Posts Tagged ‘Injil’

Happy Easter 2014!

Posted: April 27, 2014 in Daily Devotion, Sermon
Tags: , , , ,

20140427-174952.jpg

Dari pembacaan ayat-ayat dalam Injil Yohanes pasal 20:19-22, ada makna Paskah yang perlu kita hayati dan renungkan bersama di tahun ini. Paskah adalah peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus dan di kala kita memperingatinya, kita belajar untuk semakin memahami makna berita Injil agar iman kita semakin bertumbuh dan menjadi semakin serupa dengan Kristus.

Murid-murid Tuhan Yesus pada masa itu dirundung duka yang begitu mendalam, hati yang penuh dengan kesedihan, serta depresi karena mereka kehilangan Tuhan dan Guru yang telah mengajarkan kebenaran. Belum lagi, kebingungan melanda mereka semua karena setelah menempuh perjalanan ke kubur Yesus, mereka mendapati bahwa kubur tersebut telah kosong dengan kain kapan terletak di tanah dan kain peluh sudah tergulung tergeletak di samping. Di hari ketiga setelah kematian-Nya, Tuhan Yesus hendak menunjukkan kepada murid-murid-Nya bahwa Dia telah bangkit seperti yang pernah difirmankan-Nya sebelumnya bahwa Dia akan bangkit di hari ketiga dari antara orang mati; sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati (Yoh. 20:9).

Damai sejahtera
Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” (ayat 19 dan 21). Kebangkitan-Nya mendatangkan damai sejahtera bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Damai sejahtera itulah yang menyebabkan murid-murid-Nya begitu bersukacita. Inilah yang Tuhan Yesus kehendaki dalam kehidupan saya dan Anda; agar damai sejahtera-Nya kita alami karena Dia sudah bangkit. Tidak ada lagi kekuatiran, rasa takut, keraguan maupun kebimbangan ketika kita dengan sungguh-sungguh beriman bahwa Tuhan Yesus telah bangkit! Kita memiliki Allah yang hidup. Faktanya adalah, sekalipun Dia telah mengalami kematian akibat menanggung sengsara untuk menebus dosa-dosa kita, namun tidak untuk seterusnya Dia mati. Kita akan menjadi orang paling mengenaskan selama hidup di dunia ini apabila Tuhan Yesus tidak pernah bangkit dari kematian. Namun, bersyukurlah karena Dia hidup! Kita memiliki Allah yang hidup untuk selama-lamanya dan Dia juga menyertai kita, mengerti akan pergumulan kita, menyediakan kebutuhan kita, senantiasa peduli ketika kita di dalam permasalahan, dan kuasa-Nya selalu tersedia saat kita menyerukan nama-Nya. Damai sejahtera yang diberikan-Nya kepada kita adalah damai sejahtera ilahi yang melampaui segala akal, dan damai sejahtera tersebut memelihara hati dan pikiran kita senantiasa dalam Kristus Yesus (Flp. 4:7). Tuhan Yesus bangkit karena hendak memberikan damai sejahtera-Nya kepada kita.

Pengutusan
Seusai Tuhan Yesus menyampaikan salam damai sejahtera-Nya, Dia berkata, “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”. Makna dalam kebangkitan Kristus tersirat sebuah misi pengutusan bagi setiap kita sebagai murid-murid-Nya. Dengan jelas Tuhan Yesus mengatakan bahwa Bapalah yang mengutus-Nya, kini dengan kuasa kebangkitan-Nya Dia juga hendak mengutus kita. Sebagai ‘utusan’ memiliki arti bahwa kita ini menjadi perwakilan-Nya untuk menyampaikan kabar baik; keselamatan dan pengampunan dosa bagi setiap orang-orang yang terhilang. Bila Anda sungguh-sungguh hendak menghayati kebangkitan Kristus di dalam hidup ini, bukalah hati dan terimalah perintah-Nya yang mengutus kita untuk bersaksi dan memberitakan Injil keselamatan. Bisa jadi, kita diutus kepada keluarga kita sendiri, sahabat-sahabat kita, lingkungan kerja, rekan studi, masyarakat, bahkan hingga ke bangsa-bangsa. Berilah diri Anda diutus oleh-Nya dan beritakan bahwa Tuhan Yesus telah bangkit.

