Yang Terutama

Posted: December 8, 2013 in Daily Devotion
Tags: , , ,

20131208-015134.jpgSebentar lagi kita akan mengakhiri tahun 2013; satu tahun lagi akan segera berlalu. Di penghujung tahun, biasanya setiap orang akan melakukan perenungan pribadi untuk mengevaluasi apa yang telah dicapai tahun ini ini, harapan-harapan apa saja yang belum tercapai, hingga merencanakan apa yang hendak dilakukan tahun depan. Sebelum kita terlalu sibuk untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab kita hingga tutup tahun mendatang, mari luangkan waktu sejenak untuk membaca renungan Firman Tuhan berikut.

“Jawab Yesus kepadanya: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Mat. 22:37-39).

Pertama, kita hendaknya mencermati; apakah sepanjang tahun ini kita telah mengerjakan kehendak TUHAN sepenuhnya bagi kehidupan kita atau belum. Apa yang kita kerjakan semasa hidup di dunia ini bukanlah semata-mata mengejar perkara-perkara duniawi belaka, sebab suatu saat nanti semua orang harus mempertanggungjawabkan kehidupannya di hadapan TUHAN. Tuhan memiliki rencana yang mulia bagi Anda saat Anda diciptakan-Nya untuk hidup di bumi ini. Untuk mengenal kehendak-Nya di dalam kehidupan kita, hendaklah kita membangun hubungan yang intim secara pribadi dengan TUHAN. Seringkali, banyak orang melupakan hal ini sehingga hanya memperhatikan perkara-perkara yang duniawi sehingga mulai meninggalkan kehidupan spiritualnya. Padahal, kehidupan rohani merupakan inti kehidupan manusia; segala sesuatu yang berusaha diperoleh seperti uang, harta dan kekayaan, pangkat maupun jabatan tinggi hanyalah merupakan tambahan belaka dalam hidup ini. Mari kita fokuskan diri kita untuk kembali menyelami kehendak Tuhan. Luangkan waktu lebih lagi bersama Tuhan dan belajar untuk semakin mengasihi-Nya dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dan dengan segenap akal budi.

Kedua, baiklah kita memperhatikan; apakah kita sudah menjalin hubungan yang baik dengan sesama – baik dengan keluarga maupun rekan-rekan kita. Hubungan dengan sesama tidak dapat ditukar dengan uang dan kekayaan. Terkadang, demi memperoleh keuntungan lebih, seseorang justru memilih untuk merusak hubungan dengan seseorang. Dalam menjalin hubungan dengan seseorang, kenakanlah perintah Tuhan yang mengajarkan kita untuk mengasihi; kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Apabila kita mulai menyadari ada seseorang yang pernah kita kecewakan, merasa sakit hati dengan pernyataan kita, atau mungkin kita pernah menyimpan dendam dengan orang lain… marilah kita mulai memikirkan langkah untuk berdamai. Dalam Injil Matius 5:25 dituliskan demikian, “Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.”

Dengan memahami perintah Tuhan mengenai mengasihi Allah dan mengasihi sesama, akan lebih mudah bagi kita untuk memprioritaskan mana ‘yang terutama’ dalam hidup ini. Yang terutama dalam kehidupan ini bukanlah kepentingan pribadi kita yang harus terwujud, bukan perkara-perkara duniawi yang harus kita kejar, melainkan kenehdak Tuhanlah yang harus terlaksana. Selamat membuat resolusi di akhir tahun ini. See you in the greater glory!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s