Konser Doa Sumatra for Jesus

Posted: April 6, 2013 in Sermon
Tags: , , , , , , , , , , , , ,

20130406-185452.jpg

Dalam Perjanjian Lama, kita mengetahui kisah Yunus yang terkenal dengan pengalamannya ditelan oleh seekor ikan besar. Seharusnya Yunus tidak perlu mengalami peristiwa yang begitu mencekam di dalam perut ikan seandainya Yunus taat pada perintah Tuhan. Nama Yunus memiliki arti sebagai ‘burung merpati’. Burung merpati digambarkan sebagai lambang perdamaian, memiliki karakter yang setia, lembut, polos, dan tidak mudah kecewa atau kepahitan karena tidak memiliki empedu. Selain itu, Roh Allah yang turun di atas Tuhan Yesus sewaktu dibaptis oleh Yohanes juga seperti burung merpati (Yoh. 3:16). Yunus merupakan gambaran dari orang percaya yang dipenuhi oleh Roh Allah dan dituntun oleh Roh. Disebutkan pula, Yunus adalah anak Amitai; Amitai memiliki arti ‘kebenaran-Ku’. Setiap orang yang hidupnya dipenuhi dan dituntun oleh Roh Kudus harus hidup sebagai seorang anak yang dididik dalam kebenaran Allah. Pada waktu itu, Yunus menerima Firman Tuhan agar berangkat ke kota Niniwe untuk menyerukan pertobatan bagi setiap penduduknya, karena kejahatan kota tersebut telah sampai pada Tuhan (Yun. 1:2).

Niniwe adalah ibukota Asyur dan bukan termasuk wilayah Kerajaan Israel maupun Yehuda. Perintah Allah bagi Yunus sebenarnya menunjukkan belas kasihan Allah bagi bangsa-bangsa lain yang terhilang. Memang, Israel merupakan bangsa pilihan Tuhan, namun pada waktu itu Kerajaan Israel hidup di dalam pemberontakan terhadap Allah, sehingga Allah pun mengutus nabi-nabi-Nya untuk menyerukan pertobatan bagi Israel. Allah tetap panjang sabar terhadap bangsa Israel dan menahan murka-Nya sewaktu Israel tidak mau berbalik kepada Tuhan hingga akhirnya Israel harus ditundukkan di bawah kerajaan Babel. Sekalipun Israel adalah bangsa pilihan Allah, Dia tetap mengasihi bangsa-bangsa lain, bahkan di hati-Nya telah mencintai Indonesia, sekalipun pada waktu Tuhan mengadakan perjanjian dengan Yakub (cikal bakal bangsa Israel) Indonesia belum terlahir sebagai sebuah negara; di hati Tuhan juga telah mencintai Sumatra sekalipun pada waktu itu Sumatera belum dilahirkan!

Sama seperti Tuhan mengasihi kota Niniwe yang penuh dengan kejahatan, terlebih lagi Tuhan mencintai Pulau Sumatera! Kota Niniwe memiliki luas wilayah tiga hari perjalanan jauhnya. Yunus memasuki sepertiga bagian dari kota Niniwe (Yun. 3:3-4) dan berseru: “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.”. Respon hati penduduk Niniwe yang percaya kepada Allah mengakibatkan mereka berpuasa dan mengenakan kain kabung sebagai tanda merendahkan diri dan menyesali dosa.

Gereja lokal hadir di sebuah kota untuk menjadi berkat bagi setiap penduduknya dan mempengaruhi agar transformasi (pertobatan) terjadi!

Yunus baru saja menjalani sepertiga dari kota Niniwe yang besar dan menyerukan pertobatan, namun menyebabkan sebuah transformasi yang luar biasa bagi sebuah kota! Raja kota tersebut juga mendengarkan berita pertobatan yang terjadi di antara sepertiga penduduk Niniwe sehingga sang raja turut merendahkan diri dan bertobat (Yun. 3:6). Bukan itu saja, sebagai penguasa kota yang memiliki otoritas, Raja Niniwe memerintahkan seluruh penduduknya untuk berpuasa, berkabung, dan berbalik dari kelakuannya yang jahat. Hal ini membuat Allah membatalkan niat-Nya untuk menimpakan malapetaka bagi kota tersebut (Yun 3:7-10).

Seorang Yunus sanggup mempengaruhi lebih dari 120 ribu penduduk Niniwe (Yun. 4:11) untuk bertobat dan terhindar dari murka Allah. Bayangkan, bila seluruh jemaat dalam gereja lokal dipenuhi Roh Kudus dan dituntun oleh Roh, saya percaya akan dapat mempengaruhi minimal sepertiga penduduk dari sebuah kota, yang juga sanggup menggapai lapisan pemerintahan di sebuah kota. Apabila ada pemimpin atau penguasa kota yang diubahkan, transformasi sebuah kota akan terjadi! GMS my home juga memiliki kerinduan untuk terus memenangkan Sumatera bagi Yesus dan terus berusaha mengembangkan gereja-gereja lokal di setiap propinsi maupun kota-kota yang ada di pulau ini. Bila sepertiga kota Niniwe mendengarkan seruan pertobatan mengakibatkan satu kota bertobat, tiada yang mustahil bagi Allah apabila melalui Gereja-Nya terus-menerus memenangkan jiwa hingga melampaui sepertiga dari pulau ini, maka pertobatan akan terjadi bagi seluruh Pulau Sumatra! Ya, inilah kerinduan kami untuk terus mengobarkan semangat penjangkauan jiwa-jiwa yang terhilang di Pulau Sumatera. Kami rindu memperlengkapi Tubuh Kristus untuk menangkap isi hati Tuhan lebih lagi, sehingga pada bulan Mei mendatang, kami menyelenggarakan “Sumatra for Jesus” conference and crusade. Saya dan seluruh jemaat GMS my home sangat menantikan Anda dalam konferensi dan KKR yang luar biasa ini. Mari ambil bagian untuk menangkap api kebangunan rohani yang sedang melanda pulau ini dan saya percaya, kehidupan Anda tidak akan pernah sama lagi! Informasi lebih lanjut mengenai konferensi dan KKR Sumatra for Jesus atau yang disingkat Sum4Je ini, silakan klik di sini. Sumatra for Jesus!

— Ringkasan khotbah Konser Doa 5 April 2013 mendukung konferensi dan KKR “Sumatra for Jesus” —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s