Posts Tagged ‘berkat’


Suatu kali, saya memperhatikan kedua anak saya yang sedang bermain-main. Menyaksikan tingkah laku kedua anak perempuan saya, membuat saya tersenyum bahkan terbahak-bahak. Mereka bermain-main dan melakukan sesuatu layaknya orang dewasa. Lucu sekali tindakan mereka, mereka berjual beli dengan uang mainan, menggendong boneka bayi, alat masak mainan, dan sebagainya. Mereka memperagakan kehidupan bagaikan orang dewasa dengan beragam mainan mereka. Saat bermain dan memperagakan aktivitas yang biasanya rutin dilakukan oleh orang dewasa sehari-hari, sebenarnya juga mempersiapkan diri mereka untuk menggunakan alat-alat yang sebenarnya ketika mereka dewasa kelak. Saat ini, anak-anak masih belum mampu mengelola uang asli, misalnya; oleh karena itu mereka menggunakan uang mainan. Paling tidak, mereka sudah memahami untuk melakukan transaksi harus menggunakan uang. Suatu saat ketika mereka beranjak remaja nanti, saya akan mulai mempercayai sejumlah uang kepada mereka dalam jumlah yang sangat terbatas. Bila mereka sudah dapat mengelolanya dengan baik, saya akan mempercayakan jumlah yang lebih besar dan seterusnya.

“Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.” (1 Korintus 13:11)

Demikian saya menyadari pola ini terjadi juga dalam kehidupan rohani kita. Tuhan tidak langsung mempercayakan berkat yang begitu besar bagi kita, karena belum tentu kita dapat mengelolanya. Tuhan tahu waktu yang paling tepat untuk mencurahkan berkat-berkat-Nya bagi kita. Ketika kita masih kanak-kanak secara rohani, Tuhan belum mempercayakan kepada kita tanggung jawab, pelayanan, pengurapan, bahkan berkat yang seharusnya diterima oleh seseorang yang telah dewasa rohani. Kanak-kanak rohani cenderung menjadi tinggi hati dan belum siap mengelola tanggung jawab yang begitu besar dan kemungkinan besar akan mengalami kejatuhan. Namun, Tuhan akan menuntun kita untuk bertumbuh dan mempercayakan kita dimulai dari perkara-perkara kecil.

“Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.” (Matius 25:21a)

Mari terus bertumbuh menjadi pribadi yang semakin dewasa di dalam Kristus. Seiring pertumbuhan rohani kita, Tuhan akan banyak mempercayakan ‘perkara-perkara kecil’ dalam hidup kita. Jangan anggap hal-hal seperti itu sebagai sebuah beban, namun pandanglah sebagai ‘latihan’, karena apabila kita kita setia, suatu saat kita akan diberi tanggung jawab dalam perkara yang besar. Sama seperti kedua anak saya saat ini bermain-main dengan uang mainan, suatu saat ketika mereka dewasa saya akan mempercayakan uang asli bagi mereka. Tuhan Yesus akan mempercayakan berkat yang semakin besar bagi umat-Nya yang terus bertumbuh menjadi dewasa rohani. Selamat menjalani hari yang luar biasa!

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Pagi ini, ketika merenungkan kebenaran Firman Tuhan, sebuah ayat dalam nubuatan Nabi Yesaya menjadi sebuah rhema yang begitu kuat di dalam hati saya sebagai berikut, “Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.” (Yesaya 44:3).

Dalam Firman-Nya dituliskan bahwa Dia akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Janji ini berlaku juga bagi keturunan kita, Roh-Nya akan dicurahkan bagi keturunan kita dan berkat-Nya atas anak cucu kita. Lewat perenungan Firman Tuhan pagi ini, saya menyadari, bahwa ‘warisan’ yang dapat kita tinggalkan bagi keturunan kita kelak bukan hanya sebatas materi, harta benda, dan kekayaan; namun ada hal-hal yang bersifat kekal dan tidak dapat diukur dengan kekayaan yang dapat diraih seseorang. Keintiman kita dengan Tuhan di masa kini ternyata juga berdampak hingga pada keturunan kita di masa mendatang. Curahan kuasa Roh Kudus yang akan menuntun, membimbing, dan menyertai kehidupan seseorang merupakan warisan yang sangat tak ternilai. Berkat yang dicurahkan bagai hujan lebat ke atas tempat kering, juga diberikan-Nya bagi anak cucu kita juga sebagai bagian warisan yang dijanjikan-Nya. Syukur bagi Tuhan Yesus atas janji-janji-Nya yang kekal bagi kehidupan orang percaya! Selamat menjalani hari yang luar biasa!

Posted with WordPress for BlackBerry.


