Posts Tagged ‘Gereja Mawar Sharon’


IMG_4937-1.JPG
“I Love My Church”, demikian tulisan yang terdapat pada dekorasi panggung ruangan ibadah Gereja Mawar Sharon yang diselenggarakan di Hotel Marcopolo Ruang Anggrek, kota Bandar Lampung hari ini. Dari area pintu utama hingga memasuki ruang ibadah, para usher menyambut hangat segenap jemaat yang hadir dengan senyuman ramah. Di area dinding sebelah kanan terdapat pajangan foto-foto kegiatan penggembalaan yang pernah diselenggarakan oleh Connect Group maupun event-event gereja untuk menjangkau jiwa-jiwa. Satu tahun sudah Gereja Mawar Sharon berdiri di kota ini untuk menjadi berkat, terang dan garam bagi penduduk di kota Lampung dan sekitarnya.

IMG_4935-2.JPG
Ibadah dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan menaikkan pujian penyembahan yang dipimpin oleh Sdri. Elliyani dan dengan penuh semangat jemaat bernyanyi memuliakan Tuhan. Berikutnya, ada persembahan oleh trio singer dengan menaikkan pujian “Ini aku, utuslah Tuhan” sembari diiringi penayangan video klip pendek mengenai dokumentasi pengutusan tim perintisan dari kota Medan ke Lampung. Yang tak kalah menariknya, dilanjutkan dengan dua remaja putri yang menampilkan talenta mereka untuk memuji Tuhan. Suasana ibadah dipenuhi suka cita dari setiap jemaat yang hadir. Sungguh besyukur kepada Tuhan Yesus, karena pada kesempatan perayaan ulang tahun pertama Gereja Mawar Sharon Lampung ini saya memperoleh kepercayaan untuk menyampaikan Firman Tuhan.

Melalui nats Injil dalam Yoh. 2:13-17, saya menyampaikan pesan bagi jemaat yang hadir agar selain makin bertumbuh dalam mengasihi Tuhan Yesus, juga harus belajar untuk mengasihi Rumah Tuhan atau Gereja-Nya. Dalam Injil Yohanes tersebut dikisahkan setelah Tuhan Yesus membuat tanda pertama di sebuah perkawinan di Kana, Tuhan Yesus tinggal beberapa saat di Kapernaum. Beberapa hari kemudian, barulah Ia dan murid-murid-Nya pergi ke Bait Allah yang berada di Yerusalem. Bait Allah yang semestinya digunakan sebagai tempat untuk beribadah dipenuhi oleh pedagang-pedagang yang sibuk berjualan dan para penukar-penukar uang yang mengadakan transaksi. Tuhan Yesus memberikan sebuah teladan bagaimana mengasihi Bait-Nya dengan melakukan ‘pengusiran’ terhadap penyalahgunaan Bait Suci tersebut. Segala perbuatan yang menghalangi kita untuk semakin memiliki hubungan yang dekat kepada Tuhan melalui ibadah, khususnya di Rumah Tuhan atau gereja-Nya, seharusnya ‘diusir keluar’.

IMG_4934-0.JPG
Melalui tindakan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus untuk menyucikan Bait Suci ini memberikan teladan bagi kita untuk mengasihi Gereja-Nya – Rumah Tuhan – sebagai tempat untuk kita bertumbuh secara rohani. Dalam ayat ke-17 juga disebutkan bahwa, “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.” – Tuhan Yesus rela melakukan apapun juga agar Rumah Tuhan berfungsi sebagai tempat beribadah sebagaimana seharusnya. Tuhan Yesus pun mengasihi Gereja, baik sebagai Rumah Tuhan maupun sebagai mempelai-Nya. Bagaimana dengan kita? Selain mengasihi Tuhan Yesus sungguh-sungguh, agar kita semakin bertumbuh menjadi dewasa secara rohani, kita juga harus mengasihi Gereja sebagai tempat kita digembalakan. Dukung visi dan misi gereja lokal di mana Anda tertanam; kasihi, dukung, dan doakan gembala lokal maupun pemimpin-pemimpin gereja yang dengan tekun mendoakan dan melayani Anda. Berdoalah untuk turut ambil bagian dalam melayani Tuhan di Gereja, karena semua tindakan pelayanan kita lahor dari hati yang mengasihi Tuhan dan Gereja-Nya. Saya mendoakan Gereja Mawar Sharon Lampung di ulang tahunnya yang pertama ini agar terus bertumbuh. Sama seperti keinginan seorang ayah ketika merayakan ulang tahun anaknya, senantiasa terbersit di dalam hatinya untuk melihat anaknya cepat bertumbuh dewasa. Demikian pula, sekalipun secara usia GMS Lampung masih terhitung muda, namun saya percaya bahwa kedewasaan rohani tidak dapat diukur berdasarkan usia jasmani. Ketika setiap jemaat sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan Gereja-Nya, Dialah yang akan memberikan pertumbuhan secara luar biasa!

