Perlengkapan Senjata ALLAH

Posted: September 30, 2011 in Daily Devotion, Sermon
Tags: , , , , , , , , , , , ,


Dalam Efesus 6:10 tercatat surat Rasul Paulus sebagai berikut, “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.”
Seringkali saat menjalani kehidupan ini, kita mengandalkan kekuatan sendiri sehingga menjadi lemah, karena begitu banyaknya tekanan yang menghimpit kehidupan kita. Karena itu, kita tidak dapat mengandalkan kekuatan kita sendiri, namun menggantungkan kekuatan kita sepenuhnya di dalam Tuhan, karena kekuatan di dalam Tuhan itu artinya kita tidak menyandarkan diri kita pada kekuatan kita sebagai manusia, melainkan kekuatan kuasa Tuhan yang luar biasa! Rasul Paulus juga memperingatkan dalam suratnya agar kita senantiasa mengenakan selengkap senjata rohani saaat menjalani kehidupan Kekristenan kita. Sayangnya, saat konsentrasi kita mulai tersedot pada perkara-perkara kehidupan sehari-hari, seringkali sebagai seorang Kristen kita lupa untuk mengenakan selengkap senjata rohani tersebut. Senjata rohani yang Allah sediakan bagi kita bukanlah senjata secara fisik, namun senjata yang tidak terlihat, namun penuh kuasa!

Senjata rohani ini harus dikenakan selengkap mungkin, dan Perlengkapan Senjata ALLAH berfungsi untuk (Efesus 6:10-13):
1. Bertahan melawan tipu muslihat iblis
Iblis telah dikalahkan oleh kebangkitan Yesus Kristus dari alam maut, namun iblis masih tetap bisa menggunakan tipu dayanya yang licik untuk menyerang kehidupan iman kita. Jangan takut, dengan mengenakan selengkap senjata Allah ini, kita akan mampu bertahan melawan tipu daya iblis tersebut.
2. Mengadakan perlawanan pada hari yang jahat
Saat kita di dalam peperangan rohani, tentunya kita tidak melakukan perlawanan dengan tangan kosong. Seluruh tubuh kita harus terlindung dan mengenakan senjata. Demikian pula, sebagai seorang pelayan Tuhan Anda harus mengerti prinsip rohani ini. Perlengkapi diri Anda dengan selengkap senjata Allah! Sekali lagi, jangan mengandalkan kekuatan sendiri, jangan mengandalkan kemenangan/ pengalaman di masa lalu! Senantiasa bersiap siagalah menghadapi perlawanan iblis di hari-hari yang semakin jahat menjelang akhir zaman ini.
3. Tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu
Setelah kita menyelesaikan segala sesuatu; baik itu tugas pelayanan, konseling, pekerjaan, permasalahan/ pergumulan kita dengan baik bersama Tuhan… hendaknya kita tetap berdiri… dalam iman! Pernah saya mendapati, seseorang yang telah melayani begitu rupa atau seseorang yang telah mengalami pertolongan Tuhan dalam pergumulan dan beban berat yang dihadapinya, namun beberapa waktu kemudian tidak menunjukkan kemajuan dalam hidup kerohaniannya, tidak lagi tegak berdiri dalam iman, justru hidupnya semakin jauh dari Tuhan. Inilah pentingnya tetap mengenakan selengkap senjata Allah… agar setelah kita menyelesaikan segala sesuatu, kita akan tetap berdiri!

Kenakanlah selengkap senjata Allah ini dengan iman dan lakukankah tindakan profetik seolah-olah Anda benar-benar mengenakannya! Dalam doa sebelum memulai hari Anda bersama Tuhan, kenakanlah perlengkapan senjata ALLAH yang terdiri dari (Efesus 6:14-18):

1. Ikat pinggang kebenaran
Sempat terbersit pertanyaan dalam benak saya, “mengapa urutan pertama dalam selengkap senjata Allah ini berupa ikat pinggang?”. Ikat pinggang berfungsi untuk mengeratkan celana kita – tentunya agar tidak kedodoran/ melorot. Akan sangat sulit bagi seseorang untuk melakukan aktivitas – apalagi berperang dengan celana yang melorot. Tentunya, celana merupakan bagian yang penting untuk menutupi area kemaluan seseorang. Secara rohani, saat Anda mengenakan ikat pinggang kebenaran artinya berkomitmen untuk menjaga hidup kudus, tidak bercela secara moral/ sexual.

2. Baju zirah keadilan
Baju zirah akan melindungi bagian dada yang terdapat organ-organ tubuh vital di dalamnya seperti paru-paru, jantung, tulang rusuk kita, dan sebagainya. Secara rohani, kita harus menjaga hati kita agar tidak mudah menjadi kecewa, kepahitan, menyimpan dendam, bahkan memiliki motivasi hati yang salah. Melindungi hati dengan baju zirah keadilan juga berarti memiliki integritas yang baik. Kasih Allah itu sifatnya adil, artinya Tuhan mengasihi semua umat manusia tanpa terkecuali, sekalipun manusia tersebut telah jatuh dalam dosa dan melakukan perbuatan-perbuatan dosa. Sebagai manusia, terkadang kita tidak bisa mengasihi orang lain yang telah melakukan kesalahan/ berbuat dosa kepada kita. Namun, bukankah Tuhan juga telah mengasihi kita, justru pada saat kita masih di dalam dosa (Roma 5:8)? Kita saja yang terkadang berlaku ‘tidak adil’… kepada orang yang baik kepada kita, kita bisa mengasihinya; namun kepada orang yang bersalah kepada kita, kita justru membencinya. Kenakanlah baju zirah keadilan! Jangan ada rasa benci dari hati kita terhadap sesama kita sekalipun orang tersebut pernah menyakiti hati kita, berbuat kesalahan pada kita. Tuhan Yesus memerintahkan agar kita mengasihi musuh (Mat. 5:44)… ya! Kasihilah sesama kita, sekalipun mereka telah bersalah kepada kita, namun bencilah perbuatan-perbuatan mereka yang melawan kebenaran (Yud. 1:23).

