Tanah Yang Dijanjikan TUHAN

Posted: December 6, 2013 in Daily Devotion
Tags: , ,

20131206-180516.jpgKisah perjalanan bangsa Israel saat meninggalkan tanah Mesir yang dicatatkan dalam sejarah Perjanjian Lama menggambarkan perjalanan rohani kita sebagai orang beriman. Selama sekitar 400 tahun, bangsa Israel yang merupakan bangsa pilihan Tuhan berada dalam masa perbudakan di tanah Mesir. Perbudakan di Mesir merupakan lambang kehidupan manusia yang terikat dengan dosa. Selama dalam masa penindasan ini, bangsa Israel berseru-seru kepada Allah sehingga akhirnya Allah mengutus Musa untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Sekalipun harus melewati halangan dan rintangan yang cukup berat dari Firaun pada masa itu, namun oleh kasih karunia Allah yang luar biasa, bangsa Israel akhirnya berhasil meninggalkan tanah Mesir. Tentu saja, Allah menuntun bangsa Israel meninggalkan Mesir bukan untuk binasa di padang gurun, namun untuk membawa mereka ke sebuah tempat yang dijanjikan-Nya, sebuah tanah yang berlimpah susu dan madunya.

“Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.” (Keluaran 3:17)

Inilah janji Tuhan bagi setiap kita! Tuhan hendak membawa kita keluar dari keterikatan kita dengan dosa; dosa apapun yang bisa menghalangi hubungan kita secara pribadi dengan Tuhan sehingga mengakibatkan hidup kita berada dalam sebuah kesengsaraan bagaikan menjalani perbudakan seperti bangsa Israel di tanah Mesir. Meninggalkan hidup lama yang dipenuhi dengan dosa dibutuhkan kasih karunia Tuhan dan komitmen secara pribadi untuk benar-benar hidup di dalam kekudusan. Setelah kita meninggalkan cara hidup yang telah sekian lama terikat dengan dosa, Tuhan tidak akan membiarkan kita begitu saja menjalani kehidupan di dunia ini bagaikan dilepas di padang gurun. Dia akan menuntun kita menuju ke tanah yang dijanjikan-Nya; berlimpah dengan susu dan madu atau menikmati hidup yang senantiasa diberkati dan berkelimpahan.

Untuk mencapai tanah perjanjian, bangsa Israel harus melintasi padang gurun terlebih dahulu. Janji Tuhan agar kita menikmati hidup yang diberkati dan berkelimpahan tidak langsung dialami, namun harus menjalani proses kehidupan terlebih dahulu agar mental ‘perbudakan di Mesir’ digantikan dengan mental ‘bersandar sepenuhnya kepada Tuhan’. Sekalipun bangsa Israel telah meninggalkan Mesir, namun Tuhan ingin mengeluarkan Mesir dari dalam hati umat-Nya. Untuk mewujudkan hal ini, Tuhan mengizinkan pencobaan terjadi dalam kehidupan mereka. Melalui pencobaan di padang gurun, karakter bangsa Israel yang asli mulai muncul. Seringkali, saat menghadapi masalah, sifat kita yang asli akan mulai tampak.

Dalam kitab Bilangan 14 dijabarkan mengenai kondisi hati bangsa Israel yang ternyata masih dipenuhi keinginan untuk kembali ke Mesir, “Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: “Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?” (ayat 2 dan 3). Tuhan Yesus telah menebus kehidupan Anda dari dosa dan telah menjanjikan sebuah kehidupan yang penuh dengan berkat-Nya yang melimpah. Namun, ketika Dia mengizinkan pencobaan terjadi, pandanglah hal itu sebagai sebuah proses agar kita sungguh-sungguh meninggalkan cara hidup lama yang penuh dengan dosa untuk belajar semakin mengandalkan Dia dalam segala hal. See you in the greater glory!

Comments
  1. Vl_33 says:

    Thx bgt atas artikel ini🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s