Posts Tagged ‘Allah’

Happy Easter 2014!

Posted: April 27, 2014 in Daily Devotion, Sermon
Tags: , , , ,

20140427-174952.jpg

Dari pembacaan ayat-ayat dalam Injil Yohanes pasal 20:19-22, ada makna Paskah yang perlu kita hayati dan renungkan bersama di tahun ini. Paskah adalah peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus dan di kala kita memperingatinya, kita belajar untuk semakin memahami makna berita Injil agar iman kita semakin bertumbuh dan menjadi semakin serupa dengan Kristus.

Murid-murid Tuhan Yesus pada masa itu dirundung duka yang begitu mendalam, hati yang penuh dengan kesedihan, serta depresi karena mereka kehilangan Tuhan dan Guru yang telah mengajarkan kebenaran. Belum lagi, kebingungan melanda mereka semua karena setelah menempuh perjalanan ke kubur Yesus, mereka mendapati bahwa kubur tersebut telah kosong dengan kain kapan terletak di tanah dan kain peluh sudah tergulung tergeletak di samping. Di hari ketiga setelah kematian-Nya, Tuhan Yesus hendak menunjukkan kepada murid-murid-Nya bahwa Dia telah bangkit seperti yang pernah difirmankan-Nya sebelumnya bahwa Dia akan bangkit di hari ketiga dari antara orang mati; sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati (Yoh. 20:9).

Damai sejahtera
Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” (ayat 19 dan 21). Kebangkitan-Nya mendatangkan damai sejahtera bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Damai sejahtera itulah yang menyebabkan murid-murid-Nya begitu bersukacita. Inilah yang Tuhan Yesus kehendaki dalam kehidupan saya dan Anda; agar damai sejahtera-Nya kita alami karena Dia sudah bangkit. Tidak ada lagi kekuatiran, rasa takut, keraguan maupun kebimbangan ketika kita dengan sungguh-sungguh beriman bahwa Tuhan Yesus telah bangkit! Kita memiliki Allah yang hidup. Faktanya adalah, sekalipun Dia telah mengalami kematian akibat menanggung sengsara untuk menebus dosa-dosa kita, namun tidak untuk seterusnya Dia mati. Kita akan menjadi orang paling mengenaskan selama hidup di dunia ini apabila Tuhan Yesus tidak pernah bangkit dari kematian. Namun, bersyukurlah karena Dia hidup! Kita memiliki Allah yang hidup untuk selama-lamanya dan Dia juga menyertai kita, mengerti akan pergumulan kita, menyediakan kebutuhan kita, senantiasa peduli ketika kita di dalam permasalahan, dan kuasa-Nya selalu tersedia saat kita menyerukan nama-Nya. Damai sejahtera yang diberikan-Nya kepada kita adalah damai sejahtera ilahi yang melampaui segala akal, dan damai sejahtera tersebut memelihara hati dan pikiran kita senantiasa dalam Kristus Yesus (Flp. 4:7). Tuhan Yesus bangkit karena hendak memberikan damai sejahtera-Nya kepada kita.

Pengutusan
Seusai Tuhan Yesus menyampaikan salam damai sejahtera-Nya, Dia berkata, “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”. Makna dalam kebangkitan Kristus tersirat sebuah misi pengutusan bagi setiap kita sebagai murid-murid-Nya. Dengan jelas Tuhan Yesus mengatakan bahwa Bapalah yang mengutus-Nya, kini dengan kuasa kebangkitan-Nya Dia juga hendak mengutus kita. Sebagai ‘utusan’ memiliki arti bahwa kita ini menjadi perwakilan-Nya untuk menyampaikan kabar baik; keselamatan dan pengampunan dosa bagi setiap orang-orang yang terhilang. Bila Anda sungguh-sungguh hendak menghayati kebangkitan Kristus di dalam hidup ini, bukalah hati dan terimalah perintah-Nya yang mengutus kita untuk bersaksi dan memberitakan Injil keselamatan. Bisa jadi, kita diutus kepada keluarga kita sendiri, sahabat-sahabat kita, lingkungan kerja, rekan studi, masyarakat, bahkan hingga ke bangsa-bangsa. Berilah diri Anda diutus oleh-Nya dan beritakan bahwa Tuhan Yesus telah bangkit.

