Akar Segala Kejahatan

Posted: November 15, 2013 in Daily Devotion
Tags: , , ,

20131205-211503.jpgRasa khawatir akan masa depan cenderung menjadi sebuah masalah pribadi dalam kehidupan setiap orang. Kekhawatiran bisa timbul apabila harapan tidak segera menjadi kenyataan, terjadi sebuah penolakan, kekurangan secara materi atau finansial, dan lain-lain. Kebanyakan orang khawatir akan hari depannya karena merasa berkekurangan secara finansial. Hal ini mendorong seseorang untuk bekerja segiat mungkin dan menggunakan sebagian besar waktunya untuk mendapatkan uang. Lambat laun, uanglah yang menjadi prioritas utama untuk dikejar dalam hidup ini. Benarkah uang merupakan segalanya dan hal terpenting dalam hidup ini? Tentu saja tidak. Uang hanyalah benda mati, alat tukar dalam sebuah transaksi namun memiliki daya tarik yang luar biasa bagi manusia dan jerat yang mendatangkan maut bagi yang memburunya. Dalam salah satu Surat Rasul Paulus kepada Timotius yang pertama dituliskan sebagai berikut, “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”(1 Tim. 6:10). Uang sendiri pada hakekatnya tidak jahat, juga tidak bisa dikatakan baik atau lebih tepatnya uang itu sendiri sifatnya netral. Apabila diumpamakan sebagai pisau yang tajam, maka pisau itu sendiri bisa digunakan untuk tujuan yang baik atau untuk kejahatan. Di tangan seorang master chef, pisau akan menjadi sebuah alat pemotong yang baik untuk mengolah daging, sayur dan buah-buahan menjadi makanan yang lezat. Namun, di tangan seorang pembunuh, pisau bisa menjadi alat untuk melakukan niat jahatnya. Jadi, pisau hendak digunakan sebagai alat untuk tujuan yang baik atau tidak itu tergantung dari siapa yang sedang memegang pisau tersebut. Demikian juga dengan uang. Siapa yang memegang uang, dialah yang mengendalikan uang tersebut.

Cinta uanglah yang merupakan akar segala kejahatan, hal ini telah diperingatkan oleh Rasul Paulus dalam Perjanjian Baru agar kita menjadi pribadi yang bijaksana dalam menyikapi hal keuangan. Uang bukanlah segala-galanya. Uang memang penting dalam kehidupan, tanpa alat tukar ini kita tak akan bisa memenuhi kebutuhan hidup. Uang membuat kita bisa melakukan banyak hal dibandingkan jika kita tak memilikinya. Tetapi sepenting-pentingnya uang, sebanyak apa pun pundi-pundi uang anda, ada hal-hal yang tak bisa dibeli olehnya. Ada sebuah renungan yang dapat diambil hikmahnya dari pernyataan sebagai berikut, ‘dengan uang dapat membeli rumah megah, namun bukan tempat tinggal’, ‘dengan uang dapat membeli obat, namun bukan kesehatan’, ‘dengan uang dapat membeli tempat tidur, namun tidak dapat membeli tidur nyenyak’. Gara-gara memperebutkan uang warisan hubungan persaudaraan bisa menjadi rusak, karena menginginkan uang yang lebih banyak seseorang bisa mengkhianati mitra kerjanya, karena masalah keuangan sebuah keluarga bisa hancur.

Ketika Anda menjalani hidup sehari-hari, uang hendaknya tidak menjadi tujuan utama yang Anda kejar dalam hidup ini. Suatu saat kita akan meninggalkan dunia fana ini untuk mempertanggungjawabkan hidup kita dalam kekekalan. Uang tidak akan turut menyertai kita di kehidupan yang akan datang. Selama hidup ini, janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibr. 13:5). Milikilah tujuan hidup yang berkenan di hadapan Tuhan dan mari kita memiliki cara pandang yang benar mengenai uang. Hindari cinta akan uang agar kita memiliki karakter yang lebih baik dan dijauhkan dari segala kejahatan dan keserakahan. See you in the greater glory!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s