KKR “A Trip To Hell” Pekanbaru

Posted: September 23, 2012 in Event
Tags: , , , , ,


Hari ini saat saya menuliskan artikel ini, saya masih berada di kota yang terkenal dengan pempeknya untuk turut mendukung ibadah Minggu di GMS “Light House” Palembang setelah KKR “A Trip To Hell” hari Jumat semalam (21/ 09/ 12). Saya sangat bersukacita berada di tengah-tengah kegerakan Tuhan yang begitu luar biasa di Pulau Sumatera ini. Tuaian jiwa-jiwa yang bertobat untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat melalui KKR “A Trip To Hell” dalam kurun waktu 2 minggu belakangan ini sungguh menggoncangkan neraka! Iblis kehilangan banyak tawanannya dan pastinya seluruh malaikat di Sorga bersorak-sorai. Beberapa hari sebelum diselenggarakannya KKR “A Trip To Hell” Palembang, tim panitia inti dari GMS regional Sumatera hadir untuk melakukan persiapan, baik secara spiritual dengan dilakukan beberapa kegiatan doa maupun persiapan teknis di lapangan. Kami juga didukung oleh rekan-rekan sepelayanan dari Gereja Mawar Sharon Surabaya agar acara dapat terselenggara dengan baik. Seusai diselenggarakannya KKR “A Trip To Hell” di Palembang, beberapa tim kepanitiaan inti juga masih melanjutkan pelayanan mereka bersama Ps. Philip Mantofa yang juga didampingi oleh Gembala GMS Regional Sumatera – Ps. Yosep Moro Wijaya menuju ke Pekanbaru. Selain itu, rombongan mission trip dari jemaat GMS my home Medan juga turut hadir untuk ambil bagian pelayanan baik sebagai usher, pendoa, maupun pujian penyembahan. Sungguh luar biasa kesatuan hati yang terjadi melalui terselenggaranya KKR ini.

Sekilas cerita mengenai diselenggarakannya KKR “A Trip To Hell” di kota Pekanbaru berdasarkan informasi yang saya terima baik dari rekan-rekan sepelayanan dan tim mission trip dari GMS my home adalah sebagai berikut. Kurang lebih satu jam sebelum acara KKR “A Trip To Hell”, yaitu pada pukul 17.30 WIB di Hotel Mutiara Merdeka Jln. Yos Sudarso 12A, pengunjung sudah antre untuk memasuki ruangan utama yang berkapasitas sekitar 1600 kursi. Panitia dari Gereja Mawar Sharon Pekanbaru juga telah menyediakan sebuah ruangan over flow dengan kapasitas 300 kursi serta layar LCD dan sound system apabila kehadiran tiba-tiba membludak dengan pengunjung. Kami beriman, di saat nama Tuhan Yesus ditinggikan, maka DIA akan menarik sebanyak mungkin jiwa-jiwa untuk datang kepada-Nya dan acara ini akan dipenuhi dengan penduduk Pekanbaru yang haus dan lapar untuk mendengarkan kebenaran Firman Tuhan tentang neraka. Acara ini bukanlah untuk memuliakan manusia, namun untuk memuliakan nama Tuhan Yesus! Untuk berjaga-jaga supaya pengunjung yang datang belakangan tetap memperoleh tempat duduk, panitia langsung menghubungi pihak hotel untuk bersiap-siap menyediakan dua ruangan lagi untuk digunakan sebagai overflow.

Saat waktu menunjukkan pukul 17.50 WIB, kehadiran pengunjung sudah mencapai sekitar 50% dari jumlah kursi yang disediakan. Bahkan, menjelang dimulainya acara pada pukul 18.30 WIB ruang utama sudah penuh sehingga panitia berinisiatif untuk mengarahkan pengunjung yang hadir berikutnya ke ruangan overflow. Pujian penyembahan dinaikkan dengan begitu semangat oleh para pelayan Praise and Worship dari GMS my home Medan yang khusus diutus untuk turut mendukung terlaksananya KKR ini dengan baik. Ps. Philip Mantofa menyampaikan kesaksiannya mengenai perjalannya ke neraka dibawa oleh Tuhan Yesus secara supranatural seperti yang pernah dialaminya pada tanggal 1 Januari 2000. Ruang utama sangat dipadati pengunjung malam itu karena begitu antusias untuk mendengarkan Injil keselamatan. Bahkan, tiga ruang overflow yang disediakan oleh panitia pun juga langsung penuh.

