Archive for the ‘Ministry’ Category


Hari ini, saya dihubungi oleh seorang Gembala Wilayah Connect Group GMS my home yang meminta tolong untuk melayani pembaptisan dua orang lansia. Rupanya saya pernah berjumpa dengan kedua lansia ini sewaktu saya mendoakan mereka berdua saat menghadiri salah satu ibadah umum minggu lalu. Saya terkesan dengan iman mereka yang menyatakan dengan sungguh-sungguh hendak mengikut Yesus. Anak-anak dan cucu dari kakek dan nenek ini sebagian besar juga telah mengikut Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, mereka terus mendukung dan mendoakan agar kakek dan nenek yang sekalipun sudah berusia lanjut ini untuk dibaptis.

Saya pun dengan senang hati melayani kakek yang berusia 85 tahun bersama istrinya yang berusia 80 tahun ini ketika menuntun mereka untuk mengakui dosa di hadapan Tuhan serta memanjatkan doa untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi. Sekitar pukul 10.30 WIB, saya melayani mereka untuk dibaptis selam di sekretariat GMS my home. Begitu bersemangatnya kakek dan nenek ini, sehingga mereka pun masih kuat untuk masuk ke kolam baptisan. Tuhan pastinya memperhitungkan iman mereka. Saya bersyukur, di usia lanjut pun mereka masih membuka hatinya bagi Tuhan Yesus… Selama masih ada napas hidup ini, sesungguhnya masih belum terlambat untuk mengikut Tuhan Yesus!

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Jemaat Youth GMS my home mengadakan youth camp yang kali ini temanya terdengar rada unik; “L Hora” yang diambil dari bahasa Yunani, L merupakan angka lima puluh sedangkan hora berarti jam. Lima puluh jam dalam rangkaian kegiatan youth camp ini diharapkan dapat membakar kembali semangat anak-anak muda agar berapi-api kembali bagi Tuhan Yesus. Lima puluh jam ini akan menjadi waktu yang menentukan sehingga pemulihan dan terobosan hidup akan terjadi secara luar biasa. Retreat ini memang diatur sedemikian rupa oleh panitia sehingga keseluruhan acara berlangsung 50 jam, dalam waktu 3 hari 2 malam di Gelora Kasih, Sibolangit pada tanggal 21-23 Juni 2011.

Dengan tagline “Cause time never waits” sekitar 211 anak-anak muda hadir sebagai peserta youth camp kali ini. Saya mendapat kesempatan untuk mengisi salah satu sesi dalam youth camp ini, yaitu sesi “Hati Bapa”. Dalam kitab Maleakhi 4:5-6 tertulis, “Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”. Mengakhiri Perjanjian Lama, tersirat kehendak Tuhan kerinduan-Nya akan pemulihan hubungan antara generasi bapa dengan generasi anak agar bumi tidak terkena murka-Nya.

Hari-hari ini banyak anak-anak muda yang kehilangan figur seorang bapa yang baik, sekalipun ayah mereka masih hidup dan tinggal bersama mereka. Anak-anak muda yang dilayani dalam youth camp ini sebagian besar mengatakan tidak pernah mendengar pernyataan “Aku mencintaimu” dan kurang mendapat sentuhan fisik seperti pelukan dari ayah mereka. Bahkan, ketika saya menanyakan apakah ayah mereka pernah meminta maaf kepada anaknya, hanya sekitar 20 anak yang menjawab pernah. Anak-anak muda yang terlanjur disakiti hatinya oleh ayah mereka ini sebenarnya ingin sekali dipeluk oleh ayah mereka sebagai ungkapan kasih sayang dan ingin mendengar ayah mereka mengatakan cinta kepada mereka.

Hari ini saya berhadapan dengan sekitar 211 anak muda dan mengatakan kepada mereka bahwa lewat youth camp ini bukan hati ayah mereka yang diubahkan, namun hati anak-anak muda ini terlebih dahulu yang diubahkan. Sekalipun hati mereka telah disakiti, bukan menjadi sebuah alasan untuk membenci ayah mereka. Para generasi ayah kita adalah produk masa lalu, mungkin mereka juga menyimpan kepahitan, kekecewaan, bahkan kebencian dengan orang tua mereka pula sehingga hari ini, terbentuklah karakter dan pribadi ayah yang dirasa begitu jauh dengan anaknya.

