Posts Tagged ‘doa’


Sum4Je 1

Melalui konferensi ini, Anda akan semakin diperlengkapi untuk melihat Pulau Sumatra dari sudut pandangnya Tuhan, sehingga cinta akan Sumatra semakin tertanam di dalam kita. Melalui gereja-Nya, Tuhan akan melakukan perkara-perkara yang ajaib sehingga Anda akan belajar untuk menangkap hati-Nya untuk mencintai dan memenangkan Pulau Sumatra bagi Tuhan Yesus.

Bukan sebuah slogan saja, namun Sumatra for Jesus akan menjadi sebuah impartasi bagi gereja-gereja lokal khususnya di Sumatra dan sekitarnya untuk menjadi semakin kuat dan berdampak. Lebih dari 2000 tahun yang lalu Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk memberitakan Injil dengan disertai dengan kuasa SUPERNATURAL untuk mengadakan mujizat dan tanda-tanda ajaib.

Inilah waktunya gereja bangkit, kembali dipenuhi dengan pengurapan dan kuasa SUPERNATURAL untuk bersaksi, memberitakan Injil dan memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang bagi Tuhan Yesus. Hamba-hamba Tuhan yang diurapi akan menginspirasi Anda dalam setiap sesi dan workshop yang ada, dilanjutkan dengan KKR Kesembuhan Ilahi “Kuasa Salib-Nya” dan “Festival Kuasa Allah” selama dua malam berturut-turut.

Sum4Je 2a

Konferensi Sumatra For Jesus 2014 ini terdiri dari 6 sesi utama disertai dengan 4 workshop penginjilan yang dapat Anda pilih sesuai dengan panggilan pelayanan Anda.

Marketplace Evangelism
Marketplace merupakan ladang yang sangat luas bagi pemberitaan Injil. Pelayanan Tuhan Yesus bukan saja di tempat-tempat religius namun juga di marketplace. Melalui workshop ini Anda akan diperlengkapi untuk menjadi dampak secara supernatural di dunia marketplace.
Children Evangelism
Tuhan tidak pernah menentukan jenjang usia tertentu untuk mengalami pertobatan. Bahkan, anak-anak pun bisa mengalami pertobatan di kala menerima pemberitaan Injil. Anak-anak begitu berharga bagi Kerajaan Sorga sehingga Anda pun perlu diperlengkapi untuk menjangkau anak-anak bagi Kristus!
Prayer and Evangelism
Ketika Gereja terus berdoa dan mencari kehendak Tuhan, kebangunan rohani akan terjadi. Injil akan diberitakan dengan penuh kuasa sehingga jiwa-jiwa yang terhilang akan mengalami pertobatan. Doa dan penginjilan akan menjadi kegerakan yang senantiasa selaras dengan isi hati Tuhan.
Youth Evangelism
Nilai-nilai kehidupan yang dianut oleh seseorang semenjak masa mudanya akan mempengaruhinya ketika dewasa dan akan berdampak bagi generasi selanjutnya. Masih banyak jiwa-jiwa yang terhilang di usia muda sehingga Gereja harus bangkit untuk memberitakan Injil kepada generasi muda demi masa depan yang lebih baik.

Terimalah impartasi dan pengurapan yang SUPERNATURAL dalam Sumatra for Jesus 2014!

Sum4Je 2b

Untuk Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Calvin (Medan) +62852 0734 2198 | Nini (Palembang) +62813 6767 2500 | Dewi (Pekanbaru) +62896 1517 7543 | Franky (Lampung) +62896 2519 3164 | atau email kami di myhome@gms.or.id

 

Advertisements

20140406-001445.jpg

Shalom,
Memasuki bulan April 2014 ini yang menjadi sebuah dorongan kuat di dalam batin saya adalah untuk mengajak segenap jemaat GMS my home untuk berdoa. Saya yakin dan percaya, bahwa semua umat Tuhan pastilah berdoa. Namun, sangat besar kerinduan di dalam hati saya untuk sekali lagi mengingatkan jemaat untuk berdoa. Bukan sekedar doa-doa rutinitas yang kita panjatkan, doa yang sekedar didorong oleh kebutuhan saja, namun doa yang dilandaskan oleh kerinduan untuk senantiasa bersekutu intim dengan Roh Kudus sehingga senantiasa menikmati kasih karunia Tuhan Yesus yang berlimpah di dalam kasih Bapa. Menjelang diselenggarakannya acara Sumatra for Jesus pada bulan Mei 2014 mendatang, maka bulan April ini kita dedikasikan bersama sebagai bulan doa. Bagi kita semua yang telah memiliki kehidupan doa yang baik, tentunya akan lebih lagi kita tingkatkan. Namun, bagi yang merasa kehidupan doanya berantakan, baiklah menanggapi panggilan Tuhan di dalam bulan ini untuk kembali membangun mezbah doa.

