Memasuki Tanah Perjanjian

Posted: December 24, 2011 in Holy Land Tour
Tags: , , , , ,

20111224-112034.jpg
Pada hari Selasa tanggal 22 Nopember 2011 sekitar pukul 10 waktu setempat, kami meninggalkan Desa St. Catherine dan melanjutkan perjalanan menuju ke perbatasan Taba untuk meninggalkan Mesir dan masuk ke Israel. Siang harinya, kami berhenti sejenak untuk makan siang di Restoran ala Chinese dan Korea.

20111224-112023.jpg
Semua keletihan akibat pendakian ke Gunung Sinai masih terasa, namun masing-masing di antara kami memiliki kesan yang begitu mendalam dari pengalaman ini. Perjalanan kami lanjutkan dengan melewati Terusan Suez. Terusan Suez ini merupakan terusan terbesar yang dibuat oleh manusia antara Mesir dan Israel yang merupakan lokasi strategis yang banyak dilalui oleh jalur perdagangan baik dari Timur Tengah sendiri maupun dari negara-negara Eropa dan Asia. Kami melewati tunnel/ terowongan di terusan Suez ini saat menuju ke perbatasan Taba. Area ini dijaga cukup ketat oleh tentara Mesir demi keamanan.

20111224-112051.jpg
Sepanjang perjalanan kami menuju perbatasan Taba, pemandangan di sebelah kanan maupun kiri jalan hanyalah pegunungan batu, tanah yang gersang, kering, dan tandus. Dari kejauhan, kami juga melihat hamparan Laut Merah. Di tepi pantai, kami juga melihat beberapa pemukiman yang didiami oleh suku Beduin.

20111224-112043.jpg
Setibanya di perbatasan Taba, masing-masing dari antara rombongan kami membawa turun kopor masing-masing untuk memasuki imigrasi. Melewati imigrasi di Mesir tidak memakan waktu yang lama, lalu kami menuju ke Israel melewati ‘tanah tak bertuan’ sepanjang kurang lebih 200m. Memasuki imigrasi untuk memasuki Israel, kami harus antri panjang karena harus melewati pemeriksaan yang sangat ketat. Sekitar 3 jam lebih kami harus melalui proses di imigrasi. Bahkan, beberapa kopor dari antara rombongan harus diperiksa karena membawa souvenir Mesir yang terbuat dari bahan-bahan metal. Akhirnya, sekitar pukul 4 sore kami memasuki tanah Israel – tanah yang dijanjikan Tuhan dan sangat diberkati karena melimpah dengan susu dan madunya. Setiap orang dari rombongan kami mengalami damai sejahtera yang luar biasa saat menginjakkan kaki di Israel. Sekilas kami memperhatikan keadaan sekitar, ternyata sangat jauh berbeda dengan tanah Mesir, padahal baru saja kami meninggalkan Mesir. Mesir benar-benar tandus dan gersang, sementara di Israel – padahal ini masih di daerah perbatasan langsung dengan Mesir – benar-benar subur tanahnya, terdapat banyak tanaman-tanaman dan pepohonan yang rimbun daunnya.

Menjelang malam, kami meneruskan perjalanan dengan mengendarai bus pariwisata yang diakomodasi oleh Lydia Tours & Travel – partner dari Rhema Tours di Israel. Tujuan kami langsung menuju ke Kota Suci – Yerusalem yang ditempuh dengan waktu sekitar 5 jam. Tour guide lokal kami selama di Israel adalah Bapak Parl Sagala, seorang Indonesia dari suku Batak yang sudah tinggal di Yerusalem selama sekitar 25 tahun dan fasih berbahasa Ibrani, Inggris, Jerman, Spanyol, dan tentunya bahasa Indonesia. Sepanjang perjalanan, beliau menjelaskan mengenai kondisi negara Israel. Meninggalkan Perbatasan Taba, kami melewati kota Eliat – salah satu kota wisata di Israel. Keadaan negara ini sungguh jauh berbeda dengan Mesir. Israel sungguh ditata dengan rapi, bersih, dan modern namun tetap mempertahankan atmosfer religius. Akhirnya, menjelang pukul 9 malam kami memasuki kota Yerusalem. Dengan penuh sukacita dan haru, kami menaikkan lagu pujian sebagai berikut:
OH YERUSALEM KOTA MULIA
HATIKU RINDU KE SANA
OH YERUSALEM KOTA MULIA
HATIKU RINDU KE SANA
TAK LAMA LAGI TUHANKU DATANGLAH
BAWA SAYA MASUK SANA
TAK LAMA LAGI TUHANKU DATANGLAH
BAWA SAYA MASUK SANA

Nyanyian ziarah Daud.

Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku:
“Mari kita pergi ke rumah TUHAN.”

Sekarang kaki kami berdiri
di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.

Hai Yerusalem, yang telah didirikan
sebagai kota yang bersambung rapat,

ke mana suku-suku berziarah,
yakni suku-suku TUHAN,
untuk bersyukur kepada nama TUHAN
sesuai dengan peraturan bagi Israel.

Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan,
kursi-kursi milik keluarga raja Daud.

Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem:
“Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa.

Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu,
dan sentosa di dalam purimu!”

Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku
aku hendak mengucapkan: “Semoga kesejahteraan ada di dalammu!”

Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita,
aku hendak mencari kebaikan bagimu. (Mazmur 122:1-9)

20111224-112056.jpg
Malam itu, kami menginap di Hotel Royal Wings, setelah check-in kami langsung beristirahat untuk mempersiapkan keberangkatan tour kami keesokan harinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s