Apostolic Night day #1 18 Maret 2011

Posted: March 18, 2011 in Connect Group, Event, Sermon
Tags: , , , , , , , , , , , ,

Hari Jumat, tanggal 18 Maret 2011 Gereja Mawar Sharon ‘my home’ mengadakan acara bertajuk “Apostolic Night”. Segenap jemaat Gereja Mawar Sharon dengan sangat antusias menghadiri ibadah spesial ini dan begitu kompak mengenakan kaos dengan logo Connect Group. Connect Group merupakan wadah penggembalaan Gereja Mawar Sharon yang merupakan perwujudan visi sebagai “gereja sel yang apostolik dan profetik”.

Acara dimulai pada pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh sekitar 1050 jemaat di ruang utama. Pujian dan penyembahan yang dinaikkan oleh tim praise & worship begitu antusias dilantunkan dan begitu mulianya terasa hadirat Tuhan dalam kekudusan-Nya. Begitu padatnya pengunjung dalam ibadah “Apostolic Night” ini sehingga beberapa pengunjung harus rela menempati ruang over-flow di bagian belakang ruang utama sekitar 70 orang.

Pdt. Yosep Moro Wijaya, S.E. selaku Gembala GMS distrik Sumatra memberikan sambutan hangat kepada setiap jemaat yang hadir dan mempersilakan Ps. Philip Mantofa, BRE untuk menyampaikan ‘suara kerasulan’ sebagai isi hati Tuhan bagi gereja-Nya.

Sebelum menyampaikan firman Tuhan, Ps. Philip Mantofa memberi kesaksian mengenai pelayanan mission trip Gereja Mawar Sharon sewaktu ke Taiwan beberapa waktu lalu dan menanamkan nilai pelayanan bahwa sekalipun kita punya jabatan maupun kekayaan namun di mata Tuhan kita adalah hamba-Nya. Rekan-rekan yang tergabung dalam mission trip FKA Taiwan melayani dengan hati hamba tanpa meminta duduk di kursi VIP dan melayani area di mana orang lain tidak mau melayani.

Malam ini “Apostolic Night”, diambil dari kata apostle/ ‘rasul’, yaitu bicara tentang pengorbanan, tempat terendah, bukan posisi yang mengenakkan. Rasul Paulus pernah berkata; bukan saja aku siap membagikan Injil bagimu, tapi juga siap mati bagimu. Kata rasul artinya ‘diutus’, yang penting adalah ‘Yang Mengutus’. Kerasulan program manusia, tapi kegerakan Allah. Kitab Kisah Para Rasul sebenarnya terjemahan Inggrisnya adalah ‘Acts of the Holy Spirit’, sebenarnya kerasulan adalah kegerakan Roh Kudus. Urapan rasul-rasul menonjol, namun mereka tidak ‘one man show’. Contohnya: Rasul Yakobus adalah salah seorang Rasul yang menonjol (bukan yang menulis Surat Yakobus dalam Alkitab). Andreas adalah seorang rasul yang membangkitkan kegerakan doa sehingga salah satunya terjadi kebangunan rohani ditandai dengan runtuhnya sebuah patung berhala. Thomas yang pernah meragukan kebangkitan Yesus akhirnya merintis Injil di India. Kerasulan adalah orang-orang yang diurapi oleh Tuhan, namun di zaman ini tidak seorangpun yang dapat mengaku diri sebagai seorang rasul dan dapat menambah-nambahi untuk menulis Alkitab. Alkitab hanya ditulis oleh rasul-rasul yang menyertai Anak Domba semasa Dia ada di atas muka bumi, ditambah Rasul Paulus, dan Rasul terakhir (Yohanes di Pulau Patmos) berpesan, “Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.” (Wahyu 22:18-19)

