TEMPAT PERHENTIAN BAGI JIWA

Posted: July 24, 2013 in Daily Devotion
Tags: , ,

20130724-172649.jpg

“Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku.” (Ibrani 4:1)

Penulis surat kepada orang Ibrani memperingatkan agar kita senantiasa waspada. Waspada adalah sebuah tindakan untuk meningkatkan kesadaran diri akan sesuatu yang tidak terduga, yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang. Kewaspadaan yang dimaksud di sini bukanlah waspada akan hal-hal yang akan terjadi di sekitar kita, namun waspada terhadap sebuah ajakan secara spiritual dari Tuhan untuk memasuki tempat perhentian-Nya (Ingg: His rest) atau peristirahatan-Nya. Tuhan paling mengerti akan kebutuhan umat-Nya. Selain kebutuhan-kebutuhan secara materi yang perlu untuk dipenuhi, manusia juga memerlukan ‘istirahat’ secara rohani dan berhenti dari segala pekerjaannya untuk sesaat dan memfokuskan diri kepada Tuhan. Untuk itulah, Tuhan mengundang umat-Nya untuk memasuki tempat perhentian-Nya agar dapat meneduhkan jiwa bersama-Nya. Segala aktivitas yang kita lakukan secara rutin, menghadapi permasalahan hidup, dan berbagai kesibukan bukan hanya membuat tubuh kita lelah, namun secara spiritual juga membuat roh kita lemah. Tuhan menyediakan tempat peristirahatan-Nya bagi setiap jiwa yang letih lesu dan berbeban berat.

Firman yang bertumbuh karena iman
“Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya.” (Ibrani 4:2)
Untuk menanggapi Firman Tuhan yang memberitakan ajakan sukacita untuk memasuki tempat perhentian-Nya dibutuhkan iman. Apabila Firman Tuhan diresponi dengan iman, maka iman itu akan bertumbuh. Iman dan Firman memiliki hubungan yang saling terkait satu dengan yang lain. Dalam Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma kita mempelajari bahwa iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus (Rom. 10:7). Setelah iman timbul dan bertumbuh dalam diri kita, maka setiap kali kita mendengarkan Firman Tuhan, iman tersebut akan membuat Firman bertumbuh. Firman yang bertumbuh dalam diri kita akan mengaktifkan kuasa Allah bekerja secara luar biasa. Namun, bagi yang tidak menanggapi Firman Tuhan dengan iman untuk masuk ke tempat perhentian-Nya merupakan sebuah sikap ketidaktaatan.
“Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka.” (Ibrani 4:6)
Iman dan ketaatan itulah yang akan menuntun kita memasuki tempat perhentian-Nya.

Perhentian Bagi Jiwa
Tempat perhentian-Nya bagi jiwa kita dapat dicapai dengan iman dan ketaatan melalui doa. Semua orang perlu menemukan tempat perhentian-Nya agar dapat beristirahat secara maksimal, lepas dari segala aktivitas dan kesibukan rutin untuk sementara waktu. Percayalah, hal ini akan menyegarkan jiwa Anda. Di tempat perhentian-Nya akan ditemukan damai sejahtera yang berlimpah, kasih, dan perlindungan-Nya yang ajaib. Yang terutama, kita akan menemukan Sang Pemilik tempat perhentian tersebut, yaitu Tuhan Yesus yang akan mengatakan, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28). See you in the greater glory!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s