Semua orang tentu ingin agar permohonan-permohonannya di dalam doa terjawab. Namun, doa bukanlah sekedar permohonan. Doa adalah hubungan. Untuk memulai suatu hubungan dengan Tuhan di dalam doa terkadang banyak orang mengalami kendala. Saya hendak meletakkan dasar hubungan dengan Tuhan dalam doa melalui renungan berikut ini di dalam 1 Yoh. 3:19-22.

1. Tenangkan hati
Ayat 19: Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah,
Untuk mengawali sebuah doa, tenangkan hati kita terlebih dahulu. Adakalanya hati kita begitu kacau, dipenuhi dengan berbagai macam pikiran-pikiran negatif, kekecewaan, bahkan sekalipun dipenuhi dengan kepuasan diri bisa menimbulkan tinggi hati, mengandalkan diri sendiri, dan akhirnya timbul rada malas untuk berdoa. Terimalah panggilan dari Sorga untuk sungguh-sungguh berdoa. Tenangkan diri, fokuskan hati, pikiran, dan seluruh aktivitas kita hanya kepada Tuhan.

2. Bebas dari rasa tertuduh
Ayat 20: sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.
Di saat berusaha fokus kepada Tuhan dan menenangkan hati, apa yang Anda rasakan? Seolah-olah kita mulai mendengar ada suara-suara yang timbul dari dalam hati dan melontarkan tuduhan demi tuduhan yang mengatakan bahwa kita tidak layak, pecundang, munafik, pemalas, pendosa, dan segala hal yang negatif ditujukan kepada kita. Fokusnya bukan kepada diri kita sendiri. Kebenarannya adalah kita adalah manusia yang penuh dengan kelemahan, kekurangan, dan masih memiliki potensi untuk berbuat dosa. Perhatikan bahwa di ayat ini tertulis, ‘Allah adalah lebih besar dari pada hati kita’. Serahkan semua tuduhan-tuduhan dari dalam hati kepada Allah yang besar, berfokuslah kepada Dia yang melebihi tuduhan-tuduhan hati kita dan mulailah untuk membuka diri bagi-Nya. Akui segala dosa dan kelemahan, maka Dia akan mengampuni kita.

3. Mendekat kepada Tuhan
Ayat 21: Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,
Sekarang, tuduhan-tuduhan dari dalam hati kita tidak lagi terdengar apabila kita telah bersungguh-sungguh menerima kasih karunia pengampunan-Nya. Dengan penuh keberanian, dekatkan diri kita kepada Tuhan. Ini adalah sebuah undangan spesial bagi Anda! Dia telah menantikan Anda untuk berdoa, membangun hubungan yang intim bersama-Nya!

4. Berkenan kepada-Nya
Ayat 22: dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.
Bagian yang terakhir ini mungkin yang paling menyenangkan bagi Anda – ‘memperoleh dari Tuhan untuk apa saja yang kita minta’? Tentu saja hal ini akan terjadi apabila kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Sekali lagi, doa bukanlah sekedar permohonan. Yang terutama dalam sebuah doa bukanlah daftar permohonan kita sehingga pribadi kitalah yang menjadi sorotan utamanya. Di dalam doa, bagaimana Anda membangun hubungan dengan Tuhan, itulah yang terpenting. Bedakan antara ‘berdoa’ dan ‘kehidupan doa’. Saat Anda ‘berdoa’, inilah waktu yang secara khusus Anda berikan kepada Tuhan untuk lebih lagi mengenal-Nya dan mengerti kehendak-Nya. Namun, sebuah ‘kehidupan doa’ adalah ketika Anda menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Bukan terkabulnya sebuah permohonan doa yang kita utamakan sewaktu kita berdoa, namun kejarlah perkenanan Tuhan, dengan berbuat apa yang menyenangkan hati-Nya… percayalah bahwa Dia sanggup menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan… bahkan melebihi yang kita harapkan serta melampaui yang dapat kita pikirkan.

