Mission Night day #1: Sumatra for Jesus

Posted: July 21, 2011 in Event
Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Malam ini segenap jemaat GMS my home berkumpul dalam acara Mission Night karena hendak menggenapi panggilan Tuhan bagi Pulau Sumatra. Ps. Yosep Moro Wijaya selaku Gembala Distrik Sumatra menyampaikan pesan Tuhan dengan membuka 1 Yoh. 5:3-5.
Beliau menyampaikan bahwa kemenangan yang besar diraih apabila Tuhan memberikan mimpi, visi, hukum, perintah, rhema, janji dalam hidup kita. Bagian kita adalah melakukan perintah-Nya dengan iman karena perintah-Nya itu tidak berat. Tidak sekedar punya iman tapi tidak tahu apa yang harus dikerjakan, juga tidak sekedar mengerjakan sesuatu tetapi tanpa iman. Iman bekerja sama dengan mimpi, impian, visi dari Tuhan. Apapun yang kita lakukan sekalipun baik belum tentu berasal dari Tuhan apabila kita melakukannya tanpa iman. Tuhan Yesus tidak melakukan segala sesuatu selama Dia berada di atas muka bumi ini, bahkan masa pelayanan-Nya hanya tiga setengah tahun namun yang dikerjakan-Nya benar-benar berfokus pada perintah Bapa-Nya. Yang mengalahkan dunia ini bukanlah suara dominan terbanyak atau sistem demokrasi, namun yang mengalahkan dunia ini adalah IMAN. Gereja yang kuat adalah gereja yang dipimpin oleh visi dan jemaatnya memiliki iman untuk melakukannya dan menggapainya bersama-sama. Kita tidak dipanggil untuk melakukan semua hal yang baik, namun kita dipanggil untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan visi yang Tuhan berikan kepada gereja-Nya. Kita tidak perlu iri dengan apa yang orang lain kerjakan dan kita juga tidak perlu menyombongkan diri dengan apa yang kita kerjakan.

Visi Gereja Mawar Sharon di pulau Sumatra adalah “Sumatra for Jesus”; hingga seluruh Pulau Sumatra dimenangkan bagi Tuhan Yesus. Yang menjadi pesan utama dalam Mission Night di hari pertama adalah sebagai berikut:
1. Mengalahkan dunia dengan iman kita.
Suatu waktu, Ps. Moro yang pada waktu itu sedang mengkoordinir perintisan gereja lokal di kota Pekanbaru mendengarkan suara Tuhan di suatu ibadah Minggu, “Pekanbaru itu bukan tugasmu, tetapi itu isi hati-Ku, engkau hanya perlu menyediakan iman untuk menyelesaikan apa yang Kuperintahkan.” Selanjutnya, Ps. Moro menyaksikan bagaimana Tuhan bekerja secara luar biasa dalam perintisan GMS di Pekanbaru. Minggu lalu dalam pelayanannya ke Pekanbaru dalam sebuah ibadah tengah minggu, seharian hujan turun. Tim perintisan pada waktu itu menyediakan kursi sebanyak 100 buah dan puji Tuhan, sekalipun turun hujan yang datang sekitar 80 orang. Siang harinya ada beberapa jemaat yang dibaptis dan beberapa orang menerima Yesus untuk pertama kalinya dalam ibadah tersebut.

Ps. Moro memohon dukungan setiap jemaat untuk melepaskannya agar dapat mengelilingi seluruh Pulau Sumatra agar Injil semakin diberitakan. Beliau menyampaikan bahwa panggilan itu lebih tinggi daripada kedagingan kita, lebih dari kenyamanan yang bisa dinikmati. Bila Sumatra for Jesus menjadi visi kita, doakan semua kota-kota yang ada di pulau ini dan ikuti Mission Trip saat ada pelayanan di kota-kota tersebut.

2. Semua yang lahir dari Allah mengalahkan dunia.
“Sumatra for Jesus” seharusnya menjadi sebuah visi yang ‘lahir’ dalam hidup kita. Visi untuk memberitakan Injil ‘lahir’ di hati Rasul Paulus saat dia mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Oleh karena itu, dalam sekejap rasul Paulus berubah dari seseorang yang menganiaya Kekristenan menjadi seseorang yang berkobar-kobar untuk memberitakan keselamatan dalam Tuhan Yesus (Kis. 9:14-15). Saat visi itu lahir di hatinya, rasul Paulus meninggalkan semua kenyamaanan dan kehidupannya yang lalu untuk rela berkorban bagi Injil; mengalami berbagai siksaan, kapal karam, bahkan dipenjara demi memberitakan nama Yesus. Yesaya mengakui bahwa dirinya najis bibir dalam hadirat Tuhan dan ketika Tuhan meletakkan bara api pada lidahnya, dia menjadi seorang nabi yang dipakai Tuhan secara luar biasa. Abraham meninggalkan segala kenyamanan di kampungnya untuk menggenapi panggilan Tuhan sebagai “Bapa orang beriman”. Musa meninggalkan bangsa Mesir dan segala kenyamanannya untuk membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan.

Inilah janji Tuhan bagi orang-orang yang mengerjakan visi dan tinggal dalam panggilannya: Tuhan akan memberikan peningkatan bagi hidup kita seiring berkembang dan meningkatnya visi “Sumatra for Jesus” di hati kita!

Pulau Sumatra akan dimenangkan oleh orang-orang Sumatra sendiri! Bila visi “Sumatra for Jesus” lahir di hati kita, kitalah yang harus ‘memberi makan’ bagi semua jiwa-jiwa yang ada di Sumatra! Seperti nabi Samuel saat datang ke rumah Isai untuk mencari seseorang agar diurapi menjadi raja, padahal dia belum tahu siapa yang akan menjadi raja, demikian pula Tuhan akan membangkitkan misionaris-misionaris yang diurapi dari tengah-tengah jemaat untuk merintis gereja-gereja lokal di Sumatra dari tengah-tengah jemaat di Sumatra sendiri!

Biarkan “Sumatra for Jesus” lahir di hati kita dan biarkan panggilan itu semakin kuat! ~ Ps. Yosep Moro Wijaya

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s