Karakter Untuk Mengalami Penggenapan Janji Tuhan

Posted: December 19, 2011 in Sermon
Tags: , , , , , ,

20111219-002736.jpg
Kitab Bilangan 13 mengisahkan Musa yang mengutus kedua belas pengintai ke tanah Kanaan yang berlimpah susu dan madunya. Sebelum memasuki negeri tersebut, kedua belas pengintai ini mengambil contoh hasil bumi dari negeri tersebut dan mengintai kekuatan bangsa yang menduduki tanah tersebut. Pengintaian dilakukan selama empat puluh hari. Sekembalinya dari pengintaian, sepuluh dari antara mereka melaporkan kepada Musa, “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.” (Bilangan 13:32-33).

Tuhan memberikan janji berupa tanah yang berlimpah susu dan madunya, namun untuk mencapai penggenapan janji tersebut, harus menang terhadap kesulitan terlebih dahulu. Tidak ada kemuliaan tanpa perjuangan!

Berbeda dengan dua orang di antara mereka – Yosua dan Kaleb – sekalipun mereka juga termasuk dalam kedua belas pengintai dan menghadapi TANTANGAN yang sama, namun mereka memiliki cara pandang yang berbeda.

Saat dalam kehidupan ini kita menghadapi TANTANGAN yang sama seperti kebanyakan orang lain, apakah kita memiliki perspektif yang sama seperti rata-rata kebanyakan orang dalam menghadapinya? Apabila Anda menjawab ,”Ya…” , maka sama seperti kesepuluh pengintai tersebut, Anda tidak akan menerima penggenapan janji TUHAN di balik tantangan tersebut.

Namun, Yosua dan Kaleb memiliki cara pandang yang berbeda saat menghadapi situasi tersebut.
“Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.” (Bilangan 14:9)
Yosua memiliki prinsip sebagai berikut:
1. Jangan memberontak kepada Tuhan saat melihat situasi yang berbeda jauh dari harapan.
Ketidakpercayaan kepada Tuhan dan ragu-ragu terhadap janji-NYA merupakan bentuk pemberontakan terhadap Tuhan.
2. Jangan takut terhadap situasi tersebut
3. Percaya bahwa Tuhan menyertai kita dalam segala keadaan, termasuk dalam kesulitan yang kita hadapi.
Tuhan senantiasa menyertai kita, bahkan Tuhan turut bekerja di balik setiap masalah yang sedang kita hadapi. Dalam Roma 8:28 tertulis demikian, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Kata ‘dalam segala sesuatu’ ini berarti juga termasuk segala permasalahan yang kita hadapi! Namun percayalah, setiap kesulitan-kesulitan yang kita hadapi semata-mata Tuhan izinkan agar mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia.

Dalam Bil. 14:24 tercatat, “…hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya…”
Kaleb memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Lain jiwa yang ada padanya
Kata lain jiwa dalam bahasa Inggrisnya adalah ‘different spirit’ atau ‘roh yang berbeda’. ‘roh yang berbeda’ artinya di atas rata-rata, tidak seperti orang kebanyakan.
2. Mengikut Tuhan sepenuhnya

Bagi yang tidak percaya akan penggenapan janji Tuhan sekalipun harus menempuh kesulitan, justru akan mengalami penundaan penggenapan janji Tuhan atau tidak akan mengalami janji Tuhan sama sekali. 10 pengintai yang lain justru mengalami kematian karena ditulahi Tuhan sedangkan angkatan bangsa Israel yang turut goyah imannya akibat pernyataan negatif kesepuluh pengintai itu turut dibinasakannya dalam jangka waktu 40 tahun.
Jarak yang ditempuh dari padang gurun Paran menuju Kanaan seharusnya hanya dalam hitungan hari, namun karena karakter bangsa Israel yang tidak berkenan kepada Tuhan, janji untuk memasuki tanah yang berlimpah susu dan madunya itu menjadi tertunda 40 tahun lamanya, satu hari mengintai menjadi satu tahun masa penundaan janji Tuhan; seperti yang tertulis dalam Bilangan 14:33-34: “dan anak-anakmu akan mengembara sebagai penggembala di padang gurun empat puluh tahun lamanya dan akan menanggung akibat ketidaksetiaan, sampai bangkai-bangkaimu habis di padang gurun. Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu, supaya kamu tahu rasanya, jika Aku berbalik dari padamu”

Di ayat ke-38 disebutkan bahwa yang tinggal hidup untuk menerima penggenapan janji Tuhan adalah Yosua dan Kaleb, karena Tuhan memperhitungkan karakter mereka. Karakter yang berkenan kepada Tuhan akan menuntun seseorang untuk mengalami penggenapan janji Tuhan dalam kehidupannya. Tuhan memiliki janji yang indah bagi kehidupan Anda, bagaikan tanah perjanjian yang berlimpah susu dan madunya. Tuhan akan menuntun kita menuju penggenapan janji-NYA sekalipun kita harus menghadapi kesulitan-kesulitan dalam hidup ini, karena itu merupakan bagian dari rencana-NYA untuk menguji setiap karakter kita. Mari kita belajar dari Yosua dan Kaleb, mereka memiliki karakter yang teruji dan Tuhan berkenan untuk membawa mereka masuk ke tanah berlimpah susu dan madu yang telah dijanjikan-NYA!

Selamat menikmati janji-janji Tuhan yang luar biasa bagi hidup Anda!

Comments
  1. Stephen says:

    Aku percaya janji Tuhan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s