Jadilah Murid Kristus!

Posted: November 27, 2012 in Discipleship
Tags: , , , ,

20121127-093313.jpg

Sesaat sebelum naik ke Sorga, di sebuah bukit Galilea, Tuhan Yesus menyampaikan Amanat Agung-Nya kepada segenap murid-murid-Nya, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20). Perintah terakhir Tuhan Yesus menjelang kenaikan-Nya ke Sorga ini menjadi sebuah amanat yang begitu penting bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.

Tersirat dalam Amanat-Nya yang pertama bahwa Tuhan Yesus tidak mencari pengikut, namun Dia menghendaki agar semua orang yang percaya kepada-Nya menjadi murid.

Murid adalah seorang pekerja yang terlatih dan memiliki sikap hati yang benar serta berkomitmen untuk dibentuk untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus.

Karakteristik seperti inilah yang tidak dimiliki oleh pengikut. Para pengikut cenderung setia ketika yang diikuti sedang ‘naik daun’ dan berada dalam puncak kejayaan, namun cenderung menjauh ketika yang diikuti sedang terpuruk atau tidak bisa memenuhi harapannya. Baptisan yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus merupakan langkah ketaatan untuk menjadies seorang murid. Selanjutnya, Tuhan Yesus berpesan agar murid-murid-Nya mengajarkan kepada murid-murid berikutnya mengenai segala sesuatu yang Yesus perintahkan. Perintah untuk mengajarkan perintah-perintah Yesus ini merupakan tindakan pemuridan. Sebuah pemuridan terjadi dalam sebuah komunitas, dan rupanya hal ini telah dipersiapkan oleh Tuhan Yesus sebelum masa penderitaan-Nya.

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya berada di Kaisarea Filipi, Yesus menanyakan pendapat murid-murid mengenai siapakah Dia dan seorang dari antara mereka yang bernama Simon Petrus menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Matius 16:16). Jawaban Simon Petrus mengenai identitas ilahi Tuhan Yesus menyibakkan rencana Allah berikutnya sehingga Yesus berkata, “Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Mat. 16:18)
Dalam terjemahan Alkitab bahasa Indonesia, Anda tidak akan menemukan kata ‘Gereja’ karena kata ‘Church’ (Inggris) atau ‘gereja’ diterjemahkan dengan kata ‘jemaat’. Ayat tersebut dalam bahasa Inggrisnya tertulis, “I will build my church;…”

Tuhan Yesus mencetuskan sebuah rencana ilahi; yaitu ‘Gereja’ yang tidak akan pernah dikuasai alam maut sebagai tempat yang paling memungkinkan pemuridan terjadi. Tuhan Yesus menghendaki agar semua umat-Nya menjadi murid. Sebuah pemuridan terjadi dalam sebuah komunitas penggembalaan, yaitu di sebuah Gereja lokal. Saya mendorong Anda segenap umat Tuhan di manapun Anda berada, apabila Anda belum memiliki sebua Gereja lokal sebagai tempat yang tetap untuk Anda tertanam untuk digembalakan maupun dimuridkan, berdoalah untuk memohon tuntunan Tuhan agar Anda menemukan sebuah Gereja yang dapat memuridkan Anda. Sebuah komunitas Gereja dapat memuridkan Anda apabila Anda terbuka terhadap visi Gereja lokal tersebut. Bukan sekedar menghadiri acara ibadah di setiap Minggunya, namun di Gereja lokal tempat Anda tertanam Anda juga dapat menjalin hubungan dengan saudara seiman untuk mendukung visi Gereja. Selain itu, agar Anda dapat dimuridkan dengan baik, berilah diri Anda untuk dipimpin oleh pemimpin-pemimin rohani maupun para Gembala di sebuah Gereja lokal. Jadilah murid Kristus yang kuat dan terus menghasilkan buah bagi kemuliaan-Nya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s