POKSAR CONNECT GROUP BINJAI 23 MARET 2011

Posted: March 24, 2011 in Connect Group, Ministry, Sermon
Tags: , , , , , , , , , , , ,

Hari Rabu malam, 23 Maret 2011 hujan rintik-rintik sempat mengguyur sepanjang perjalanan antara kota Medan menuju Binjai. Berharap agar cuaca segera membaik agar tidak menghalangi perjalanan jemaat Connect Group yang hendak menghadiri PokSar (Kelompok Besar) CG di Wisma Betlehem, Binjai. Poksar ini merupakan acara gabungan antara CG di kota Binjai dan CG di KM 13. Menempuh jarak sekitar 26 km dari Medan menuju Binjai, memakan waktu sekitar 1 jam karena sempat terjebak kemacetan di daerah Kampung Lalang.

Puji Tuhan, hujan tidak mengurangi antusiasme jemaat yang hadir di Poksar CG malam hari ini! Dengan semangat, pujian dan penyembahan dinaikkan di hadapan Tuhan dipimpin oleh salah satu fasilitator CG di kota Binjai, Bapak Salmon Manik.

Pada kesempatan Poksar CG ini, di hadapan sekitar 40 jemaat yang hadir, saya menyampaikan pesan Tuhan mengenai motivasi hati untuk “menjadi yang terbesar”. Motivasi seperti ini bahkan sudah ditemui sejak lama dalam kurun pelayanan Tuhan Yesus di atas muka bumi. Pada waktu itu, murid-murid Yesus pernah bertengkar satu sama lain dan mempersoalkan siapa yang terbesar di antara mereka. (Luk. 22:24-26). Tuhan Yesus sedang memikirkan jiwa-jiwa, perlu konsentrasi dalam melayani, bahkan sedang dalam masa penantian untuk menjadi tebusan di kayu Salib, di satu sisi malah murid-murid-Nya memperkarakan siapa yang terbesar di antara mereka; bukannya ikut mendukung Yesus untuk meringankan beban-Nya. Tuhan Yesus menegor mereka dengan berkata, “Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung. Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.” (Lukas 22:25-26).

Setiap kita memiliki panggilan untuk melayani, harus beranjak ke level yang lebih tinggi; bukan untuk dilayani! Tuhan Yesus hadir di atas muka bumi untuk mendirikan jemaat-Nya, bukan mendirikan gedung gereja. Jemaat Kristus berfungsi sebagai Tubuh Kristus. Semua anggota Tubuh Kristus bergerak, berkoordinasi, beraktivitas karena menerima perintah dari Kepala, yaitu Kristus Yesus sendiri. Jemaat harus memiliki paradigma yang benar akan hal ini, dengan kata lain jemaat harus kembali pada fungsinya semula sebagai Gereja/ Tubuh Kristus yaitu untuk menjalankan perintah dari Kepala (Kristus) untuk melayani.

Seringkali, pelayanan dipandang sebagai tugas dari hamba-hamba Tuhan seperti gembala atau pendeta saja. Namun, dalam Ef. 4:11-12 tertulis, “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,”

Hamba-hamba Tuhan yang diberikan oleh Tuhan Yesus bagi Gereja-Nya bukanlah melulu untuk disibukkan melakukan tugas pelayanan yang tiada habis-habisnya, melainkan tugas utama mereka adalah untuk memperlengkapi jemaat; agar jemaat menemukan dan menyadari kembali fungsinya untuk melayani Tuhan dan membangun Tubuh Kristus.

Seusai menyampaikan Firman Tuhan, saya mengajak segenap jemaat Connect Group untuk membentuk kelompok-kelompok kecil yang terdiri dua atau tiga orang untuk praktik saling melayani dalam doa. Jemaat Connect Group begitu antusias meresponi Firman Tuhan yang disampaikan dan dalam kelompoknya masing-masing, mereka saling melayani dengan mendoakan dan saling menguatkan.

All glory for Jesus!

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s