Hari Minggu, 22 Mei 2011 dalam pelayanan saya di ibadah umum Gereja Mawar Sharon ‘my home’, saya menyampaikan pesan Tuhan dalam membangun Gereja-Nya. Sungguh, saya berharap setiap jemaat dibangun imannya untuk menemukan fungsi dan panggilannya sebagai Tubuh Kristus dalam pembangunan rumah rohani bagi kerajaan-Nya.

Komunitas
Manusia adalah makhluk sosial. Tak seorangpun dapat bertahan hidup sendiran tanpa keberadaan orang lain. Di mana pun, pasti ada sekelompok orang yang membentuk komunitas sebagai sarana pergaulan dalam kehidupan sehari-hari. Saat Tuhan menciptakan manusia, manusia pun tidak diciptakan seorang diri. Manusia pertama – Adam – pun tidak baik apabila seorang diri saja, karena itu TUHAN Allah menjadikan seorang perempuan sebagai penolongnya, sehingga dapat bereproduksi dan… memenuhi muka bumi ini dengan komunitas manusia ciptaan TUHAN!
Sedari lahir, manusia akan tinggal dalam komunitas tertentu, dimulai dari komunitas keluarga, tetangga, teman, lingkungan sekitar, sekolah, tempat kerja, hobby, dan lain-lain. Namun, seiring pertumbuhan usia dan kebutuhan, kita dapat memilih dan menentukan komunitas mana yang paling tepat bagi kita untuk berada di dalamnya.

Dalam I Korintus 15:33 tertulis, “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”

Seorang bijak pernah mengatakan, “Tunjukkan kepada saya siapa sahabat-sahabatmu dan aku akan menunjukkan masa depanmu!”. Dengan siapa kita bergaul, akan menentukan kita akan menjadi seperti apa karena kita mudah terpengaruh dan beradaptasi dengan pola hidup di mana komunitas kita berada. Bila kita tinggal di suatu di komunitas dengan lingkungan yang baik, rajin, disiplin, dan suka bekerja keras, kita akan termotivasi untuk memiliki kebiasaan yang baik, rajin, disiplin, dan bekerja keras pula. Demikian pula sebaliknya, apabila kita tinggal di suatu komunitas dengan lingkungan yang kurang baik, malas, dan sering terlambat, kita pun akan terpengaruh untuk menjadi pribadi yang tidak produktif.

Perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan Yesus merupakan langkah awal yang baik untuk menuju hidup yang kekal. Namun, seberapa banyak orang Kristen yang kemudian ‘terhilang’ lagi karena tidak memiliki komunitas yang benar? Sekalipun sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat bahkan telah memberi diri dibaptis, namun lingkungan komunitas sekitar tetap akan berpengaruh terhadap perjalanan iman seseorang. Bagaimana kita dapat memiliki sikap hidup yang positif dan berkemenangan apabila kita tetap tinggal di suatu komunitas yang selalu memperkatakan kata-kata negatif dan melemahkan iman?

“Aku akan mendirikan Gereja-Ku dan alam maut tidak dapat menguasainya.”
Di manakah sebenarnya kita dapat menemukan sebuah komunitas rohani agar kehidupan iman kita terpelihara? Gereja seharusnya menjadi jawaban bagi kebutuhan sosiologis manusia akan komunitas rohani, sebab hal ini telah dicetuskan oleh Tuhan Yesus sendiri 2000 tahun yang lalu pada saat Dia bersabda, “Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Mat. 16:18)
Dalam terjemahan Alkitab bahasa Indonesia, Anda tidak akan menemukan kata ‘Gereja’ karena kata ‘Church’ (Inggris) atau ‘gereja’ diterjemahkan dengan kata ‘jemaat’. Ayat tersebut dalam bahasa Inggrisnya tertulis, “I will build my church;…”

Itulah sebabnya paradigma yang agak menyimpang masa kini seringkali beranggapan bahwa gereja itu adalah sebuah gedung, sebuah bangunan secara fisik. Kita harus dapat membedakan istilah ini dengan jeli – antara ‘gedung gereja’ dan ‘Gereja’. Yang Tuhan Yesus maksudkan dengan Gereja-Nya adalah kita sebagai umat-Nya, bukan mengenai gedung gerejanya. Yesus hendak mendirikan Gereja – yaitu umat Tuhan yang hidup – bukan mendirikan ‘gedung gereja’ di atas muka bumi ini.