IMG_4933.JPG
Seusai penyampaian Firman Tuhan yang saya berikan, sekali lagi Sdri. Elliyani menaikkan pujian berjudul “Amazing Grace” sembari mengiringi prosesi masuknya kue tart sebagai simbolisasi perayaan ulang tahun gereja menuju panggung. Bapak Eddy Yanto selaku Gembala Lokal GMS Lampung memberikan kata sambutan di hadapan sekitar 125 hadirin untuk menguatkan kehidupan jemaat bahwa semata-mata ulang tahun pertama GMS Lampung ini merupakan suatu anugerah Tuhan. Selanjutnya, beberapa pemimpin jemaat yang mewakili baik penggembalaan keluarga, Profesional Muda, maupun Youth turut diundang maju ke depan untuk meniup lilin ulang tahun bersama-sama. Melalui tayangan video klip, Ps. Yosep Moro Wijaya selaku Gembala GMS Regional Sumatra memberikan ucapan selamat ulang tahun, demikian seterusnya dilanjutkan dengan salam dan ucapan dari perwakilan penggembalaan dari GMS my home Medan, GMS Lighthouse Palembang, dan GMS True Vine Pekanbaru.

IMG_4936-0.JPG
Happy 1st Anniversary Gereja Mawar Sharon Lampung! Sumatra for Jesus!

Advertisements

20140604-183159-66719124.jpg
Tanggal 15-17 Mei yang lalu, Gereja Mawar Sharon my home menyelenggarakan konferensi Sumatra for Jesus atau yang lebih dikenal dengan SUM4JE (dibaca: sum for je) conference di mainhall GMS my home bertempat di Sun Plaza Lv. Roof, jalan H. Zainul Arifin No. 7, Medan. Konferensi ini merupakan salah satu event yang dinanti-nantikan semenjak diumumkan pada waktu berlangsungnya konferensi yang serupa tahun lalu di bulan Mei 2013 dengan tema ‘Datanglah Kerajaan-Mu di pulauku’. Kali ini, tema dalam Sum4Je conference adalah SUPERNATURAL dalam pengertian karya Allah yang dinyatakan bagi umat manusia adalah perkara yang adikodrati; di luar batas kemampuan manusia. Melalui konferensi ini, para peserta diperlengkapi dalam 6 sesi utama dan 2 workshop dari 4 pilihan untuk memberitakan Injil di seluruh penjuru Sumatra dengan pengurapan dan otoritas dari Allah Yang Mahakuasa dengan hidup dalam keintiman dan integritas di dalam Dia. Pembicara yang melayani dalam 6 sesi utama konferensi ini adalah beberapa gembala Gereja Mawar Sharon seperti Pdt. Caleb Natanielliem, Pdt. Philip Mantofa, Pdt. Yosep Moro Wijaya, Pdt. Robert Tedjasukmana, Pdt. Sumiati Supit dan gembala dari Taipei Truth Church, Taiwan yaitu Ps. Ian Liao.

Di malam pembukaan konferensi Sum4Je (15/5), Pdt. Yosep Moro Wijaya selaku Gembala GMS Regional Sumatra menyambut sekitar 850 peserta konferensi yang hadir dari seluruh penjuru Sumatra dan menyampaikan harapannya selama konferensi ini berlangsung agar semakin rindu tinggal dalam hadirat-Nya dan memiliki integritas di dalam naungan Roh Kudus dengan menjaga kekudusan. Sebelumnya, acara dibuka dengan menampilkan tarian “Bhinneka” berupa serangkaian tarian daerah yang mengangkat budaya Sumatra. Selama dua malam berturut-turut bertepatan dengan terselenggaranya konferensi, yaitu pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 16 dan 17 Mei pukul 19.00 WIB, digelar pula Kebaktian Kebangunan Rohani Kuasa SalibNya (KKR KS2) dan Festival Kuasa Allah (FKA20) di Landasan Udara Soewondo (Ex Bandara Polonia, Medan). Acara ini terbuka untuk umum, sehingga bagi siapa saja yang membutuhkan jawaban atas pergumulan hidup, kelegaan dari beban kehidupan serta yang merindukan kesembuhan bagi yang mengalami penderitaan dan sakit-penyakit hadir dalam acara ini. Sebagai sebuah rangkaian acara dalam 2 malam, di hari pertama KKR KS2 dilayani oleh Pdt. Yosep Moro Wijaya dan di hari kedua FKA20 dilayani oleh Pdt. Philip Mantofa. Di Lanud Soewondo disediakan area khusus bagi orang-orang sakit, baik yang mengalami cacat fisik, kelumpuhan, lemah, menderita, maupun yang harus digotong atau dibawa dengan kursi roda. Panitia berusaha mempersiapkan sarana dan prasarana sebaik mungkin agar semua yang hadir bisa mengikuti acara dengan baik.

20140604-183228-66748228.jpg
Selama berlangsungnya KKR ini, total kehadiran selama dua malam rata-rata mencapai sekitar 12.000 orang, dan dari antaranya terhitung sekitar 1200 yang mengalami sakit-penyakit. Dalam acara ini, Pdt. Yosep Moro dan Pdt. Philip Mantofa memberitakan Injil dan mendoakan agar setiap orang yang hadir mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan Yesus melalui kuasa Roh Kudus-Nya. Saat seseorang mengalami perjumpaan dengan Tuhan, perkara-perkara yang supernatural pun terjadi, sehingga tiada yang mustahil bagi orang yang percaya; pertobatan mulai terjadi, yang berbeban berat dipulihkan, yang terikat roh jahat dilepaskan, bahkan tidak sedikit yang langsung menerima mukjizat kesembuhan pada saat itu! 355 orang meresponi panggilan pertobatan dan memberi diri dibaptis, sementara banyak pula di antara pengunjung yang hadir menerima baptisan dalam Roh Kudus sehingga mulai berkata-kata di dalam bahasa roh. Kesaksian demi kesaksian bagi yang dijamah Tuhan sehingga mengalami kesembuhan ilahi mulai dideklarasikan setelah Injil keselamatan diberitakan.