Roh Kudus
Di ayat 22 tertulis, “Ia mengembusi mereka dan berkata: ‘Terimalah Roh Kudus.'”. Tuhan Yesus hendak membekali setiap orang yang bersedia untuk diutus dengan Roh Kudus. Siapakah pribadi Roh Kudus ini? Dalam Roma 8:11 dijelaskan mengenai pribadi Roh Kudus sehubungan dengan kebangkitan Yesus sebagai berikut, “Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.”. Roh Kudus adalah salah pribadi Allah Tritunggal yang membangkitkan Tuhan Yesus dari antara orang mati! Kabar baiknya adalah… Roh Kudus juga berdiam di dalam kita, karena tanpa Roh Kudus di dalam kita, kita tidak mungkin berkata, “ya Abba, ya Bapa!” (Rom. 8:15). Melalui Roh Kudus di dalam kita, sebagai utusan-Nya kita dimampukan untuk melakukan perkara-perkara yang luar biasa dalam melayani-Nya, seperti tertulis dalam Injil Markus 16:17-18, “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Terimalah damai sejahtera Tuhan Yesus, berilah diri Anda untuk diutus-Nya dan terimalah Roh Kudus dalam kehidupan Anda! Tuhan Yesus memberkati dan SELAMAT PASKAH!

Advertisements

20140406-001445.jpg

Shalom,
Memasuki bulan April 2014 ini yang menjadi sebuah dorongan kuat di dalam batin saya adalah untuk mengajak segenap jemaat GMS my home untuk berdoa. Saya yakin dan percaya, bahwa semua umat Tuhan pastilah berdoa. Namun, sangat besar kerinduan di dalam hati saya untuk sekali lagi mengingatkan jemaat untuk berdoa. Bukan sekedar doa-doa rutinitas yang kita panjatkan, doa yang sekedar didorong oleh kebutuhan saja, namun doa yang dilandaskan oleh kerinduan untuk senantiasa bersekutu intim dengan Roh Kudus sehingga senantiasa menikmati kasih karunia Tuhan Yesus yang berlimpah di dalam kasih Bapa. Menjelang diselenggarakannya acara Sumatra for Jesus pada bulan Mei 2014 mendatang, maka bulan April ini kita dedikasikan bersama sebagai bulan doa. Bagi kita semua yang telah memiliki kehidupan doa yang baik, tentunya akan lebih lagi kita tingkatkan. Namun, bagi yang merasa kehidupan doanya berantakan, baiklah menanggapi panggilan Tuhan di dalam bulan ini untuk kembali membangun mezbah doa.

Semua orang tentu ingin agar permohonan-permohonannya di dalam doa terjawab. Namun, doa bukanlah sekedar permohonan. Doa adalah hubungan. Untuk memulai suatu hubungan dengan Tuhan di dalam doa terkadang banyak orang mengalami kendala. Saya hendak meletakkan dasar hubungan dengan Tuhan dalam doa melalui renungan berikut ini di dalam 1 Yoh. 3:19-22.

1. Tenangkan hati
Ayat 19: Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah,
Untuk mengawali sebuah doa, tenangkan hati kita terlebih dahulu. Adakalanya hati kita begitu kacau, dipenuhi dengan berbagai macam pikiran-pikiran negatif, kekecewaan, bahkan sekalipun dipenuhi dengan kepuasan diri bisa menimbulkan tinggi hati, mengandalkan diri sendiri, dan akhirnya timbul rada malas untuk berdoa. Terimalah panggilan dari Sorga untuk sungguh-sungguh berdoa. Tenangkan diri, fokuskan hati, pikiran, dan seluruh aktivitas kita hanya kepada Tuhan.

