Welcome Our Indian Ethnic Family!

Posted: March 8, 2015 in Event
Tags: , , , , ,

Wanakem! Inilah seruan salam dalam bahasa Tamil yang menjadi sapaan jemaat GMS my home satu sama lain dalam ibadah spesial “Heart of Mission” pada hari Sabtu dan Minggu, 7 dan 8 Maret 2015. Kali ini, jalannya ibadah diatur sedemikian rupa menjadi nuansa ala India. Di area Entry Hall, tampak jemaat yang berfoto dengan dekorasi yang berukiran nuansa India sebagai latar belakangnya. Jemaat dari etnis India yang hadir dengan penuh sukacita berpenampilan dengan mengenakan kostum khas India, sementara dari jemaat lainnya yang tidak berasal dari etnis India, beberapa di antaranya juga turut mengenakan kostum maupun asesoris ala India.

Lagu pujian dan penyembahan di dalam rangkaian ibadah raya pun diaransemen ala India. Dengan penuh antusias, Worship Leader maupun para singer mengajak jemaat untuk ikut menaikkan pujian sambil menari dengan penuh sukacita. Sebelum penyampaian Firman Tuhan, beberapa jemaat dari etnis India mempersembahkan choir dengan menyanyikan lagu pujian dalam bahasa Tamil. Tidak hanya itu, penampilan selanjutnya diramaikan oleh penari-penari dengan diiringi lagu pengagungan kepada Tuhan dalam bahasa Tamil.

Dalam ibadah ini, Ps. Yosep Moro Wijaya menyampaikan Firman Tuhan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada jemaat Korintus pasal 9 ayat 19-23. Dari pengalaman Rasul Paulus yang mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus sehingga ia mengalami pertobatan, Tuhan memiliki rencana untuk memakai Rasul Paulus menjadi alat pilihan-Nya untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa non-Yahudi. Belajar dari Rasul Paulus yang menerima panggilan Tuhan, Ps. Moro mengingatkan jemaat bahwa keberadaan GMS my home di kota Medan ialah untuk menjadi “city church” atau gereja yang berdampak bagi kota. GMS my home memiliki panggilan di dalam kasih karunia Tuhan Yesus. Injil perlu terus diberitakan melalui Gereja-Nya sehingga Kota Medan ini diberkati. Beberapa prinsip yang harus kita hidupi seiring panggilan Tuhan bagi GMS my home sebagai “city church” adalah sebagai berikut
1. Segala hal yang kita lakukan alasannya adalah oleh karena Injil (1Kor 9:23). Injil yang memanggil Paulus, sehingga kasih karunia Tuhan Yesus yang mengubah kehidupan Paulus. 
2. Injil memberi tujuan bagi hidup kita.
3. Injil mengubahkan hidup kita dan saat kita hidup di dalamnya, maka hidup kita akan mencerminkan Injil itu sendiri. Kekristenan adalah perubahan hidup, bukan hanya sekedar status di KTP. 

Paulus hidup melimpah di dalam kasih karena Injil telah memberinya tujuan dan mengubahkan hidupnya. Paulus bisa melayani baik orang Yahudi maupun orang non-Yahudi semata-mata karena Injil yang memampukannya untuk mencintai orang-orang yang berada dalam panggilannya. Jemaat GMS my home terpanggil untuk menjadi berkat bagi kota, menggembalakan kota Medan dengan penuh kasih. Berita Injil yang telah mengubahkan kehidupan jemaat juga akan memampukan jemaat untuk semakin mengasihi kota ini, mengasihi setiap penduduknya sekalipun berbeda suku, kaum, dan budaya. Tuhan mengasihi semua manusia ciptaan-Nya, yang diciptakan-Nya dalam keanekaragaman. Inilah saatnya Gereja Tuhan tidak lagi memandang perbedaan sebagai sebuah alasan untuk memecah-belah, melainkan sama seperti Tuhan mengasihi semua suku, kaum, dan bahasa, demikian pula kita mengasihi dan menerima mereka.
Comments
  1. suwarnichow says:

    Reblogged this on Grace Room and commented:
    City Church, gereja yang tidak memandang perbedaan sebagai hal yang membedakan, tetapi justru dalam perbedaan terjadi kesatuan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s