Posts Tagged ‘pemimpin’


20130406-185452.jpg

Dalam Perjanjian Lama, kita mengetahui kisah Yunus yang terkenal dengan pengalamannya ditelan oleh seekor ikan besar. Seharusnya Yunus tidak perlu mengalami peristiwa yang begitu mencekam di dalam perut ikan seandainya Yunus taat pada perintah Tuhan. Nama Yunus memiliki arti sebagai ‘burung merpati’. Burung merpati digambarkan sebagai lambang perdamaian, memiliki karakter yang setia, lembut, polos, dan tidak mudah kecewa atau kepahitan karena tidak memiliki empedu. Selain itu, Roh Allah yang turun di atas Tuhan Yesus sewaktu dibaptis oleh Yohanes juga seperti burung merpati (Yoh. 3:16). Yunus merupakan gambaran dari orang percaya yang dipenuhi oleh Roh Allah dan dituntun oleh Roh. Disebutkan pula, Yunus adalah anak Amitai; Amitai memiliki arti ‘kebenaran-Ku’. Setiap orang yang hidupnya dipenuhi dan dituntun oleh Roh Kudus harus hidup sebagai seorang anak yang dididik dalam kebenaran Allah. Pada waktu itu, Yunus menerima Firman Tuhan agar berangkat ke kota Niniwe untuk menyerukan pertobatan bagi setiap penduduknya, karena kejahatan kota tersebut telah sampai pada Tuhan (Yun. 1:2).

Niniwe adalah ibukota Asyur dan bukan termasuk wilayah Kerajaan Israel maupun Yehuda. Perintah Allah bagi Yunus sebenarnya menunjukkan belas kasihan Allah bagi bangsa-bangsa lain yang terhilang. Memang, Israel merupakan bangsa pilihan Tuhan, namun pada waktu itu Kerajaan Israel hidup di dalam pemberontakan terhadap Allah, sehingga Allah pun mengutus nabi-nabi-Nya untuk menyerukan pertobatan bagi Israel. Allah tetap panjang sabar terhadap bangsa Israel dan menahan murka-Nya sewaktu Israel tidak mau berbalik kepada Tuhan hingga akhirnya Israel harus ditundukkan di bawah kerajaan Babel. Sekalipun Israel adalah bangsa pilihan Allah, Dia tetap mengasihi bangsa-bangsa lain, bahkan di hati-Nya telah mencintai Indonesia, sekalipun pada waktu Tuhan mengadakan perjanjian dengan Yakub (cikal bakal bangsa Israel) Indonesia belum terlahir sebagai sebuah negara; di hati Tuhan juga telah mencintai Sumatra sekalipun pada waktu itu Sumatera belum dilahirkan!

Sama seperti Tuhan mengasihi kota Niniwe yang penuh dengan kejahatan, terlebih lagi Tuhan mencintai Pulau Sumatera! Kota Niniwe memiliki luas wilayah tiga hari perjalanan jauhnya. Yunus memasuki sepertiga bagian dari kota Niniwe (Yun. 3:3-4) dan berseru: “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.”. Respon hati penduduk Niniwe yang percaya kepada Allah mengakibatkan mereka berpuasa dan mengenakan kain kabung sebagai tanda merendahkan diri dan menyesali dosa.

Gereja lokal hadir di sebuah kota untuk menjadi berkat bagi setiap penduduknya dan mempengaruhi agar transformasi (pertobatan) terjadi!

Yunus baru saja menjalani sepertiga dari kota Niniwe yang besar dan menyerukan pertobatan, namun menyebabkan sebuah transformasi yang luar biasa bagi sebuah kota! Raja kota tersebut juga mendengarkan berita pertobatan yang terjadi di antara sepertiga penduduk Niniwe sehingga sang raja turut merendahkan diri dan bertobat (Yun. 3:6). Bukan itu saja, sebagai penguasa kota yang memiliki otoritas, Raja Niniwe memerintahkan seluruh penduduknya untuk berpuasa, berkabung, dan berbalik dari kelakuannya yang jahat. Hal ini membuat Allah membatalkan niat-Nya untuk menimpakan malapetaka bagi kota tersebut (Yun 3:7-10).

