Workshop “Marketplace and Evangelism” di konferensi SFJ 2011

Posted: April 30, 2011 in Event
Tags: , , , , ,

“Surabaya for Jesus bukan soal sekedar acara, namun pengurapan, bukan sekedar pertemuan tetapi perjumpaan yang luar biasa dengan Tuhan Yesus Kristus.” demikian kata Ps. Philip Mantofa, BRE saat mengawali workshop “Marketplace & Evangelism” di konferensi Surabaya for Jesus hari kedua, pada tanggal 30 April 2011.
Ps. Philip menyingkapkan kebenaran Firman Tuhan diambil dari Luk. 11:5-8. Banyak pengusaha membutuhkan banyak pertolongan dan sebagai hamba Tuhan perannya adalah menjadi koneksi yang menghubungkan dengan berkat yang telah disediakan Tuhan.

Dalam workshop ini, Bpk. Adrian Sarwono memberikan kesaksian yang pernah memiliki latar belakang berhutang 10 kali lipat dari omsetnya. Saat Bpk. Adrian mengadopsi visi ‘membangun 1000 gereja lokal dengan 1juta murid Kristus’ dan menyerahkan hidup beserta perusahaannya untuk melayani Tuhan, Bpk. Adrian memutuskan untuk benar-benar menomorsatukan Tuhan dibandingkan uang yang selama ini dikejarnya. Tuhan melakukan percepatan dalam usaha Bpk. Adrian sehingga hutang terlunasi, perusahaannya semakin diberkati dan meluas hingga ke luar negri. Saat ini sekalipun dalam dunia usaha Bpk. Adrian begitu diberkati, namun beliau juga mengambil peranan penting dalam pelayanan di GMS sebagai volunteer dan turut terlibat dalam bagian penting acara Surabaya for Jesus ini. “Adrian for Jesus,” tambahnya saat menekankan bahwa segala usahanya didedikasikan untuk Tuhan Yesus.

Workshop dilanjutkan dengan pesan yang disampaikan oleh seorang hamba Tuhan yang memiliki pengaruh bagi marketplace dan kalangan pengusaha-pengusaha di Taiwan; Ps. Jonathan Chow. Ada suatu pemisahan antara marketplace dan gereja. Seringkali ada pandangan bila gereja dekat dengan pengusaha karena gereja menginginkan uangnya. Namun, sebenarnya gereja ingin memperlengkapi para pengusaha ini. Karena itu, beberapa gereja meletakkan pengusaha-pengusaha ini dalam posisi sebagai penatua atau diaken. Gereja perlu menempatkan pengusaha-pengusaha ini pada posisi yang tepat di dalam Rumah Tuhan. Tugas Ps. Jonathan Chow di pelayanan marketplace ini adalah memperlengkapi para pengusaha, bukan menyalahgunakan untuk kepentingan pribadi, namun melayani agar mereka menemukan tujuan hidup yang Tuhan tetapkan bagi mereka.

Ps. Jonathan memperoleh kesempatan untuk memuridkan beberapa entertainer yang ada di marketplace Taiwan. Dalam realita seringkali para entertainer yang baru bertobat langsung diminta untuk melayani dan bersaksi di gereja-gereja sehingga menimbulkan intimidasi; bila tidak melayani di gereja maka Tuhan tidak berkenan.
Di Rumah Tuhan, pelayanan yang dilakukan adalah untuk mengurus urusan-urusan ‘rumah tangga’ karena kita tinggal di dalam Rumah-Nya!
Ministry/ Pelayanan yang sesungguhnya adalah di mana Tuhan tempatkan Anda, yaitu di marketplace, tidak mesti dilakukan hanya di dalam gereja! Saat bekerja di marketplace, bagikanlah kesaksian dan Terang Firman Tuhan yang pastinya akan mempengaruhi media, budaya, dan nilai dalam masyarakat! Bila ingin sukses dalam marketplace, inilah kuncinya; seperti Daniel dalam Perjanjian Lama. Daniel pasal pertama dikisahkan bagaimana dia ditangkap di Babilonia dan harus belajar bahasa dan pengetahuan Babilonia bahkan punya nama Babilonia yang diambil dari salah satu nama dewa Babel. Dia bisa menerima budaya, bahasa, dan nama Babilonia, namun menolak makanan raja. Makanan adalah nutrisi yang menggerakkan aktivitas tubuh. Makanan raja Babilonia dapat menajiskan kehidupan Daniel dan mempengaruhi keseluruhan aktivitasnya sehingga tidak berkenan di hadapan Tuhan. Yang harus kita waspadai dalam marketplace adalah ‘keserakahan’ karena bila tidak berhati-hati, kita bisa turut makan ‘makanan orang Babilonia’. Cara terbaik melawan keserakahan adalah memiliki hati yang mengucapkan syukur. Keserakahan berkata, “Apa yang kau miliki itu tidak penting, tapi apa yang tidak kau miliki akan membahagiakanmu…” sehingga kita mengabaikan apa yang penting dan kita punya sehingga mengejar hal-hal yang tidak berguna dan membuat kita semakin jauh dari Tuhan.

Berikut ini Konklusi dari Ps. Philip bagaimana dunia usaha berhubungan dengan gereja, inilah sikap hati yang perlu dimiliki:
1. Cintailah gembalamu dan carilah tuntunannya
2. Cintailah pekerjaanmu dan carilah kebahagiaan
3. Cintailah kesuksesanmu dan carilah ladang misi-Nya

Posted with WordPress for BlackBerry.

Comments
  1. Dewi says:

    THX atas sharingnya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s