Selamat menjalani hari yang luar biasa dengan kehidupan doa yang berkenan di hadapan Tuhan Yesus!

Masa Penantian

Posted: October 9, 2013 in Daily Devotion
Tags: , ,

20131009-231510.jpg

Salah satu kegiatan yang paling tidak disukai oleh banyak orang adalah menunggu. Namun, kadangkala kita tidak bisa menghindar dari masa penantian ini. Banyak kisah yang mungkin terjadi di kala kita menunggu. Sebagian orang bisa saja menjadi bosan ketika menanti temannya tak kunjung datang. Beberapa orang merasa begitu tidak sabar ketika harus berbaris dalam sebuah antrean untuk menunggu giliran. Seorang terdakwa bisa merasa gelisah ketika menantikan keputusan hakim, sementara yang lain menjadi begitu emosional saat menantikan detik-detik pergantian cahaya lampu lalu lintas untuk segera bisa melewati jalan tertentu. Belum lagi, orang tua merasa begitu tertekan saat menunggu giliran panggilan dari dokter saat membawa anaknya yang sakit untuk berobat.

Dalam masa penantian ini, ada pelajaran yang dapat kita petik, yaitu agar kita semakin bertumbuh dalam pengembangan buah Roh dalam diri kita, di antaranya adalah karakter kesabaran dan pengendalian diri. Kita dapat belajar sabar saat sesuatu yang kita nantikan tak kunjung tiba, sekaligus mengendalikan diri kita agar tidak terpancing dalam emosi seperti amarah, dendam, dan melakukan hal-hal yang buruk. Beberapa masalah yang seharusnya tidak perlu terjadi justru muncul saat kita gagal untuk mengembangkan kesabaran serta tidak adanya pengendalian diri. Dipicu ketidaksabaran dan tindakan yang tak terkendali menyebabkan masalah-masalah baru yang perlu kita tanggung akibatnya. Hal ini akan semakin menambah beban kita, mungkin juga turut melibatkan orang lain terseret dalam masalah kita sehingga menunda terwujudnya rencana kita.

Salah satu kisah perjalanan iman yang diceritakan dalam Perjanjian Lama, yaitu Abraham dapat menjadi sebuah renungan bagi kita. Tuhan telah memberikan sebuah janji bagi Abram (sebelum namanya diganti menjadi Abraham oleh Tuhan) bahwa dia akan memperoleh banyak sekali keturunan, bagaikan bintang-bintang di langit (Kej. 15:5). Saat Tuhan Allah berfirman kepada Abram, Abram telah berusia 75 tahun dan belum dikaruniai anak. Penantian akan janji Tuhan maupun jawaban doa yang belum tergenapi membuat Abram dan Sarai – istrinya – memutuskan untuk memperoleh keturunan melalui hamba perempuannya yang bernama Hagar. Sekalipun Hagar memberikan keturunan bagi Abram, namun bukan itu yang menjadi maksud penggenapan janji Tuhan. Keturunan dari Abram dan Sarailah yang merupakan penggenapan janji Tuhan, sekalipun penggenapannya baru terjadi saat Abram berusia 100 tahun dan istrinya 90 tahun. Usia yang sangat tua saat mereka memiliki anak pertama, namun tiada yang mustahil bagi Tuhan!

Menunggu adalah kegiatan yang cukup menyita waktu dan terkadang membosankan. Seringkali kita mengeluhkan mengapa jawaban doa dari Tuhan tidak kunjung digenapi. Di saat-saat penantian akan terkabulnya sebuah doa sangat menguji kesabaran dan pengendalian diri, bahkan… menguji iman kita di hadapan Tuhan. Adakalanya seseorang tidak kuat lagi di dalam masa penantian sehingga merasa begitu tertekan.

Saat doa masih belum terjawab, dibutuhkan kekuatan Roh Kudus selama masa penantian.

Masa penantian dapat kita jadikan sebagai sebuah masa untuk menguatkan hubungan kita dengan Roh Kudus sehingga kita terus memperoleh kekuatan yang baru. Andalkan kekuatan Roh Kudus senantiasa dan jangan mengandalkan diri sendiri maupun mengandalkan orang lain. Selamat menantikan penggenapan janji Tuhan dan jawaban doa bagi diri Anda bersama Roh Kudus. See you in the greater glory!