2. Bebas dari rasa tertuduh
Ayat 20: sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.
Di saat berusaha fokus kepada Tuhan dan menenangkan hati, apa yang Anda rasakan? Seolah-olah kita mulai mendengar ada suara-suara yang timbul dari dalam hati dan melontarkan tuduhan demi tuduhan yang mengatakan bahwa kita tidak layak, pecundang, munafik, pemalas, pendosa, dan segala hal yang negatif ditujukan kepada kita. Fokusnya bukan kepada diri kita sendiri. Kebenarannya adalah kita adalah manusia yang penuh dengan kelemahan, kekurangan, dan masih memiliki potensi untuk berbuat dosa. Perhatikan bahwa di ayat ini tertulis, ‘Allah adalah lebih besar dari pada hati kita’. Serahkan semua tuduhan-tuduhan dari dalam hati kepada Allah yang besar, berfokuslah kepada Dia yang melebihi tuduhan-tuduhan hati kita dan mulailah untuk membuka diri bagi-Nya. Akui segala dosa dan kelemahan, maka Dia akan mengampuni kita.

3. Mendekat kepada Tuhan
Ayat 21: Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,
Sekarang, tuduhan-tuduhan dari dalam hati kita tidak lagi terdengar apabila kita telah bersungguh-sungguh menerima kasih karunia pengampunan-Nya. Dengan penuh keberanian, dekatkan diri kita kepada Tuhan. Ini adalah sebuah undangan spesial bagi Anda! Dia telah menantikan Anda untuk berdoa, membangun hubungan yang intim bersama-Nya!

4. Berkenan kepada-Nya
Ayat 22: dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.
Bagian yang terakhir ini mungkin yang paling menyenangkan bagi Anda – ‘memperoleh dari Tuhan untuk apa saja yang kita minta’? Tentu saja hal ini akan terjadi apabila kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Sekali lagi, doa bukanlah sekedar permohonan. Yang terutama dalam sebuah doa bukanlah daftar permohonan kita sehingga pribadi kitalah yang menjadi sorotan utamanya. Di dalam doa, bagaimana Anda membangun hubungan dengan Tuhan, itulah yang terpenting. Bedakan antara ‘berdoa’ dan ‘kehidupan doa’. Saat Anda ‘berdoa’, inilah waktu yang secara khusus Anda berikan kepada Tuhan untuk lebih lagi mengenal-Nya dan mengerti kehendak-Nya. Namun, sebuah ‘kehidupan doa’ adalah ketika Anda menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Bukan terkabulnya sebuah permohonan doa yang kita utamakan sewaktu kita berdoa, namun kejarlah perkenanan Tuhan, dengan berbuat apa yang menyenangkan hati-Nya… percayalah bahwa Dia sanggup menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan… bahkan melebihi yang kita harapkan serta melampaui yang dapat kita pikirkan.

Selamat menjalani hari yang luar biasa dengan kehidupan doa yang berkenan di hadapan Tuhan Yesus!

Akar Segala Kejahatan

Posted: November 15, 2013 in Daily Devotion
Tags: , , ,

20131205-211503.jpgRasa khawatir akan masa depan cenderung menjadi sebuah masalah pribadi dalam kehidupan setiap orang. Kekhawatiran bisa timbul apabila harapan tidak segera menjadi kenyataan, terjadi sebuah penolakan, kekurangan secara materi atau finansial, dan lain-lain. Kebanyakan orang khawatir akan hari depannya karena merasa berkekurangan secara finansial. Hal ini mendorong seseorang untuk bekerja segiat mungkin dan menggunakan sebagian besar waktunya untuk mendapatkan uang. Lambat laun, uanglah yang menjadi prioritas utama untuk dikejar dalam hidup ini. Benarkah uang merupakan segalanya dan hal terpenting dalam hidup ini? Tentu saja tidak. Uang hanyalah benda mati, alat tukar dalam sebuah transaksi namun memiliki daya tarik yang luar biasa bagi manusia dan jerat yang mendatangkan maut bagi yang memburunya. Dalam salah satu Surat Rasul Paulus kepada Timotius yang pertama dituliskan sebagai berikut, “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”(1 Tim. 6:10). Uang sendiri pada hakekatnya tidak jahat, juga tidak bisa dikatakan baik atau lebih tepatnya uang itu sendiri sifatnya netral. Apabila diumpamakan sebagai pisau yang tajam, maka pisau itu sendiri bisa digunakan untuk tujuan yang baik atau untuk kejahatan. Di tangan seorang master chef, pisau akan menjadi sebuah alat pemotong yang baik untuk mengolah daging, sayur dan buah-buahan menjadi makanan yang lezat. Namun, di tangan seorang pembunuh, pisau bisa menjadi alat untuk melakukan niat jahatnya. Jadi, pisau hendak digunakan sebagai alat untuk tujuan yang baik atau tidak itu tergantung dari siapa yang sedang memegang pisau tersebut. Demikian juga dengan uang. Siapa yang memegang uang, dialah yang mengendalikan uang tersebut.