Seorang bapak yang terjepit saraf belakangnya selama 5 tahun sehingga susah jongkok, berdiri maupun berjalan mengalami kesembuhan sehingga bisa bergerak dengan bebas, berjongkok, berjalan, bahkan berlari tanpa kesulitan. Akibat kecelakaan, selama 3 bulan seorang bapak terpaksa menggunakan tongkat karena kakinya mengalami patah tulang, malam itu dijamah Tuhan dan bisa berjalan kembali tanpa tongkat! Seorang ibu berusia sekitar 60 tahunan harus mengenakan tongkat selama 5 tahun dan harus dibopong sekitar 4 orang untuk turun dari kendaraan saat menghadiri acara, mengalami mukjizat sehingga akhirnya tidak perlu menggunakan tongkat lagi untuk berjalan. Seorang gadis 19 tahun yang mengalami sakit di bagian rahang sehingga kesulitan berbicara dan sangat kesakitan ketika membuka mulutnya disembuhkan Tuhan sehingga bisa kembali berbicara dengan lancar bahkan ikut menyanyi memuji Tuhan! Anak lelaki yang masih kecil mengalami kelainan pada jantung sehingga tidak bisa mengikuti kegiatan olah raga dengan baik, tidak bisa menaiki anak tangga serta detak jantungnya tidak normal mengalami mukjizat Tuhan dan setelah diperiksa oleh tim medis, dinyatakan bahwa denyut jantungnya telah normal kembali sehingga ketika diajak berlari, anak ini tampak bersemangat! Masih banyak lagi kesaksian mengenai mukjizat dan kesembuhan yang telah dialami melalui acara ini. Biarlah beberapa kesaksian ini menguatkan dan meneguhkan iman kita senantiasa untuk semakin percaya kepada Tuhan Yesus dan mengalami perjumpaan yang tak terlupakan dengan-Nya. Sumatra for Jesus!


Sum4Je 1

Melalui konferensi ini, Anda akan semakin diperlengkapi untuk melihat Pulau Sumatra dari sudut pandangnya Tuhan, sehingga cinta akan Sumatra semakin tertanam di dalam kita. Melalui gereja-Nya, Tuhan akan melakukan perkara-perkara yang ajaib sehingga Anda akan belajar untuk menangkap hati-Nya untuk mencintai dan memenangkan Pulau Sumatra bagi Tuhan Yesus.

Bukan sebuah slogan saja, namun Sumatra for Jesus akan menjadi sebuah impartasi bagi gereja-gereja lokal khususnya di Sumatra dan sekitarnya untuk menjadi semakin kuat dan berdampak. Lebih dari 2000 tahun yang lalu Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk memberitakan Injil dengan disertai dengan kuasa SUPERNATURAL untuk mengadakan mujizat dan tanda-tanda ajaib.

Inilah waktunya gereja bangkit, kembali dipenuhi dengan pengurapan dan kuasa SUPERNATURAL untuk bersaksi, memberitakan Injil dan memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang bagi Tuhan Yesus. Hamba-hamba Tuhan yang diurapi akan menginspirasi Anda dalam setiap sesi dan workshop yang ada, dilanjutkan dengan KKR Kesembuhan Ilahi “Kuasa Salib-Nya” dan “Festival Kuasa Allah” selama dua malam berturut-turut.

Sum4Je 2a

Konferensi Sumatra For Jesus 2014 ini terdiri dari 6 sesi utama disertai dengan 4 workshop penginjilan yang dapat Anda pilih sesuai dengan panggilan pelayanan Anda.

Marketplace Evangelism
Marketplace merupakan ladang yang sangat luas bagi pemberitaan Injil. Pelayanan Tuhan Yesus bukan saja di tempat-tempat religius namun juga di marketplace. Melalui workshop ini Anda akan diperlengkapi untuk menjadi dampak secara supernatural di dunia marketplace.
Children Evangelism
Tuhan tidak pernah menentukan jenjang usia tertentu untuk mengalami pertobatan. Bahkan, anak-anak pun bisa mengalami pertobatan di kala menerima pemberitaan Injil. Anak-anak begitu berharga bagi Kerajaan Sorga sehingga Anda pun perlu diperlengkapi untuk menjangkau anak-anak bagi Kristus!
Prayer and Evangelism
Ketika Gereja terus berdoa dan mencari kehendak Tuhan, kebangunan rohani akan terjadi. Injil akan diberitakan dengan penuh kuasa sehingga jiwa-jiwa yang terhilang akan mengalami pertobatan. Doa dan penginjilan akan menjadi kegerakan yang senantiasa selaras dengan isi hati Tuhan.
Youth Evangelism
Nilai-nilai kehidupan yang dianut oleh seseorang semenjak masa mudanya akan mempengaruhinya ketika dewasa dan akan berdampak bagi generasi selanjutnya. Masih banyak jiwa-jiwa yang terhilang di usia muda sehingga Gereja harus bangkit untuk memberitakan Injil kepada generasi muda demi masa depan yang lebih baik.