Kata ‘Gereja’ diambil dari bahasa Yunani ‘EKKLESIA’ yang berarti ‘dipanggil keluar’. Kata ini merupakan gabungan dari kata depan ‘ek’ yang berarti keluar (out) dan kata kerja ‘kaleo’ (klesia) yang berarti dipanggil (called). Secara khusus kata ini digunakan untuk menggambarkan kelompok orang yang dipanggil keluar untuk tujuan yang khusus dan pasti. Melalui pemahaman ini, saya harap paradigma kita berubah terhadap ‘Gereja’. Gereja bukanlah benda mati, namun Gereja itu hidup! Kita secara pribadi pun disebut sebagai Gereja-Nya! Sebagai Gereja – Tubuh Kristus – maka kita harus menyadari peran dan fungsi kita. Semua anggota Tubuh Kristus yang hidup akan bergerak, berkoordinasi, dan beraktivitas karena menerima perintah dari Kepala yaitu untuk pekerjaan pelayanan.

Seringkali, pelayanan dipandang sebagai tugas dari hamba-hamba Tuhan seperti gembala atau pendeta saja. Namun, dalam Ef. 4:11-12 tertulis, “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,”. Hamba-hamba Tuhan yang diberikan oleh Tuhan Yesus bagi Gereja-Nya bukanlah melulu untuk disibukkan melakukan tugas pelayanan yang tiada habis-habisnya, melainkan tugas utama mereka adalah untuk memperlengkapi jemaat; agar jemaat menemukan dan menyadari kembali fungsinya untuk melayani Tuhan dan membangun Tubuh Kristus.

Connect Group
Connect Group (CG) merupakan sebuah komunitas penggembalaan dan pemuridan agar iman Anda senantiasa mengalami pertumbuhan. Tujuan utama dibentuknya CG adalah sebagai komunitas rohani – tempat untuk tertanam, berubah (transformasi), dan bertumbuh. Banyak orang Kristen yang tidak menyadari bahwa kehidupan mereka secara rohani perlu diarahkan, dituntun, diajar, dimuridkan atau digembalakan. Akibatnya, mereka menganggap bahwa dengan hadir saja dalam ibadah raya setiap hari Minggu di gedung gereja saja sudah cukup. Padahal pada kenyataannya, saat menghadapi masalah barulah mereka menyadari bahwa hal tersebut diizinkan Tuhan agar kita dapat mengkaji ulang kerohanian kita. Bagi seseorang yang taat dan setia berada dalam jalurnyaTuhan, sekalipun ada pencobaan, masalah, dan pergumulan menghadang, tetap percaya bahwa bersama Tuhan akan dapat menyelesaikan perkara tersebut. Namun, bagi orang-orang yang tidak digembalakan dengan baik, hal ini sulit dipahami sehingga mereka kebingungan untuk mencari pertolongan dan jalan keluar untuk menyelesaikan pergumulan mereka. Inilah kondisi yang menjadi ‘sasaran empuk’ bagi iblis karena “Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” (I Petrus 5:8).

Connect Group merupakan bagian terkecil dari Tubuh Kristus – lebih jelasnya lagi CG merupakan ‘sel’ – yaitu bagian terkecil; yang paling inti – dari Tubuh Kristus. Tubuh Kristus terdiri dari banyak anggota tubuh, namun anggota tubuh inipun merupakan susunan dari sel-sel yang menyatu satu dengan lainnya. Kehidupan inti sel tidak dapat diremehkan, karena sel yang sehat akan mengalami pertumbuhan, membelah dan menyusun jaringan tubuh yang kuat. Sebagai individu jemaat, kitapun merupakan bagian terkecil dari kehidupan sel. Apabila iman kita bertumbuh dengan sehat, hidup kita makin diperlengkapi, maka kita akan membentuk jaringan Tubuh Kristus yang kuat untuk melayani Kristus, yang adalah Kepala.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s