Awal Perjalanan Holy Land Tour

Posted: December 4, 2011 in Holy Land Tour
Tags: , , , , ,

– Pendahuluan –

Sungguh merupakan pengalaman yang luar biasa bisa mengikuti perjalanan rohani untuk menapak tilas perjalanan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir ke tanah perjanjian yang berlimpah dengan susu dan madunya, juga dilanjutkan dengan napak tilas kehidupan Tuhan Yesus di Israel. Perjalanan rohani ini diikuti oleh 14 orang dari GMS my home termasuk saya dan isteri. Saya dan beberapa rombongan mengawali perjalanan dengan terlebih dahulu transit di Kuala Lumpur pada tanggal 17 November 2011.

Suasana Natal menghiasi beberapa pusat perbelanjaan di Kuala Lumpur. Saya dan rombongan menyempatkan diri untuk berjalan-jalan sejenak di Pavilion Mall dan menikmati makan malam di sana. Hari berikutnya, beberapa rombongan yang lain tiba untuk bergabung dengan kami untuk melanjutkan perjalanan untuk transit di Dubai. Perjalanan yang kami tempuh dengan pesawat Emirates ini memakan waktu sekitar 8 jam dari pukul 2 pagi waktu KL dari bandara internasional KL hingga mendarat di Dubai pukul 5 pagi waktu setempat. Berhubung di Dubai rombongan kami hanya sekedar transit, kami memanfaatkan waktu transit sekitar 10 jam itu untuk makan pagi, city tour, dan makan siang. Keluar dari bandara internasional Dubai, petugas travel agent sudah menunggu kami untuk mengajak sarapan pagi dan city tour. Semua peserta rombongan kami berdecak kagum melihat keindahan gedung-gedung megah yang dibangun di negeri Jiran ini. Tujuan pertama kami untuk menikmati sarapan kami adalah menuju old Dubai, tepatnya di Batakiya cafe and restaurant. Seusai menikmati sarapan pagi, kami melakukan city tour ke Dubai Museum, berseberangan saja dengan tempat kami menikmati sarapan pagi.

Di Dubai Museum ini diceritakan mengenai sejarah berdirinya Dubai sehingga menjadi negara yang modern hingga saat ini. Dubai terletak di negara Arab yang sesungguhnya merupakan kawasan yang sangat gersang dan tandus, bahkan sangat sulit untuk mendapatkan air. Pada zaman dahulu, penduduk Dubai membangun rumah dengan sangat sederhana yang disebut Al kaimah, terbuat dari kayu dan dahan pohon palem sehingga membentuk rongga-rongga udara agar angin dapat masuk dan penghuni rumah tidak kepanasan. Bahkan, di salah satu ruang utama juga dibuat rongga udara, dengan ventilasi dari karung goni sehingga udara panas yang masuk dari atas saat menembus ke dalam rumah berubah menjadi hawa dingin – ini yang disebuat air conditioner tradisional; tanpa menggunakan listrik!

Di museum ini, juga ditampilkan replika-replika kehidupan dan budaya masa lalu masyarakat Dubai, perahu-perahu kuno, juga alat selam dengan cara tradisional saat penyelam berburu kerang mutiara di dalam laut. Tidak seperti di zaman sekarang dengan adanya teknologi diving, pada zaman dahulu untuk seseorang dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama di dalam air dalam kedalaman tertentu maka hidungnya harus dijepit.

Kekayaan alam yang menunjang kesejahteraan masyarakat Dubai pada mulanya adalah hasil bumi berupa minyak, namun lama-kelamaan minyak semakin menipis, namun dengan sistempemerintahan negara yang baik dan situasi politik yang yang terkendali, menjadikan Dubai sebagai incaran arsitek-arsitek dunia untuk menampilkan hasil karyanya! Itulah sebabnya, negara ini begitu makmur dan dipenuhi gedung-gedung tinggi yang megah dan mewah. Mengakhiri kunjungan di Dubai Museum, kami menuju ke Dubai Creek, sungai buatan yang terletak di tengah kota. Sungai buatan ini memiliki view yang sangat exotis, apalagi dapat menikmati keindahan kota Dubai dari tempat ini sembari berpesiar dengan kapal.

Lokasi selanjutnya yang kami tuju adalah sebuah lokasi pantai dengan view Hotel Bintang 7 yang terkenal tiada taranya: Burj Al Arab. Burj Al Arab adalah sebuah hotel mewah yang mencapai ketinggian 321 meter berdiri di sebuah pulau buatan yang berada 280 m lepas pantai di Teluk Persia.

Untuk mempersingkat waktu sebelum makan siang, kami mengunjungi bagian depan hotel Atlantis di Palm Jumeirah. Wow! Sebuah konsep bangunan arsitektur yang luar biasa! Palm Jumeirah didesain dengan membentuk pohon palem sehingga dari udara akan tampak sebagai berikut:

Di ujung ‘pohon palem’ tersebut terdapat sebuah gedung Hotel Atlantis. Hotel Atlantis sendiri memiliki keindahan yang patut dikagumi, dengan tatanan lighting yang mempesona sehingga membentuk nuansa dekorasi yang indah – utamanya di malam hari.

City tour singkat di Dubai ini kami akhiri dengan mengunjungi Dubai Mall, pusat perbelanjaan yang mewah dan di dalamnya terdapat Dubai Aquarium.

Selain itu, dari sisi yang lain dari gedung ini dapat dilihat dari kejauhan pemandangan Burj Khalifa – menara tertinggi yang ada di Dubai; bahkan tertinggi di dunia hingga saat ini dengan ketinggian 828 meter.

Well, akhirnya di sore harinya kami harus melanjutkan perjalanan kami dengan menggunakan pesawat Emirates menuju Kairo – Mesir. Berharap banyak hal yang akan kami terima dalam perjalanan rohani yang luar biasa ini, baik di Mesir maupun di Israel tentunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s