Cinta uanglah yang merupakan akar segala kejahatan, hal ini telah diperingatkan oleh Rasul Paulus dalam Perjanjian Baru agar kita menjadi pribadi yang bijaksana dalam menyikapi hal keuangan. Uang bukanlah segala-galanya. Uang memang penting dalam kehidupan, tanpa alat tukar ini kita tak akan bisa memenuhi kebutuhan hidup. Uang membuat kita bisa melakukan banyak hal dibandingkan jika kita tak memilikinya. Tetapi sepenting-pentingnya uang, sebanyak apa pun pundi-pundi uang anda, ada hal-hal yang tak bisa dibeli olehnya. Ada sebuah renungan yang dapat diambil hikmahnya dari pernyataan sebagai berikut, ‘dengan uang dapat membeli rumah megah, namun bukan tempat tinggal’, ‘dengan uang dapat membeli obat, namun bukan kesehatan’, ‘dengan uang dapat membeli tempat tidur, namun tidak dapat membeli tidur nyenyak’. Gara-gara memperebutkan uang warisan hubungan persaudaraan bisa menjadi rusak, karena menginginkan uang yang lebih banyak seseorang bisa mengkhianati mitra kerjanya, karena masalah keuangan sebuah keluarga bisa hancur.

Ketika Anda menjalani hidup sehari-hari, uang hendaknya tidak menjadi tujuan utama yang Anda kejar dalam hidup ini. Suatu saat kita akan meninggalkan dunia fana ini untuk mempertanggungjawabkan hidup kita dalam kekekalan. Uang tidak akan turut menyertai kita di kehidupan yang akan datang. Selama hidup ini, janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibr. 13:5). Milikilah tujuan hidup yang berkenan di hadapan Tuhan dan mari kita memiliki cara pandang yang benar mengenai uang. Hindari cinta akan uang agar kita memiliki karakter yang lebih baik dan dijauhkan dari segala kejahatan dan keserakahan. See you in the greater glory!


