Ibadah Pembukaan Holy Land Tour bersama Ps. Philip Mantofa

Posted: January 11, 2012 in Holy Land Tour
Tags: , , , ,

20120228-222214.jpg
Malam harinya setelah melakukan ziarah, segenap rombongan Holy Land Tour yang dikoordinir oleh Rhema Tours berkumpul bersama untuk menghadiri ibadah pembukaan. Seluruh rombongan yang ikut serta dalam tour kali ini mencapai sekitar 100 orang peserta, yang terdiri dari jemaat GMS baik dari Surabaya, Jakarta, Sidoarjo, maupun Medan. Selain itu, rombongan luar negri yang berasal dari Taiwan dan Hong Kong juga berkumpul dalam ibadah pembukaan ini.

Ibadah ini dimulai tepat pada pukul 7 malam waktu setempat. Ps. Philip Mantofa, BRE memimpin ibadah pembukaan ini dengan menyampaikan kotbah yang berjudul “JESUS”. Beliau menyampaikan kotbah dalam bahasa Inggris yang juga diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin bagi peserta dari Taiwan maupun Hongkong.

Firman Tuhan yang disampaikan oleh Ps. Philip Mantofa diambil dari Injil Yoh. 1:35-42. Ayat ke-35 tertulis “Again the next day after John stood, and two of his disciples;”
Saat Tuhan akan melakukan sesuatu dalam hidup kita, Dia akan berjanji terlebih dahulu. Dia memberikan Firman-Nya terlebih dahulu. Yesus menyediakan sesuatu yang luar biasa bagi murid-Nya. Ketika Yesus menggenapi janji-Nya, hal itu akan terjadi sangat cepat, karena segala sesuatu indah pada waktu-Nya. Bila Tuhan menggenapi janji-Nya yang terjadi sangat cepat, maka jika kita tidak siap, kita akan terlewat sesuatu yang luar biasa!

Tuhan akan menguji hati kita; siap atau tidak. Yesus sedang menguji, 2 murid ini pandangannya tertuju kepada Yohanes atau Yesus. Yesus juga menguji Yohanes, apakah dia melakukan tugasnya dengan baik atau tidak dan ternyata didapati Yohanes melakukannya dengan baik.

“And looking upon Jesus as he walked, he saith, Behold the Lamb of God!” (John 1:36)
Yohanes seperti pemandu rohani yang mengarahkan peserta untuk melihat/ memandang kepada Yesus.

“And the two disciples heard him speak, and they followed Jesus.” (John 1:37)
Saat kita melewati imigrasi, akan ditanya petugas, sungguhkah kita menjawab jujur bahwa kedatangan kita ke Israel untuk melakukan wisata rohani? Seharusnya, kita menjawab bahwa Yesuslah yang mengundang kita ke tanah suci. Kita datang ke sini bukan karena kemampuan keuangan kita; kita sebenarnya diundang ke tempat tinggalnya TUHAN selama Dia melayani di atas muka bumi!

“Then Jesus turned, and saw them following, and saith unto them, What seek ye? They said unto him, Rabbi, (which is to say, being interpreted, Master,) where dwellest thou?
He saith unto them, Come and see.(ini undangan Yesus bagi kita!) They came and saw where he dwelt, and abode with him that day: for it was about the tenth hour.”

Saat di Holy Land, “enjoy the fellowship with Jesus Christ”; nikmatilah persekutuan dengan Yesus Kristus. Itulah tujuan utama kita! Bukan sekedar berfoto atau berbelanja souvenir. Sama seperti Yesus menanyai kedua murid tersebut, ‘apa yang kau cari?’ maka jika Yesus menanyakan hal tersebut kepada kita, jawablah: mencari Engkau, Yesus!

“One of the two which heard John speak, and followed him, was Andrew, Simon Peter’s brother. He first findeth his own brother Simon, and saith unto him, We have found the Messias, which is, being interpreted, the Christ.
And he brought him to Jesus. And when Jesus beheld him, he said, Thou art Simon the son of Jona: thou shalt be called Cephas, which is by interpretation, A stone.” (John 1:38-42)

Berapa murid yang berdiri dengan Yohanes pada awal kisah ini? Kita telah membacanya tadi, ada dua orang. Ketika ‘tour’ berlangsung, Yohanes Pembaptis melakukan tugasnya dengan baik. Sebagai ‘tour leader’, dia menunjukkan kepada murid-muridnya bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah. Salah satu muridnya adalah Andreas, namun murid satunya lagi ‘menghilang’ sehingga namanya pun tidak tercatat lagi. Setelah Andreas mengikuti ‘tour rohani’ bersama Yohanes Pembaptis, hidupnya berubah. Dia kembali pulang ke rumah dan keluarganya diubahkan, keluarganya menerima keselamatan. Bahkan, mertua Petrus yang juga masih memiliki hubungan saudara dengan Andreas pun disembuhkan dari sakitnya dan diselamatkan.

Murid satunya lagi malah pergi ke tempat lain saat dimuridkan Yohanes. Dengan iman kita memasuki janji Tuhan. Bisa aja kita memasuki tanah perjanjian namun tidak menerima janji Tuhan karena menolak untuk percaya.
Keluarga Andreas diselamatkan dan hidupnya berdampak bagi org lain. Buah pertama Andreas begitu luar biasa. Andreas mengajak Simon yang akhirnya manjadi rasul Tuhan yang luar biasa: Petrus! Di akhir kotbahnya, Ps. Philip memberikan kesimpulan bahwa saat kita berada di Israel, segala sesuatu yang kita lihat akan menolong kita yang lemah iman agar kita dikuatkan, utamanya apabila kita melihat fakta-fakta sejarah yang ada.

“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” (Ibrani 11:6)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s