Dalam kitab terakhir Perjanjian Lama, yaitu sebuah kitab yang ditulis oleh Maleakhi, terdapat peringatan yang ditujukan kepada bangsa Israel, karena mereka membandingkan hidup mereka dengan orang fasik. Maleakhi menuliskan, “Kamu berkata: “Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam? Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allah pun, mereka luput juga.”” (Mal. 3:14-15). Orang Israel merasa kehidupan mereka apabila dibandingkan orang yang tidak mengenal Allah justru lebih berbahagia dan mujur kehidupan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan ini. Sedangkan bangsa Israel begitu taat memelihara Firman Tuhan dan hidup dalam peraturan-Nya, namun hidup mereka justru menderita.

Namun, Maleakhi menegor bangsa Israel dengan menuliskan demikian, “Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: “TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.”” (ayat 16). Sebenarnya, di samping kitab kehidupan yang di dalamnya tercatat nama-nama orang yang diselamatkan karena telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, terdapat sebuah kitab yang bernama ‘kitab peringatan’ untuk mencatat perbuatan-perbuatan orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya. Karena itu, jangan jemu-jemu untuk melakukan perbuatan-perbuatan di dalam kebenaran.

Lalu, Maleakhi mengingatkan kita akan janji Tuhan sebagai berikut: “Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia. Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.” (ayat 17-18)

Sesungguhnya, terdapat perbedaan antara orang benar dengan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya. Namun, seringkali cara hidup kita tidak jauh berbeda dengan orang fasik maupun orang yang tidak menyembah Dia. Dalam Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma 12:2a tertulis, “ Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu,…” atau dengan kata lain “Jadilah berbeda dengan dunia!”. Cara hidup kita, bagaimana kita memulai aktivitas harian kita, cara berpacaran, cara kita mengambil keputusan, cara kita membangun kehidupan rumah tangga, mendidik anak, dan lain-lain… sudahkah kita berbeda dengan cara orang yang tidak mengenal Tuhan? Perbedaan tersebut harus kita buat dengan sengaja, bukan mengikuti kebiasaan, gaya hidup maupun pengaruh lingkungan di sekitar kita yang belum tentu dilandaskan oleh kebenaran Firman Tuhan. Bagi Anda yang hidup dengan cara yang ‘disengaja’ untuk berbeda dengan dunia ini tentu saja akan menerima berkat yang berbeda dari Tuhan.

Berkat yang akan diterima orang benar – yang tentunya memiliki cara hidup yang berbeda dengan dunia – tertulis dalam Ulangan 28:13 sebagai berikut:
1. “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, …”
Ini merupakan janji ‘promosi’ dari Tuhan. Namun promosi datang disertai dengan bertambahnya tanggung jawab. Ketika dalam pekerjaan atau karir Anda seolah-olah atasan Anda sedang menambahi pekerjaan maupun kesibukan Anda dengan tanggung jawab yang lebih lagi… jangan berpikiran negatif dulu dan merasa ini merupakan sebuah tambahan ‘beban’ dalam hidup Anda. Pandanglah hal ini sebagai sebuah bentuk promosi. Tentunya, seorang atasan atau pimpinan tidak akan memmberikan tanggung jawab lebih kepada orang yang tidak ‘qualified’, bukan? Seiring bertambahnya tanggung jawab dalam hidup Anda, promosi dari Tuhan menyertai hidupmu!

2. “engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia…”
Janji yang kedua merupakan berkat ‘peningkatan’ ada 3 hal yang meningkat dalam hidup kita apabila kita hidup secara berbeda dari dunia ini:
a. Peningkatan secara rohani
Kedekatan kita dengan Tuhan; keintiman dengan Tuhan Yesus dalam kehidupan rohani kita akan meningkat, tentunya disertai dengan meningkatnya komitmen kita untuk semakin sungguh-sungguh mencari wajah Tuhan, menyediakan waktu untuk lebih banyak berdoa, memuji dan menyembah Tuhan, serta menggali kebenaran Firman-Nya. Meningkat secara rohani membuat kita menjadi pribadi yang semakin dewasa secara rohani.
b. Peningkatan karakter
Seseorang yang dekat dengan Tuhan dan senantiasa mengalami kasih-Nya; saya percaya orang tersebut akan semakin mengalami perubahan dalam karakternya dan menjadi lebih baik. Orang yang semakin dewasa secara rohani akan tampak pula dari buah karakternya yang semakin matang dan berkenan kepada Tuhan.
c. Peningkatan berkat jasmani
Berkat jasmani meningkat dalam kehidupan kita bukan karena dipengaruhi faktor kerja keras, kerajinan, dan kepandaian kita semata. Namun, saat kita meningkat secara rohani sehingga mencapai kedewasaam rohani, maka Firman Tuhan akan digenapi: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (I Kor. 2:9).

Mari, buatlah perbedaan cara hidup kita di dunia ini untuk semakin merepresentasikan Tuhan di atas muka bumi ini. Be different! Jadilah berbeda!