Roh Kudus
Di ayat 22 tertulis, “Ia mengembusi mereka dan berkata: ‘Terimalah Roh Kudus.'”. Tuhan Yesus hendak membekali setiap orang yang bersedia untuk diutus dengan Roh Kudus. Siapakah pribadi Roh Kudus ini? Dalam Roma 8:11 dijelaskan mengenai pribadi Roh Kudus sehubungan dengan kebangkitan Yesus sebagai berikut, “Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.”. Roh Kudus adalah salah pribadi Allah Tritunggal yang membangkitkan Tuhan Yesus dari antara orang mati! Kabar baiknya adalah… Roh Kudus juga berdiam di dalam kita, karena tanpa Roh Kudus di dalam kita, kita tidak mungkin berkata, “ya Abba, ya Bapa!” (Rom. 8:15). Melalui Roh Kudus di dalam kita, sebagai utusan-Nya kita dimampukan untuk melakukan perkara-perkara yang luar biasa dalam melayani-Nya, seperti tertulis dalam Injil Markus 16:17-18, “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Terimalah damai sejahtera Tuhan Yesus, berilah diri Anda untuk diutus-Nya dan terimalah Roh Kudus dalam kehidupan Anda! Tuhan Yesus memberkati dan SELAMAT PASKAH!

Advertisements

Sum4Je 1

Melalui konferensi ini, Anda akan semakin diperlengkapi untuk melihat Pulau Sumatra dari sudut pandangnya Tuhan, sehingga cinta akan Sumatra semakin tertanam di dalam kita. Melalui gereja-Nya, Tuhan akan melakukan perkara-perkara yang ajaib sehingga Anda akan belajar untuk menangkap hati-Nya untuk mencintai dan memenangkan Pulau Sumatra bagi Tuhan Yesus.

Bukan sebuah slogan saja, namun Sumatra for Jesus akan menjadi sebuah impartasi bagi gereja-gereja lokal khususnya di Sumatra dan sekitarnya untuk menjadi semakin kuat dan berdampak. Lebih dari 2000 tahun yang lalu Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk memberitakan Injil dengan disertai dengan kuasa SUPERNATURAL untuk mengadakan mujizat dan tanda-tanda ajaib.

Inilah waktunya gereja bangkit, kembali dipenuhi dengan pengurapan dan kuasa SUPERNATURAL untuk bersaksi, memberitakan Injil dan memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang bagi Tuhan Yesus. Hamba-hamba Tuhan yang diurapi akan menginspirasi Anda dalam setiap sesi dan workshop yang ada, dilanjutkan dengan KKR Kesembuhan Ilahi “Kuasa Salib-Nya” dan “Festival Kuasa Allah” selama dua malam berturut-turut.

Sum4Je 2a

Konferensi Sumatra For Jesus 2014 ini terdiri dari 6 sesi utama disertai dengan 4 workshop penginjilan yang dapat Anda pilih sesuai dengan panggilan pelayanan Anda.

Marketplace Evangelism
Marketplace merupakan ladang yang sangat luas bagi pemberitaan Injil. Pelayanan Tuhan Yesus bukan saja di tempat-tempat religius namun juga di marketplace. Melalui workshop ini Anda akan diperlengkapi untuk menjadi dampak secara supernatural di dunia marketplace.
Children Evangelism
Tuhan tidak pernah menentukan jenjang usia tertentu untuk mengalami pertobatan. Bahkan, anak-anak pun bisa mengalami pertobatan di kala menerima pemberitaan Injil. Anak-anak begitu berharga bagi Kerajaan Sorga sehingga Anda pun perlu diperlengkapi untuk menjangkau anak-anak bagi Kristus!
Prayer and Evangelism
Ketika Gereja terus berdoa dan mencari kehendak Tuhan, kebangunan rohani akan terjadi. Injil akan diberitakan dengan penuh kuasa sehingga jiwa-jiwa yang terhilang akan mengalami pertobatan. Doa dan penginjilan akan menjadi kegerakan yang senantiasa selaras dengan isi hati Tuhan.
Youth Evangelism
Nilai-nilai kehidupan yang dianut oleh seseorang semenjak masa mudanya akan mempengaruhinya ketika dewasa dan akan berdampak bagi generasi selanjutnya. Masih banyak jiwa-jiwa yang terhilang di usia muda sehingga Gereja harus bangkit untuk memberitakan Injil kepada generasi muda demi masa depan yang lebih baik.

