Welcome New CG Family for Indian Ethnic!

Posted: February 5, 2015 in Connect Group
Tags: , , , ,

IMG_5361
Betapa indahnya ketika saudara-saudara seiman dapat berkumpul bersama tanpa memandang perbedaan. Tuhan menciptakan manusia dengan keunikannya masing-masing dan memiliki perbedaan satu sama lain. Namun, perbedaan bukan menjadi alasan untuk satu sama lain tidak dapat bersatu. Di tengah-tengah keragaman jemaat yang digembalakan di Gereja Mawar Sharon ‘my home’ Medan, kami mengumpulkan komunitas jemaat dari etnis India. Sebenarnya, mereka dilahirkan di Indonesia, berbahasa Indonesia, dan berkebangsaan Indonesia namun tidak dapat dipungkiri bahwa mereka adalah keturunan India. Kerinduan kami adalah agar mereka dapat digembalakan dengan baik dan menerima porsi makanan rohani yang menuntun pada perubahan hidup dan pertumbuhan iman karena mereka juga memiliki Tuhan Yesus yang sama, yang telah menebus dosa-dosa mereka dan menjadi juruselamat mereka.

Hari Rabu, 4 Februari 2015 diselenggarakanlah Connect Group perdana bagi komunitas India ini. Dengan penuh semangat, kami semua menaikkan pujian penyembahan di hadapan Tuhan yang telah mempertemukan dan mempersatukan kami. Beberapa di antara yang hadir merasa sangat gembira, karena sangat merindukan untuk bisa berkumpul dalam komunitas ini. Saat itu, saya membagikan mengenai kehidupan Rasul Paulus yang kehidupan rohaninya bertumbuh secara luar biasa sehingga dipakai Tuhan secara luar biasa pula. Sebagian besar dari Perjanjian Baru merupakan buah tulisannya yang sangat mempengaruhi banyak orang dan menuntun pertumbuhan iman umat Kristiani hingga di masa kini. Sebelum mengalami pertobatan, Rasul Paulus yang mulanya bernama Saulus adalah penganiaya pengikut Kristus. Namun, setelah mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus secara pribadi, Saulus tidak langsung menjadi salah satu rasulnya. Dalam Kisah Rasul pasal 9, saya hendak membagikan beberapa hal yang dialami oleh Saulus pada awal pertobatannya hingga kehidupan rohaninya terus bertumbuh.

Dia ayat 19b, judul perikopnya adalah “Saulus dalam Lingkungan Saudara-saudara”. Beberapa hal yang dapat kita pelajari dari Rasul Paulus adalah:
1. Tinggal bersama dengan murid-murid
Ayat ke-19b dituliskan, “Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik.”. Tinggal dalam komunitas sesama saudara-saudara seiman akan membuat iman kita bertumbuh. Apalagi, ketika CG komunitas India ini dimulai untuk pertama kalinya, dibutuhkan komitmen satu sama lain agar secara berkala tetap memiliki waktu berkumpul. Di awal pertobatannya, Saulus segera menggabungkan dirinya dengan murid-murid Kristus lainnya. Di sinilah Saulus belajar untuk semakin dibangun imannya, saling mengasihi dan melayani seorang dengan lainnya. Bahkan, di kala ada ancaman pembunuhan terhadap Saulus, murid-murid turut menolongnya untuk melarikan diri (ayat 23-25)

2. Mengalami penerimaan
Saulus melarikan diri ke Yerusalem, namun dia tetap berkomitmen untuk selalu menggabungkan diri dengan murid-murid lainnya di sana. Sayang sekali, semua murid di Yerusalem masih mencurigai Saulus karena masa lalunya adalah seorang pembenci pengikut Kristus. Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus (ayat 27). Penerimaan Barnabas terhadap latar belakang Saulus membuatnya semakin diteguhkan dan imannya terus bertumbuh. Di dalam komunitas CG, semua anggota diterima dengan baik tanpa memandang latar belakang atau masa lalunya. Di dalam iman kepada Tuhan Yesus, sekalipun bisa berbeda secara suku maupun ras, rekan-rekan dari etnis India diterima apa adanya. Harapan kami adalah mereka semua mengalami pertumbuhan iman yang semakin dewasa sehingga kelak juga akan dilahirkan pemimpin-pemimpin rohani dari antara mereka.

3. Tetap bersama-sama di Yerusalem
Dalam ayat 28 dituliskan bahwa Saulus tetap tinggal di Yerusalem. Yerusalem adalah pusat ibadah dan penyembahan kepada Tuhan di Bait Suci pada waktu itu bagi orang-orang Yahudi. Prinsip yang dapat diterapkan adalah, untuk mengalami pertumbuhan iman yang semakin meningkat, seseorang harus tetap memiliki sebuah komitmen untuk tertanam di sebuah gereja lokal.

4. Bersaksi dan menjangkau jiwa
Saulus yang telah menemukan komunitas murid-murid, mengalami penerimaan, serta tetap berkomitmen tinggal di Yerusalem akhirnya melakukan panggilan Tuhan bagi dirinya untuk memberitakan Injil. CG komunitas India ini dibentuk agar setiap anggota di dalamnya juga bersaksi dan menjangkau jiwa-jiwa.
IMG_5363
Kami rindu, agar Firman Tuhan ini akan digenapi dalam kehidupan Connect Group ini:
“Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.” (Kis. 9:31).
Terus maju dalam pertumbuhan dan semakin berapi-api dalam melayani Tuhan, Connect Group 07 – komunitas keluarga India!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s