Sekilas Pelayanan di Youth Camp “L Hora”

Posted: June 23, 2011 in Ministry
Tags: , , , , , , , , , ,

Jemaat Youth GMS my home mengadakan youth camp yang kali ini temanya terdengar rada unik; “L Hora” yang diambil dari bahasa Yunani, L merupakan angka lima puluh sedangkan hora berarti jam. Lima puluh jam dalam rangkaian kegiatan youth camp ini diharapkan dapat membakar kembali semangat anak-anak muda agar berapi-api kembali bagi Tuhan Yesus. Lima puluh jam ini akan menjadi waktu yang menentukan sehingga pemulihan dan terobosan hidup akan terjadi secara luar biasa. Retreat ini memang diatur sedemikian rupa oleh panitia sehingga keseluruhan acara berlangsung 50 jam, dalam waktu 3 hari 2 malam di Gelora Kasih, Sibolangit pada tanggal 21-23 Juni 2011.

Dengan tagline “Cause time never waits” sekitar 211 anak-anak muda hadir sebagai peserta youth camp kali ini. Saya mendapat kesempatan untuk mengisi salah satu sesi dalam youth camp ini, yaitu sesi “Hati Bapa”. Dalam kitab Maleakhi 4:5-6 tertulis, “Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”. Mengakhiri Perjanjian Lama, tersirat kehendak Tuhan kerinduan-Nya akan pemulihan hubungan antara generasi bapa dengan generasi anak agar bumi tidak terkena murka-Nya.

Hari-hari ini banyak anak-anak muda yang kehilangan figur seorang bapa yang baik, sekalipun ayah mereka masih hidup dan tinggal bersama mereka. Anak-anak muda yang dilayani dalam youth camp ini sebagian besar mengatakan tidak pernah mendengar pernyataan “Aku mencintaimu” dan kurang mendapat sentuhan fisik seperti pelukan dari ayah mereka. Bahkan, ketika saya menanyakan apakah ayah mereka pernah meminta maaf kepada anaknya, hanya sekitar 20 anak yang menjawab pernah. Anak-anak muda yang terlanjur disakiti hatinya oleh ayah mereka ini sebenarnya ingin sekali dipeluk oleh ayah mereka sebagai ungkapan kasih sayang dan ingin mendengar ayah mereka mengatakan cinta kepada mereka.

Hari ini saya berhadapan dengan sekitar 211 anak muda dan mengatakan kepada mereka bahwa lewat youth camp ini bukan hati ayah mereka yang diubahkan, namun hati anak-anak muda ini terlebih dahulu yang diubahkan. Sekalipun hati mereka telah disakiti, bukan menjadi sebuah alasan untuk membenci ayah mereka. Para generasi ayah kita adalah produk masa lalu, mungkin mereka juga menyimpan kepahitan, kekecewaan, bahkan kebencian dengan orang tua mereka pula sehingga hari ini, terbentuklah karakter dan pribadi ayah yang dirasa begitu jauh dengan anaknya.

Rusaknya hubungan antara anak dengan bapa jasmani mereka membuat figur Allah Bapa menjadi ‘kabur’ dalam diri anak-anak muda ini sehingga mereka menjadi pribadi yang haus akan kasih sayang. Dalam Yohanes 14:8 tertulis, “Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”“. Filipus mewakili kita semua dengan meminta kepada Tuhan Yesus agar menunjukkan pribadi Bapa kepadanya, karena dengan mengenal pribadi Bapa itulah hati kita dipuaskan.

Di akhir sesi ini saya mengajak seluruh peserta youth camp untuk melepaskan pengampunan kepada ayah mereka di hadapan Tuhan. Selain itu, setelah youth camp ini berakhir dan di saat semua anak akan kembali ke orang tuanya, saya meminta agar mereka melakukan rekonsiliasi, baik dengan cara meminta maaf, memeluk mereka, mengutarakan terima kasih, dan sebagainya. Banyak anak muda meneteskan air mata saat saya mendoakan mereka dan mengatakan bahwa Allah Bapa sungguh mengasihi mereka. Saya berusaha mewakili para ayah mereka dan memohonkan maaf kepada mereka atas kesalahan yang pernkah dilakukan ayah mereka selama ini. Air mata anak-anak muda semakin tidak terbendung sehingga semakin banyak yang menangis mengalami jamahan kasih Allah Bapa.

Saya senang sekali, youth camp “L Hora” ini tidak hanya terdiri dari sesi-sesi ibadah saja, namun juga ada beberapa permainan. Salah satunya adalah lomba yel-yel antarkelompok dan permainan outdoor. Kegembiraan dan keceriaan menghiasi wajah setiap peserta. Gunakan waktu yang ada untuk melakukan yang terbaik bagi Tuhan Yesus. Jadikan 50 jam di youth camp “L Hora” ini sebagai waktu yang paling berharga sebagai titik balik kebangunan rohani dalam hidupmu! Revival for youth!

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s