivitas makhluk air yang ada di dalamnya. Sisi kiri, kanan, dan atas semuanya terbuat dari kaca dan kami menyaksikan ikan-ikan berlalu lalang, benar-benar menakjubkan! Di sela menikmati keindahan makhluk-makhluk air ciptaan Tuhan di dalam terowongan aquarium tersebut, saya membayangkan seolah-olah kami seperti bangsa Israel yang melewati Laut Teberau yang terbelah meninggalkan tanah perbudakan Mesir, yang tercatat dalam Kel. 14:1-31.

Pada waktu itu bangsa Israel diliputi rasa takut yang begitu mencekam sewaktu meninggalkan Mesir. Mesir merupakan lambang perbudakan dosa, dan hal ini mesti ditinggalkan. Adakalanya ketika kita telah dilahirkan kembali dalam Roh, ikatan-ikatan dosa di masa lalu seolah-olah terus mengejar dan dan hendak mengikat kita sehingga hidup kita kembali diperbudak oleh dosa. Firaun berseru kepada seluruh pasukannya untuk mengejar bangsa Israel dan hendak menangkapnya kembali agar dijadikan budak. Rasa takut yang mengancam bangsa Israel memang sungguh beralasan; ketika mereka menoleh ke belakang, Firaun dan pasukannya mengejar mereka, sementara di hadapan mereka terbentang lautan yang begitu luas dan tak terseberangi.

Tuhan adalah Allah yang membebaskan umat-Nya! Dia yang memerintahkan agar bangsa Israel meninggalkan Mesir, ketika bangsa ini diperhadapkan dengan laut Teberau maka Tuhan hendak menunjukkan kemuliaan-Nya! Percayalah kepada Tuhan sungguh-sungguh! Apabila kita sungguh-sungguh hidup dalam pertobatan dan meninggalkan ikatan-ikatan dosa kita, maka Dia akan menyatakan kemuliaan-Nya! Tuhan yang menciptakan jalan sekalipun tiada jalan. Ketika Musa mengulurkan tangan ke atas laut, maka semalam-malaman Tuhan menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering sehingga air itu terbelah. Orang Israel segera bergegas berjalan di tengah-tengah laut pada permukaan tanah yang kering; sedang di kiri dan kanan mereka air laut itu menjadi tembok bagi mereka. Saya dapat membayangkan, bangsa Israel mengalami kemuliaan Tuhan yang luar biasa sambil menyaksikan makhluk-makhluk air berlalu lalang di balik air laut yang terbelah itu. Tidak berhenti di situ, Firaun memerintahkan agar pasukannya mengejar bangsa Israel. Namun Tuhan turut bekerja untuk melindungi umat-Nya dan benar-benar menuntun umat-Nya untuk meninggalkan perbudakan dosa. Para tentara Mesir dikacaukan-Nya sehingga roda kereta yang mereka kendarai menjadi miring dan berat, bahkan ketika pasukan itu hendak menyusul bangsa Israel maka dengan perantaraan Musa yang mengulurkan tangannya ke atas laut Tuhan membuat air laut yang terbelah itu kembali seperti semula dan mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut.

Mari tingkatkan kondisi rohani Anda saat ini, putuskan untuk sungguh-sungguh bertobat dan meninggalkan ikatan dosa yang dapat memperbudak kehidupan dosa Anda untuk selamanya! Berdoalah meminta pengampunan dari Tuhan Yesus dan berseru untuk memohon pertolongan dari Roh Kudus agar Dia memampukan kita terlepas dari ikatan dosa. Saya percaya, Tuhan Yesus akan menuntun Anda melewati ‘Laut Teberau’ dengan menunjukkan kemuliaan-Nya sehingga Anda akan benar-benar terbebas dari perbudakan dosa. Sama seperti Dia telah membawa bangsa Israel berjalan di tengah-tengah dasar laut yang airnya terbelah, demikian pula Tuhan akan membawa Anda untuk menyaksikan mukjizat-Nya dan perkara-perkara yang ajaib apabila kita sungguh-sungguh percaya. Selamat menjalani hari yang luar biasa!

Posted with WordPress for BlackBerry.