Seorang Yunus sanggup mempengaruhi lebih dari 120 ribu penduduk Niniwe (Yun. 4:11) untuk bertobat dan terhindar dari murka Allah. Bayangkan, bila seluruh jemaat dalam gereja lokal dipenuhi Roh Kudus dan dituntun oleh Roh, saya percaya akan dapat mempengaruhi minimal sepertiga penduduk dari sebuah kota, yang juga sanggup menggapai lapisan pemerintahan di sebuah kota. Apabila ada pemimpin atau penguasa kota yang diubahkan, transformasi sebuah kota akan terjadi! GMS my home juga memiliki kerinduan untuk terus memenangkan Sumatera bagi Yesus dan terus berusaha mengembangkan gereja-gereja lokal di setiap propinsi maupun kota-kota yang ada di pulau ini. Bila sepertiga kota Niniwe mendengarkan seruan pertobatan mengakibatkan satu kota bertobat, tiada yang mustahil bagi Allah apabila melalui Gereja-Nya terus-menerus memenangkan jiwa hingga melampaui sepertiga dari pulau ini, maka pertobatan akan terjadi bagi seluruh Pulau Sumatra! Ya, inilah kerinduan kami untuk terus mengobarkan semangat penjangkauan jiwa-jiwa yang terhilang di Pulau Sumatera. Kami rindu memperlengkapi Tubuh Kristus untuk menangkap isi hati Tuhan lebih lagi, sehingga pada bulan Mei mendatang, kami menyelenggarakan “Sumatra for Jesus” conference and crusade. Saya dan seluruh jemaat GMS my home sangat menantikan Anda dalam konferensi dan KKR yang luar biasa ini. Mari ambil bagian untuk menangkap api kebangunan rohani yang sedang melanda pulau ini dan saya percaya, kehidupan Anda tidak akan pernah sama lagi! Informasi lebih lanjut mengenai konferensi dan KKR Sumatra for Jesus atau yang disingkat Sum4Je ini, silakan klik di sini. Sumatra for Jesus!

— Ringkasan khotbah Konser Doa 5 April 2013 mendukung konferensi dan KKR “Sumatra for Jesus” —


Priscilla Shirer adalah seorang pembicara wanita yang diurapi Tuhan, berbicara dengan penuh keyakinan, gairah dan hikmat. Di hari kedua sesi yang kedua, beliau mengawali sesi yang dipimpinnya dengan mengatakan bahwa lebih baik berada bersama dengan 40 orang yang serius memuji Tuhan dan ingin melihat mujizat yang lebih besar serta mempunyai kapasitas yang besar untuk melayani orang lain daripada bersama 40 ribu orang yang tidak serius dalam Tuhan.

Beliau mengupas Yoh. 11:55-56 mengenai orang-orang berkumpul dan mengharapkan kehadiran Tuhan Yesus. Beberapa hari sebelumnya, Yesus telah melakukan mujizat. Orang-orang ini tdk mencari kaum Farisi dan Saduki, namun mencari Yesus. Demikian pula saat kita sebagai pemimpin mengadakan pertemuan/ konferensi, kita harus memastikan supaya setiap orang mencari dan mendapatkan Yesus, bukan pembicaranya! Ilustrasi sederhana mengenai kebenaran ini semisal kita pergi ke Starbuck namun tidak mendapati kopi hangat, saat pergi ke Dunkin Donuts namun kita tidak menemukan donat, buat apa…? Demikian pula saat kita datang ke gereja apabila kita tidak menemukan Tuhan, ibadah tidak akan ada artinya.

Priscilla Shirer juga menceritakan pengalamannya saat melayani di ‘pre-seeker church’ di mana organiser acaranya memberitahukan kepadanya apabila jemaat tersebut tidak tahu tentang Yesus. Yang diharapkan adalah; supaya Priscilla Sarah berkotbah tetapi tidak terlalu mengutamakan Yesus… Justru kebalikannya yang hendak dilakukan oleh Priscilla Shirer, semakin orang tidak mengenal Yesus, dia akan memberitakan pengorbanan Yesus, karena itulah yang dia tahu!

Dalam ayat 56 dituliskan bahwa Yesus berjalan keluar kota, berlawanan arah dengan pesta Paskah yang sedang diadakan. “Religoius presence did not guarantee His presence” ~ tempat yang religius tidak menjamin bahwa hadirat Tuhan pasti ada di situ; bahkan dalam kumpulan pemimpin gereja juga tidak menggaransi kehadiran Tuhan di dalamnya. Kita harus berfokus pada poin terpenting yaitu Tuhan menginginkan hidup banyak orang berubah. Orang-orang butuh kehadiran Tuhan dan keyakinan bahwa Tuhan hadir, bukan sekedar menikmati acara. Saat mempersiapkan acara dengan excellent dan menarik, harus dipastikan juga kehadiran Tuhan dalam acara tersebut.