Rusaknya hubungan antara anak dengan bapa jasmani mereka membuat figur Allah Bapa menjadi ‘kabur’ dalam diri anak-anak muda ini sehingga mereka menjadi pribadi yang haus akan kasih sayang. Dalam Yohanes 14:8 tertulis, “Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”“. Filipus mewakili kita semua dengan meminta kepada Tuhan Yesus agar menunjukkan pribadi Bapa kepadanya, karena dengan mengenal pribadi Bapa itulah hati kita dipuaskan.

Di akhir sesi ini saya mengajak seluruh peserta youth camp untuk melepaskan pengampunan kepada ayah mereka di hadapan Tuhan. Selain itu, setelah youth camp ini berakhir dan di saat semua anak akan kembali ke orang tuanya, saya meminta agar mereka melakukan rekonsiliasi, baik dengan cara meminta maaf, memeluk mereka, mengutarakan terima kasih, dan sebagainya. Banyak anak muda meneteskan air mata saat saya mendoakan mereka dan mengatakan bahwa Allah Bapa sungguh mengasihi mereka. Saya berusaha mewakili para ayah mereka dan memohonkan maaf kepada mereka atas kesalahan yang pernkah dilakukan ayah mereka selama ini. Air mata anak-anak muda semakin tidak terbendung sehingga semakin banyak yang menangis mengalami jamahan kasih Allah Bapa.

Saya senang sekali, youth camp “L Hora” ini tidak hanya terdiri dari sesi-sesi ibadah saja, namun juga ada beberapa permainan. Salah satunya adalah lomba yel-yel antarkelompok dan permainan outdoor. Kegembiraan dan keceriaan menghiasi wajah setiap peserta. Gunakan waktu yang ada untuk melakukan yang terbaik bagi Tuhan Yesus. Jadikan 50 jam di youth camp “L Hora” ini sebagai waktu yang paling berharga sebagai titik balik kebangunan rohani dalam hidupmu! Revival for youth!

Posted with WordPress for BlackBerry.


Pada hari Sabtu, 2 April 2011 segenap jemaat Gereja Mawar Sharon my home yang tergabung dalam Yayasan Sentuhan Kasih Bangsa dan Connect Group bergerak untuk berbagi kasih melayani korban banjir di sekitar wilayah Sungai Deli. Banjir yang secara tiba-tiba melanda beberapa wilayah di kota Medan akibat hujan deras dan runtuhnya tanggul di daerah Simalingkar cukup membuat warga resah. Akibat banjir ini mengakibatkan air sungai meluap dan air menggenangi rumah-rumah di dataran rendah. Bahkan, beberapa titik jalan raya di kota Medan terkena imbasnya sehingga mengalami kemacetan.

Volunteer Yayasan Sentuhan Kasih Bangsa (YSKB) dan Connect Group (CG) berkumpul di sekretariat GMS my home dari pukul 08.30 WIB untuk mendapat pengarahan singkat dari Bpk. Rudy W mengenai tindakan yang akan diambil setibanya di daerah korban banjir. Bantuan yang hendak diberikan berupa dukungan untuk dapur umum, dan kami pun memberikan bantuan beberapa karung beras, ikan dalam kaleng dan bahan pokok untuk memasak.

Kurang lebih 70 KK tinggal di sekitar Sungai Deli, beberapa warga yang tinggal di dataran rendah sedang sibuk membersihkan rumah akibat tergenang air sungai. Kepling dan warga sekitar menyambut baik kedatangan kami. Dengan sigap, segera volunteer YSKB dan CG memberikan bantuan di dapur umum yang tersedia. Segenap ibu-ibu dan beberapa pemudi membantu menyiapkan bahan-bahan masakan.

Karena terlalu sibuk membersihkan rumahnya, warga tidak sempat memikirkan kebutuhan pangannya sendiri. Agar memudahkan pembagian makanan secara merata dan tertib, kami membantu membungkus makanan yang kemudian dibagikan kepada warga. Sementara itu, beberapa pemuda YSKB dan CG turut membantu membersihkan rumah warga dan salah satu rumah jemaat yang terkena banjir.