Terimalah impartasi dan pengurapan yang SUPERNATURAL dalam Sumatra for Jesus 2014!

Sum4Je 2b

Untuk Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Calvin (Medan) +62852 0734 2198 | Nini (Palembang) +62813 6767 2500 | Dewi (Pekanbaru) +62896 1517 7543 | Franky (Lampung) +62896 2519 3164 | atau email kami di myhome@gms.or.id

 


20140318-020649.jpg

Hari yang luar biasa di hari Minggu, 16 Maret 2014 ini ketika saya dan isteri, Yesika Suryani memperoleh kesempatan untuk sekali lagi memperlengkapi keluarga-keluarga untuk melayani Tuhan di bulan keluarga ini. Dengan mengangkat tema “As for me and my house we will serve the Lord”, kami menyampaikan pesan Tuhan secara bergantian kepada segenap jemaat yang hadir. Saya berharap, melalui tulisan berikut ini akan semakin menguatkan kehidupan Anda – baik yang telah berkeluarga maupun yang akan menikah maupun yang sedang menantikan jodoh dari Tuhan – untuk mengalami penggenapan janji Tuhan yang luar biasa! Secara khusus, saya dan isteri memiliki kerinduan agar jemaat Gereja Mawar Sharon ‘my home’ dibangun berdasarkan kebenaran Firman Tuhan agar mengalami pemulihan, pertumbuhan, dan diberkati. Hubungan yang harmonis antara anggota keluarga akan menguatkan kehidupan seseorang untuk menjalani panggilannya di dalam Tuhan. Setiap anggota keluarga perlu menyadari pentingnya semakin bertumbuh di dalam iman dan hadirat Tuhan sehingga akhirnya menemukan panggilan untuk melayani Tuhan bersama-sama.

Kali ini, kita akan mempelajari kehidupan keluarga Abram dan Sarai dalam Kejadian pasal 12. Di ayat pertama dituliskan perintah Tuhan kepada Abram agar meninggalkan Haran, tempat tinggalnya bersama keluarga dan sanak saudaranya. Perintah Tuhan ini menggunakan kata “Pergilah…”, yang berarti Abram perlu meninggalkan zona nyaman untuk meraih penggenapan janji Tuhan di tanah yang dijanjikan-Nya, di Kanaan. Keluarga Abram mewakili kehidupan keluarga kita saat ini, Tuhan yang sama juga memerintahkan kita agar keluar dari ‘zona nyaman’ kehidupan ini. Tinggalkan zona nyaman yang menghalangi hidupmu dan keluargamu untuk bisa mendekat dan melayani Tuhan! Sudah terlalu banyak orang yang terjebak di dalam zona nyaman kehidupan ini dan membiarkan hidupnya berputar-putar dalam rutinitas pekerjaan sehari-hari, sudah mulai nyaman menikmati berkat Tuhan sehingga melupakan Dia yang memberikan berkat. Adapula suami-isteri membiarkan suatu konflik dan tidak pernah ada penyelesaian karena bagi mereka penyelesaian konflik itu akan sedikit menyakitkan, menimbulkan keributan dan pertengkaran sehingga akhirnya dibiarkan begitu saja sehingga hubungan yang ‘dingin’ juga menjadi sebuah zona nyaman. Inilah gambaran zona nyaman yang bisa kita alami dalam hidup ini. Tuhan menghendaki agar kita meninggalkan zona nyaman dan membenahi hubungan dalam keluarga. Apabila keluarga kita dipulihkan, bukankah kita akan lebih maksimal di dalam melayani Tuhan?

Dalam ayat kedua dan ketiga tersirat panggilan Tuhan yang spesifik bagi Abram, apabila kita menangkap dengan sungguh-sungguh maknanya bagi kita berarti Tuhan memiliki rencana bagi setiap keluarga kita. Tuhan memerintahkan Abram untuk pindah ke Kanaan yang merupakan lambang dari penggenapan janji atau rencana Allah. Rencana-Nya adalah agar keluarga kita diberkati, akan tetapi berkat itu tidak hanya untuk mengendap bagi keluarga kita saja, namun kita diberkati untuk menjadi berkat. Di ayat 4 dan 5 diceritakan mengenai ketaatan Abram terhadap panggilan Tuhan sehingga Sarai, isterinya dan Lot, anak saudaranya mengikuti Abram. Bukan suatu hal yang mudah untuk meninggalkan zona nyaman dan mulai berkomitmen untuk mengikuti kehendak Tuhan. Sebagai seorang isteri, Sarai berusaha mendukung suaminya dan tidak menghalangi panggilan Tuhan bagi Abram. Untuk mencapai penggenapan janji Tuhan, inilah saatnya bersama keluarga kita membuat sebuah komitmen untuk melayani-Nya.