Sekali kita merasakan pengalaman dengan Tuhan, kita akan semakin menginginkannya. Pelayanan Yohanes Pembaptis dalam Yoh. 1: 35-36 tertulis bahwa Yohanes pembaptis menunjukkan kepada murid-muridnya bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah. Saat kita mengarahkan seseorang kepada Yesus, itulah itulah pelayanan yang sebenarnya! Pelayanan itu mengarahkan orang pada Yesus, bukan pada kita. Buah dari pelayanan adalah orang-orang yang dilayani pada akhirnya akan mencari Tuhan dan hadirat-Nya.

Kenapa Yesus tidak ada di pesta itu? Jawabannya terletak pada ayat 47 dan 53, karena pemimpin-pemimpin rohani pada waktu itu hendak menghancurkan/ membunuh kuasa Tuhan. Kunci kehadiran Tuhan terletak pada pemimpin yang hendak menerima kehadiran Tuhan atau tidak. Sebagai penutup, Priscilla Shirer menyampaikan bahwa kita adalah pelayan dari kehadiran Tuhan.

We are the steward of God’s own presence ~ Priscilla Shirer

Posted with WordPress for BlackBerry.


Ini dia hari yang ditunggu-tunggu! Hillsong Conference 2011 sebagai puncak perayaan 25 tahun keberadaan Hillsong Church. Semenjak siang, ribuan orang berbaris dalam antrian yang begitu panjang untuk melakukan registrasi. Saya dan rekan-rekan rombongan Hillsong Conference Tour dari Gereja Mawar Sharon mulai bersiap-siap dari pkl. 2 siang di sekitar gedung konferensi. Hillsong Conference kali ini diadakan di Sydney Entertainment Centre yang berdekatan sekali dengan Darling Harbour. Selain itu, bagi Anda yang pernah belanja di Paddy’s Market’s… that’s it! Tempatnya berseberangan saja dengan pusat perbelanjaan oleh-oleh dan souvenir tersebut. Hanya berjarak sekitar 15 menit berjalan kaki dari hotel Rydges tempat kami menginap, tempat konferensinya benar-benar mudah untuk dicapai.

Dengan venue dan acara yang begitu luar biasa ini tentunya melibatkan banyak orang. Sekitar 4000 volunteer dari jemaat Hillsong Church maupun murid-murid Hillsong College terlibat untuk bersama-sama melayani Tuhan dan mereka melakukannya dengan excellent! Keramahan, senyuman, dan kata-kata sopan dengan sikap yang selalu ingin membantu membuat kami cepat merasa akrab dengan volunteer yang ada. Mereka mengenakan kaos warna hitam yang bertuliskan ‘VOLUNTEER’ di bagian depan dan ‘HERE TO HELP!’ di bagian belakang.

Pintu masuk menuju ruang konferensi dibuka pada pukul 5 sore waktu setempat dan peserta konferensi pun berduyun-duyun masuk ke dalam. Kami disambut dengan keramahan dari para volunteer yang melayani dengan penuh sukacita saat memasuki ruang konferensi ini.

Oya, saya dan beberapa rekan masuk melalui pintu 7 untuk duduk di section 22, sehingga kami dapat melihat panggung dari sisi sebelah kiri. Di bagian ini memang disediakan bagi yang membutuhkan terjemahan. And guess what…? Ternyata saya tidak menerima alat penterjemah berupa headset yang biasanya digunakan dalam konferensi internasional, tapi… berupa pendamping yang duduk di sebelah saya dan membantu menterjemahkan secara langsung. Penterjemah saya bernama Bapak Steve, seorang volunteer yang turut melayani dalam konferensi ini.

Bapak Steve berasal dari Jakarta, dan saat ini memiliki franchise dari salah satu usaha makanan di Perth yaitu CRUST gourmet pizza bar.

