Hillsong Conference 2011 – Hari Ketiga

Posted: July 7, 2011 in Event

Hari ketiga dalam Sesi pagi hari Hillsong Conference, Ps. Brian Houston kembali mengingatkan sekilas pesan yang beliau sampaikan kemarin untuk setiap orang menjalani hidup oleh kasih karunia Tuhan.
Dalam Efesus 1:1 dijelaskan mengenai Rasul Paulus sebagai “rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus.”. Paulus sebagai rasul Yesus Kristus kepada orang kudus memiliki wilayah (zona) pelayanannya di Efesus.

Kemudian, Ps. Brian menjelaskan Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma pasal 12:3,6 dan 2 Kor 10:12-18 bahwa setiap orang mempunyai ukuran imannya masing-masing.

Terkadang, seseorang suka membandingkan dengan talenta, iman, panggilan, pekerjaan, pelayanan milik orang lain. Karena itu, jangan merasa layak untuk menerima suatu karunia, karena hal itu tidak akan bekerja di dalam kita sepenuhnya. Apabila kita terus membandingkan diri, kita akan selalu merasa nomor 2 terus dan berada di luar kasih karunia Tuhan. Contoh: Raja Saul yang besar dan tampan, justru dia membandingkan diri dengan Daud sehingga merasa berada di urutan ke-2. Bila seseorang merasa tidak puas dengan karunianya, maka orang tersebut cenderung akan keluar dari rencana Tuhan.

Berhentilah untuk membandingkan diri dengan orang lain karena dengan demikian kita akan selalu merasa kurang.

Karena tidak puas dengan karunianya, akan muncul sifat negatif untuk menilai keburukan orang lain — “tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci” (Titus 1:15)

Kesimpulannya, hendaklah kita tidak membanggakan diri atas apa yang telah Tuhan berikan pada kita dan kita harus merasa nyaman dengan kasih karunia yang Tuhan berikan pada kita.

Stay in your zone, be yourself!!!

Seusai Ps. Brian menyampaikan pesannya di sesi pagi ini, kemudian dilanjutkan oleh Dr. John C Maxwell yang mengungkapkan kebenaran Firman Tuhan dari Ibr. 12:1-2. Mengawali pesan yang hendak disampaikannya, beliau berkata, “Hidup kita adalah dalam satu pertandingan.”

Andaikata tokoh-tokoh Perjanjian Lama dalam pertandingan imannya memberi komentar dalam konferensi ini, maka mereka akan berkomentar sebagai berikut:
1. Nuh akan berkomentar, “Satu orang bisa membuat perbedaan. Anda pun bisa membuat perbedaan.” Satu orang bisa membuat perbedaan bagi keluarganya. Tuhan tidak menghancurkan dunia karena Nuh seorang aja, sehingga keluarganya tidak dibinasakan.

Satu orang bisa membuat perbedaan, tidak peduli berapapun umurnya. Nuh berumur 600 tahun saat menerima perintah Tuhan untuk membuat sebuah bahtera. Ketika Nuh menyelesaikan pertandingannya, dia akan berkata pada kita: “Don’t be afraid to stand up in the croud!”; “Be difference maker, don’t be the same maker!”

Nuh membuat bahtera di atas tanah/ daratan, bukan di tepi pantai. Nuh taat kepada Tuhan bahkan di saat dia tidak mengerti keseluruhan rencana-Nya. Pada waktu itu tidak pernah hujan, namun Nuh berkata bahwa akan ada hujan. Lain kali saat Anda melihat pelangi, ingatlah Nuh: satu orang yang bisa membuat perbedaan.

2. Bila Esther dalam pertandingan imannya bersama kita, dia akan berkata: Tuhan punya tempat untukmu. Awalnya dia merasa tidak diterima di zonanya, karena dia merasa bukan tempatnya di tengah-tengah bangsa asing. Sabar, karena Tuhan punya rencana besar bagimu di manapun Tuhan tempatkan! Ketika Ester akhirnya mengerti bahwa ini adalah tempatnya dan Tuhan tempatkan di situ, semangatnya muncul kembali.
Begitu kita tahu di mana Tuhan tempatkan kita, kita akan full of courage, full of faith.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s