Dalam kesempatan kali ini, Bpk. Erwin Lubis selaku Ketua Dinas Kesehatan kota Medan juga turut turun ke lapangan beserta beberapa petugas kesehatan dan memberi penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan bagi warga sekitar.

Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin terjalin tali silaturahmi dengan warga sekitar. Salah seorang staff Kelurahan Medan Baru menyatakan rasa terima kasihnya atas bantuan kami dan begitu gembira karena bantuan yang kami berikan sungguh menyentuh warga; bahkan tanpa memandang suku. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus! Doa dan harapan saya, biarlah banjir di kota ini segera surut, dan kota Medan akan menjadi lebih baik! Medan for Jesus!

Posted with WordPress for BlackBerry.


Hari Rabu malam, 23 Maret 2011 hujan rintik-rintik sempat mengguyur sepanjang perjalanan antara kota Medan menuju Binjai. Berharap agar cuaca segera membaik agar tidak menghalangi perjalanan jemaat Connect Group yang hendak menghadiri PokSar (Kelompok Besar) CG di Wisma Betlehem, Binjai. Poksar ini merupakan acara gabungan antara CG di kota Binjai dan CG di KM 13. Menempuh jarak sekitar 26 km dari Medan menuju Binjai, memakan waktu sekitar 1 jam karena sempat terjebak kemacetan di daerah Kampung Lalang.

Puji Tuhan, hujan tidak mengurangi antusiasme jemaat yang hadir di Poksar CG malam hari ini! Dengan semangat, pujian dan penyembahan dinaikkan di hadapan Tuhan dipimpin oleh salah satu fasilitator CG di kota Binjai, Bapak Salmon Manik.

Pada kesempatan Poksar CG ini, di hadapan sekitar 40 jemaat yang hadir, saya menyampaikan pesan Tuhan mengenai motivasi hati untuk “menjadi yang terbesar”. Motivasi seperti ini bahkan sudah ditemui sejak lama dalam kurun pelayanan Tuhan Yesus di atas muka bumi. Pada waktu itu, murid-murid Yesus pernah bertengkar satu sama lain dan mempersoalkan siapa yang terbesar di antara mereka. (Luk. 22:24-26). Tuhan Yesus sedang memikirkan jiwa-jiwa, perlu konsentrasi dalam melayani, bahkan sedang dalam masa penantian untuk menjadi tebusan di kayu Salib, di satu sisi malah murid-murid-Nya memperkarakan siapa yang terbesar di antara mereka; bukannya ikut mendukung Yesus untuk meringankan beban-Nya. Tuhan Yesus menegor mereka dengan berkata, “Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung. Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.” (Lukas 22:25-26).

Setiap kita memiliki panggilan untuk melayani, harus beranjak ke level yang lebih tinggi; bukan untuk dilayani! Tuhan Yesus hadir di atas muka bumi untuk mendirikan jemaat-Nya, bukan mendirikan gedung gereja. Jemaat Kristus berfungsi sebagai Tubuh Kristus. Semua anggota Tubuh Kristus bergerak, berkoordinasi, beraktivitas karena menerima perintah dari Kepala, yaitu Kristus Yesus sendiri. Jemaat harus memiliki paradigma yang benar akan hal ini, dengan kata lain jemaat harus kembali pada fungsinya semula sebagai Gereja/ Tubuh Kristus yaitu untuk menjalankan perintah dari Kepala (Kristus) untuk melayani.

Seringkali, pelayanan dipandang sebagai tugas dari hamba-hamba Tuhan seperti gembala atau pendeta saja. Namun, dalam Ef. 4:11-12 tertulis, “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,”

Hamba-hamba Tuhan yang diberikan oleh Tuhan Yesus bagi Gereja-Nya bukanlah melulu untuk disibukkan melakukan tugas pelayanan yang tiada habis-habisnya, melainkan tugas utama mereka adalah untuk memperlengkapi jemaat; agar jemaat menemukan dan menyadari kembali fungsinya untuk melayani Tuhan dan membangun Tubuh Kristus.

Seusai menyampaikan Firman Tuhan, saya mengajak segenap jemaat Connect Group untuk membentuk kelompok-kelompok kecil yang terdiri dua atau tiga orang untuk praktik saling melayani dalam doa. Jemaat Connect Group begitu antusias meresponi Firman Tuhan yang disampaikan dan dalam kelompoknya masing-masing, mereka saling melayani dengan mendoakan dan saling menguatkan.