Akhirnya, acara pembukaan Hillsong Conference 2011 dimulai tepat jam 6 sore waktu setempat. Sekitar lima belas ribu pengunjung memadati Sydney Entertainment Centre dan acara dimulai dengan tayangan animasi LED yang menampilkan gambar maupun tulisan mengenai apa saja yang akan ditampilkan dalam konferensi ini; yaitu berupa lighting/ tata cahaya di tengah keramaian pengunjung sehingga seolah-olah berada di angkasa luar, disertai kapal antariksa dan suara astronot, cahaya laser yang memancar ke seluruh sudut ruangan, orkestra, drum solo, pawai drum, choir, grand piano, opera diva, terompet, dan… artis pemimpin pujian, yaitu Judah Smith yang muncul di tengah-tengah panggung sambil menyanyikan “a whole new world” disertai pijaran kembang api.

Keren sekali! Perpaduan teknologi lighting modern, animasi LED, sound effect, dan sentuhan seni yang sangat memikat membuat pembukaan Hillsong Conference ini sangat meriah!!!

Acara dilanjutkan dengan menampilkan tulisan “JESUS” sebagai latar belakang panggung yang terdiri dari permainan tata letak lampu diiringi pawai drum disertai choir yang mengagungkan nama Yesus, sedangkan LED menampilkan ayat-ayat Firman Tuhan. Joel Houston – anak dari Ps. Brian dan Bobby Houston memimpin pujian dan penyembahan yang membawa seluruh peserta konferensi masuk lebih lagi dalam hadirat-Nya.

Di hari pertama konferensi ini, dr. John C Maxwell menjadi pembicara perdana yang menyampaikan isi hati Tuhan. Dengan hangat beliau menyapa seluruh pengunjung konferensi, “My name is John, what’s your name..?”

Mengawali pesan yang disampaikan, dr. John C Maxwell menceritakan pengalamannya semenjak tahun 1976 sebagai gembala di Ohio. Suatu ketika Tuhan berbicara padanya bahwa Tuhana akan memberinya pelayanan untuk para pemimpin.
Akhirnya, semenjak 35 tahun yang lalu, semua yang beliau pelajari adalah mengenai kepemimpinan. Salah satunya adalah dengan menyelidiki kehidupan Rasul Paulus dan kepemimpinannya serta bagaimana penerapannya.

Pelajaran pertama: seorang pemimpin harus menemukan identitasnya dalam Yesus, bukan menurut apa kata orang
Dalam 1 Kor. 2:1-5 versi the MESSAGE tertulis mengenai kepemimpinan Paulus yang menemukan identitas dirinya dalam Tuhan, bukan dari apa kata orang:
You’ll remember, friends, that when I first came to you to let you in on God’s master stroke, I didn’t try to impress you with polished speeches and the latest philosophy. I deliberately kept it plain and simple: first Jesus and who he is; then Jesus and what he did-Jesus crucified. I was unsure of how to go about this, and felt totally inadequate-I was scared to death, if you want the truth of it – and so nothing I said could have impressed you or anyone else. But the Message came through anyway. God’s Spirit and God’s power did it, which made it clear that your life of faith is a response to God’s power, not to some fancy mental or emotional footwork by me or anyone else.

Rasul Paulus adalah seorang yang pandai sekali, banyak menulis, memiliki pendalaman Firman Tuhan dan prinsip yang kuat. Namun, dengan rendah hati dia mengarahkan orang lain yang melihat apa yang dikerjakannya bukan karena kepandaiannya, tetapi supaya orang lain melihat bahwa Yesus di dalam dirinya.
Pemimpin harus mengerti bahwa Yesus adalah jawaban, dan semua jawaban tersebut ada dalam Alkitab! Milikilah identitas dalam Yesus sehingga setiap orang yang melihat kita akan mengarahkan pandangan imannya pada Yesus.

Pelajaran kedua: seorang pemimpin memiliki sudut pandang/ perspektifnya Tuhan.
Apa yang kita lihat dan rasakan hendaknya berasal dari sudut pandang Tuhan. Menjadi seorang pemimpin bukan untuk pamor atau untuk mendapatkan fasilitas belaka namun untuk menjadi teladan dan memberi nilai kepada orang lain. Menjadi seorang pemimpin akan selalu berhadapan dengan orang-orang dari latar belakang dan kebutuhan yang berbeda-beda.

Seorang pemimpin selalu melihat lebih dari orang lain dan melihat sebelum yang lain melihat. Dalam 2 Kor. 4:16-18 versi the MESSAGE tertulis:
So we’re not giving up. How could we! Even though on the outside it often looks like things are falling apart on us, on the inside, where God is making new life, not a day goes by without his unfolding grace. These hard times are small potatoes compared to the coming good times, the lavish celebration prepared for us. There’s far more here than meets the eye. The things we see now are here today, gone tomorrow. But the things we can’t see now will last forever.

