MASALAH: BATU LONCATAN KE LEVEL BERIKUTNYA

Posted: August 1, 2013 in Daily Devotion
Tags: , ,

20130801-072734.jpg
Semua orang pasti punya masalah dan pergumulan yang dihadapi sehari-hari dalam kehidupannya. Masalah merupakan tanda-tanda kehidupan, oleh karena itu tidak dapat dihindari oleh semua umat manusia. Kita tidak dapat menghentikan suatu masalah karena apabila satu masalah berhasil diselesaikan, akan timbul masalah berikutnya silih berganti. Yang penting bukan bagaimana caranya meniadakan atau menghentikan suatu masalah, namun bagaimana sikap kita menghadapi sebuah masalah. Masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari sangatlah beragam, bisa berasal dari dalam diri kita sendiri atau faktor luar. Masalah dari dalam diri kita sendiri bisa timbul akibat kelalaian diri sendiri, lupa, tidak disiplin, atau bahkan sengaja membuat suatu kesalahan sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap orang lain. Sementara, permasalahan yang timbul dari luar tidak dapat terhindarkan, bisa saja orang lain yang mengakibatkan kita terjerumus dalam situasi dan kondisi yang berat, bisa jadi seperti penipuan, pengkhianatan, penghinaan, dan lain sebagainya yang ditujukan kepada kita.

Masalah yang kita hadapi bisa saja seputar pribadi, kesehatan, keuangan, keluarga, dan hal lainnya. Seberapa besar atau kecilnya masalah yang kita hadapi, itu tergantung dari cara pandang kita. Sebagai orang beriman, kita mesti menyadari bahwa masalah atau pencobaan itu adalah sebuah bentuk ujian bagi iman kita. Kita harus mengakui bahwa di balik kehidupan kita ini ada pribadi Tuhan yang tak terlihat namun terus membimbing dan menuntun kita sehari-hari untuk mencapai kehendak-Nya. Namun, terkadang kita kurang menyadari keberadaan-Nya sehingga iman dan kepercayaan kita menjadi lemah. Agar iman kita semakin kuat, iman perlu diuji, dan ujian itu muncul dalam bentuk masalah. Melalui masalah ini akan mulai teruji, apakah kita mengandalkan diri sendiri atau mengandalkan Tuhan Yesus saat menghadapinya.

Yakobus menuliskan suratnya sebagai berikut: “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan” (Yak. 1:2-3). Yakobus berusaha meyakinkan kita semua agar memiliki cara pandang yang benar terhadap masalah atau pencobaan yang dialami. Pencobaan merupakan ujian iman agar menghasilkan ketekunan. Ketekunan itu sendiri akan menghasilkan buah yang matang dan menjadikan kita sebagai pribadi yang dewasa. Seseorang diuji agar bisa diketahui kualitasnya, bahkan saat kita duduk di bangku sekolah juga diuji, sampai sejauh mana kita memahami pelajaran. Ujian itu baik untuk diri kita, agar kita bisa terus tekun belajar, mau mengevaluasi diri dan terus mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Mari kita ubah cara pandang kita terhadap masalah yang kita hadapi. Yakobus mengajarkan agar kita menganggapnya sebagai suatu kebahagiaan. Mungkin sudah terbentuk dalam paradigma kita bahwa menghadapi ujian itu pasti sulit, merasa tidak bisa, harus menambah jam belajar, takut memperoleh nilai jelek, takut tidak lulus dan sebagainya. Seharusnya kita merasa senang dan bahagia, karena apabila kita berhasil menghadapi ujian atau masalah, kita akan naik ke tingkat berikutnya. Apabila saat ini Anda sedang menghadapi suatu masalah, anggaplah hal tersebut sebagai sebuah batu loncatan ke level berikutnya. Bersukacitalah akan hal tersebut dan hadapi masalah Anda bersama Tuhan Yesus. See you in the greater glory!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s