Sekalipun akhirnya mereka mencapai Kanaan – tempat yang diperintahkan Tuhan agar Abram mengalami penggenapan janji-Nya – bukan berarti masalah tidak akan terjadi. Pada waktu itu justru kelaparan sedang melanda sehingga akhirnya mereka harus pergi ke Mesir (ayat 10). Ketika mulai melangkah untuk melayani Tuhan, terkadang ada saja halangannya, misalnya berupa masalah yang terjadi di sekeliling kita sehingga menimbulkan konflik dalam rumah tangga. Dalam hal ini, tanah Mesir bagaikan kondisi konflik yang bisa timbul dalam hubungan suami dan isteri. Didorong rasa takut terhadap orang-orang Mesir, Abram meminta agar Sarai jangan mengaku sebagai isterinya, namun sebagai adiknya (ayat 12-13). Bagaimana perasaan seorang isteri ketika menghadapi hal ini? Dapat dibayangkan, betapa kecewanya perasaan seorang wanita yang tidak lagi dianggap sebagai isteri oleh suaminya. Namun, oleh karena keadaan apa boleh buat. Untuk situasi seperti inipun Sarai terpaksa memenuhi permintaan Abram. Akibatnya, Sarai dibawa ke istana dan hendak diperisteri Firaun.
20140318-023459.jpg
Pelajaran yang dapat kita petik dari masa konflik ini adalah jangan sekali-kali mengabaikan status pernikahan, baik sebagai suami atau isteri. Apapun masalahnya, hadapilah bersama-sama. Pasangan Anda bukanlah lawan Anda dalam menghadapi masalah. Hadapilah masalah sebagai satu tim, dipenuhi dengan kasih dan rasa saling menghargai. Konflik pasti bisa terjadi dalam kehidupan pasangan suami-isteri, karena pernikahan itu menyatukan perbedaan antara pria dan wanita. Konflik terjadi karena adanya perbedaan. Sewaktu mengalami konflik, bentuk rasa menghargai yang paling sederhana dapat ditunjukkan dengan cara mendengarkan pasangan ketika mulai mengutarakan pendapat. Sediakan telinga untuk mendengar, jangan melakukan hal yang lain; hanya mendengar… apalagi ketika pasangan sedang menyampaikan pendapat dengan penuh kasih.

Belajar dari kesalahaan Abram; akibat mengabaikan statusnya sebagai suami Sarai, mungkin untuk sementara waktu hidupnya mengalami kelegaan dari kelaparan karena Firaun mengingini Sarai, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta (ayat 16). Namun, betapa pedihnya hati Sarai ketika dia harus dipisahkan dari Abram dan hendak diperisteri Firaun. Abram memperoleh kesejahteraan hidup namun hendak mengorbankan isterinya. Tuhan tidak tinggal diam, oleh sebab itu tulah menimpa Firaun dan seisi istananya (ayat 17). Tuhan menghendaki agar Abram dan Sarai tetap bersatu, tetap melayani-Nya sebagai suami-isteri yang sah dan mengalami penggenaoan rencana-Nya. Jangan menghadapi masalah sendirian, sebagai suami-isteri hadapilah masalah bersama-sama, tetap ada di pihak yang sama dan tetap andalkan Tuhan. Hadapi masalah yang ada dengan kejujuran, karena tanpa kejujuran justru akan menimbulkan masalah yang lain. Tetaplah melayani Tuhan. Apabila hingga saat ini Anda belum memulainya bersama keluarga Anda, ambil sebuah komitmen dan berdoalah; mohon petunjuk kepada Tuhan dan bergabunglah dalam sebuah pelayanan di dalam komunitas gereja, dimulai dari sebuah kelompok kecil seperti Connect Group. Mari turut ambil bagian bersama keluarga untuk melayani Tuhan bersama-sama dan alamilah penggenapan rencana Tuhan bagi hidup Anda, hidup yang semakin diberkati untuk menjadi berkat!

Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN! – Yosua 24:15


20140219-131736.jpg
Hari Rabu, 25 Desember 2013 GMS my home menyelenggarakan ibadah Natal spesial dengan tema “A Christmas Carol” di MICC Hotel Santika Dyandra, Medan. Tema Natal kali ini terinspirasi dari kisah Natal karangan Charles Dickens. Menampilkan konsep ibadah yang menyatu dengan alur cerita disertai dengan drama musikal, membuat jemaat yang hadir seakan-akan ikut terlarut di dalam cerita yang dibawakan. Dimulai dengan pembukaan di layar LCD menampilkan sebuah buku tebal berjudul “A Christmas Carol” yang lembarannya mulai terbuka dan ketika cahaya lampu di panggung mulai semakin terang, tampak para warga kota yang diperankan oleh tim Praise and Worship saling menyapa, mengucapkan salam Natal satu sama lain lalu mengajak jemaat untuk memuji Tuhan bersama. Pujian pengagungan dengan lagu-lagu bertema Natal dinaikkan dengan penuh sukacita ditampilkan dengan begitu merdu oleh tim Praise and Worship yang sangat bersemangat, ditambah lagi dengan kostum yang dikenakan begitu menyatu dengan setting panggung yang bernuansa klasik. Beberapa saat kemudian, seorang Walikota yang diperankan oleh Sdr. Albert Tandika memasuki panggung dan mengumumkan untuk mengumpulkan persembahan bagi Kerajaan Sorga, sementara ada seorang pria tua bernama Tuan Eben yang menolak untuk memberikan persembahan maupun sumbangan dalam bentuk apapun. Karakter Tuan Eben yang merupakan tokoh sentral dalam “A Christmas Carol” ini diperankan oleh Sdr. Wendy Chandra dari Creative Ministry dan sungguh mengagumkan dalam membawakan sosok pria tua yang kikir dan tidak mengenal belas kasihan.
20140219-132714.jpg
Tuan Eben seringkali tidak menghiraukan hal-hal yang berbau religius, terlebih lagi dengan perayaan Natal. Tak heran, dirinya senantiasa dijauhi oleh warga di sekitarnya dan dikenal sebagai orang yang kurang ramah terhadap sesama. Ketika salah satu pegawainya yang bernama Bob hendak meminta izin tidak masuk kerja pun juga memperoleh peringatan yang keras, karena bagi Tuan Eben uang adalah segalanya. Sepeninggal pegawainya, Tuan Eben masih menyibukkan diri dengan pekerjaannya hingga akhirnya listrik padam dan suasana menjadi gelap. Ketika mencari alternatif penerangan, tiba-tiba Tuan Eben dikejutkan dengan sebuah lilin yang menyala dan yang lebih mengejutkan ternyata yang menyalakan lilin tersebut adalah seorang malaikat! Gelak tawa jemaat sejenak memenuhi ruangan karena perjumpaan yang spontan antara malaikat (diperankan oleh Sdri. Wynda Cinnow) dengan Tuan Eben. Mereka terlibat dalam sebuah percakapan dan malaikat ini memperkenalkan dirinya sebagai ‘malaikat masa lalu’ yang membawa Tuan Eben ke masa kecilnya. Bayangan masa lalu ditampilkan di hadapan Tuan Eben, dan tampak sosok seorang anak kecil yang murung, kelaparan dan tidak memperoleh perhatian orang tua, sementara teman-teman lainnya dipenuhi dengan keceriaan. Kekecewaan akan masa kecil yang begitu kelam inilah yang membentuk kepribadian Tuan Eben menjadi sangat mandiri, keras dan menyukai kerja tanpa kenal waktu, namun sayangnya ketika beranjak dewasa menjadi pribadi yang kaku, tertutup dan kurang peduli dengan sesama.
20140219-155024.jpg
Malaikat masa lalu kemudian menampilkan perjumpaan Eben yang masih remaja dengan wanita cantik yang sangat dikasihinya; yaitu Bella. Melihat bayangan masa lalunya yang berjumpa dengan Bella dan mereka mulai menari bersama laiknya sepasang kekasih, begitu menyentuh perasaan Tuan Eben. Kenangan berikutnya beranjak ke masa Tuan Eben yang lebih dewasa. Eben yang telah dewasa lebih memikirkan pekerjaan, mengejar harta dan kekayaan ketimbang menjalin hubungan yang lebih serius dengan Bella.
20140219-135753.jpg
Bella menegur Eben yang terlalu memprioritaskan waktunya untuk mengejar harta kekayaan sehingga akhirnya Bella memutuskan untuk meninggalkan Eben dan mengakhiri hubungan kasih di antara mereka. Benar-benar drama musikal yang menakjubkan, sewaktu adegan perpisahan inipun Bella menyanyikan sebuah lagu sendu yang memilukan hati, namun hal ini juga tidak membuat hati Eben tersentuh dan berusaha memperbaiki hubungannya dengan Bella. What an amazing song! Dibawakan dengan sangat menjiwai dan suara yang merdu oleh Cherlina Wen yang memerankan Bella. Keseluruhan lagu (dalam bahasa Inggris) ini dikarang dan diaransemen sendiri oleh Sdr. Michael Tjanaka. Bukan saja lagu perpisahan ini, namun semua iringan musik dan semua lagu yang digunakan dalam drama musikal ini diaransemen dan dimainkan oleh Sdr. Michael (proud of you, bro).