Dalam suratnya tersebut, Rasul Paulus hendak menyampaikan bahwa sebagai pemimpin hendaknya lebih besar di dalam daripada di luar.
Yang di luar ini akan menghadapi masalah yang berdatangan, tetapi di dalam adalah tempat roh berdiam. Apabila yang ‘di dalam’ lebih besar, maka kita tidak akan dikendalikan oleh masalah yang dari luar. Leadership itu dimulai dari dalam. Walaupun ‘di luar’ Paulus mengalami banyak tantangan dan cobaan, namun Paulus ‘rest inside’; dia menemukan kedamaian dalam rohnya bersama dengan Tuhan sehingga memperoleh kekuatan yang baru.

Penjabaran yang luar biasa oleh dr. John C Maxwell. Hari pertama konferensi ini dilanjutkan dengan malam pujian penyembahan bersama JESUS CULTURE band.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Hari Rabu, 9 Maret 2011 yang lalu diadakan Poksar (Kelompok Besar) Connect Group; gabungan dari beberapa CG di dalam wilayah penggembalaan Bapak Martin Mathenuis Simon (salah seorang pemimpin CG di Gereja Mawar Sharon Medan). Poksar CG ini diadakan di salah satu rumah jemaat di daerah Serdang dan poksar ini merupakan gabungan dari 5 Connect Group yang dihadiri oleh sekitar 40 jemaat. Tujuan diadakannya poksar CG ini adalah untuk mendoakan beberapa pemimpin baru untuk memegang jabatan sebagai fasilitator dan penilik wilayah.

Setelah menaikkan pujian dan penyembahan di hadapan Tuhan, Bapak Martin menyampaikan Firman Tuhan dari Kel. 4:10-12 dan berpesan kepada setiap anggota CG yang hadir bahwa Tuhan tidak memilih untuk memakai seseorang dinilai dari kemampuannya, namun Tuhan bisa memakai siapa saja yang mau dipakai untuk menjadi alat-Nya. Sekalipun sebagai umat Tuhan kita masih hidup dalam keterbatasan (baik secara kemampuan, kepemimpinan, talenta pelayanan, dsb.) namun Tuhan tidak pernah salah pilih. Penyertaan Tuhan justru semakin luar biasa saat kita taat dan mendengarkan suara-Nya untuk melaksanakan kehendak-Nya.

Dalam kesempatan kali ini, saya turut memberikan motivasi kepada calon-calon penilik dan fasilitator Connect Group yang baru berdasarkan kebenaran Firman Tuhan di dalam Kisah Rasul 8:1b-8.
Pada masa itu, iman Kekristenan sedang mengalami aniaya; namun penganiayaan tidak membuat iman Kekristenan menjadi terhambat pertumbuhannya. Justru melalui penganiayaan, Injil semakin diberitakan dan muncullah Filipus – seorang murid Yesus – yang dari semula tidak terlalu mencolok dipakai TUHAN, menjadi pemberita Injil di Samaria yang begitu dahsyat dipakai TUHAN dengan tanda-tanda, kuasa pelepasan dari roh jahat, serta mujizat kesembuhan.

Mungkin di masa kini penganiayaan secara fisik tidaklah kita alami, namun yang kita alami sebagai seorang Kristen justru “penganiayaan” secara mental karena seringkali menghadapi situasi-situasi sulit berupa pergumulan dan masalah kehidupan seperti sakit-penyakit, keuangan, hubungan yang retak, sakit hati, dan lain-lain. Bukan berarti dengan mengalami kondisi tersebut iman kita tidak bisa bertumbuh…! Seharusnya, iman kita semakin menyala-nyala dan semakin antusias dalam memberitakan Firman Tuhan, karena Firman harus diberitakan baik atau tidak baik waktunya (2 Tim. 4:2) – itulah kekuatan orang percaya!

