GMS my home 12th Anniversary

Posted: May 22, 2016 in Event
Tags: , , , , ,


Pada hari Sabtu, tanggal 22 Mei tahun 2004 di sebuah gedung yang berlokasi di Jln. Putri Merak Jingga 13A, Medan – diresmikanlah berdirinya Gereja Mawar Sharon. Sekitar 180 orang memadati ruang ibadah utama pada waktu itu dengan penuh antusias dan sukacita karena merasakan kehadiran Tuhan dalam ibadah. Ps. Jusuf Soetanto selaku Gembala Sinode Gereja Mawar Sharon dan Ps. Philip Mantofa, BRE., selaku asisten Gembala Sinode Gereja Mawar Sharon bidang Kerohanian turut meresmikan keberadaan gereja ini yang hingga hari ini disebut pula dengan nama “my home”. Tepat di tanggal yang sama pada hari ini, GMS my home merayakan ulang tahun ke-12. Dari tahun ke tahun, Tuhan menyertai dari kemuliaan hingga kemuliaan yang semakin besar hingga hari ini. Kami terus menaikkan segala pujian dan ucapan syukur kepada Tuhan karena Dia telah mempercayakan banyak hal bagi kami hingga saat ini.


Dalam serangkaian ibadah perayaan ulang tahun ke-12 GMS my home ini diawali dengan tarian pembukaan dan permainan cahaya yang mengesankan untuk menggambarkan tema “A Greater Glory” yang diusung dalam perayaan ulang tahun ini. Selanjutnya, team Praise and Worship dari golongan anak-anak muda menaikkan lagu pujian “Nothing’s Gonna Stop Us Now” dengan aransemen yang kreatif. 
Dalam penyampaian Firman Tuhan kali ini, Ps. Yosep Moro selaku Gembala GMS Regional Sumatra menyampaikan dari nats 2 Kor. 3:18 “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.”. Semakin hari semenjak kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan, Dia mengubahkan kita dalam kemuliaan yang semakin besar. Kemuliaan yang dialami bukan hanya berubah dari kehidupan yang tidak percaya Yesus lalu bertobat dan percaya kepada Yesus. Kemuliaan bisa bertambah semakin besar bila kita memiliki komitmen untuk terus diubahkan. Berikut pesan yang Ps. Moro sampaikan dalam ibadah perayaan ulang tahun GMS my home yang ke-12 ini:

1. Cintailah Rumah Tuhan

Kemuliaan Tuhan juga dinyatakan melalui Rumah-Nya. Daud menuliskan kecintaannya kepada Rumah Tuhan, “TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam.” (Mazmur 26:8). Untuk mengalami kemuliaan Tuhan yang semakin besar, kita harus belajar untuk semakin mencintai Rumah Tuhan, karena di dalam Rumah-Nya kemuliaan Tuhan bersemayam. Melalui Rumah Tuhan ada tuntunan Tuhan, di dalam Rumah-Nya ada kemuliaan Tuhan, dan Daud menyadari hal tersebut sehingga menuliskan kesaksian-Nya mengenai Rumah Tuhan dalam Mazmur 27:4-5 sebagai berikut,

4) Satu hal telah kuminta kepada TUHAN,

itulah yang kuingini:

diam di rumah TUHAN

seumur hidupku,

menyaksikan kemurahan TUHAN

dan menikmati bait-Nya.

5) Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya

pada waktu bahaya;

Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya,

Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.


Kita hidup di tengah-tengah generasi yang kemungkinan besar dalam budaya yang kurang menghargai gereja sehingga muncul kekecewaan terhadap gereja, menolak aturan gereja, tersinggung dengan kepempinan manusia di dalam gereja. Dari generasi ke generasi, yang memimpin di dalam Rumah Tuhan, atau yang disebut sebagai Bait Suci hingga Gereja pada hari ini adalah manusia. Tuhan menetapkan Musa untuk menjadi pemimpin umat Israel hingga keluar dari tanah Mesir. Di sisi yang lain, Musa adalah pribadi yang memiliki kelemahan sehingga bisa saja orang lain bersungut-sungut kepada Musa. Namun, Tuhan tetap mempercayakan kepemimpinan di dalam Rumah-Nya kepada manusia, sekalipun manusia tetap memiliki kelemahan maupun kekurangan. Sekalipun manusia yang juga punya kelemahan dan kekurangan memimpin umat Tuhan di dalam gereja, Tuhan yang sempurna akan menyatakan kemuliaan-Nya di tengah-tengah umat-Nya.


Cinta akan rumah Tuhan akan menuntun kita kepada sebuah karakter untuk tunduk kepada sebuah otoritas. Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus juga disebut sebagai “Anak Daud”… Mengapa tidak disebut “Anak Abraham” atau “Anak Ishak” atau “Anak Israel”, dan sebagainya? Di hadapan Tuhan, seolah-olah Daud begitu ‘spesial’, sekalipun Daud juga manusia biasa yang punya kelemahan dan pernah melakukan kesalahan. Karena kecintaan Daud kepada Rumah Tuhan, sekalipun Daud adalah seorang raja, namun ketika Daud jatuh di dalam dosa, dia bersedia ditegor oleh nabi Natan. Kerendahan hati Daud terbentuk karena kecintaannya kepada Rumah Tuhan. Daud menghormati otoritas yang Tuhan letakkan di dalam Rumah Allah.

2. Bersaksilah tentang kemuliaan Tuhan

Mazmur 96:3

“Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa

dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa.”

3. Kembalikanlah kemuliaan itu kepada Tuhan!

Efesus 3:20-21

“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.”


Untuk memasuki kemuliaan yang semakin besar, maka kita harus bersedia untuk diubahkan; artinya bersedia untuk melepaskan apa yang selama ini kita pertahankan. Mengakhiri khotbah yang disampaikan, Ps. Moro mengajak segenap fulltimer untuk bersama-sama maju ke depan dan melepaskan berkat bagi jemaat. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus Kristus! GMS my home siap untuk melaju lebih lagi dalam kemuliaan yang lebih besar!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s