Hillsong Conference 2011 – Hari Kedua: Jentezen Franklin

Posted: July 7, 2011 in Event
Tags: , , , , , , , , ,

Saat memulai sesi di hari kedua konferensi pada malam harinya, Ps. Jentezen Franklin menyampaikan Firman Tuhan dari Injil Yohanes 6:35 “Akulah roti hidup.” Roti, secara umum tidak menjadi makanan utama di sebuah restoran atau hotel. Roti hanyalah makanan tambahan di samping menu utamanya. Sama halnya di penjara, makanannya yang tersedia bagi para tahanan juga sekedar roti dan air. Ps. Jentezen juga menceritakan pengalamannya yang cukup unik di sebuah restoran yang memiliki kebiasaan untuk melempar roti bagi pengunjungnya. Pelayan restoran tersebut akan melemparkan roti kepada pengunjung; siapapun yang mengangkat tangannya. Sekalipun roti yang dilempar meleset sehingga tidak tertangkap, akan dibiarkan begitu saja. Roti menjadi sama sekali tidak ada nilainya di restoran tersebut.

Dalam memberitakan Injil, Yesus mengajarkan bahwa sebenarnya ‘roti’ adalah makanan utama, bukan makanan tambahan atau sekedar sampingan. Dalam Kejadian 19:3 juga dituliskan bagaimana Lot menjamu dua malaikat yang hendak memperingatkannya untuk meninggalkan kota Sodom dengan roti yang tidak beragi. Roti adalah makanan utama di perjamuan malam terakhir saat Yesus dan murid-murid-Nya makan bersama. Hal ini memberikan pengertian bahwa Yesus adalah ‘makanan utama’ kita! Yesus adalah pribadi yang kita tuju dalam penyembahan dan dalam setiap kotbah yang disampaikan.

Ps. Jentezen Franklin melanjutkan kotbahnya dengan menceritakan pengalamannya saat hendak membeli makanan di sebuah restoran cepat saji yang memiliki layanan drive thru. Dengan membawa lima anaknya, sebelumnya Ps. Jentezen berpesan kepada mereka agar memutuskan apa-apa saja makanan yang hendak dipesan di layanan drive thru tersebut. Ps. Jentezen hendak menghindari keributan kelima anaknya apabila memesan menu di drive thru tersebut dalam waktu bersamaan, jadi mereka diminta untuk menetapkan pilihan menunya terlebih dahulu, supaya Ps. Jentesen sendiri yang memesan menu yang hendak dipesan. Beliau juga meminta agar kelima anaknya untuk diam sewaktu Ps. Jentezen memesan makanan di drive thru. Akhirnya, sesampainya mereka di drive thru, awal mulanya pemesanan berjalan dengan lancar. Ps. Jentezen memesan makanan sesuai menu yang disepakati anak-anaknya, sementara semua anaknya menepati janji untuk duduk diam di mobil. Tiba-tiba, pelayan drive thru tersebut bertanya, “Apakah ada tambahan lagi yang hendak dipesan?” Dan… mulailah keributan di dalam mobil terjadi, kelima anak tersebut mulai meminta tambahan menu makanan ini dan itu, padahal mereka telah memesan makanan utamanya! Melalui ilustrasi ini, Ps. Jentezen hendak menyampaikan bahwa, apabila kita sudah memperoleh menu utamanya, seharusnya sudah cukup! Tidak perlu tambahan lagi. Terkadang kehidupan Kekristenan kita merasa tidak puas dengan Tuhan Yesus, sehingga perlu ada ‘tambahan’ lainnya selain Tuhan Yesus, atau bahkan kita justru menjadikan Tuhan Yesus sebagai ‘tambahan’ dari aktivitas Kekristenan kita sehari-hari. Ingat baik-baik, justru Dia adalah yang terutama! Jangan turunkan derajat-Nya sebagai makanan tambahan atau penutup.

Kita butuh Yesus dalam setiap ibadah dan penyembahan kita! Roti yang dimaksudkan di sini adalah Yesus sebagai pusat dari segala sesuatu yg kita lakukan. Apakah kita sudah terlalu sibuk sehingga kita tidak lagi mengutamakan Tuhan Yesus? Bahkan, dalam kesibukan pelayanan kita sekalipun sampai menjauhkan kita dari pada-Nya?

Saat Paulus dan Silas berada di penjara (Kis. 16:24), Tuhan menolong mereka sehingga pintu-pintu penjara terbuka dan semua belenggu terlepas, akan tetapi mereka tidak meninggalkan penjara (Kis. 16:28) karena ada roti ‘hadirat Tuhan’. Kita juga memerlukan ‘roti’ di rumah, dalam kehidupan keluarga kita! Bagaimana kita bisa menyuruh anak-anak kita mencintai seseorang apabila kita selalu mengkritik orang tersebut? Anak-anak anda tidak dapat mencintai orang-orang yang Anda kritik, mungkin orang itu adalah gembala Anda, pemimpin gereja atau teman-teman Anda, bahkan Tuhan – karena itu berhentilah mengkritik mereka! Ilustrasinya adalah sebagai berikut; suatu saat seseorang mengajak Ps. Jentezen untuk mencicipi suatu jenis makanan, namum rupanya beliau tidak menyukainya sehingga tidak memakannya lalu memberi komentar tentang makanan tersebut. Anak-anaknya yang melihat sang ayah tidak menyukai makanan tersebut dan mendengar komentarnya, jadi ikut-ikutan tidak menyukai makanan tersebut, padahal belum pernah mencoba mencicipinya… Mari kita memberi teladan yang baik dan benar bagi keluarga kita, bagi anak-anak kita! Hati-hati dengan apa yang kita ucapkan, dan hati-hati dengan komentar yang keluar dari mulut kita.

Saat bangsa Israel keluar dari Mesir, setiap hari dipelihara Tuhan dengan diberi makan manna. Tuhan tidak meletakkan manna tersebut di dalam tenda orang Israel. Kalau orang Israel mau menikmati roti di dalam tenda, mereka harus mengambilnya sendiri dan membawa masuk roti manna itu ke dalam tenda. ‘Roti’ itu akan membuat pernikahan lebih baik, memiliki sikap lebih baik, mengasihi lebih baik, dan karakter yang lebih baik.

Roti manna yang ditinggalkan semalaman akan dipenuhi ulat. Kita harus mencari ‘roti’ yang baru dan segar setiap hari. Kita tidak bisa hidup dengan ‘roti’ kemarin karena pastinya sudah ‘berulat’. Itulah sebabnya Yesus mengajarkan kita berdoa ‘Bapa kami’, sebagai berikut (Mat. 6:9-11)
“Our Father which art in heaven,
Hallowed be thy name.
Thy kingdom come.
Thy will be done in earth, as it is in heaven.
Give us this day our daily bread…

Di ayat ke-11 dalam bahasa Inggris tertulis agar kita meminta ‘daily bread’ atau roti setiap harinya. Melalui doa yang diajarkan Tuhan Yesus ini semakin memperdalam pengertian kita bahwa kita membutuhkan ‘roti hidup’ setiap hari. Yesus adalah roti hidup itu… kita membutuhkan Yesus setiap hari!

Jesus is our main course – the bread of life! ~ Jentezen Franklin

Sesi malam kedua ini diakhiri dengan pujian penyembahan yang dipimpin oleh Israel Houghton dengan menyanyikan lagu “Jesus is the center of my life” dengan chorus yang benar-benar membawa hati ini senantiasa ingin dekat dengan Tuhan Yesus sebagai berikut:
“From my heart to the heavens
Jesus be the center
It’s all about YOU
Yes it’s all about YOU…”

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s