A Christmas Carol 25 Desember 2013

Posted: December 25, 2013 in Event
Tags: , , , , , ,

20140219-131736.jpg
Hari Rabu, 25 Desember 2013 GMS my home menyelenggarakan ibadah Natal spesial dengan tema “A Christmas Carol” di MICC Hotel Santika Dyandra, Medan. Tema Natal kali ini terinspirasi dari kisah Natal karangan Charles Dickens. Menampilkan konsep ibadah yang menyatu dengan alur cerita disertai dengan drama musikal, membuat jemaat yang hadir seakan-akan ikut terlarut di dalam cerita yang dibawakan. Dimulai dengan pembukaan di layar LCD menampilkan sebuah buku tebal berjudul “A Christmas Carol” yang lembarannya mulai terbuka dan ketika cahaya lampu di panggung mulai semakin terang, tampak para warga kota yang diperankan oleh tim Praise and Worship saling menyapa, mengucapkan salam Natal satu sama lain lalu mengajak jemaat untuk memuji Tuhan bersama. Pujian pengagungan dengan lagu-lagu bertema Natal dinaikkan dengan penuh sukacita ditampilkan dengan begitu merdu oleh tim Praise and Worship yang sangat bersemangat, ditambah lagi dengan kostum yang dikenakan begitu menyatu dengan setting panggung yang bernuansa klasik. Beberapa saat kemudian, seorang Walikota yang diperankan oleh Sdr. Albert Tandika memasuki panggung dan mengumumkan untuk mengumpulkan persembahan bagi Kerajaan Sorga, sementara ada seorang pria tua bernama Tuan Eben yang menolak untuk memberikan persembahan maupun sumbangan dalam bentuk apapun. Karakter Tuan Eben yang merupakan tokoh sentral dalam “A Christmas Carol” ini diperankan oleh Sdr. Wendy Chandra dari Creative Ministry dan sungguh mengagumkan dalam membawakan sosok pria tua yang kikir dan tidak mengenal belas kasihan.
20140219-132714.jpg
Tuan Eben seringkali tidak menghiraukan hal-hal yang berbau religius, terlebih lagi dengan perayaan Natal. Tak heran, dirinya senantiasa dijauhi oleh warga di sekitarnya dan dikenal sebagai orang yang kurang ramah terhadap sesama. Ketika salah satu pegawainya yang bernama Bob hendak meminta izin tidak masuk kerja pun juga memperoleh peringatan yang keras, karena bagi Tuan Eben uang adalah segalanya. Sepeninggal pegawainya, Tuan Eben masih menyibukkan diri dengan pekerjaannya hingga akhirnya listrik padam dan suasana menjadi gelap. Ketika mencari alternatif penerangan, tiba-tiba Tuan Eben dikejutkan dengan sebuah lilin yang menyala dan yang lebih mengejutkan ternyata yang menyalakan lilin tersebut adalah seorang malaikat! Gelak tawa jemaat sejenak memenuhi ruangan karena perjumpaan yang spontan antara malaikat (diperankan oleh Sdri. Wynda Cinnow) dengan Tuan Eben. Mereka terlibat dalam sebuah percakapan dan malaikat ini memperkenalkan dirinya sebagai ‘malaikat masa lalu’ yang membawa Tuan Eben ke masa kecilnya. Bayangan masa lalu ditampilkan di hadapan Tuan Eben, dan tampak sosok seorang anak kecil yang murung, kelaparan dan tidak memperoleh perhatian orang tua, sementara teman-teman lainnya dipenuhi dengan keceriaan. Kekecewaan akan masa kecil yang begitu kelam inilah yang membentuk kepribadian Tuan Eben menjadi sangat mandiri, keras dan menyukai kerja tanpa kenal waktu, namun sayangnya ketika beranjak dewasa menjadi pribadi yang kaku, tertutup dan kurang peduli dengan sesama.
20140219-155024.jpg
Malaikat masa lalu kemudian menampilkan perjumpaan Eben yang masih remaja dengan wanita cantik yang sangat dikasihinya; yaitu Bella. Melihat bayangan masa lalunya yang berjumpa dengan Bella dan mereka mulai menari bersama laiknya sepasang kekasih, begitu menyentuh perasaan Tuan Eben. Kenangan berikutnya beranjak ke masa Tuan Eben yang lebih dewasa. Eben yang telah dewasa lebih memikirkan pekerjaan, mengejar harta dan kekayaan ketimbang menjalin hubungan yang lebih serius dengan Bella.
20140219-135753.jpg
Bella menegur Eben yang terlalu memprioritaskan waktunya untuk mengejar harta kekayaan sehingga akhirnya Bella memutuskan untuk meninggalkan Eben dan mengakhiri hubungan kasih di antara mereka. Benar-benar drama musikal yang menakjubkan, sewaktu adegan perpisahan inipun Bella menyanyikan sebuah lagu sendu yang memilukan hati, namun hal ini juga tidak membuat hati Eben tersentuh dan berusaha memperbaiki hubungannya dengan Bella. What an amazing song! Dibawakan dengan sangat menjiwai dan suara yang merdu oleh Cherlina Wen yang memerankan Bella. Keseluruhan lagu (dalam bahasa Inggris) ini dikarang dan diaransemen sendiri oleh Sdr. Michael Tjanaka. Bukan saja lagu perpisahan ini, namun semua iringan musik dan semua lagu yang digunakan dalam drama musikal ini diaransemen dan dimainkan oleh Sdr. Michael (proud of you, bro).

