Perjalanan Ziarah di Yerusalem hari ke-2

Posted: January 12, 2012 in Holy Land Tour
Tags: , , , , ,

20120509-003501.jpg
Hari kedua di Yerusalem, rombongan kami bangun pagi-pagi dan menikmati sarapan pagi bersama di ruang makan Royal Wing Hotel. Pagi itu, kami memulai perjalanan ziarah hari kedua di Yerusalem dengan rute pertama melalui Via Dolorosa (Jalan Penderitaan) yang harus ditempuh oleh Tuhan Yesus tatkala diadili oleh Ponsius Pilatus, memikul kayu salib hingga disalibkan. Via Dolorosa adalah jalan kuno yang dilalui Yesus sambil membawa salib-Nya dari arena pengadilan Ponsius Pilatus ketika Dia dijatuhi hukuman mati, menuju Kalvari untuk disalibkan. Kejadian-kejadian sepanjang Via Dolorosa ini diperingati dengan 14 perhentian, di mana 9 di antaranya berhubungan dengan ajaran Alkitab sementara 5 lainnya berhubungan dengan tradisi. Dua bagian pertama berada di antara situs Antonia, tujuh lainnya berlokasi di jalan-jalan yang ada dan lima bagian yang terakhir berlokasi di gereja dari Holy Sepulchre (Makam Kudus). Sepanjang menempuh Via Dolorosa ini, saya memimpin rombongan sambil menaikkan pujian sebagai berikut:

Salib-Nya, salib-Nya selama mulia
Dosaku disucikan… Oleh darah Yesus

Suasana haru kami rasakan saat menempuh Via Dolorosa sambil membayangkan peristiwa 2000 tahun lalu ketika Yesus harus memikul kayu salib yang berat. Berikut ini adalah daftar perhentian yang dilalui dalam Via Dolorosa:
I. Antonia fortress: Pilatus menjatuhkan hukuman kepada Yesus
II. Lithostrotos: Yesus menerima salib
III. Yesus jatuh untuk pertama kalinya saat memikul salib yang berat
IV. Maria menyaksikan Yesus memikul salib
V. Simon dari Kirene dipaksa untuk membawa salib Yesus
VI. Veronika mengusap wajah Yesus
VII. Yesus terjatuh untuk kedua kalinya
VIII. Yesus berbicara kepada wanita-wanita Yerusalem
IX. Yesus terjatuh untuk ketiga kalinya
X. Kalvari: Jubah Yesus diundi
XI. Kalvari: Yesus dipakukan pada kayu salib
XII. Kalvari: Yesus wafat di kayu salib
XIII. Kalvari: jenazah Yesus diturunkan dari kayu salib
XIV. Holy Sepulchre: jenazah Yesus dibaringkan dalam kubur milik Yusuf Arimatea
Inti renungan Firman Tuhan yang saya sampaikan saat kami melalui Via Dolorosa adalah sebagai umat Tuhan, kita patut bersyukur karena memiliki Tuhan yang telah menanggung dosa dan pelanggaran kita bahkan hingga mengorbankan diri-Nya hingga wafat di kayu salib. Selain itu, saat menapak tilas perjalanan penderitaan Tuhan Yesus, saya memotivasi peserta rombongan agar tidak jemu-jemu memikul salib kita, karena Yesus telah menjadi teladan yang sempurna bagi kita semua. Via Dolorosa yang kami lakukan berakhir di Gereja Holy Sepulchre (Makam Kudus), lokasi yang dipercaya sebagai Golgota, tempat dilakukan penyaliban Yesus dan makam tempat Yesus dibaringkan menurut tradisi Katolik.

20120509-004211.jpg
Perjalanan kami lanjutkan menuju Ascension Chapel (Kapel Kenaikan). Dalam Kisah Rasul 1:9-12 diceritakan bagaimana Yesus terangkat ke Sorga dan disaksikan murid-murid-Nya. Peristiwa tersebut terjadi di puncak Bukit Zaitun yang dinyatakan sebagai situs dari kenaikan Yesus tersebut. Kapel kenaikan ini dibuat oleh Ksatria Perang Salib dan dibangun di atas batu yang melegenda karena dipercaya sebagai bekas tapak kaki Yesus sebelum terangkat ke Sorga. Di halaman kapel ini, saya membagikan renungan mengenai Amanat Agung kepada rombongan yang saya pimpin karena sebelum kenaikannya ke Sorga, Tuhan Yesus memberikan amanat-Nya sebagai berikut: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat. 28:19-20).

20120509-005043.jpg
Sebelum melanjutkan perjalanan ziarah menuju Gereja Pater Noster atau Gereja Bapa Kami, kami dan rombongan lain dari Rhema Tours berkumpul di salah satu sisi Bukit Zaitun untuk melakukan foto rombongan bersama Ps. Philip Mantofa dan isteri. Latar belakang pengambilan foto ini adalah kota Yerusalem dengan menonjolkan bangunan Dome of the Rock yang dipercaya sebagai lokasi Bait Suci.

