de café – the Couple And Family Enhancement 2011

Posted: September 29, 2011 in Event
Tags: , , , , , , , , , ,


Hari Kamis dan Jumat tanggal 22 dan 23 September 2011 yang lalu, Gereja Mawar Sharon my home menyelenggarakan acara khusus bagi pasangan suami-isteri, yaitu de café. Nama yang cukup unik dan menarik, namun sebenarnya de café merupakan singkatan dari the couple and family enhancement. Acara ini sebenarnya merupakan adopsi dari ibadah de café yang diselenggarakan di Gereja Mawar Sharon Surabaya, yang juga dikhususkan bagi pasangan suami-isteri. Melalui acara ini, kami rindu agar setiap pasangan suami-isteri kembali disegarkan kehidupan pernikahannya. Apabila selama ini waktu yang berkualitas antar suami-isteri sudah mulai jarang, sering terjadi konflik, bahkan kemesraan yang mulai memudar, maka melalui acara ini diharapkan akan terjadi peningkatan dan pemulihan hubungan.

Sekitar lebih dari 70 pasang suami-isteri menghadiri acara ini. Dimulai pada pukul 18.00 WIB, setiap pasangan suami-isteri menuju photo-spot untuk berfoto bersama lalu menikmati makan malam bersama terlebih dahulu. Acara ini dipersiapkan dengan begitu menarik oleh segenap panitia sehingga pada waktu makan malam pun peserta dapat menikmati iringan lagu-lagu nostalgia. Malam pertama acara de café ini dilayani oleh saya sendiri bersama isteri; Yesika Suryani. Sebelumnya, diadakan permainan singkat untuk menguji kekompakan pasangan suami-isteri.

Kami menyampaikan mengenai pesan Tuhan di akhir zaman mengenai pernikahan. Sebuah pernikahan yang kuat akan membuat hubungan di dalam sebuah rumah tangga yang kuat dan diberkati. Apabila suatu rumah tangga di dalam Tuhan kuat, akan mempengaruhi lingkungan sekitarnya sehingga menjadi berkat bagi banyak orang, baik bagi kota, bangsa dan suatu negara. Kami berdua menyinggung prinsip-prinsip kebenaran Firman Tuhan agar kembali menyegarkan setiap kehidupan pernikahan pasangan suami-istri.

Kepada para suami, saya menyampaikan Firman Tuhan dalam 1 Petrus 3:7 sebagai berikut:
1. Hendaknya para suami hidup bijaksana dengan isterinya – sebagai kaum yang lebih lemah
2. Hendaknya para suami menghormati isterinya lebih lagi – sebagai teman pewaris kasih karunia, dan
3. Seorang suami memiliki doa yang tidak terhalang bila menempatkan isteri pada posisi semestinya.
Di samping itu, kami juga menambahkan beberapa nasihat dan trik-trik praktis untuk menjaga keharmonisan sebagai suami-isteri.

Sedangkan bagi para isteri, isteri saya menyampaikan bahwa hendaknya para isteri menyadari kembali peranannya kepada para suami untuk:
1. Menjadi PENOLONG dalam segala hal
2. Memberikan pelayanan TERBAIK – agar kebutuhan suami tercukupi, dan
3. Menjadi sumber penghiburan

Di akhir pesan yang kami sampaikan, kami menutupnya dengan menayangkan sebuah film animasi pendek yang menceritakan kehidupan pasangan suami-istri yang saling mencintai hingga di hari tua dan diakhiri dengan tulisan “One LOVE until the end”. Tampak beberapa pasang suami-isteri yang hadir menggenggam erat tangan pasangannya sambil meneteskan air mata. Saat kami berdoa bersama untuk memperbaharui komitmen dalam hubungan pernikahan, kasih TUHAN melawat setiap pasang suami-isteri sehingga rekonsiliasi terjadi. Acara diakhiri dengan setiap suami yang memberikan sekuntum bunga kepada isterinya dengan mesra. Biarlah kemesraan dan keharmonisan senantiasa menyertai setiap pasangan suami-isteri!

Di hari kedua acara de café, seperti luar biasanya di hari pertama, maka pada pukul 18.00 WIB dimulai dengan acara makan malam bersama terlebih dahulu. Tampak pasangan suami-isteri yang hadir makin antusias, bahkan beberapa di antaranya ada yang mengajak teman-temannya untuk hadir di acara ini. Sambil menikmati makan malam, panitia membagikan foto hasil pemotretan pada malam pertama bagi suami-isteri dan mereka sangat bergembira menerimanya. Pnt. Sujono dari Jogja mengisi acara de café di hari kedua ini dengan mengulas kebenaran Firman Tuhan dari Mat. 19:6. Kata ‘dipersatukan’ dalam ayat ini menurut bahasa aslinya adalah ‘dipersatukan dalam satu kuk’. Kuk merupakan alat yang dikenakan pada sepasang sapi untuk membajak sawah, sehingga apabila yang satu menuju ke arah tertentu, maka pasangannya akan mengikuti. Dalam pernikahan Kristiani, ‘kuk’ tersebut adalah ‘KASIH’. Rahasia keberhasilan suatu pernikahan dan kebahagiaan pasangan suami-isteri adalah ketika pernikahan berpusat pada kasih Kristus. Dalam Roma 5:8 dijelaskan mengenai ciri Kasih Kristus, yaitu:
1. Selalu memberi, tidak pernah menuntut dan menghakimi
2. Menerima apa adanya

Seusai Pnt. Sujono menyampaikan firman Tuhan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dilayani oleh Pnt. Sujono, saya, dan isteri. Acara tanya jawab ini cukup seru dan menyegarkan kembali setiap pasangan suami-isteri, utamanya untuk hal-hal yang selama ini mengganjal dalam kehidupan pernikahan mereka. Firman Tuhan menjadi panduan utama untuk setiap jawaban yang diberikan untuk setiap pertanyaan yang diajukan malam itu. Acara de café malam kedua ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh saya dan isteri, khususnya mendoakan setiap pasangan suami-isteri yang hadir untuk memperbaharui komitmen mereka untuk saling mencintai dan menjaga kehidupan pernikahan yang kudus, serta senantiasa harmonis di dalam Kristus. Di akhir acara, dilakukan penarikan undian doorprize untuk memeriahkan acara. Kami berdoa, agar setiap pasangan suami-isteri menemukan kembali tujuan Allah bagi pernikahan Kristiani – Allah merancang sebuah pernikahan untuk menjadi bahagia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s