God’s Favor

Posted: October 27, 2012 in Event, Sermon
Tags: , , , , , ,

20121027-132639.jpg

Hari ini saya mengisi sesi di REVOLUTION camp, sebuah retreat yang khusus diselenggarakan bagi kaum profesional muda jemaat Pro-M REVOLUTION GMS my home. Berlokasi di the Hill Hotel and Resort, Camp ini diikuti oleh 315 peserta. Acara pembukaan camp ini telah dimulai kemarin (26/10/2012) dengan beberapa sesi yang dilayani oleh Pdp. Mariane Telda Mamoto, Ps. Mulyadi Budiyanto, PAW night yang dipimpin oleh Sdri. Ezra serta night rally bersama Ps. Yosep Moro Wijaya.

Pagi ini, setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam dari Medan ke Sibolangit, saya menyampaikan tema “God’s favor” (Kemurahan/ perkenanan Tuhan). Saya bersyukur karena hadirat-Nya menjamah hati setiap peserta camp saat penyembahan dinaikkan. Kepuasan batin ini adalah di saat mengalami Tuhan secara pribadi sehingga masuk lebih lagi dalam kemuliaan-Nya. Inilah yang juga dialami Musa saat berkata kepada Tuhan, “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.” (Keluaran 33:15). Musa tidak menghendaki malaikat Tuhan yang menyertai perjalanan mereka. Musa juga tidak menghendaki Tuhan hanya menuntun dengan mujizat-mujizat-Nya sekalipun Musa pernah menyaksikan sendiri bagaimana Tuhan telah memukul Mesir dengan 10 tulah dan membelah Laut Teberau sehingga bangsa Israel bisa berjalan di atas tanah yang kering.
Musa menginginkan lebih dari itu! Musa menginginkan pribadi Tuhan sendiri yang menyertainya sehingga Musa berseru, “Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku.” (Keluaran 33:18). Tuhan meresponi doa Musa, karena yang diinginkan Musa bukanlah hal yang lain selain pribadi-Nya dan menjawab, “Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.” (Keluaran 33:19). Dengan kata lain Tuhan berkata bahwa Dia akan berkenan kepada siapa dia berkenan. Di dalam bahasa Ibrani, text asli dari ayat ini tertulis dua kata mengenai kasih karunia dan mengasihani:
1. ‘khanan’ , yang berarti menunjukkan kemurahan (favor) atau perkenanan.
2. ‘rakham’ menunjukkan belas kasihan; kasih sayang

Perkenanan Tuhan menjadikan seseorang seolah-olah begitu ‘spesial’. Ya, hal itu terjadi karena Tuhan berkenan kepada siapa Dia berkenan yang berasal dari kehendak hati-Nya sendiri. Perkenanan Tuhan berbeda dengan kasih karunia-Nya (lebih mendalam mengenai kasih karunia Tuhan, baca di sini). Tuhan memberikan kasih karunia-Nya kepada semua orang, dan hanya orang-orang yang meresponi dan menerima kasih karunia tersebut akan menerima pengampunan dosa dan keselamatan karena pengorbanan Yesus di kayu salib. Musa menerima perkenanan Tuhan karena senantiasa berada di dalam hadirat-Nya; haus dan lapar akan pribadi-Nya.

Raja Daud bisa saja kehilangan perkenanan Tuhan karena mengingini Batsyeba sehingga membunuh suaminya, namun Daud tetap memperoleh perkenanan Tuhan bahkan tertulis, “Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.” (Kisah para rasul 13:22). Sekalipun Daud pernah jatuh dalam dosa, namun Daud menerima kembali anugerah pengampunan dan mendapatkan perkenanan Tuhan sehingga Daud tetap hidup untuk melayani Tuhan dan memimpin Kerajaan Israel semasa hidupnya. Hal ini dituangkan Daud dalam kitab Mazmur pasal 51 yang berisi pengakuan dosa. Dosa membuat kita menjauh dari hadirat-Nya. Daud tahu akan hal ini sehingga dia segera berseru kepada Tuhan, “Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!” (Mazmur 51:13). Daud juga menyadari, bahwa tanpa hati yang hancur dia tidak akan pernah kembali ke dalam hadirat-Nya…. sementara hanya di dalam hadirat Tuhanlah seseorang akan memperoleh perkenanan-Nya. Dengan kehancuran hati Daud menyembah, “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.” (Mazmur 51:19).
20121027-132716.jpg
Saya percaya, setiap orang akan menerima kasih karunia keselamatan saat membuka hati bagi Yesus – Sang Juruselamat, namun bagi kita yang telah berada di dalam kasih karunia-Nya sudahkah kita memperoleh perkenanan-Nya? Hanya Tuhan yang tahu, karena Dia hanya berkenan kepada siapa Dia berkenan. Namun satu hal yang dapat kita lakukan adalah terus berusaha menyenangkan-Nya dan mengejar hadirat-Nya dengan penyembahan yang keluar dari hati yang hancur. Biarlah Tuhan sendiri yang akan menyatakannya bahwa Dia berkenan akan hidup yang telah kita jalani. Tuhan Yesus memberkati!

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s