Beberapa orang yang tidak kebagian tempat duduk rela terus berdiri sepanjang Firman Tuhan dan kesaksian disampaikan, sementara beberapa orang lainnya duduk di lantai. Selama acara berlangsung, orang-orang terus berdatangan dan memang sudah tidak ada tempat lagi untuk bisa menampung mereka sehingga mereka rela berdiri di bagian paling belakang dekat pintu masuk dengan posisi berdiri hingga acara berakhir. Sayangnya, beberapa orang yang terlalu malam hadir benar-benar kesulitan untuk memasuki gedung acara sehingga terpaksa kembali pulang. Sungguh, semua usaha dan kerja keras panitia dan jemaat Gereja Mawar Sharon Pekanbaru tidak sia-sia! Persiapan yang dilakukan sungguh maksimal dan luar biasa, sekalipun dengan keterbatasan sumber daya manusia yang melayani.

Malam itu, di hadapan sekitar 3450 pengunjung yang hadir Ps. Philip Mantofa mengadakan altar call untuk mengundang setiap orang yang mau bertobat untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Beliau mengangkat sebuah rantai yang melambangkan ikatan belenggu iblis di setiap kaki setiap orang berdosa yang menjadi tawanan iblis. Ps. Philip memberikan waktu 10 detik saja setelah berdoa untuk memutuskan ikatan rantai tersebut secara profetik untuk orang-orang maju ke depan. Di masing-masing ruangan over flow pun setiap orang juga bersiap-siap untuk maju ke depan. Begitu Ps. Philip berkata “iblis! Dalam nama Yesus! Lepaskan!” dan membanting rantai tersebut ke lantai (yang melambangkan terputusnya belenggu iblis di kaki setiap orang yang berdosa) dalam waktu 10 detik orang-orang berhamburan lari maju ke depan. Ada yang sambil menangis, berteriak-teriak memohon pengampunan Tuhan Yesus, ada yang langsung tersungkur dan berlutut di depan altar dan mengalami kasih Tuhan secara pribadi. Terhitung sekitar 2500 orang yang maju ke depan untuk bertobat, di antaranya ada yang sudah Kristen namun hidupnya juga masih terikat dengan dosa, namun ada pula orang-orang yang baru pertama kalinya percaya kepada Tuhan Yesus setelah pemberitaan Injil. Begitu banyaknya orang-orang yang maju ke depan sehingga area altar call tidak mencukupi lagi sehingga banyak juga yang berlutut di lorong-lorong kursi dan menerima keselamatan.

Untuk meresponi pertobatan mereka di hadapan Tuhan, langkah iman selanjutnya adalah memberikan diri dibaptis selam sesuai dengan Firman Tuhan, khususnya bagi yang belum pernah dibaptis sebelumnya. Baptisan selam merupakan tanda bahwa seseorang sudah mengalami pertobatan karena percaya kepada Tuhan Yesus.Panitia dengan sigap juga telah menyiapkan area baptisan dengan kolam baptis portable dan ruang ganti pakaian yang bisa dibongkar pasang kembali. Selain itu, agar orang-orang yang hendak dibaptis tidak pulang dalam kondisi basah, panitia juga menyediakan pakaian ganti. Sekali lagi, malam itu malaikat-malaikat di Sorga bersorak-sorak karena 166 orang memberikan dirinya langsung dibaptis selesai acara KKR “A Trip To Hell”. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus. KKR “A Trip To Hell” di Palembang dan Pekanbaru berturut-turut selama dua hari merupakan momentum kebangunan rohani yang terus akan menjadi gelombang yang besar untuk membangkitkan generasi-generasi baru dalam memberitakan Injil dengan penuh pengurapan dan kuasa Roh Kudus. Banyak kehidupan orang-orang yang telah diubahkan melalui KKR “A Trip To Hell” ini. Sayapun turut menjadi saksi hidup dalam kegerakan ini, bagaimana dengan Anda? Teruslah bertumbuh dalam Tuhan, bersiap-siaplah untuk dipakai TUHAN secara luar biasa! Pulau Sumatera pasti dipenuhi kemuliaan-Nya!
Sumatra for Jesus!

Comments
  1. Basri Kasman says:

    Praise The Lord… banyak pertobatan jiwa-jiwa di Pekanbaru…. Tuhan Yesus Luar Biasa!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s