Berdoa Lebih Lagi

Posted: April 6, 2014 in Daily Devotion
Tags: , , , , , ,

20140406-001445.jpg

Shalom,
Memasuki bulan April 2014 ini yang menjadi sebuah dorongan kuat di dalam batin saya adalah untuk mengajak segenap jemaat GMS my home untuk berdoa. Saya yakin dan percaya, bahwa semua umat Tuhan pastilah berdoa. Namun, sangat besar kerinduan di dalam hati saya untuk sekali lagi mengingatkan jemaat untuk berdoa. Bukan sekedar doa-doa rutinitas yang kita panjatkan, doa yang sekedar didorong oleh kebutuhan saja, namun doa yang dilandaskan oleh kerinduan untuk senantiasa bersekutu intim dengan Roh Kudus sehingga senantiasa menikmati kasih karunia Tuhan Yesus yang berlimpah di dalam kasih Bapa. Menjelang diselenggarakannya acara Sumatra for Jesus pada bulan Mei 2014 mendatang, maka bulan April ini kita dedikasikan bersama sebagai bulan doa. Bagi kita semua yang telah memiliki kehidupan doa yang baik, tentunya akan lebih lagi kita tingkatkan. Namun, bagi yang merasa kehidupan doanya berantakan, baiklah menanggapi panggilan Tuhan di dalam bulan ini untuk kembali membangun mezbah doa.

Semua orang tentu ingin agar permohonan-permohonannya di dalam doa terjawab. Namun, doa bukanlah sekedar permohonan. Doa adalah hubungan. Untuk memulai suatu hubungan dengan Tuhan di dalam doa terkadang banyak orang mengalami kendala. Saya hendak meletakkan dasar hubungan dengan Tuhan dalam doa melalui renungan berikut ini di dalam 1 Yoh. 3:19-22.

1. Tenangkan hati
Ayat 19: Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah,
Untuk mengawali sebuah doa, tenangkan hati kita terlebih dahulu. Adakalanya hati kita begitu kacau, dipenuhi dengan berbagai macam pikiran-pikiran negatif, kekecewaan, bahkan sekalipun dipenuhi dengan kepuasan diri bisa menimbulkan tinggi hati, mengandalkan diri sendiri, dan akhirnya timbul rada malas untuk berdoa. Terimalah panggilan dari Sorga untuk sungguh-sungguh berdoa. Tenangkan diri, fokuskan hati, pikiran, dan seluruh aktivitas kita hanya kepada Tuhan.

2. Bebas dari rasa tertuduh
Ayat 20: sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.
Di saat berusaha fokus kepada Tuhan dan menenangkan hati, apa yang Anda rasakan? Seolah-olah kita mulai mendengar ada suara-suara yang timbul dari dalam hati dan melontarkan tuduhan demi tuduhan yang mengatakan bahwa kita tidak layak, pecundang, munafik, pemalas, pendosa, dan segala hal yang negatif ditujukan kepada kita. Fokusnya bukan kepada diri kita sendiri. Kebenarannya adalah kita adalah manusia yang penuh dengan kelemahan, kekurangan, dan masih memiliki potensi untuk berbuat dosa. Perhatikan bahwa di ayat ini tertulis, ‘Allah adalah lebih besar dari pada hati kita’. Serahkan semua tuduhan-tuduhan dari dalam hati kepada Allah yang besar, berfokuslah kepada Dia yang melebihi tuduhan-tuduhan hati kita dan mulailah untuk membuka diri bagi-Nya. Akui segala dosa dan kelemahan, maka Dia akan mengampuni kita.

3. Mendekat kepada Tuhan
Ayat 21: Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,
Sekarang, tuduhan-tuduhan dari dalam hati kita tidak lagi terdengar apabila kita telah bersungguh-sungguh menerima kasih karunia pengampunan-Nya. Dengan penuh keberanian, dekatkan diri kita kepada Tuhan. Ini adalah sebuah undangan spesial bagi Anda! Dia telah menantikan Anda untuk berdoa, membangun hubungan yang intim bersama-Nya!

4. Berkenan kepada-Nya
Ayat 22: dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.
Bagian yang terakhir ini mungkin yang paling menyenangkan bagi Anda – ‘memperoleh dari Tuhan untuk apa saja yang kita minta’? Tentu saja hal ini akan terjadi apabila kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Sekali lagi, doa bukanlah sekedar permohonan. Yang terutama dalam sebuah doa bukanlah daftar permohonan kita sehingga pribadi kitalah yang menjadi sorotan utamanya. Di dalam doa, bagaimana Anda membangun hubungan dengan Tuhan, itulah yang terpenting. Bedakan antara ‘berdoa’ dan ‘kehidupan doa’. Saat Anda ‘berdoa’, inilah waktu yang secara khusus Anda berikan kepada Tuhan untuk lebih lagi mengenal-Nya dan mengerti kehendak-Nya. Namun, sebuah ‘kehidupan doa’ adalah ketika Anda menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Bukan terkabulnya sebuah permohonan doa yang kita utamakan sewaktu kita berdoa, namun kejarlah perkenanan Tuhan, dengan berbuat apa yang menyenangkan hati-Nya… percayalah bahwa Dia sanggup menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan… bahkan melebihi yang kita harapkan serta melampaui yang dapat kita pikirkan.

Selamat menjalani hari yang luar biasa dengan kehidupan doa yang berkenan di hadapan Tuhan Yesus!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s