Kenangan akan masa lalu ini menyiratkan kepedihan yang sangat mendalam bagi Tuan Eben sehingga tak tahan lagi untuk menyaksikannya. Mendadak malaikat masa lalu lenyap… Kemudian dalam kesendirian dan keheningan, tiba-tiba Tuan Eben dikejutkankan oleh gelak tawa dengan diiringi lagu penuh sukacita oleh malaikat berikutnya, ya… dia adalah malaikat masa kini yang humoris dan dipenuhi dengan tawa. Malaikat masa kini menunjukkan realita kehidupan kepada Tuan Eben yang tidak memiliki kepedulian terhadap sesama. Ada seorang wanita miskin di pinggir jalan yang senantiasa mengucap syukur kepada Tuhan untuk sepotong roti keras. Sementara, Tuan Eben menyatakan pada malaikat mengenai ketidakpeduliannya pada sesama, “Untuk apa saya peduli? Semua orang pasti akan meninggal. Memang apa bedanya; jika seseorang meninggal saat ini karena kelaparan atau sakit penyakit?”. Salah satu ucapan Tuan Eben yang saya jadikan sebuah quote untuk menjadi renungan bagi diri kita adalah ini; “Bagaimana saya bisa menunjukkan kasih, sementara tak seorang pun menunjukkan kasih kepada saya?”. Tuan Eben merasa dijauhi dan tidak disukai oleh warga di sekitarnya, karena itu dia memutuskan untuk tidak peduli dengan sesama.
20140219-160148.jpg
Tak lama kemudian, di sisi yang lain Tuan Eben dibawa oleh malaikat masa kini ke sebuah ruang makan keluarga Bob, pegawainya. Sungguh terkesan dengan tim Creative ministry yang dengan sangat cepat mengubah setting panggung; dari setting ruangan kantor yang berubah ke masa lalu, dari setting taman hingga ke masa kini lalu tiba-tiba tersedia meja makan dan tampak Bob, istrinya serta anak mereka yang bernama Tim duduk bersama untuk menikmati makan malam. Tuan Eben terkejut menyaksikan kebaikan hati Bob yang mau bersulang bagi dirinya sementara istrinya sempat merasa dongkol ketika nama Tuan Eben disebut. Yang membuat Tuan Eben tersentuh adalah ketika melihat Tim, anak Bob dalam kondisi sakit parah. Dia bertanya kepada sang malaikat apakah memungkinkan untuk Tim disembuhkan. Kembali sang malaikat menjawab seperti ucapan Tuan Eben sendiri, “Untuk apa saya peduli? Semua orang pasti akan meninggal. Memang apa bedanya; jika seseorang meninggal saat ini karena kelaparan atau sakit penyakit?”.
20140219-154231.jpg
Rupanya dari situasi ini hati Tuan Eben mulai tersentuh dan hendak berniat keluarga Bob, apalagi tak lama kemudian ditunjukkan kesedihan Bob yang mulai meratapi kematian anaknya dan dinyanyikan dengan sangat menyentuh hati. Jujur, saya sendiri pun menangis dan terharu ketika melihat penampilan Sdr. Erwin yang memerankan Bob, apalagi sembari menggendong ‘jenazah’ Tim anaknya sambil bersenandung “I remember the way you smile, I remember the way you cry…” (two thumbs up untuk actingnya Erwin & aransemen lagunya Michael!).