Ibadah Yang Sejati

Posted: October 2, 2013 in Daily Devotion
Tags: , , , , ,

20131002-160819.jpg

Di zaman modern ini, kesadaran seseorang terhadap perkara-perkara spiritual cenderung semakin berkurang karena dianggap tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman. Ibadah yang seharusnya menjadi salah satu kebutuhan rohani bagi orang yang mengakui bahwa dirinya beragama malah terkadang dianggap remeh, kurang menjawab kebutuhan, membosankan, dianggap sudah kuno, dan sebagainya. Namun, ada juga orang yang rajin beribadah, namun tidak mengalami perubahan dalam hidupnya, secara spiritual pun juga tidak bertumbuh. Suatu kali, saya pernah membaca artikel sebagai berikut:

Seorang Nasrani menulis surat kepada Editor sebuah surat kabar dan mengeluhkan kepada para pembaca bahwa dia merasa sia-sia pergi ke gereja setiap Minggunya. Dia menulis demikian, “Saya sudah pergi ke gereja selama 30 tahun dan selama itu saya telah mendengar sekitar 2000 khotbah. Tapi selama hidup, saya tidak bisa mengingat satu khotbah pun. Jadi saya rasa saya telah memboroskan begitu banyak waktu – demikian pula para pendeta itu telah memboroskan waktu mereka dengan khotbah-khotbah itu.”
Surat itu menimbulkan perdebatan yang hebat dalam kolom pembaca. Perdebatan itu berlangsung berminggu-minggu sampai akhirnya ada seseorang yang menulis demikian: “Saya sudah menikah selama 30 tahun. Selama ini istri saya telah memasak beribu-ribu jenis masakan. Selama hidup, saya tidak bisa mengingat satu pun jenis masakan itu yang dibuat istri saya. Tapi saya tahu bahwa masakan-masakan itu telah memberi saya kekuatan yang saya perlukan untuk bekerja. Seandainya istri saya tidak memberikan makanan itu kepada saya, maka saya sudah lama meninggal.” Sejak itu tak ada lagi komentar tentang khotbah yang diberitakan di gereja.

Seseorang yang tidak memahami makna sebuah ibadah dan khotbah yang disampaikan di gereja akan menyimpulkan bahwa ibadah itu tidak berguna. Dalam suratnya yang pertama kepada Timotius, Rasul Paulus menuliskan sebagai berikut, “Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” (1 Tim. 4:7-8). Kata ‘ibadah’ dalam ayat tersebut dalam salah satu terjemahan Alkitab bahasa Inggris (Amplified Bible) dituliskan sebagai ‘spiritual training’ atau latihan rohani. Untuk beribadah, kita harus melatih dan mendisiplin diri kita untuk tekun melakukannya. Ibadah adalah sebuah latihan bagi manusia roh kita agar semakin bertumbuh dewasa dalam Kristus, mengenal isi hati Tuhan, mengalami kedekatan dengan pribadi Tuhan Yesus melalui Roh Kudus, dan selalu berada dalam penyertaan dan kuasa Allah yang berlimpah.

Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. (Ibrani 10:25)

Apabila Anda menyadari makna dan kuasa dari sebuah ibadah, pasti Anda tidak akan melewatkan setiap bagian ibadah, sesibuk apapun diri Anda! Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Rasul Paulus menerangkan arti ibadah yang sejati sebagai berikut, “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” (Rom. 12:1).

Beribadah bukanlah soal menerima sesuatu dari Tuhan, namun bagaimana kita dengan sepenuh hati mempersembahkan tubuh ini sebagai persembahan yang hidup kepada-Nya. Mengapa TUHAN menghendaki tubuh kita? Mengapa tidak dituliskan, “Persembahkanlah rohmu”? Karena tanpa tubuh, kita tidak dapat melakukan apa-apa di dunia ini. Tuhan menginginkan tubuh kita yang hidup ini untuk menjadi persembahan bagi Dia dengan penyembahan yang keluar dari dalam hati kita.