20130828-232835.jpg

Hari yang luar biasa bagi para wanita, karena pada hari Sabtu, 24 Agustus yang lalu Mawar Sharon Women GMS my home mengadakan acara “Attractive Women”. Semenjak pukul 09.00 pagi, tampak para wanita mulai berdatangan hadir dalam acara ini dan melakukan registrasi ulang untuk memperoleh name-tag peserta, women’s kit, dan pengumpulan nomor door prize. Seusai registrasi ulang, para peserta diarahkan untuk dapat berpose dia area photo booth yang didekorasi dengan nuansa berwarna pink yang memancarkan kepribadian seorang wanita yang menarik. Sekitar 360 jemaat Wanita baik yang masih lajang, para istri, dan Wanita berusia senior mengikuti acara ini dengan antusias. Sebagian besar peserta berasal dari kota Medan, ada pula beberapa di antaranya dari luar kota di Propinsi Sumatra Utara.
20130828-232915.jpg
Acara ini dimulai tepat pukul 09.30 WIB dan dipandu oleh dua MC wanita yang sangat menyegarkan dan menarik. Sesi pertama dilayani oleh ibu Yesika Suryani selaku gembala Mawar Sharon Women GMS my home dengan tema “Inside Out”. Beliau meletakkan dasar bagi para wanita agar menjadi attractive di mata Tuhan. Dalam khotbahnya, wanita diilustrasikan seperti lampu yang memancarkan sinar karena tersambung dengan daya listrik yang mengalir, sehingga para wanita harus senantiasa tersambung dengan Tuhan (connect with GOD). Lampu bisa saja sudah tersambung dengan benar dan dialiri arus listrik, namun apabila lampu tidak bisa bersinar disebabkan ada satu bagian komponen yang rusak, dalam hal ini gambar diri wanita yang masih belum dipulihkan. Wanita akan bersinar bila menampilkan inner beauty dengan gambar diri yang dipulihkan. Hal ini akan terwujud apabila menjaga hati dengan segala kewaspadaan, menutup telinga dari setiap intimidasi iblis namun tetap membuka telinga hanya untuk mendengar nasehat dan petunjuk Tuhan, dan selalu memiliki pikiran yang selalu diperbaharui.
“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8), demikianlah ayat Firman Tuhan yang dikutip oleh ibu Yesika. Setiap wanita harus mempunyai hidup yang berkualitas serta memberi dampak/ pengaruh yang positif bagi lingkungannya.
20130828-233021.jpg
Dalam sesi kedua dilayani oleh ibu Desi Trisnawati (Master Chef – Jakarta) dengan tema “ABCD’s recipes for Attractive Women”. Dalam sesi kedua ini, ibu Desi menjelaskan bahwa seorang Attractive Woman hendaknya memenuhi 4 kategori ini; A for Attitude and Appearance, B for Brilliant, C for Creative and D for Dare.
Attitude, wanita harus mempunyai sikap hati yang benar, karena “hatiku kekuatanku”.
Appearance tentang berpenampilan yang sopan dan menarik.
Briliant, sebagai wanitanya Allah kita harus mengetahui kehendak Tuhan dalam hidup kita, anugerah Tuhan itu memampukan kita untuk hidup seturut kehendak-Nya.
Creative, orang yang suka marah itu tidak kreatif. Definisi kebodohan adalah melakukan hal yang sama berulang-ulang namun mengharapkan hal yang berbeda.
Dare to be different, berani tampil berbeda di tengah-tengah kegelapan dunia.
20130828-233918.jpg
Sesi kedua diakhiri dengan makan siang selama kurang lebih setengah jam, dilanjutkan dengan special performance, seorang penyanyi solo membawakan lagu Beautiful – kamu cantik dari hatimu (Cherry Belle), lalu sepuluh model dari jemaat menampilkan fashion show bersama Sdri. Happy Debora (One Model Academy – Surabaya). Penampilan fashion show ini sangat memeriahkan acara tersebut. Acara semakin seru saat dibuka tanya jawab kepada Sdri. Happy Debora seputar bagaimana Wanita dapat berpenampilan lebih menarik yang dipandu oleh MC. Melalui fashion show ini disampaikan nilai bahwa menjadi Wanita yang menarik itu dimulai dari dalam hati (inner beauty), serta untuk tampil cantik wanita harus selalu berpakaian yang rapi dan sopan.

Sesi ketiga yang dilayani oleh ibu Julita Manik, dengan tema “Power of Praise”. Wanita dibekali Tuhan dengan banyak kata-kata dan dari perkataan kita ada dua kuasa: Kuasa kehidupan atau Kuasa kematian. Hendaklah firman-firman Tuhan yang terus diperkatakan sebab Firman Allah itu sungguh berkuasa dan akan memberikan kuasa kehidupan untuk selama-lamanya. Sebagai wanita yang menjabat posisi sebagai seorang ibu, sering-seringlah memperkatakan perkataan yang membangun dan memotivasi suami dan anak- anak. Alhasil suami akan menjadi semakin baik seperti apa yang diperkatakan dan anak-anak juga akan bertumbuh menjadi anak yang terus punya semangat dan sanggup meraih keberhasilan demi keberhasilan dalam hidupnya.

