KKR “A Trip to Hell” Medan 8 September 2012

Posted: September 9, 2012 in Event
Tags: , , , , , , , ,

20120909-012919.jpg

Hari yang luar biasa! Semenjak pukul 16.30 WIB sewaktu saya tiba di Stadion Sepak Bola Kebun Bunga di Jln. Kejaksaan, lalu lintas di sekitarnya sudah mulai memadat dan orang-orang sudah mulai memasuki area Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). KKR “a Trip to Hell” ini sebelumnya juga pernah diselenggarakan 6 tahun lalu (2006) di kota Medan. Namun, kali ini antusiasme jemaat GMS my home untuk berpartisipasi mendukung acara ini sungguh-sungguh luar biasa! Sebagian besar jemaat mengajak rekan-rekan maupun keluarga untuk menghadiri acara ini sambil membagikan buku kesaksian Ps. Philip Mantofa sewaktu dibawa ke neraka secara spiritual oleh Tuhan Yesus yang berjudul “Iblis! Dalam nama Yesus! Lepaskan!”. Pukul 17.15 WIB Stadion Sepak Bola Kebun Bunga semakin dipenuhi dengan kehadiran massa yang hendak mendengarkan kesaksian Ps. Philip Mantofa dalam “a Trip to Hell” ini. Kehadiran terus memuncak mencapai sekitar 7000 hadirin lebih hingga dimulainya acara pada pukul 19.15 WIB.

20120909-013017.jpg
“Saya Philip Mantofa, tidak bertanggung jawab atas darahmu masing-masing setelah kesaksian mengenai neraka yang sebentar lagi akan disampaikan” ini adalah kata-kata pendahuluan yang disampaikan Ps. Philip Mantofa sebelum berdoa untuk menyampaikan Firman Tuhan dan kesaksian mengenai neraka. Malam hari ini, dalam KKR “a Trip to Hell” Ps. Philip Mantofa tidak menitikberatkan pesannya mengenai neraka, melainkan pada kasih Tuhan yang sanggup menyelamatkan manusia dan mengampuni dari dosa.

20120909-013128.jpg
Ps. Philip menyampaikan kebenaran Firman Tuhan diambil dari Injil Mat. 5:25-30 berjudul “Yesus dan hukum taurat”. Penjara yang dimaksudkan dalam ayat 25 adalah ‘neraka’; tempat hukuman abadi bagi orang-orang yang berdosa. “1 Januari 2000, pukul 05.00 WIB, saya terbangun dan terkejut. Sekeliling saya gelap dan saya tidak melihat apapun. Saya tidak melihat adanya tanda-tanda kehidupan di tempat itu kecuali… suara-suara teriakan kesakitan yang lamat-lamat terdengar dari kejauhan. Suara-suara itu merupakan suara erangan orang-orang dari masa lampau hingga masa kini dan sungguh menyayat hati; suara orang-orang yang masuk neraka!”. Inilah sebagian kesaksian Ps. Philip ketika menyampaikan pengalamannya di neraka. Neraka merupakan tempat penyiksaan kekal bagi roh-roh jahat maupun roh orang-orang mati yang tidak diselamatkan. Di sana, roh orang-orang mati ini disiksa oleh roh-roh jahat. Penyiksaan iblis terhadap roh-roh manusia itu dilakukan berulang-ulang, karena di neraka tidak dibatasi oleh waktu, sifatnya kekal.

“Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.” (Mat. 5:29-30)

‘Cungkil’ dan ‘penggallah’ itu artinya berhentilah melakukan apa saja yang dikehendaki iblis bagi hidupmu! Nama Yesus tidak bisa disebutkan lagi oleh orang-orang yang masuk ke neraka. Mereka bisa berseru “Tuhan, Tuhan…” namun tidak bisa menyerukan nama Yesus, karena barangsiapa berseru kepada nama Tuhan (Yesus) akan diselamatkan (Rom. 10:13). Ps. Philip hanya sanggup memberikan 3 kesaksian mengenai perjalanannya ke neraka 12 tahun lalu, sekalipun apa yang dialaminya di sana begitu banyak karena setiap kali kesaksian-kesaksian mengenai neraka disampaikan, beliau mengalami trauma yang begitu memilukan.