Kata ‘kudus’ di ayat ini dalam bahasa Yunaninya dituliskan dengan kata ‘hagios’ yang memiliki arti:
a. Pemisahan secara moral dan rohani dari dosa dan segala sesuatu yang bertentangan dengan Firman Allah.
B. Mendekatkan diri kepada Tuhan dalam persekutuan yang intim.
Saat kita beribadah dengan tubuh kita ini, kita memastikan bahwa tubuh yang hendak kita persembahkan kepada Tuhan ini dipisahkan dari dosa untuk semakin mendekat pada-Nya. Kekudusan dalam hidup ini terjadi melalui pertobatan, lalu dengan segenap hati mengambil keputusan untuk memisahkan diri dari dosa dan segala sesuatu yang bertentangan dengan Firman-Nya. Saat kita semakin mendekat pada-Nya, maka Tuhan akan semakin menguduskan diri kita karena kita ini adalah milik-Nya.

Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. (2 Kor. 5:9)

Saat kita hidup sungguh-sungguh sesuai dengan kebenaran Firman-Nya dan terus-menerus berusaha menjauhi dosa, akan mendatangkan perkenanan Tuhan bagi diri kita. Tuhan menghendaki agar setiap orang percaya menyadari hal ini; pentingnya melakukan ibadah yang sejati bukan sekedar rutinitas agamawi belaka. Apabila kita bisa memahami ibadah yang sejati adalah penyerahan tubuh kita kepada Tuhan, maka kita akan mempersiapkan diri kita sebaik mungkin dengan menjaga kekudusan dan berusaha selalu berkenan kepada-Nya. Bila Tuhan menerima tubuh kita ini sebagai ibadah yang sejati, saya percaya, Dia akan senantiasa menyertai kita, memberkati hidup kita, memakai kita sebagai alat-Nya, dan menyatakan kuasa-Nya dalam segala aspek hidup kita. Kesimpulan saya, ibadah adalah sebuah sarana penyerahan diri kita kepada Tuhan, sehingga menjadikan kita ini sebagai milik-Nya, yang akan mengalami kuasa penyertaan-Nya dalam hidup kita. See you in the greater glory!


20130928-155347.jpg
Artikel ini saya tulis karena terinspirasi dari salah satu aplikasi chatting yang terkenal di dunia yaitu Blackberry Messenger atau yang kerapkali dikenal dengan BBM diberitakan akan mulai dipakai di gadget smartphone selain smartphone Blackberry saja. Berita itu begitu menghebohkan dari sekitar setengah tahun yang lalu hingga akhirnya resmi diberitakan bahwa pengguna smartphone dengan platform Android dan iOS bisa mulai mengunduh aplikasi BBM sejak tanggal 21 dan 22 September 2013 yang lalu. Banyak pengguna smartphone yang berbasis Android dan iOS berlomba-lomba untuk mengunduh aplikasi BBM begitu BBM dirilis ke smartphone selain Blackberry. Bahkan, beberapa rekan-rekan saya seolah-olah menjadi ‘marketing’ untuk mempromosikan dan menyebarkan beritanya ke semua contact list mereka maupun menjadi pembicaraan satu dengan yang lain. Ada pula di antara pengguna smartphone Blackberry yang menyambut gembira berita ini dengan alasan mereka hendak mengganti smartphone mereka saat ini dengan smartphone yang lain dengan berbasis Android dan iOS, karena selama ini smartphone Blackberry seringkali dikeluhkan begitu lambat sehingga selalu muncul jam pasir di layar yang dikenal dengan istilah ‘lemot’. Beberapa pengguna setia BBM tidak lagi bertahan untuk tetap menggunakan BBM di smartphone Blackberry karena merasa dengan adanya aplikasi chatting ini di smartphone Android dan iOS akan dapat dioperasikan lebih cepat dan tidak ‘lemot’ lagi.

