Masa Penantian

Posted: October 9, 2013 in Daily Devotion
Tags: , ,

20131009-231510.jpg

Salah satu kegiatan yang paling tidak disukai oleh banyak orang adalah menunggu. Namun, kadangkala kita tidak bisa menghindar dari masa penantian ini. Banyak kisah yang mungkin terjadi di kala kita menunggu. Sebagian orang bisa saja menjadi bosan ketika menanti temannya tak kunjung datang. Beberapa orang merasa begitu tidak sabar ketika harus berbaris dalam sebuah antrean untuk menunggu giliran. Seorang terdakwa bisa merasa gelisah ketika menantikan keputusan hakim, sementara yang lain menjadi begitu emosional saat menantikan detik-detik pergantian cahaya lampu lalu lintas untuk segera bisa melewati jalan tertentu. Belum lagi, orang tua merasa begitu tertekan saat menunggu giliran panggilan dari dokter saat membawa anaknya yang sakit untuk berobat.

Dalam masa penantian ini, ada pelajaran yang dapat kita petik, yaitu agar kita semakin bertumbuh dalam pengembangan buah Roh dalam diri kita, di antaranya adalah karakter kesabaran dan pengendalian diri. Kita dapat belajar sabar saat sesuatu yang kita nantikan tak kunjung tiba, sekaligus mengendalikan diri kita agar tidak terpancing dalam emosi seperti amarah, dendam, dan melakukan hal-hal yang buruk. Beberapa masalah yang seharusnya tidak perlu terjadi justru muncul saat kita gagal untuk mengembangkan kesabaran serta tidak adanya pengendalian diri. Dipicu ketidaksabaran dan tindakan yang tak terkendali menyebabkan masalah-masalah baru yang perlu kita tanggung akibatnya. Hal ini akan semakin menambah beban kita, mungkin juga turut melibatkan orang lain terseret dalam masalah kita sehingga menunda terwujudnya rencana kita.

Salah satu kisah perjalanan iman yang diceritakan dalam Perjanjian Lama, yaitu Abraham dapat menjadi sebuah renungan bagi kita. Tuhan telah memberikan sebuah janji bagi Abram (sebelum namanya diganti menjadi Abraham oleh Tuhan) bahwa dia akan memperoleh banyak sekali keturunan, bagaikan bintang-bintang di langit (Kej. 15:5). Saat Tuhan Allah berfirman kepada Abram, Abram telah berusia 75 tahun dan belum dikaruniai anak. Penantian akan janji Tuhan maupun jawaban doa yang belum tergenapi membuat Abram dan Sarai – istrinya – memutuskan untuk memperoleh keturunan melalui hamba perempuannya yang bernama Hagar. Sekalipun Hagar memberikan keturunan bagi Abram, namun bukan itu yang menjadi maksud penggenapan janji Tuhan. Keturunan dari Abram dan Sarailah yang merupakan penggenapan janji Tuhan, sekalipun penggenapannya baru terjadi saat Abram berusia 100 tahun dan istrinya 90 tahun. Usia yang sangat tua saat mereka memiliki anak pertama, namun tiada yang mustahil bagi Tuhan!

Menunggu adalah kegiatan yang cukup menyita waktu dan terkadang membosankan. Seringkali kita mengeluhkan mengapa jawaban doa dari Tuhan tidak kunjung digenapi. Di saat-saat penantian akan terkabulnya sebuah doa sangat menguji kesabaran dan pengendalian diri, bahkan… menguji iman kita di hadapan Tuhan. Adakalanya seseorang tidak kuat lagi di dalam masa penantian sehingga merasa begitu tertekan.

Saat doa masih belum terjawab, dibutuhkan kekuatan Roh Kudus selama masa penantian.

Masa penantian dapat kita jadikan sebagai sebuah masa untuk menguatkan hubungan kita dengan Roh Kudus sehingga kita terus memperoleh kekuatan yang baru. Andalkan kekuatan Roh Kudus senantiasa dan jangan mengandalkan diri sendiri maupun mengandalkan orang lain. Selamat menantikan penggenapan janji Tuhan dan jawaban doa bagi diri Anda bersama Roh Kudus. See you in the greater glory!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s