Posted with WordPress for BlackBerry.


Hari Pertama di Bukit Doa Immanuel

Hari Minggu siang, tanggal 1 Mei 2011 setelah mengikuti Ibadah Army of GOD MS Youth di Jatim Expo, rombongan Mission Trip GMS Distrik Sumatra melanjutkan perjalanan ke arah Bukit Doa Immanuel (BDI), Prigen. Perjalanan yang ditempuh melewati kota Sidoarjo dan berhenti sejenak untuk sekedar membeli oleh-oleh di sebuah pusat perbelanjaan. Selanjutnya perjalanan diteruskan ke daerah Tanggulangin, tempat kerajinan kulit, lalu kami menuju ka Prigen.

Hujan rintik-rintik mengiringi perjalanan kami selama menuju Bukit Doa Immanuel dan kami tiba di sana sekitar pukul 18.00 WIB. Bukit Doa milik Yayasan Mawar Sharon ini diberi nama Immanuel untuk mengingat bagaimana Allah menyertai proses awal hingga berdirinya bukit doa ini. Kawasan seluas kurang lebih sekitar 5,5 hektar ini merupakan tempat yang sangat tepat untuk berdoa, retreat, dan mendekatkan diri pada Tuhan. Rombongan Mission Trip segera melakukan check-in dan segera menempati kamar masing-masing agar dapat beristirahat dan mempersiapkan diri untuk makan malam. Sekitar pukul 7 malam, kami makan malam bersama di Kantin BDI.

Sebelum seluruh rombongan Mission Trip trip beristirahat malam itu, dibuka kesempatan untuk beberapa di antara peserta Mission Trip memberikan kesan, pesan, maupun kesaksian selama mengikuti Surabaya for Jesus. Seorang ibu memberi kesaksian bagaimana dirinya mengalami mukjizat sewaktu turun dari bus di pusat oleh-oleh Sidoarjo, dia terjatuh sehingga kakinya mengalami luka ringan namun sekalipun kakinya menahan beban tubuhnya, namun tidak mengalami keseleo sehingga masih dapat berjalan normal tanpa merasa sakit.

Ada juga sepasang kakek dan nenek yang mengikuti Surabaya for Jesus ini merasa sangat bersuka cita karena kembali merasa memiliki jiwa muda dan selama mengikuti SFJ menari-nari bagi Tuhan dengan antusias, bahkan melebihi anak muda! Adapula kesan dari youth yang merasa begitu ‘terbakar’ dengan hal-hal yang Tuhan kerjakan bagi kota Surabaya dan ingin membawa api tersebut bagi anak-anak muda di Medan. Setelah kesaksian demi kesaksian, seluruh rombongan Mission Trip beristirahat karena keesokan harinya akan diadakan saat teduh bersama di pagi hari.

Hari Kedua di Bukit Doa Immanuel
Hari kedua di BDI, 2 Mei 2011 dimulai dengan acara saat teduh bersama pada pukul 6 pagi. Saat teduh diawali dengan menaikkan pujian “Sumatra bagi Kemuliaan-Mu”, yang merupakan gubahan dari lagu Theme Song Surabaya for Jesus “Surabaya bagi Kemuliaan-Mu” oleh Redo Daeng Badji. Pujian tersebut dinaikkan sebagai berikut:

Kami umat-MU berkumpul
Bersujud menyembah
Naikkan doa kami
Di hadapan tahta-MU

Kami nyatakan KAU TUHAN
Atas kota kami
Datanglah K’rajaan-MU
Nyatakan kuasa-MU

Bridge:
Kami serukan KAU TUHAN
Kami nyatakan

Reff:
Sumatera bagi kemuliaan-MU
Nyatakanlah kebesaran-MU
Kan kami tinggikan
Kami Agungkan
Kau YESUS…TUHAN

Sumatera bagi kemuliaan-MU
Nyatakanlah kebesaran-MU
Kan kami serukan
Kami nyatakan
Sumatera… Bagi-MU YESUS

Pagi itu, saya memimpin saat teduh dan menyampaikan kebenaran Firman Tuhan diambil dari Injil Luk. 5:1-10. Yesus yang sedang berada di tepi danau Genesaret, menaiki perahu Petrus dan mengajar orang banyak di situ. Petrus adalah seorang pengusaha dengan profesi nelayan, yang menggambarkan kita sebagai umat Tuhan. Kemudian Yesus memerintahkan Petrus agar menolakkan perahunya ke tempat yang dalam untuk menjala ikan. Petrus sempat sangsi dan mengatakan bahwa mereka telah melakukannya sepanjang malam dan tidak mendapatkan ikan. Ikan merupakan ‘berkat’ yang menjadi target yang selalu diusahakan oleh Petrus setiap hari sebagai penghidupannya. Petrus merupakan gambaran dari kehidupan kita di dunia ini yang selalu berusaha untuk mencari berkat. Jala merupakan ‘visi’ yang dimiliki Petrus untuk memperoleh berkat tersebut.