20120511-010359.jpg
Gereja Bapa Kami yang kami kunjungi didirikan untuk mengenang peristiwa ketika Tuhan Yesus mengajarkan doa Bapa Kami kepada murid-murid-Nya. Di gereja ini, banyak terdapat tulisan doa Bapa Kami yang dipasang di sekeliling dinding gereja dengan berbagai bahasa dari seluruh dunia. Rombongan kami berhenti di salah satu dinding yang tertulis doa Bapa Kami dalam bahasa Indonesia dan berdoa di situ. Keanekaragaman bahasa dari beberapa suku bangsa Indonesia juga terdapat di sana seperti bahasa Jawa, Palembang, Batak, dan lain-lain.

20120511-010511.jpg
Siang itu, perjalanan kami lanjutkan menuju kota kelahiran Tuhan Yesus, yaitu Betlehem sekaligus untuk menikmati makan siang dan ibadah bersama baik dari rombongan Indonesia maupun rombongan dari Taiwan dan Hongkong. Betlehem merupakan kota kecil di wilayah Palestina, sementara Palestina sendiri merupakan negara yang terdapat di dalam wilayah negara Israel. Jadi, untuk memasuki wilayah ini kami harus melewati pemeriksaan singkat di perbatasan dan menunjukkan identitas paspor kami. Kami menikmati makan siang kami di restoran dan menikmati makanan khas Betlehem yaitu steak domba.

Setelah menikmati makan siang, dilanjutkan dengan ibadah bersama. Ps. Jonathan Chow dari Bread of Life Church – Taiwan menyampaikan kebenaran Firman Tuhan seputar peristiwa kelahiran Tuhan Yesus di Betlehem yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pesan singkat oleh Ps. Philip Mantofa. Ps. Philip menyampaikan pesan mengenai tiga orang Majus yang menunjungi tempat kelahiran Yesus. Malaikat menuntun langkah mereka dalam bentuk bintang besar yang bersinar amat terang. Tiga orang Majus ini membawa emas, kemenyan, dan mur. Setiap kali ada bayi yang lahir di sebuah keluarga Kristiani, Tuhan mengutus malaikat-Nya untuk menjagai bayi tersebut dan Tuhan akan memberi banyak pemberian atau berkat karena kelahiran sang bayi. Setiap kelahiran bayi itu berharga di mata Tuhan, kita pun berharga di mata-Nya sekalipun kita lahir dari orang tua yang bermasalah, melalui kehamilan di luar nikah, dan lain-lain. Sekalipun kita mengalami trauma akibat latar belakang keluarga kita, kita harus bebas dari segala kepahitan, karena kita tidak bisa hidup dengan hal-hal seperti itu. Bagi yang memiliki anak, katakan kepada mereka, “Terima kasih kalian menjadi berkat bagiku!”. Identitas anak-anak kita berbeda dengan kebiasaan mereka, jadi jangan sekali-kali mengutuk anak-anak kita dengan sebutan yang kurang baik, namun doakan dan lepaskan berkat bagi mereka. Di akhir pesan yang disampaikan, Ps. Philip juga mengundang peserta rombongan yang hadir utamanya yang belum dikaruniai keturunan untuk didoakan secara khusus agar Tuhan segera memberi mereka anak.

20120511-011832.jpg
Perjalanan kami lanjutkan ke Gereja Kelahiran Yesus Kristus. Gereja ini sangat dipadati oleh peziarah dari berbagai negara. Ada satu lokasi dalam gereja tersebut yang dipercaya sebagai lokasi kelahiran Tuhan Yesus Kristus, yaitu di palungan 2000 tahun yang lalu dan ditandai dengan simbol bintang. Tempat yang bertanda bintang tersebut dipercaya sebagai lokasi tempat Yesus Kristus dilahirkan dan di sana bertuliskan bahasa Latin “Hic de Maria Virgine Jesus Christus Natus est” yang artinya “Yesus Kristus lahir dari Perawan Maria di sini”.

Situs rohani terakhir yang kami kunjungi hari itu adalah Gereja Padang Gembala, sebuah lokasi yang pada waktu peristiwa kelahiran Yesus merupakan tempat gembala-gembala berkumpul sambil menjagai kawanan domba dan memperoleh kunjungan Malaikat Gabriel yang memberitakan kelahiran Sang Juruselamat.

Comments
  1. lukas trisubardjo says:

    Anak adalah penerus kehidupan dan marga kita. Apa yg tlah dikatakan oleh bpk Philip adalah kebenaran maka jagalah anak-anak kita jangan sampai kena pengaruh dari tangan kotor yg akan merusak moral masa depannya. Semoga terang Roh Kudus selalu menerangi langkah anak kita menuju dewasa dan kemapanan hidup agama yg kuat jangan sampai meningalkan Kristus yg kita cintai.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s