Terimalah impartasi dan pengurapan yang SUPERNATURAL dalam Sumatra for Jesus 2014!

Sum4Je 2b

Untuk Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Calvin (Medan) +62852 0734 2198 | Nini (Palembang) +62813 6767 2500 | Dewi (Pekanbaru) +62896 1517 7543 | Franky (Lampung) +62896 2519 3164 | atau email kami di myhome@gms.or.id

 

Yang Terutama

Posted: December 8, 2013 in Daily Devotion
Tags: , , ,

20131208-015134.jpgSebentar lagi kita akan mengakhiri tahun 2013; satu tahun lagi akan segera berlalu. Di penghujung tahun, biasanya setiap orang akan melakukan perenungan pribadi untuk mengevaluasi apa yang telah dicapai tahun ini ini, harapan-harapan apa saja yang belum tercapai, hingga merencanakan apa yang hendak dilakukan tahun depan. Sebelum kita terlalu sibuk untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab kita hingga tutup tahun mendatang, mari luangkan waktu sejenak untuk membaca renungan Firman Tuhan berikut.

“Jawab Yesus kepadanya: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Mat. 22:37-39).

Pertama, kita hendaknya mencermati; apakah sepanjang tahun ini kita telah mengerjakan kehendak TUHAN sepenuhnya bagi kehidupan kita atau belum. Apa yang kita kerjakan semasa hidup di dunia ini bukanlah semata-mata mengejar perkara-perkara duniawi belaka, sebab suatu saat nanti semua orang harus mempertanggungjawabkan kehidupannya di hadapan TUHAN. Tuhan memiliki rencana yang mulia bagi Anda saat Anda diciptakan-Nya untuk hidup di bumi ini. Untuk mengenal kehendak-Nya di dalam kehidupan kita, hendaklah kita membangun hubungan yang intim secara pribadi dengan TUHAN. Seringkali, banyak orang melupakan hal ini sehingga hanya memperhatikan perkara-perkara yang duniawi sehingga mulai meninggalkan kehidupan spiritualnya. Padahal, kehidupan rohani merupakan inti kehidupan manusia; segala sesuatu yang berusaha diperoleh seperti uang, harta dan kekayaan, pangkat maupun jabatan tinggi hanyalah merupakan tambahan belaka dalam hidup ini. Mari kita fokuskan diri kita untuk kembali menyelami kehendak Tuhan. Luangkan waktu lebih lagi bersama Tuhan dan belajar untuk semakin mengasihi-Nya dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dan dengan segenap akal budi.

Kedua, baiklah kita memperhatikan; apakah kita sudah menjalin hubungan yang baik dengan sesama – baik dengan keluarga maupun rekan-rekan kita. Hubungan dengan sesama tidak dapat ditukar dengan uang dan kekayaan. Terkadang, demi memperoleh keuntungan lebih, seseorang justru memilih untuk merusak hubungan dengan seseorang. Dalam menjalin hubungan dengan seseorang, kenakanlah perintah Tuhan yang mengajarkan kita untuk mengasihi; kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Apabila kita mulai menyadari ada seseorang yang pernah kita kecewakan, merasa sakit hati dengan pernyataan kita, atau mungkin kita pernah menyimpan dendam dengan orang lain… marilah kita mulai memikirkan langkah untuk berdamai. Dalam Injil Matius 5:25 dituliskan demikian, “Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.”

Dengan memahami perintah Tuhan mengenai mengasihi Allah dan mengasihi sesama, akan lebih mudah bagi kita untuk memprioritaskan mana ‘yang terutama’ dalam hidup ini. Yang terutama dalam kehidupan ini bukanlah kepentingan pribadi kita yang harus terwujud, bukan perkara-perkara duniawi yang harus kita kejar, melainkan kenehdak Tuhanlah yang harus terlaksana. Selamat membuat resolusi di akhir tahun ini. See you in the greater glory!