Visi kecil yang di’koyak’kan
Saat Petrus menuruti perintah Yesus untuk menjala ikan, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Saat mereka mengerjakan perintah Yesus, visi Petrus yang ‘kecil’ sebagai penjala ikan dikoyakkan! Demikian pula apabila kita mengikuti mengikuti Surabaya for Jesus yang luar biasa ini dan benar-benar mengikuti perintah TUHAN, visi kita yang kecil akan koyak, karena tidak lagi dapat menampung kelimpahan berkat dari pada-Nya! Bukankah visi kita yang kecil selama ini adalah ‘menjala’ berkat dengan bekerja untuk diri kita sendiri sehingga kita memfokuskan diri dalam hidup ini untuk mencari berkat sebanyak-banyaknya.

Visi Tuhan Yesus bagi kita
Namun, visi Tuhan Yesus bagi kita – sebuah visi yang besar – adalah agar kita menjadi penjala manusia, yaitu dengan memenangkan jiwa-jiwa, menjadi garam dan terang dunia, pengusaha yang cinta Tuhan dan berpengaruh di marketplace, di manapun Anda ditempatkan saat ini!

Saya mengakhiri Firman Tuhan dengan konklusi sebagai berikut:
1. Sepulang dari Surabaya, saat Mission Trip kembali ke kota masing-masing (Medan, Palembang, Pekanbaru), setiap orang harus melayani Tuhan! Tidak ada yang hanya sekedar menjadi penonton, namun semuanya terlibat dalam pelayanan. Tidak ada pengangguran di dalam Rumah Tuhan! Apabila tidak mengambil bagian dalam pelayanan, maka pengurapan, impartasi, dan api kebangunan rohani yang sudah diperoleh dari SFJ akan sia-sia.
2. Pada ayat ke-7 tertulis, “Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.”
Saya berpesan agar sekembalinya di kota masing-masing untuk menularkan visi, impartasi, pengurapan, dan api kebangunan rohani kepada semua yang ditemui, baik keluarga, teman-teman, jemaat di gereja, anggota Connect Group, dan lain-lain. Saya berharap, visi kecil dari orang-orang yang ditemui juga akan ‘koyak’ dan digantikan dengan visi yang besar dari Tuhan Yesus. Selain itu, saya juga mengajak Mission Trip untuk menerapkan segala sesuatu yang sudah dipelajari di SFJ, baik kebenaran yang diperoleh, hikmat yang diinspirasikan oleh Roh Kudus, maupun nilai-nilai yang diperoleh dari keluarga besar Gereja Mawar Sharon.
3. Menjadi anggota tetap Mission Trip dan selalu mengikuti apabila diadakan konferensi seperti ini dan mengajak rekan-rekan yang lain, sama seperti Petrus mengajak teman-temannya di perahu yang lain untuk menampung kelimpahan dari TUHAN!


Sumatra for Jesus!

Posted with WordPress for BlackBerry.


Dalam keseharian, kita selalu dihadapkan dengan berbagai-bagai pilihan dan kita harus mengambil keputusan untuk memilih di antara banyak pilihan. Sederhana saja, dimulai dari waktu pagi; kita dihadapkan untuk bangun lebih awal atau melanjutkan tidur, berdoa terlebih dahulu atau membaca Alkitab atau bahkan memilih untuk membaca koran atau membuka handphone, memilih pakaian mana yang hendak dikenakan, dan sebagainya.

Dalam hidup ini kita dihadapkan dengan banyak pilihan, dan kita perlu bijaksana untuk memilih. Yang perlu dijadikan pedoman sebelum memilih adalah pastikan bahwa pilihan kita berkenan di hati TUHAN. Baik itu memilih pekerjaan, teman, pasangan hidup, dan lain-lain. TUHAN memberi ‘kehendak bebas’ kepada manusia untuk memilih bukan berarti sebebas-bebasnya memilih sesuka hati, namun TUHAN ingin agar kita tidak menjadi seperti ‘robot’ dan agar kita belajar bahwa setiap pilihan yang kita putuskan hendaknya memuliakan DIA.

Dalam Alkitab tertulis, “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.” (Ulangan 30:19-20).

TUHAN memerintahkan kita untuk memilih KEHIDUPAN; apapun yang kita putuskan sewaktu memilih hendaknya memenuhi kriteria ini:
1. Atas dasar mengasihi TUHAN
2. Karena kita mendengarkan suara-Nya
3. Tetap berpaut kepada-Nya

Selamat menjalani hari yang luar biasa!

Posted with WordPress for BlackBerry.