Daya tarik BBM begitu luar biasa sehingga pengguna smartphone selain Blackberry pun menanti-nantikan diluncurkannya aplikasi ini di smartphone mereka. Semenjak minggu lalu (21 dan 22 September) berita bahwa BBM akhirnya dirilis untuk iOS dan Android membuat para pengguna smartphone seperti iPhone yang berbasis iOS, Samsung dan lain-lain yang berbasis Android berusaha mengunduh aplikasi ini baik dari Google play maupun dari App Store. Daya tarik chatting menggunakan BBM ini begitu populer karena bisa mengirim pesan dengan cepat (tergantung koneksi jaringan internet), mengirim suara, gambar, multichat, group, broadcast message ke semua contact, privasi dengan menggunakan PIN, dan lain-lain semuanya dapat dilakukan dengan mudah dan simple. Selain itu, platform Blackberry terlebih dahulu dikenal dengan fasilitas email yang sangat cepat dalam pengiriman pesan sehingga memudahkan komunikasi. Kemudahan komunikasi seperti email dan chatting melalui BBM inilah yang sebenarnya menjadi kekuatan utama smartphone ini. Semua orang perlu melakukan komunikasi, baik dengan sesamanya maupun dengan pribadi Penciptanya, yaitu Tuhan Yesus. Kemudahan komunikasi dengan Tuhan Yesus inilah yang tidak didapati dalam kepercayaan yang lain. Tuhan Yesus hanya sejauh doa. Ya, melalui doa saat kita menyerukan nama Yesus, maka secara pribadi Dia akan menghampiri kita, mendengar doa dan menjawab doa kita. Seperti pada mulanya BBM hanya digunakan pada platform Blackberry dan akhirnya meluas ke smartphone lainnya, demikian pula Tuhan Yesus yang pada mulanya hanya melayani domba-domba terhilang dari umat Israel (Mat. 15:24), kini keselamatan di dalam nama-Nya juga diberitakan kepada bangsa-bangsa lain juga (Kis. 11:18).

BBM yang dirilis untuk iOS dan Android diharapkan memiliki kecepatan yang jauh lebih kencang dibandingkan smartphone Blackberry yang selalu dikeluhkan ‘lemot’. Beberapa pengguna smartphone Blackberry pun mulai ‘mengincar’ untuk beralih ke iPhone atau smartphone lain yang berbasis Android untuk dapat menggunakan aplikasi BBM ini. Memang, hingga saat ini penggunaan BBM seolah-olah sudah menjadi trend tersendiri bagi penggunanya. Dengan menggunakan BBM ini yang sudah mulai bisa digunakan di berbagai platform, diharapkan komunikasi sesama penggunanya juga semakin lancar. Saat ini, apapun yang menjadi kondisi kehidupan Anda, sudahkah Anda memiliki Yesus di dalam hati? Di dalam Yesus selalu ada pengharapan dan kekuatan yang baru, dan setiap saat kita dapat berkomunikasi dengan-Nya. Bila Anda merasa ‘lemot’ sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan baik kepada Tuhan Yesus melalui doa, mungkin ini sudah saatnya untuk Anda mengupgrade ‘platform’ hati Anda. Melalui pertobatan, penyerahan penuh kepada Tuhan Yesus, dan mulai membaca Firman-Nya akan membuat komunikasi Anda semakin lancar dengan Tuhan Yesus.

Bagi pengguna fanatik aplikasi BBM yang sangat populer ini, secara disadari atau tidak akan menceritakannya kepada rekan-rekan yang lain dan mulai meng-‘invite‘ untuk menjadi rekanan dalam contact BBM. Untuk kemudahan komunikasi biasanya akan saling bertukar nomor PIN BB dan mulai berkomunikasi, bertukar info, broadcast message, masuk dalam group tertentu dan lain-lain. Saya percaya, apabila kita telah mengalami keselamatan dan berkat yang luar biasa di dalam Tuhan Yesus, kita pun juga akan melakukan hal yang sama. Kita akan bersaksi tentang kebaikan Tuhan Yesus kepada siapa pun yang kita kenal, mengundang mereka ke gereja untuk mengalami kasih-Nya, berkumpul dalam sebuah komunitas rohani untuk saling menguatkan, mendoakan, dan bertumbuh bersama-sama dalam iman. Mari berritakan kabar keselamatan yang datang dari Tuhan Yesus, hanya di dalam Yesuslah ada pengampunan dan penebusan dosa serta jalan keluar bagi permasalahan Anda! Jangan hanya mengunduh aplikasi BBM untuk smartphone Anda, hari ini mari bersama-sama saya dan rekan-rekan seiman lainnya dalam Tuhan Yesus kita mengundang-Nya untuk menguasai hati kita dan menjadi Raja yang bertakhta dalam kehidupan kita. Selamat ber-BBM ria maupun berkomunikasi bersama Tuhan Yesus! Selamat menjalani hari yang luar biasa!