KKR “A Trip To Hell” Palembang

Posted: September 22, 2012 in Event
Tags: , , , , , , ,

20120922-023304.jpg

Palembang penuh dengan kemuliaan TUHAN! Hari ini begitu luar biasa ketika saya dan isteri saya; Yesika Suryani baru saja menapakkan kaki di kota Palembang setelah menempuh perjalanan udara dari kota Medan. Waktu menunjukkan 14.25 WIB ketika kami melangkah keluar dari bandara udara Sultan Mahmud Badaruddin II dan kami bersegera menuju tempat penginapan. Rasanya sudah tidak sabar saya dan isteri untuk menuju Selebriti Restaurant, tempat diadakannya KKR “a Trip to Hell” di kota Palembang. Setelah kami beristirahat sejenak, sekitar pukul 16.40 WIB kami tiba di Selebriti Restaurant untuk mendukung setiap persiapan panitia yang ada. Senang sekali bisa berjumpa dengan saudara-saudara seiman dari Gereja Mawar Sharon Palembang yang melayani dalam KKR “a Trip to Hell” ini. Terlebih bersukacita ketika saya berjumpa dengan Pdp. Maxi Eduard Lonta – Gembala Lokal GMS Light House Palembang yang menyambut kami dengan sangat hangat. Kami percaya, bahwa malam ini Tuhan Yesus akan melawat segenap pengunjung yang hadir dengan begitu luar biasa! Hujan pertobatan akan dicurahkan malam ini!

Beberapa orang mission trip dari GMS my home Medan, juga beberapa orang dari Jambi maupun Lampung juga turut hadir untuk mendukung KKR ini. Bahkan, beberapa di antaranya turut mengambil bagian untuk menjadi usher, pendoa maupun konselor. Senang sekali menjadi bagian keluarga besar Gereja Mawar Sharon di pulau Sumatera yang turut menantikan kemuliaan Tuhan melanda pulau ini. Sore itu, sebelum mencapai pukul 17.00 waktu setempat pengunjung sudah mulai berdatangan dan menempati kursi-kursi ruangan Selebriti Restaurant. Mereka begitu antusias untuk mengikuti acara ini. Segenap jemaat GMS Palembang pun melayani dengan semangat dan antusias saat menyambut kedatangan para pengunjung sore itu. Semakin mendekati malam, ruang pertemuan sudah hampir penuh, bahkan pada pukul 18.15 WIB panitia bergegas mengarahkan para pengunjung yang membludak hadir ke ruangan over-flow di sebelah ruang utama, karena ruang utama berkapasitas sekitar 1000 kursi telah penuh. Beberapa waktu saat dimulainya acara, pengunjung terus berdatangan dan memenuhi area over-flow yang berkapasitas sekitar 500 kursi sambil menyaksikan tayangan langsung KKR “a Trip To Hell” ini melalui layar LCD.

Tim pujian dan penyembahan GMS Palembang melantunkan nyanyian pengagungan di hadapan Tuhan saat memulai acara KKR ini. Dengan penuh semangat, sekitar 150 anak-anak muda pun turut maju ke depan untuk memuji Tuhan. Ini adalah pertama kalinya bagi Ps. Philip Mantofa hadir di kota Palembang untuk mengadakan KKR “a Trip To Hell”. Mengawali kesaksiannya, Ps. Philip Mantofa mengajak segenap hadirin untuk merenungkan Firman Tuhan dalam Matius 5:27-30

Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

“Cungkil atau penggallah” dalam ayat di atas maksudnya adalah pertobatan; bertobatlah dari perbuatan apapun yang menyesatkan matamu! Seseorang yang diselamatkan malam ini bukan karena sebuah pengalaman ke neraka yang disaksikan oleh beliau, namun karena meresponi benih kebenaran Firman yang ditaburkan. Bertobat artinya berhenti melakukan dosa dan perbuatan-perbuatan yang penuh kejahatan, kekerasan dan hal-hal yang mendukakan hati Tuhan serta menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Ps. Philip menceritakan bagaimana pengalaman beliau saat dibawa oleh Tuhan Yesus secara supranatural untuk menyaksikan neraka. Peristiwa ini bukanlah mimpi, juga bukan sebuah penglihatan. Saat Ps. Philip dibawa ke neraka tanpa tubuh jasmaninya, rohnya dapat mencium aroma saat berada di neraka begitu jelas dan melihat hal-hal yang gaib di neraka yang kekal. Alam kekekalan berbeda dengan alam semesta ini, sehingga pengalaman beliau ketika dibawa ke neraka dan menyaksikan banyak hal, beberapa di antaranya adalah hal-hal yang tidak ada di dunia ini sehingga beliau harus mengumpamakan apa yang dilihatnya dengan kata ‘seperti’. Tempat yang disaksikan oleh Ps. Philip adalah tempat yang sangat tandus dan kering lalu menjumpai sebuah gerbang yang sangat besar sementara di atas gerbang itu ada tulisan bergerak-gerak, tulisan di alam roh yang tidak terbaca oleh manusia, namun Roh Kudus menginspirasikan bahwa tulisan itu berbunyi “Lembah Penyiksaan”. Lembah penyiksaan ini merupakan tempat penyimpanan ‘orang-orang yang telah meninggal dunia’ dan ternyata di alam roh tetap hidup dalam kekekalan. Melewati gerbang tersebut, terhampar jalan yang begitu lebar dan banyak roh manusia dari ujung ke ujung tidak terhitung jumlahnya, mungkin semenjak ciptaan pertama Adam dan Hawa. Di tempat itulah Ps. Philip menyaksikan banyak roh manusia disiksa berulang-ulang oleh roh-roh jahat secara mengerikan dalam kekekalan.

Ps. Philip juga mengajarkan kebenaran dalam Why. 20:11-13 mengenai neraka. Neraka diciptakan untuk setan, bukan untuk manusia. Namun, karena manusia terjerumus dalam dosa sehingga menjadi ‘tawanan setan’, maka manusia juga ikut dilemparkan ke neraka. Hingga saat ini, lautan api masih kosong karena iblis, setan, roh-roh jahat dan semua manusia berdosa yang mengalami maut masih berada di lembah penyiksaan atau kerajaan maut (Ibrani: sheol, Yunani: hades). Selama masa penantian untuk akhirnya dilemparkan ke lautan api (kematian kedua), iblis, setan dan roh-roh jahat berusaha untuk membawa sebanyak mungkin manusia untuk bisa bersama-sama masuk ke neraka. Malam itu, di hadapan sekitar 1700 pengunjung Ps. Philip melakukan panggilan pertobatan bagi orang-orang yang ingin menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat supaya dibebaskan dari hukuman neraka. Setelah beliau berseru, “iblis! Dalam nama Yesus! Lepaskan!”, sebagian besar maju ke depan altar untuk meresponi panggilan pertobatan. Terhitung sekitar 1000 orang yang maju ke depan dan berkomitmen untuk menjalani hidup baru dalam Yesus Tuhan. Selain mereka menerima anugerah keselamatan, Ps. Philip juga mendoakan agar semua orang menerima curahan Roh Kudus dan menerima baptisan Roh Kudus. Luar biasa! Banyak di antara pengunjung yang menerima baptisan Roh Kudus dan untuk pertama kalinya saat itu dapat berkata-kata di dalam bahasa roh. Malam itu juga, dilangsungkan prosesi baptisan selam bagi setiap orang yang mengambil keputusan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tercatat 39 orang memberikan diri dibaptis selam malam itu di sekretariat Gereja Mawar Sharon. Sungguh, Sorga bersukacita sebab Gereja Tuhan menuai setiap jiwa-jiwa yang terhilang untuk diperdamaikan kembali dengan Bapa Sorgawi untuk menerima anugerah-Nya supaya dapat masuk ke Kerajaan Sorga. Sumatra for Jesus!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s