Imunisasi

Posted: January 2, 2013 in Daily Devotion
Tags: , , , ,

20130103-000928.jpg

Pagi ini saya dan istri mengantar kedua anak kami ke dokter anak untuk diimunisasi. Sebenarnya, hari ini merupakan hari yang hendak dihindari oleh kedua anak kami karena mereka menyadari betapa sakitnya ketika jarum suntik akan menusuk paha mereka ketika imunisasi, seperti pengalaman mereka yang lalu. Kami berdua berusaha membujuk kedua anak kami yang masih berusia 5 setengah tahun dan tiga tahun ini. Kami berusaha menjelaskan kepada mereka, bahwa sekalipun mereka akan merasakan sedikit rasa nyeri pada paha mereka, namun dampaknya adalah bagi kesehatan dan kekebalan tubuh jangka panjang.

Ketika saya sedang menanti giliran untuk kedua anak kami dipanggil masuk ke ruang dokter, saya merasakan sebuah impresi bahwa Tuhan berbicara kepada saya melalui peristiwa ini. Seperti orang tua yang peduli akan kesehatan anaknya dan demi kekebalan tubuh sang anak, maka anak tersebut harus diimunisasi yang disertai rasa sakit. Demikian pula, Tuhan mengingatkan saya bahwa Dia adalah Allah yang peduli akan masa depan umat-Nya seperti bapa sayang pada anak-anaknya. Agar kita menjadi pribadi yang tangguh dan ‘kebal’ akan penderitaan hidup di dunia ini, adakalanya kita diizinkan untuk mengalami rasa ‘sakit’ ketika masuk dalam ‘proses pendewasaan’-Nya. Proses pendewasaan inilah yang merupakan imunisasi bagi jiwa kita.

Sama seperti kedua anak saya yang merengek-rengek ketakutan sebelum dibawa ke ruang imunisasi, demikian pula kita seringkali menghindari ‘proses pendewasaan’ yang Tuhan inginkan bagi kita. Proses yang kita lalui bisa berupa pencobaan, ujian ketekunan, ujian bagi kesetiaan kita, bahkan terkadang kita harus melepaskan pengampunan kepada orang lain agar terbebas dari kepahitan. Semua proses yang kita lalui ini seringkali kita lalui dengan rasa ‘sakit’, namun ketika kita telah melaluinya, kita akan menyadari bahwa sebenarnya Tuhan telah merancangkan hal tersebut demi kebaikan kita.

Sebelum Yakub menjadi Israel – sebuah bangsa yang besar dengan 12 suku yang kuat – Yakub harus di’imunisasi’ terlebih dahulu oleh Allah agar Yakub tidak menjadi tinggi hati apabila dia telah menjadi sebuah bangsa yang besar. Proses yang dialami oleh Yakub dicatat dalam Kej. 32:22-32 ketika pada waktu malam Yakub bergumul dengan Allah. Dalam pergumulannya dengan Allah, Allah tidak membiarkan Yakub menang, sehingga Dia memukul sendi pangkal paha Yakub sehingga terpelecok. Sakit yang dialami oleh Yakub dan yang membuatnya pincang inilah yang menjadi sebuah tanda baginya sehingga dia memuliakan Allah dan menamai tempat di mana dia bergumul dengan Allah itu Pniel, yang berarti โ€œAku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!โ€ (Kej. 32:30). Sakit dan pincang yang dialami oleh oleh Yakub inilah yang membentuk dirinya menjadi Bapa dari bangsa Israel yang besar, umat perjanjian Allah dan bangsa yang terpilih.

Seusai diimunisasi, memang dengan rasa sakit yang begitu rupa sehingga membuat anak kami sempat menangis, dalam beberapa menit ke depan anak-anak kami sudah ceria kembali. Memang, bekas suntikan pada paha dan rasa nyeri masih terasa namun hal tersebut telah dilalui oleh anak-anak kami dan dengan penuh percaya diri mereka bercerita kepada rekan-rekan Fulltimer gereja saat saya membawa mereka ke kantor. Anak-anak kami diimunisasi untuk tujuan jangka panjang; agar tubuh mereka terhindar dari sakit penyakit dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Demikian pula, saat kita harus mengalami ‘proses’ dari Tuhan, dalam beberapa saat kita akan mengalami sakit dan ketika peristiwa itu berlalu, mungkin masih ada perasaan pedih yang membekas, namun percayalah segala sesuatu yang Tuhan izinkan memiliki tujuan dan dampak jangka panjang yang baik untuk masa depan.