Tugas rasul di masa ini adalah membangkitkan umat yang rasuli, mengembalikan otoritas Alkitab kepada Gereja. Alkitab merupakan buku yang paling jujur, selain menuliskan kebenaran-kebenaran firman Tuhan, namun tidak menutup-nutupi kelemahan orang-orang yang dipakai Tuhan. Raja Daud juga diceritakan bagaimana kisah kejatuhannya dalam dosa. Rasul-rasul membuang undi untuk memilih rasul yang menggantikan Yudas Iskariot, yaitu Matias; namun nama Matias tidak pernah muncul lagi namanya pada pasal-pasal berikutnya. Andaikata Petrus dan rasul-rasul lain sedikit bersabar, pasti Tuhan sendirilah yang akan menunjuk pengganti Yudas Iskariot. Karena itu, dengan cara yang ajaib Tuhan memanggil Saulus yang akhirnya menjadi Paulus menjadi seorang rasul. Bila ada seorang rasul yang dibangkitkan di zaman ini, fungsinya agar membangkitkan jemaat Tuhan yang rasuli di akhir zaman.

Di tengah pesan Tuhan yang disampaikannya, Ps. Philip Mantofa menaikkan pujian”Yang terutama di dalam hidup ini… Memuliakan nama Yesus…”
Inilah pengurapan kerasulan, bukan untuk memuliakan manusia, namun untuk memuliakan nama Yesus dan targetnya adalah membangkitkan umat Tuhan yang rasuli. Kerasulan tidak membangun pelayanan sendiri, namun membangun visi Kristus di muka bumi. Gereja Mawar Sharon didirikan atas dasar para rasul dan para nabi, untuk memenangkan jiwa-jiwa. Rasul Paulus dipakai secara luar biasa karena berasosiasi dengan orang-orang luar biasa di sekitarnya, didukung oleh Gereja yang luar biasa hatinya pada Yesus, umat yang rasuli!

Roma 16:1-16
Rasul Paulus tidak bekerja sendiri, ada orang-orang yang mendukungnya, hal ini dapat dilihat dari salam rasul Paulus. Orang biasa pun bisa dipakai Tuhan, siapapun itu! Rasul diilustasikan seperti sebuah ‘rumah percontohan’ yang dikosongkan untuk dilihat oleh customer sebagai contoh di sebuah launching perumahan, demikian pula rasul harus mengosongkan diri untuk menjadi contoh.
Ayat 16 menyatakan hubungan di antara rekan-rekan Rasul Paulus yang penuh kasih.

Kisah Rasul 18:1-23 menjelaskan kisah mengenai beberapa rekan-rekan Rasul Paulus, mereka adalah pengusaha-pengusaha yang berhasil. Akwila dan Priskila adalah gambaran pengusaha properti masa kini. Hati mereka selalu satu ‘size’ lebih besar daripada apa yang mereka miliki. Hati itu mudah menyusut, karena itu miliki kebesaran hati untuk melayani sebagai hamba. Itulah yang membuat gereja yang dipimpin Rasul Paulus luar biasa.

Enam orang sebagai teladan yang menyertai kehidupan Rasul Paulus:
– Priskila dan Akwila; gambaran dari pengusaha yang takut akan Tuhan dan memberikan hati serta hidupnya untuk melayani Tuhan, bahkan secara ‘full heart’ melayani Tuhan bagaikan Fulltimer gereja
– Timotius dan Silas; gambaran dari Fulltimer yang melayani dalam gereja
– Filemon dan Onesimus; gambaran dari karyawan, profesional yang dalam dunia kerja namun melayani Tuhan dan memberikan investasi waktu, keuangan dan pemikirannya untuk bagi kepentingan kerajaan Sorga

Kesimpulan pesan Ps. Philip Mantofa malam ini adalah sebagai berikut:

Jadikan visi gereja sebagai bagian dari visi hidup pribadi.
Milikilah komitmen untuk menyertai pelayanan pastor Anda ke mana saja untuk memberitakan Injil dan memenangkan dunia.

Jemaat Gereja Mawar Sharon my home, milikilah hati seperti rekan-rekan dalam pelayanan Rasul Paulus!

Jemaat Gereja Mawar Sharon my home Medan, mari kita adopsi visi gembala Anda untuk memenangkan Sumatra for Jesus!

Posted with WordPress for BlackBerry.

Comments
  1. Dhamma Hadi Sanjaya says:

    Mantebb bangett pakk, tadi saya juga ikuttttttt… hehehehehe….. greatttt!! Besok mw dtg lagi ahhh… jadi ber api2 di dalam Tuhan…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s