Dengar dan Taati Firman-Nya

Posted: January 10, 2015 in Daily Devotion

2015/01/img_5318.jpg
Hari ini, dalam saat menjalani doa puasa dalam gerakan doa puasa Sinode Gereja Mawar Sharon yang menjadi pokok renungan diambil dari Ibrani pasal 3:7-8. Tuhan menyingkapkan pengertian-pengertian yang indah sehingga saya merenungkannya hingga ke beberapa ayat berikutnya.
(7) Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,
(8) janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun,
(9) di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya.
(10) Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku,
(11) sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.”

Surat kepada orang Ibrani ini ditujukan bagi setiap orang Kristen yang mulai mengalami goncangan dalam imannya. Saat ini adalah akhir zaman dan banyak orang Kristen mulai mengalami kemunduran dalam hidup rohaninya. Penulis Surat Ibrani ini menegaskan dan mengingatkan kembali pentingnya kehidupan spiritual kita sebagai orang Kristen. Pengertian 5 ayat di atas (kutipan dari Mazmur 95:7-11) dibahas di beberapa ayat berikutnya:
(12) Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.
(13) Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.
(14) Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.

Di ayat 12, melalui Roh Kudus penulis Surat Ibrani mengingatkan kita agar mewaspadai supaya di hari-hari ini kita tidak memiliki sikap hati sebagai berikut:
1. hatinya jahat
2. tidak percaya
3. murtad dari Allah yang hidup.

Namun, bila masih bisa kita menikmati “hari ini”, berarti masih ada kesempatan untuk kita menerima nasihat dari Roh Kudus dengan mendengarkan suara-Nya. Roh Kudus akan mengarahkan agar kita berpegang teguh pada iman kepercayaan kita sampai kepada akhirnya. Iman kepercayaan kita apabila tidak kita renungkan kembali jangan-jangan bisa mengalami pergeseran nilai-nilai seiring berjalannya waktu. Bahkan, dengan banyaknya berkat, promosi, maupun pelayanan yang kita terima hingga saat ini pun tidak menjamin bahwa keyakinan iman kita akan semakin kuat. Keyakinan iman merupakan hal yang teramat mendasar dalam kehidupan kita sebagai murid Kristus. Ada baiknya kita renungkan kembali keyakinan iman kita dalam diri kita dengan mengakui bahwa Allah yang kita sembah adalah TRITUNGGAL yang terdiri dari pribadi Bapa, Tuhan Yesus, dan Roh Kudus. Kita memiliki Satu Allah dengan tiga pribadi dan tidak bisa mengakui sebagian pribadi saja. Pribadi Yesus Kristus dikandung oleh Roh Kudus dan dilahirkan dari seorang perawan yang bernama Maria. Yesus Kristus adalah sepenuhnya pribadi Allah dan sepenuhnya pribadi manusia. Yesus Kristus mengalami penderitaan, sengsara hingga di kayu salib, mengalami kematian dan bangkit di hari ketiga untuk menebus dosa umat manusia. Kita mengakui dengan iman yang teguh bahwa keselamatan di dalam Yesus hanya diperoleh semata-mata karena kasih karunia Allah, bukan karena usaha manusia. Bukan karena berapa banyaknya amal atau sumbangan kita, perbuatan sosial kita, bukan karena perbuatan baik kita yang kita usahakan agar lebih banyak dari perbuatan dosa kita.

Kemudian, dalam ayat ke-15 dituliskan: Tetapi apabila pernah dikatakan: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman”. Kata “mengeraskan hati” ini dapat kita peroleh pengertiannya dari ayat-ayat selanjutnya sebagai berikut:
(16) siapakah mereka yang membangkitkan amarah Allah, sekalipun mereka mendengar suara-Nya? Bukankah mereka semua yang keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa?
(17) Dan siapakah yang Ia murkai empat puluh tahun lamanya? Bukankah mereka yang berbuat dosa dan yang mayatnya bergelimpangan di padang gurun?
(18) Dan siapakah yang telah Ia sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Nya? Bukankah mereka yang tidak taat?
(19) Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka.

Dari ayat-ayat di atas, jelaslah bahwa orang yang mengeraskan hati akan membangkitkan amarah Allah karena mereka:
1. Berbuat dosa. Contohnya seperti: mencuri, menipu, terikat dengan pornografi, selingkuh, membenci, memfitnah, dan sebagainya.
2. Tidak taat. Contohnya seperti: tidak mengembalikan persepuluhan, tidak taat untuk menghadiri ibadah di gereja. Tuhan membisikkan di dalam hati kita agar mengampuni orang lain, namun tidak mau taat, dan sebagainya.
3. Tidak percaya, mulai dengan melakukan penyembahan terhadap kuasa-kuasa lain seperti patung, pergi ke dukun, paranormal, ramalan dengan kartu, tarot, bintang, memakai jimat, dan lain-lain.

Tujuan kita menaati Dia dengan mendengarkan suara-Nya adalah supaya kita bisa masuk ke tempat perhentian-Nya (bahasa Inggris – HIS Rest: tempat peristirahatan-Nya), suatu situasi kehidupan di mana semua janji Allah sudah digenapi dalam hidup kita, visi hidup kita dari Tuhan Yesus telah tercapai dan hidup kita tetap mempertahankan iman kepada YESUS! Tidak ada lagi yang mau kita raih dalam hidup ini sehingga kita bisa berkata seperti Paulus:
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” ~ 2 Tim. 4:7 .

Bagaimana caranya masuk tempat perhentian? Khususnya dalam menjalankan doa puasa kita ini, kita melakukan tindakan sebaliknya agar tidak membangkitkan murka Allah dengan cara:
1. Bertobat dari segala dosa dan tindakan yang tidak berkenan kepada Tuhan.
2. Belajar taat saat Roh Kudus membisikkan perintah-Nya ke dalam hati nurani kita, dan
3. Belajar untuk semakin percaya kepada Yesus, tidak mengandalkan kuasa yang lain selain kuasa Tuhan Yesus.

Semoga renungan ini berguna bagi kita bersama. Selamat menjalani puasa se-Sinode Gereja Mawar Sharon! Kerendahan hati mendahului kehormatan. Tuhan Yesus memberkati!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s