All glory for Jesus!

Posted with WordPress for BlackBerry.


Hari Rabu, 9 Maret 2011 yang lalu diadakan Poksar (Kelompok Besar) Connect Group; gabungan dari beberapa CG di dalam wilayah penggembalaan Bapak Martin Mathenuis Simon (salah seorang pemimpin CG di Gereja Mawar Sharon Medan). Poksar CG ini diadakan di salah satu rumah jemaat di daerah Serdang dan poksar ini merupakan gabungan dari 5 Connect Group yang dihadiri oleh sekitar 40 jemaat. Tujuan diadakannya poksar CG ini adalah untuk mendoakan beberapa pemimpin baru untuk memegang jabatan sebagai fasilitator dan penilik wilayah.

Setelah menaikkan pujian dan penyembahan di hadapan Tuhan, Bapak Martin menyampaikan Firman Tuhan dari Kel. 4:10-12 dan berpesan kepada setiap anggota CG yang hadir bahwa Tuhan tidak memilih untuk memakai seseorang dinilai dari kemampuannya, namun Tuhan bisa memakai siapa saja yang mau dipakai untuk menjadi alat-Nya. Sekalipun sebagai umat Tuhan kita masih hidup dalam keterbatasan (baik secara kemampuan, kepemimpinan, talenta pelayanan, dsb.) namun Tuhan tidak pernah salah pilih. Penyertaan Tuhan justru semakin luar biasa saat kita taat dan mendengarkan suara-Nya untuk melaksanakan kehendak-Nya.

Dalam kesempatan kali ini, saya turut memberikan motivasi kepada calon-calon penilik dan fasilitator Connect Group yang baru berdasarkan kebenaran Firman Tuhan di dalam Kisah Rasul 8:1b-8.
Pada masa itu, iman Kekristenan sedang mengalami aniaya; namun penganiayaan tidak membuat iman Kekristenan menjadi terhambat pertumbuhannya. Justru melalui penganiayaan, Injil semakin diberitakan dan muncullah Filipus – seorang murid Yesus – yang dari semula tidak terlalu mencolok dipakai TUHAN, menjadi pemberita Injil di Samaria yang begitu dahsyat dipakai TUHAN dengan tanda-tanda, kuasa pelepasan dari roh jahat, serta mujizat kesembuhan.

Mungkin di masa kini penganiayaan secara fisik tidaklah kita alami, namun yang kita alami sebagai seorang Kristen justru “penganiayaan” secara mental karena seringkali menghadapi situasi-situasi sulit berupa pergumulan dan masalah kehidupan seperti sakit-penyakit, keuangan, hubungan yang retak, sakit hati, dan lain-lain. Bukan berarti dengan mengalami kondisi tersebut iman kita tidak bisa bertumbuh…! Seharusnya, iman kita semakin menyala-nyala dan semakin antusias dalam memberitakan Firman Tuhan, karena Firman harus diberitakan baik atau tidak baik waktunya (2 Tim. 4:2) – itulah kekuatan orang percaya!

Saya percaya, pemimpin-pemimpin Connect Group yang baru akan menjadi seperti Filipus, sekalipun secara pribadi juga memiliki masalah dan pergumulan, namun iman dan pemberitaan Firman Tuhan akan selalu dinyatakan. Bahkan, melalui Connect Group ini, akan banyak terdengar kesaksian mengenai tanda-tanda ajaib, bahkan mujizat yang TUHAN kerjakan bagi anggota kelompok sel seperti: kesembuhan luka-luka batin, hubungan suami-istri yang dipulihkan, orang yang kehilangan arah tujuan akan mendapatkan kembali, yang sakit disembuhkan, yang menderita dihiburkan, yang lemah iman dikuatkan, yang terikat dengan kuasa kegelapan akan dilepaskan, dan lain-lain.

Poksar malam itu ditutup dengan mendoakan para fasilitator dan penilik wilayah Connect Group yang baru serta mendoakan Bapak Martin selaku Gembala Wilayah CG. Maju terus, Connect Group!

Posted with WordPress for BlackBerry.