Kenangan akan masa lalu ini menyiratkan kepedihan yang sangat mendalam bagi Tuan Eben sehingga tak tahan lagi untuk menyaksikannya. Mendadak malaikat masa lalu lenyap… Kemudian dalam kesendirian dan keheningan, tiba-tiba Tuan Eben dikejutkankan oleh gelak tawa dengan diiringi lagu penuh sukacita oleh malaikat berikutnya, ya… dia adalah malaikat masa kini yang humoris dan dipenuhi dengan tawa. Malaikat masa kini menunjukkan realita kehidupan kepada Tuan Eben yang tidak memiliki kepedulian terhadap sesama. Ada seorang wanita miskin di pinggir jalan yang senantiasa mengucap syukur kepada Tuhan untuk sepotong roti keras. Sementara, Tuan Eben menyatakan pada malaikat mengenai ketidakpeduliannya pada sesama, “Untuk apa saya peduli? Semua orang pasti akan meninggal. Memang apa bedanya; jika seseorang meninggal saat ini karena kelaparan atau sakit penyakit?”. Salah satu ucapan Tuan Eben yang saya jadikan sebuah quote untuk menjadi renungan bagi diri kita adalah ini; “Bagaimana saya bisa menunjukkan kasih, sementara tak seorang pun menunjukkan kasih kepada saya?”. Tuan Eben merasa dijauhi dan tidak disukai oleh warga di sekitarnya, karena itu dia memutuskan untuk tidak peduli dengan sesama.
20140219-160148.jpg
Tak lama kemudian, di sisi yang lain Tuan Eben dibawa oleh malaikat masa kini ke sebuah ruang makan keluarga Bob, pegawainya. Sungguh terkesan dengan tim Creative ministry yang dengan sangat cepat mengubah setting panggung; dari setting ruangan kantor yang berubah ke masa lalu, dari setting taman hingga ke masa kini lalu tiba-tiba tersedia meja makan dan tampak Bob, istrinya serta anak mereka yang bernama Tim duduk bersama untuk menikmati makan malam. Tuan Eben terkejut menyaksikan kebaikan hati Bob yang mau bersulang bagi dirinya sementara istrinya sempat merasa dongkol ketika nama Tuan Eben disebut. Yang membuat Tuan Eben tersentuh adalah ketika melihat Tim, anak Bob dalam kondisi sakit parah. Dia bertanya kepada sang malaikat apakah memungkinkan untuk Tim disembuhkan. Kembali sang malaikat menjawab seperti ucapan Tuan Eben sendiri, “Untuk apa saya peduli? Semua orang pasti akan meninggal. Memang apa bedanya; jika seseorang meninggal saat ini karena kelaparan atau sakit penyakit?”.
20140219-154231.jpg
Rupanya dari situasi ini hati Tuan Eben mulai tersentuh dan hendak berniat keluarga Bob, apalagi tak lama kemudian ditunjukkan kesedihan Bob yang mulai meratapi kematian anaknya dan dinyanyikan dengan sangat menyentuh hati. Jujur, saya sendiri pun menangis dan terharu ketika melihat penampilan Sdr. Erwin yang memerankan Bob, apalagi sembari menggendong ‘jenazah’ Tim anaknya sambil bersenandung “I remember the way you smile, I remember the way you cry…” (two thumbs up untuk actingnya Erwin & aransemen lagunya Michael!).

Suasana gelap gulita kembali memenuhi panggung dan Tuan Eben dalam kesendirian mulai kebingungan, karena tiba-tiba muncul sosok malaikat berikutnya yang begitu dingin dan misterius, dia adalah malaikat yang akan menunjukkan masa depan. Sesaat kemudian, muncul kerumunan warga sekitar yang bernyanyi gembira dan mengekspresikannya sambil bercakap-cakap mengenai kematian seseorang. Tuan Eben masih belum sadar mengenai siapa yang dipercakapkan, hingga dia melihat seorang ibu yang biasanya membantu membersihkan rumah menunjukkan sehelai kemeja kepada temannya, dan dia mengenal baju itu, ternyata milik Tuan Eben. Dalam sekejab, setting panggung berubah menjadi pemakaman. Di luar kebiasaan, tak seorang pun yang hadir di pemakaman tersebut, hanya penggali kubur dan sesosok mayat dengan ditutupi kain. Tanpa ambil pusing, penggali kubur pun meninggalkan pekerjaannya karena merasa lapar dan menunda penggalian kubur. Sambil memberanikan diri, Tuan Eben menghampiri jenazah itu dan ketika kain penutupnya tersingkap, betapa takutnya dia karena melihat sosok dirinya sendiri. dalam sekejap tangannya dalam kondisi dirantai dan diseret oleh malaikat yang menunjukkan masa depan menuju ke api yang bernyala-nyala karena ternyata sosok tersebut adalah malaikat maut. Sambil berteriak-teriak minta ampun dan berjanji untuk memperbaiki kelakuannya, Tuan Eben tak kuasa menahan tarikan rantai sang malaikat hingga akhirnya terjerumus ke dalam api dan… dalam waktu relatif singkat setting panggung kembali menampilkan ruang kantor Tuan Eben, sementara dia terlelap di atas meja kerjanya.
20140219-154447.jpg
Tampak juga sosok wanita tua yang sedang membersihkan ruang kerja dan Tuan Eben akhirnya tersadar dari tidurnya dengan rasa kaget karena mendapati dirinya ternyata masih hidup. Saking gembiranya, Tuan Eben mengajak si wanita tua menari. Tentu saja, Tuan Eben langsung mendapatkan tamparan di pipi dari wanita tua tersebut karena dianggap kurang ajar.
20140219-155145.jpg
Di luar kantornya, sekerumunan warga menyanyikan lagu Natal dan tidak seperti sebelumnya, kali ini Tuan Eben membagikan uangnya untuk sumbangan amal, bahkan dia pun menjumpai walikota dan memberikan sejumlah uang untuk merayakan Natal. Perubahan hidup yang sangat luar biasa karena perjumpaannya dengan tiga malaikat. Tidak berakhir di sini saja, Tuan Eben bahkan mengunjungi Bob dan keluarganya. Tidak melewatkan kesempatan di dalam merayakan Natal, Tuan Eben juga hendak menolong Bob dan keluarganya untuk pengobatan Tim. Di akhir kisah ini, saya mulai tampil di panggung sambil menyapa Tuan Eben, Bob dan keluarganya namun bukan untuk menjadi bagian dalam cerita, akan tetapi untuk menyampaikan konklusi dari pesan Natal melalui drama musikal tadi.
20140219-135923.jpg
Allah datang tidak mengutus malaikat-Nya agar membuat kita bertobat! Dia telah mengutus Putera-Nya yang tunggal; Tuhan Yesus Kristus untuk menebus dosa umat manusia (Yoh. 3:16). Saya mengajak semua jemaat yang hadir untuk memperhatikan pesan ini dalam perayaan Natal kali ini; Apa yg terpenting di dunia ini yang sedang Anda kejar sehingga melupakan hal-hal terpenting yang bisa dinikmati dalam hidup ini? Anda bisa memiliki segalanya, namun kehilangan CINTA! Apabila uang yang selama ini terlalu kita kejar, bisa jadi kita mengorbankan melupakan hubungan yang terpenting dengan keluarga, orang yang kita kasihi, dan sesama. Uang memang penting, namun bukan segalanya!