Suasana gelap gulita kembali memenuhi panggung dan Tuan Eben dalam kesendirian mulai kebingungan, karena tiba-tiba muncul sosok malaikat berikutnya yang begitu dingin dan misterius, dia adalah malaikat yang akan menunjukkan masa depan. Sesaat kemudian, muncul kerumunan warga sekitar yang bernyanyi gembira dan mengekspresikannya sambil bercakap-cakap mengenai kematian seseorang. Tuan Eben masih belum sadar mengenai siapa yang dipercakapkan, hingga dia melihat seorang ibu yang biasanya membantu membersihkan rumah menunjukkan sehelai kemeja kepada temannya, dan dia mengenal baju itu, ternyata milik Tuan Eben. Dalam sekejab, setting panggung berubah menjadi pemakaman. Di luar kebiasaan, tak seorang pun yang hadir di pemakaman tersebut, hanya penggali kubur dan sesosok mayat dengan ditutupi kain. Tanpa ambil pusing, penggali kubur pun meninggalkan pekerjaannya karena merasa lapar dan menunda penggalian kubur. Sambil memberanikan diri, Tuan Eben menghampiri jenazah itu dan ketika kain penutupnya tersingkap, betapa takutnya dia karena melihat sosok dirinya sendiri. dalam sekejap tangannya dalam kondisi dirantai dan diseret oleh malaikat yang menunjukkan masa depan menuju ke api yang bernyala-nyala karena ternyata sosok tersebut adalah malaikat maut. Sambil berteriak-teriak minta ampun dan berjanji untuk memperbaiki kelakuannya, Tuan Eben tak kuasa menahan tarikan rantai sang malaikat hingga akhirnya terjerumus ke dalam api dan… dalam waktu relatif singkat setting panggung kembali menampilkan ruang kantor Tuan Eben, sementara dia terlelap di atas meja kerjanya.
20140219-154447.jpg
Tampak juga sosok wanita tua yang sedang membersihkan ruang kerja dan Tuan Eben akhirnya tersadar dari tidurnya dengan rasa kaget karena mendapati dirinya ternyata masih hidup. Saking gembiranya, Tuan Eben mengajak si wanita tua menari. Tentu saja, Tuan Eben langsung mendapatkan tamparan di pipi dari wanita tua tersebut karena dianggap kurang ajar.
20140219-155145.jpg
Di luar kantornya, sekerumunan warga menyanyikan lagu Natal dan tidak seperti sebelumnya, kali ini Tuan Eben membagikan uangnya untuk sumbangan amal, bahkan dia pun menjumpai walikota dan memberikan sejumlah uang untuk merayakan Natal. Perubahan hidup yang sangat luar biasa karena perjumpaannya dengan tiga malaikat. Tidak berakhir di sini saja, Tuan Eben bahkan mengunjungi Bob dan keluarganya. Tidak melewatkan kesempatan di dalam merayakan Natal, Tuan Eben juga hendak menolong Bob dan keluarganya untuk pengobatan Tim. Di akhir kisah ini, saya mulai tampil di panggung sambil menyapa Tuan Eben, Bob dan keluarganya namun bukan untuk menjadi bagian dalam cerita, akan tetapi untuk menyampaikan konklusi dari pesan Natal melalui drama musikal tadi.
20140219-135923.jpg
Allah datang tidak mengutus malaikat-Nya agar membuat kita bertobat! Dia telah mengutus Putera-Nya yang tunggal; Tuhan Yesus Kristus untuk menebus dosa umat manusia (Yoh. 3:16). Saya mengajak semua jemaat yang hadir untuk memperhatikan pesan ini dalam perayaan Natal kali ini; Apa yg terpenting di dunia ini yang sedang Anda kejar sehingga melupakan hal-hal terpenting yang bisa dinikmati dalam hidup ini? Anda bisa memiliki segalanya, namun kehilangan CINTA! Apabila uang yang selama ini terlalu kita kejar, bisa jadi kita mengorbankan melupakan hubungan yang terpenting dengan keluarga, orang yang kita kasihi, dan sesama. Uang memang penting, namun bukan segalanya!

