Menyembah Dalam Roh dan Kebenaran

Posted: November 17, 2012 in Daily Devotion
Tags: , , , , ,

20121117-144911.jpg

Salah satu tindakan iman yang tidak dapat terlepas dari kehidupan Kekristenan adalah penyembahan. Penyembahan akan menuntun kehidupan kita semakin intim dalam persekutuan dengan pribadi Allah Tritunggal. Menyembah Tuhan bukan sekedar menyanyikan sebuah lagu rohani. Ada sebagian orang merasa kesulitan untuk menyembah Tuhan karena paradigma mereka adalah bila menyembah Tuhan harus menyanyikan sebuah lagu yang dihafalkan dengan suara yang merdu. Penyembahan bukanlah mengenai lagu rohani apa yang kita nyanyikan, karena mungkin tidak semua orang memiliki talenta untuk bernyanyi. Namun, inti dari penyembahan adalah mengekspresikan isi hati kita di hadapan Tuhan sebagai ungkapan cinta, syukur, dan pengagungan. Penyembahan digerakkan oleh cinta yang tulus dan murni kepada Tuhan, bukan karena sebuah liturgi atau rutinitas karena hal itu tidak akan ada artinya.

Kita akan mempelajari sebuah prinsip penyembahan dari seorang wanita yang selalu ada di hati Tuhan Yesus sehingga Dia berkata, “Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.” (Mark 14:9). Kisah ini berawal di Betania, ketika Yesus menghadiri undangan makan dari Simon si kusta. Seorang perempuan yang bernama Maria datang dan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Saya akan menjelaskan sebuah penafsiran mengenai buli-buli pualam dan minyak narwastu murni yang dibawa oleh perempuan ini. Buli-buli pualam ini melambangkan hati perempuan tersebut, sedangkan minyak narwastu murni merupakan ungkapan hati yang terdalam. Dituliskan dalam ayat yang ke-3 dari Markus pasal 14 sebagai berikut, “Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.”

Penyembahan yang menyentuh hati Tuhan adalah penyembahan yang berasal dari kesungguhan hati, sebuah hati yang hancur karena benar-benar menginginkan pribadi-Nya. Leher buli-buli pualam yang dipecahkan oleh wanita ini menggambarkan kehancuran hati di saat menyembah Tuhan. Hati yang hancur merupakan ekspresi roh manusia yang berhubungan secara intim dengan pribadi Allah, yang juga adalah Roh. Inilah yang disebut menyembah dalam roh dan kebenaran. Raja Daud, yang dikenal sebagai salah seorang penyembah yang begitu intim dengan Allah di zaman Perjanjian Lama menuliskan demikian dalam salah satu mazmurnya, “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur;
hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mazmur 51:19 TB).

Tuhan Yesus juga menegaskan dalam Injil Yohanes 4:23-24 “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
‘Dalam kebenaran’ maksudnya kita harus mengenal siapa yang kita sembah; kepada siapa penyembahan ini kita tujukan. Bagi saya secara pribadi, menyembah Tuhan dalam keintiman bersama Roh Kudus adalah hingga ‘bertemu muka dengan muka’ dengan pribadi Yesus, berjumpa dengan kepenuhan hadirat Tuhan dengan seluruh kemuliaan-Nya. Inilah yang akan membuat kehidupan kita dipenuhi dengan Roh-Nya, hadirat Allah akan menyertai kita, kuasa-Nya bekerja dengan ajaib bagi kita, serta pertolongan-Nya itu nyata bagi hidup kita. Mari lebih lagi membangun hubungan intim dengan Tuhan, sembahlah Dia dalam roh dan kebenaran!

Comments
  1. Lina says:

    Pak Robert, bolehkah dijelaskan tentang apa itu ‘hadirat’ Tuhan? Apakah artinya ‘bertemu muka dengan muka’ dengan pribadi Yesus? Ditunggu jawabannya. Thankss..

    Like

  2. budi says:

    syalom ko,
    di update lgi ko,,
    sya sangat diberkati ko,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s