3 HAL penting dalam hidup ini yang tidak dapat dibeli dengan UANG:
1. Kebahagiaan
Pepatah orang bijak pernah menyampaikan beberapa hal berikut mengenai uang:
#Dengan uang dapat membeli makanan enak, tapi tidak dapat membeli selera
#Dengan uang dapat membeli tempat tidur, tapi tidak dapat membeli tidur nyenyak
#Dengan uang dapat membeli obat, membayar dokter + rumah sakit, tapi tidak dapat membeli kesehatan
#Dengan uang dapat membeli rumah mewah, menyelenggarakan pesta pernikahan yang mewah, tapi tidak dapat membeli kebahagiaan di dalamnya

“Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!” (Mzm. 128:1)
Kebahagiaan sejati hanya dapat kita temukan di dalam Tuhan, saat hidup di dalam takut akan Dia dan hidup menurut Firman-Nya.

2. CINTA
Uang tidak bisa membeli cinta. Sekalipun hanya sekedar kisah fiksi, dari pengalaman Tuan Eben dalam ‘A Christmas Carol’ yang berusaha menjadi kaya untuk menikahi kekasihnya namun justru motivasi untuk mengumpulkan banyak uang justru memisahkan cinta mereka. Anda bisa memiliki segalanya, namun kehilangan CINTA! Uang tidak bisa membeli cinta! Akhirnya, Tuan Eben juga kehilangan kasih sehingga dia berkata, “Bagaimana saya bisa menunjukkan kasih, sementara tak seorang pun menunjukkan kasih kepada saya?”

Pelajaran yang dapat kita petik ialah… semua orang membutuhkan kasih; kasih itu adalah pribadi Tuhan YESUS! Dalam 1 Yoh. 4:19 tertulis, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”. Bukti bahwa Allah begitu mengasihi saya dan Anda terdapat dalam 1 Yohanes 4:1 – “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.”

3. KESELAMATAN dan hidup kekal
Keselamatan yang saya maksud bukanlah selamat selama di bumi saja, namun selamat juga hingga di akhirat! Apakah Anda telah menyadari dan tahu pasti ke mana akhir hidupmu nanti? Uang tidak pernah bisa membeli keselamatan dan hidup kekal! Amal dan sumbangan sosial tidak bisa membeli tempatmu di sorga! Neraka sudah menantimu bila kau tidak bertobat. Mungkin Anda bisa berkata, “saya orang baik!” namun kebaikan juga tidak bisa membuat seseorang masuk sorga. Untuk masuk sorga, Tuhan Yesus harus dilahirkan dalam hati Anda.

Moment Natal adalah waktunya untuk kita menyadari akan pentingnya sebuah perubahan hidup. Uang, harta benda, dan kekayaan sifatnya hanya sementara. Yang perlu dicapai dalam hidup ini adalah kesadaran akan pentingnya memiliki hidup kekal dengan Tuhan Yesus yang menjadi Tuhan dan juruselamat bagi hidup kita, sehingga beranjak dari kesadaran tersebut akan mendorong kita untuk mengalami perubahan hidup.
20140219-132513.jpg
Pesan Natal yang saya sampaikan dalam ibadah Natal ini ditutup dengan paduan suara yang dipimpin oleh Sdri. Irena bersama dengan sekumpulan anak-anak kecil, sementara saya dan Ps. Yosep Moro bersama keluarga juga turut maju ke depan serta mengajak jemaat untuk turut menyalakan flash pada Handphone mereka mengiringi lagu pujian yang dinaikkan.
20140219-160257.jpg
Seusai perenungan singkat yang disampaikan oleh Ps. Yosep Moro, saya mengundang setiap orang yang mau mengalami perubahan hidup dalam dirinya serta mau membuka hati bagi Tuhan Yesus sebagai juruselamat pribadi. Di antara sekitar 3900 jemaat yang hadir dalam dua kali ibadah tersebut, 204 orang maju untuk meresponi altar call dan puji Tuhan, 39 di antaranya mau memberi diri dibaptis selam saat itu juga. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus. Merry Christmas 2013 and Happy New Year 2014!