Di akhir sesi terakhir ini, ibu Yesika mengundang para jemaat wanita yang memiliki pergumulan agar dapat didoakan. Sekitar 25 orang lebih maju ke depan untuk didoakan serta mengalami hadirat Tuhan. Di penghujung acara “Attractive Women” ini dilakukan pengambilan door prize, yang disambut sangat meriah oleh para peserta yang hadir. Acara ini bukanlah acara biasa, dan biarlah para wanita semakin dikuatkan, hidupnya mengalami pemulihan, karakter ilahi dari Yesus Kristus menjadi bagian kehidupannya, sehingga menjadi dampak yang luar biasa baik bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat di sekelilingnya. Jadilah wanita ilahi yang berdampak! (AW)

Kemenangan Sejati

Posted: June 23, 2013 in Daily Devotion
Tags: , ,

Kemenangan SejatiSebelum terlahir sebagai manusia, embrio yang terbentuk di dalam rahim seorang ibu berawal dari ratusan juta sel sperma seorang pria yang berusaha keras untuk bersaing menuju sel telur. Dalam menempuh perjalanan ini, ada yang gugur di tengah jalan, kehilangan arah ke sana kemari, hingga akhirnya tersisa beberapa dan… hanya satu sel sperma saja yang akhirnya ‘muncul sebagai pemenang’ untuk membuahi sel telur. Anda pun terlahir sebagai pemenang di dunia ini karena telah mengalahkan sekian ratus juta ‘calon’ penduduk dunia. Semua orang yang lahir di dunia memiliki karakter seorang pemenang, karena itu kita senantiasa terpacu untuk menjadi yang terbaik dan menjadi posisi teratas atau peringkat pertama.

Jadilah yang terbaik!
Sebagai bibit unggul yang terlahir di dunia ini, tentunya saya dan Anda dapat mencapai yang terbaik dalam aspek kehidupan yang telah Tuhan percayakan bagi kita, baik dalam hubungan keluarga, pekerjaan, karir, bisnis, keuangan, dan sebagainya. Ya, untuk menjadi yang terbaik kita harus menyadari bahwa potensi ‘terbaik’ itu telah ada dalam diri kita, karena sudah menjadi bawaan lahir. Dengan penuh tanggung jawab, kita juga perlu terus mengembangkan potensi tersebut dengan belajar, tekun, berusaha sampai bisa dan melakukan segala sesuatu dengan teliti. Sebuah perusahaan memperoleh penghargaan terbaik karena memberikan pelayanan yang terbaik, baik bagi karyawannya maupun bagi pelanggannya; bukan sekedar sehat secara keuangan belaka atau karena berhasil mengejar keuntungan setinggi-tingginya saja. Firman Allah juga memotivasi kita untuk melakukan yang terbaik sebagai berikut, “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kol. 3:23). Apa yang dapat kita kerjakan bagi pencipta kita? Tentunya kita akan melakukannya sebaik mungkin, bukan? Sekalipun kita bekerja di antara manusia, lakukanlah yang terbaik seperti kita melakukannya untuk Tuhan.

Lebih dari pemenang
Semua yang terlahir di dunia ini adalah para pemenang! Hal ini dapat kita rasakan dalam seluruh peredaran darah maupun denyut nadi kita. Semangat untuk menang, gairah untuk berkompetisi, keinginan untuk bersaing, semuanya melekat di dalam jiwa kita. Kita diciptakan untuk mengalahkan dunia (1 Yoh. 5:4a)! Kemenangan yang kita raih hendaknya bukan untuk merugikan seseorang, persaingan yang kita menangkan bukan untuk mematikan usaha orang lain, menjadi juara dalam kompetisi juga bukan karena disulut oleh dendam. Jiwa seorang pemenang sejati adalah membangun, bukan merusak atau menghancurkan sesamanya. Kemenangan sejati pasti disertai oleh kasih. Orang-orang yang meraih kemenangannya atas dasar kasih adalah orang-orang yang lebih dari pemenang, seperti tertulis dalam Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma sebagai berikut, “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.” (Rom. 8:37).

Dalam bidang kehidupan apapun yang sedang Anda jalani saat ini, seolah-olah berada dalam perlombaan lari menuju ke sebuah garis finish. Selama masih ada waktu dan kesempatan, pergunakanlah sebaik mungkin untuk meraih kemenangan. Adakalanya seseorang dapat mengalami kegagalan, namun jangan takut… kegagalan tidak membuat Anda menjadi seorang pecundang, bukan? Kegagalan merupakan rintangan yang harus dilewati oleh pemenang sejati. Raihlah kemenangan Anda dalam hidup ini! See you in the greater glory!