3 HAL penting dalam hidup ini yang tidak dapat dibeli dengan UANG:
1. Kebahagiaan
Pepatah orang bijak pernah menyampaikan beberapa hal berikut mengenai uang:
#Dengan uang dapat membeli makanan enak, tapi tidak dapat membeli selera
#Dengan uang dapat membeli tempat tidur, tapi tidak dapat membeli tidur nyenyak
#Dengan uang dapat membeli obat, membayar dokter + rumah sakit, tapi tidak dapat membeli kesehatan
#Dengan uang dapat membeli rumah mewah, menyelenggarakan pesta pernikahan yang mewah, tapi tidak dapat membeli kebahagiaan di dalamnya

“Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!” (Mzm. 128:1)
Kebahagiaan sejati hanya dapat kita temukan di dalam Tuhan, saat hidup di dalam takut akan Dia dan hidup menurut Firman-Nya.

2. CINTA
Uang tidak bisa membeli cinta. Sekalipun hanya sekedar kisah fiksi, dari pengalaman Tuan Eben dalam ‘A Christmas Carol’ yang berusaha menjadi kaya untuk menikahi kekasihnya namun justru motivasi untuk mengumpulkan banyak uang justru memisahkan cinta mereka. Anda bisa memiliki segalanya, namun kehilangan CINTA! Uang tidak bisa membeli cinta! Akhirnya, Tuan Eben juga kehilangan kasih sehingga dia berkata, “Bagaimana saya bisa menunjukkan kasih, sementara tak seorang pun menunjukkan kasih kepada saya?”

Pelajaran yang dapat kita petik ialah… semua orang membutuhkan kasih; kasih itu adalah pribadi Tuhan YESUS! Dalam 1 Yoh. 4:19 tertulis, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”. Bukti bahwa Allah begitu mengasihi saya dan Anda terdapat dalam 1 Yohanes 4:1 – “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.”

3. KESELAMATAN dan hidup kekal
Keselamatan yang saya maksud bukanlah selamat selama di bumi saja, namun selamat juga hingga di akhirat! Apakah Anda telah menyadari dan tahu pasti ke mana akhir hidupmu nanti? Uang tidak pernah bisa membeli keselamatan dan hidup kekal! Amal dan sumbangan sosial tidak bisa membeli tempatmu di sorga! Neraka sudah menantimu bila kau tidak bertobat. Mungkin Anda bisa berkata, “saya orang baik!” namun kebaikan juga tidak bisa membuat seseorang masuk sorga. Untuk masuk sorga, Tuhan Yesus harus dilahirkan dalam hati Anda.

Moment Natal adalah waktunya untuk kita menyadari akan pentingnya sebuah perubahan hidup. Uang, harta benda, dan kekayaan sifatnya hanya sementara. Yang perlu dicapai dalam hidup ini adalah kesadaran akan pentingnya memiliki hidup kekal dengan Tuhan Yesus yang menjadi Tuhan dan juruselamat bagi hidup kita, sehingga beranjak dari kesadaran tersebut akan mendorong kita untuk mengalami perubahan hidup.
20140219-132513.jpg
Pesan Natal yang saya sampaikan dalam ibadah Natal ini ditutup dengan paduan suara yang dipimpin oleh Sdri. Irena bersama dengan sekumpulan anak-anak kecil, sementara saya dan Ps. Yosep Moro bersama keluarga juga turut maju ke depan serta mengajak jemaat untuk turut menyalakan flash pada Handphone mereka mengiringi lagu pujian yang dinaikkan.
20140219-160257.jpg
Seusai perenungan singkat yang disampaikan oleh Ps. Yosep Moro, saya mengundang setiap orang yang mau mengalami perubahan hidup dalam dirinya serta mau membuka hati bagi Tuhan Yesus sebagai juruselamat pribadi. Di antara sekitar 3900 jemaat yang hadir dalam dua kali ibadah tersebut, 204 orang maju untuk meresponi altar call dan puji Tuhan, 39 di antaranya mau memberi diri dibaptis selam saat itu juga. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus. Merry Christmas 2013 and Happy New Year 2014!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s