3. Kaki yang berkasutkan kerelaan memberitakan Injil
Saat menuju medan pertempuran, kaki kita harus siap untuk menempuh jalan yang rata, mulus, berbatu-batu, bahkan licin dan lain sebagainya. Bila kaki kita tidak terlindungi, kemungkinan besar kaki kita akan lecet, bahkan terluka, dan mengganggu perjalanan kita. Kasut rohani yang perlu kita kenakan sebagai perlengkapan senjata Allah ini bernama ‘kasut kerelaan memberitakan Injil damai sejahtera’. Artinya, dalam segala keadaan, baik atau tidak baik waktunya kita harus senantiasa memberitakan kabar baik (II Tim. 4:2). Namun, bukan sekedar kabar baik… akan tetapi harus disertai dengan damai sejahtera! Beritakanlah Injil yang mendatangkan damai sejahtera bagi orang lain, jangan sekali-kali dengan perdebatan dan kesaksian palsu, tunjukkan sikap yang baik serta kesaksian hidup yang menjadi berkat.

4. Perisai iman
Pada zaman kuno, prajurit Roma menganakan perisai yang terbuat dari bahan kayu – agar ringan untuk diangkat maupun diayunkan untuk menangkis serangan musuh. Perisai yang terbuat dari kayu ini bagian luarnya dilapisi dengan bahan kulit, lalu direndam untuk sementara waktu di dalam air sehingga kulitnya menjadi lembap. Saat menghadapi serangan jarak jauh berupa panah-panah api, maka saat panah-panah tersebut mengenai perisai yang bagian luarnya lembab, panah api tersebut akan padam. Kenakanlah perisai iman! Perisai digunakan secara aktif, diayunkan kian-kemari untuk melindungi tubuh dari serangan musuh. Kita harus memiliki iman yang aktif! Anda dapat mempelajari lebih lanjut mengenai hal iman yang aktif di sini.
Sama seperti perisai yang berlapis kulit ini harus terlebih dahulu direndam dalam air, untuk menghadapi panah-panah api dari si jahat, iman kita harus direndam dalam air ‘Firman Tuhan’ – dengan cara merenungkan kebenaran Firman Tuhan setiap waktu. Saat si jahat berusaha memanahkan panah-panah apinya yang berupa intimidasi, maka perisai iman akan melindungi kita sehingga kita tidak terkecoh olehnya.

5. Ketopong keselamatan
Bagian kepala merupakan bagian vital yang terpenting, sehingga harus mengenakan ketopong. Bagian vital yang dijaga utamanya adalah mata dan bagian otak. Mata merupakan pelita tubuh, karena itu jagalah penglihatan Anda tetap suci, bersih dan berkenan pada Tuhan. Selain itu, ketopong yang melindungi bagian otak artinya ketopong tersebut akan menjagai pikiran Anda terhadap hal-hal yang negatif. Saat pikiran-pikiran negatif menyerang, milikilah prinsip “kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar…” (Flp. 2:12) – apakah pikiran-pikiran Anda akan tetap menuntun Anda pada keselamatan atau tidak… Ingat, pikiran kita adalah medan pertempuran yang diincar iblis! Saat kita mengenakan ketopong keselamatan ini, maka sebenarnya kita sedang mengenakan ‘pikiran Kristus’ (I Kor. 2:16).

6. Pedang Roh, yaitu firman Allah
5 senjata sebelumnya berfungsi untuk pertahanan, untuk menyerang kita dapat menggunakan pedang Roh, yaitu firman Allah “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibr. 4:12)

7. Segala doa dan permohonan; berdoa dalam Roh
Bila Anda perhatikan gambar ilustrasi prajurit yang mengenakan selengkap senjata Allah dan menghitungnya, Anda hanya akan mendapati 6 saja. Mengapa? Karena senjata yang ke-7 ini merupakan ‘senjata rahasia’ Kerajaan Allah dan seringkali diperdebatkan orang. Senjata ini adalah ‘berdoa di dalam Roh untuk segala doa dan permohonan’. Berdoalah dengan segenap hati, dengan bahasa-bahasa baru yang Anda terima dari Roh Kudus untuk diperkatakan (Kis. 2:4). Senjata Allah yang satu ini akan membuat stamina rohani kita semakin kuat, karena dengan berbahasa roh sebenarnya kita sedang membangun manusia roh kita (I Kor. 14:4).

Doa saya, Anda terus-menerus mengenakan selengkap senjata Allah ini setiap waktu, di manapun Anda berada dan dalam kondisi apapun. Jadilah lebih dari pemenang dalam Kristus Yesus!

Selamat menjalani hari yang luar biasa!

Comments
  1. Accit Ni Roha says:

    Amen ! Renungannya sangat luar biasa sekali, Tuhan memberkati

    Like

  2. Yohanes hadi says:

    Pergunakanlah perlengkapan senjata Allah dengan cara ysng tepat dan benar.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s