Kemudian Ps. Philip mengajak jemaat untuk membuka kebenaran Firman Tuhan dalam Why. 20:11-15. Maut tidak sama dengan kematian. Semua orang, baik jahat maupun baik akan mati. Namun, maut hanya dialami oleh orang-orang yang mati dalam dosanya, ‘sebab upah dosa adalah maut’ (Rom. 6:23). Orang-orang berdosa yang mengalami maut ini akan dikumpulkan dalam kerajaan maut. Lautan api merupakan tempat terakhir ketika maut dan kerajaan maut dilemparkan ke dalamnya, yaitu orang-orang yang tidak tercatat namanya dalam kitab kehidupan. Setelah pengadilan Takhta Putih, Tuhan saja yang berhak untuk melemparkan maut dan kerajaan maut beserta isinya, yaitu iblis, roh-roh jahat, maupun orang-orang berdosa ini ke dalam lautan api. Sampai detik ini, lautan api masih kosong, karena Yesus belum datang untuk kedua kalinya ke atas muka bumi. Lautan api adalah kematian kedua yang sangat mengerikan, tempat terakhir bagi maut dan kerajaan maut serta merupakan tempat penyiksaan abadi bagi setiap orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus.

20120926-095653.jpg
Mengakhiri kesaksian beliau, Ps. Philip Mantofa mengajak setiap orang-orang berdosa untuk bertobat dan dibaptis selam seperti perkataan Rasul Petrus berdasarkan Kis. 2:38 “Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” (Kisah para rasul 2:38). Sembari mengangkat sebuah belengu rantai – yang secara profetik merupakan simbolisasi belenggu iblis yang mengikat kaki banyak orang sehingga mereka mengeraskan hati dan tidak mau bertobat – Ps. Philip memberi aba-aba agar semua orang yang hendak bertobat maju ke depan. Ketika Ps. Philip berseru, “iblis! Dalam nama Yesus! Lepaskan!” dan membanting belenggu rantai tersebut, sekitar 3000 orang maju bergegas berlari ke depan untuk bertobat, menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi. Jeritan penyesalan atas dosa-dosa yang telah diperbuat memenuhi area depan panggung saat itu, bahkan banyak juga yang berseru-seru memohon pengampunan kepada Tuhan Yesus. Pertobatan secara massal terjadi karena kasih Allah menjamah pribadi lepas pribadi setiap orang yang maju ke depan. Banyak orang juga menitikkan air mata keharuan karena mengalami pengampunan Kristus yang luar biasa, ada juga di antaranya yang menangis meraung-raung menyesali kehidupan yang pernah terbelenggu oleh dosa. Bahkan, ketika Ps. Philip juga mendoakan agar setiap orang yang maju menerima kepenuhan Roh Kudus, banyak di antara mereka yang langsung menerima baptisan Roh Kudus dengan tanda berkata-kata dalam bahasa roh.

20120914-202653.jpg
Langkah iman selanjutnya setelah seseorang bertobat adalah memberi dirinya dibaptis. Panitia telah menyediakan area kolam baptisan dan pakaian ganti bagi mereka yang hendak dibaptis saat itu juga. Malam itu, sekitar 500 orang memberikan dirinya dibaptis selam sebagai tanda komitmen pertobatan dan hidup baru dalam Kristus Yesus. Saya percaya, KKR ini bukan sekedar acara biasa, namun banyak pribadi yang diubahkan saat Tuhan Yesus menunjukkan kasih-Nya melalui pengampunan-Nya. Kebenaran tentang neraka telah disingkapkan dalam KKR ini sehingga mencelikkan mata rohani banyak orang akan kasih Yesus. Kesaksian Anda di saat mengalami kasih dan pengampunan Tuhan Yesus akan mengalahkan kuasa iblis, oleh karena itu jadilah saksi bagi Kristus di manapun Anda berada! Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s