Saya percaya, pemimpin-pemimpin Connect Group yang baru akan menjadi seperti Filipus, sekalipun secara pribadi juga memiliki masalah dan pergumulan, namun iman dan pemberitaan Firman Tuhan akan selalu dinyatakan. Bahkan, melalui Connect Group ini, akan banyak terdengar kesaksian mengenai tanda-tanda ajaib, bahkan mujizat yang TUHAN kerjakan bagi anggota kelompok sel seperti: kesembuhan luka-luka batin, hubungan suami-istri yang dipulihkan, orang yang kehilangan arah tujuan akan mendapatkan kembali, yang sakit disembuhkan, yang menderita dihiburkan, yang lemah iman dikuatkan, yang terikat dengan kuasa kegelapan akan dilepaskan, dan lain-lain.

Poksar malam itu ditutup dengan mendoakan para fasilitator dan penilik wilayah Connect Group yang baru serta mendoakan Bapak Martin selaku Gembala Wilayah CG. Maju terus, Connect Group!

Posted with WordPress for BlackBerry.


Loving Leader

Ibadah Youth Gereja Mawar Sharon ‘my home’ pada hari Minggu, tanggal 6 Maret 2011 mengadakan ibadah bertemakan “The Power of Love” dengan sub-tema “Loving Leader”. Dalam kesempatan kali ini, saya menyampaikan pentingnya mengasihi para pemimpin kita. Definisi pemimpin adalah orang yang berpengaruh dalam kehidupan kita sehingga menjadi dampak baik secara langsung maupun tidak langsung.

Ada kuasa dalam kasih! Demikian pula, saat kita belajar untuk mengasihi pemimpin kita, ada sebuah terobosan yang Tuhan janjikan dalam hidup kita. Dalam Alkitab diajarkan bagaimana sikap hati ‘mengasihi’ terhadap pemimpin kita sebagai berikut:

1. Kolose 3:22-24 mengajarkan kita untuk taat kepada pemimpin dalam lingkup strata sosial (misalkan di bidang pendidikan maupun dalam pekerjaan kita). Alasan kita taat kepada pemimpin kita bukan karena takut kepada mereka, namun karena takut akan Tuhan. Segala hal yang kita perbuat, lakukanlah dengan segenap hati seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia. Percayalah, Tuhan yang melihat segala hal yang kita lakukan ini; dan Tuhanlah yang akan memberikan upahnya! “Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.”

2. Kisah Para Rasul 23:5b “Memang ada tertulis: Janganlah engkau berkata jahat tentang seorang pemimpin bangsamu!”
Terhadap pemimpin bangsa kita Firman Tuhan dengan tegas menyatakan agar kita tidak berkata hal yang jahat (buruk, negatif, bahkan mengutuki) karena hal tersebut tidak berkenan di hati Tuhan. Mari kita belajar mengasihi para pemimpin bangsa ini dengan melepaskan berkat dan kata-kata positif bagi mereka. Bagian kita adalah mengasihi mereka dan mendoakan mereka (1 Tim. 2:1-2) karena “tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.” (Roma 13:1)

3. Ibrani 13:17 tertulis, “Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.”
Sikap hati terhadap pemimpin rohani kita adalah dengan menunjukkan sikap taat, yaitu: patuh terhadap pimpinan, bimbingan, maupun arahan pemimpin kita tanpa menundanya. Selain itu, tunduk kepada pemimpin artinya sikap hati yang tulus dan terbuka untuk senantiasa diarahkan oleh pemimpin kita tanpa menunjukkan sikap perlawanan atau pemberontakan selama pemimpin kita hidup dalam kebenaran Firman Tuhan; bahkan saat tegoran diberikan oleh pemimpin rohani kita, kita perlu belajar agar tidak mudah sakit hati maupun terluka. Alasan pemimpin menegor kita pastinya karena kasih; agar kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Tidak ada pemimpin yang sempurna. Namun, Firman Tuhan tetap memerintahkan agar kita mengasihi mereka. Sekalipun pemimpin melakukan kesalahan, bukan bagian kita untuk memberontak atau menyalahkan mereka karena posisi pemimpin adalah ‘orang yang diurapi Tuhan’. Daud mengerti benar tentang prinsip ini, karena itu sekalipun Daud beroleh kesempatan untuk membunuh Raja Saul, dia berkata demikian, “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.” (1 Samuel 24:6).

Terhadap pemimpin rohani yang baik pun Firman Tuhan mengajarkan, “Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.” (1 Timotius 5:17).

Kasihilah pemimpin-pemimpin Anda! Percayalah saat Anda melakukannya berarti Anda hidup di dalam berkat dan perkenanan Tuhan yang luar biasa!

Posted with WordPress for BlackBerry.