Kupercaya Mujizat

Posted: February 1, 2015 in Event
Tags: , , , , , ,

IMG_5344
Hari ini, Minggu 1 Februari 2015 di seluruh Gereja Mawar Sharon dilakukan Ibadah Peluncuran Buku dan Album Penyembahan “Kupercaya Mujizat”. Ibadah ini diselenggarakan di Gereja Mawar Sharon Surabaya dan juga disebarluaskan secara live streaming ke seluruh gereja-gereja lokal Mawar Sharon se-Indonesia. Ps. Philip Mantofa, BRE menyampaikan kebenaran Firman Tuhan dengan judul “Worship” atau penyembahan. Dalam penyembahan, sebenarnya kita sedang membangun hubungan dengan Allah. Orang yang menyembah Tuhan tampak indah di hadapan Allah.

Dalam Kis. 15:16 tertulis, “Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan,”

IMG_5341
Tuhan mencari “hati Daud”, hati yang bisa menyembah. Penyembahan bukan sekedar menyanyi, namun penyembahan adalah gaya hidup. Dalam Perjanjian Lama, kata ‘menyembah’ dituliskan dalam 7 kata Ibrani dan semuanya mengungkapkan ekspresi tertentu sebagai berikut:
1.YADAH
Mzm. 42:5-6
Yadah artinya mengangkat tangan dengan memohon belas kasihan. Ilustrasinya adalah seperti seorang anak kecil mengangkat tangan dan berkata “minta gendong” sama bapaknya.

Mzm. 42
(5) Inilah yang hendak kuingat,
sementara jiwaku gundah-gulana;
bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia,
mendahului mereka melangkah ke rumah Allah
dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur,
dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.

(6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku,
dan gelisah di dalam diriku?
Berharaplah kepada Allah!
Sebab aku akan bersyukur (yadah) lagi kepada-Nya,
penolongku dan Allahku!

2. TOWDAH
Mzm. 26:7
“sambil memperdengarkan nyanyian syukur dengan nyaring (towdah),
dan menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib.”

Towdah artinya mengangkat tangan sebagai tanda sepakat dengan Tuhan, menjadi sikap keyakinan iman.

3. BARAK
Barak artinya berlutut di hadapan Tuhan, sebuah posisi merendahkan diri di hadapan Tuhan.
Mzm. 95:6 “Masuklah, marilah kita sujud (barak) menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.”

4. TEHILLAH
Tehillah artinya menyanyi, namun bukan sekedar menyanyi tetapi spontan, karena jatuh cinta kepada Tuhan.
Mzm. 22:4 “Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam
di atas puji-pujian orang Israel.”

Tuhan bertakhta di atas tehillah. Tehillah itu adalah saat bermazmur dalam penyembahan (termasuk berbahasa roh), sehingga di saat itu turunlah kemuliaan Allah karena Tuhan bertakhta di atas ‘tehillah’ umat-Nya.

5. ZAMAR
Zamar artinya bermain musik untuk Tuhan.
Mzm. 150:3 “Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi!”

6. HALAL
Dari kata ini muncullah kata “haleluya”. Halal itu artinya “mengapi-apikan diri” untuk Tuhan.
2 Samuel 6:14, 20-23
(14) Dan Daud menari-nari (“halal”) di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.
(20) Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: “Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!”
(21) Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: “Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, di hadapan TUHAN aku menari-nari (halal),
(22) bahkan aku akan menghinakan diriku (halal) lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati.”
(23) Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya.

7. SYABACH
Syabach artinya bersorak-sorai untuk Tuhan, ekspresinya dengan tepuk tangan, keluarkan puji-pujian untuk Tuhan, atau mengeluarkan kegaduhan/ keramaian yang indah untuk menyembah Tuhan.
Mzm. 47:2
“Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!”

– disarikan dari khotbah Ps. Philip Mantofa –

Comments
  1. leopo says:

    Sungguh sebuah impartasi yang ruarrr biasa, artikel yang ditulis ko Robert ini juga menambah wawasan kita, bagaimana cara menyembah Tuhan dengan mengangkat tangan, bernyanyi, berlutut, menyanyi dan berbahasa roh, bermain musik, menari2 dan bersorak-sorai untuk Tuhan Yesus🙂

    Like

  2. suwarnichow says:

    Reblogged this on Grace Room and commented:
    ketika membaca buku kupercaya Mujizat, tak habis-habisnya aku merasakan kasih Tuhan dalam hidupku. Saat aku membaca kesaksian demi kesaksian dari orang-orang yang di sembuhkan, sungguh aku melihat Kuasa Tuhan dinyatakan, sungguh aku melihat kebesarannya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s