20130509-065202.jpg

Salam sejahtera dalam kasih Tuhan! Hari ini, Kamis 9 Mei 2013 seluruh umat Kristiani di seluruh dunia memperingati Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke Sorga. Peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ini terjadi 40 hari setelah hari kebangkitan-Nya. Waktu itu, Yesus bersama murid-murid-Nya berkumpul di luar kota sampai dekat Betania. Dengan disaksikan murid-murid-Nya, Yesus terangkat ke sorga hingga awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Mengutip pepatah lama, tertulis demikian: “Setiap kali ada perjumpaan, pasti ada perpisahan.” . Benarkah kenaikan Tuhan Yesus ke sorga merupakan tanda perpisahan antara Dia dengan umat-Nya? Apakah sebagai umat Tuhan kita tidak akan pernah menjumpai-Nya lagi?

Kehadiran Roh Kudus
Mengutip perkataan Tuhan Yesus dalam Injil Yohanes 16:7 tertulis demikian, “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.”. Tuhan Yesus pernah berpesan mengenai kepergian-Nya, yaitu mengenai pengangkatan-Nya suatu saat kelak ke sorga. Dampak pelayanan Tuhan Yesus pada waktu itu hanya menjangkau daerah Israel dan sekitarnya. Sebagai Anak Manusia yang benar-benar 100% manusia (sekaligus 100% Pribadi Allah), pelayanan Tuhan Yesus terbatas dengan tubuh kemanusiaan yang dikenakan-Nya. Untuk menjangkau seluruh umat manusia di seluruh muka bumi ini agar mengalami kasih-Nya, perlu Pribadi yang tidak dibatasi dengan tubuh manusia yang fana. Pribadi inilah yang disebut sebagai Roh Kudus; Roh Kebenaran, Sang Penghibur.

Dalam pengajaran-Nya, Tuhan Yesus pernah memperkenalkan salah satu Pribadi dari Tritunggal yang Esa yaitu Roh Kudus kepada murid-murid-Nya. “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu (Yoh. 14:16-17)”. Pada hari kelima puluh setelah hari kebangkitan-Nya, yang dikenal sebagai Hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di suatu tempat. Dalam Kisah Para Rasul pasal dua diceritakan bahwa saat itulah mereka menerima curahan Roh Kudus seperti yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yesus sebelumnya. Roh Kudus akan menguatkan kehidupan orang percaya dan mengurapi setiap orang percaya untuk menjadi saksi Kristus di manapun mereka berada. Pelayanan Tuhan Yesus di muka bumi ini tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu, karena ada Roh Kudus yang tersebar di seluruh dunia untuk memperlengkapi orang-orang percaya dalam memberitakan kasih Tuhan.

Janji-Nya Di Masa Mendatang Hingga Kekekalan
Tuhan Yesus terangkat ke sorga bukan berarti Dia tidak akan kembali. Suatu saat Dia akan kembali dan pasti kembali ke dunia ini! Dalam Kis. 1:11 tertulis, “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.“. Tidak seorang pun tahu kapan masa dan waktu kedatangan-Nya, yang penting ialah kita terus menjaga hidup dan iman kita sesuai dengan kebenaran Firman-Nya. Di sorga, Tuhan Yesus menyediakan tempat bagi orang-orang percaya (Yoh. 14:3). Itulah makna Kenaikan Tuhan Yesus, Dia naik ke sorga sebagai bukti kasih-Nya bagi umat manusia, agar semua orang memperoleh penghiburan dan kekuatan yang baru dari Roh Kudus. Sementara, di sorga Dia mempersiapkan tempat bagi kita yang sunggguh-sungguh percaya kepada-Nya. Suatu saat nanti, Dia akan datang kembali ke dengan cara yang sama seperti Dia naik ke sorga. Selamat memperingati kenaikan Tuhan kita Yesus Kristus ke sorga! Maranatha!

Kuasa Urapan

Posted: March 31, 2013 in Event
Tags: , , , , , ,

20130331-111118.jpg

Paskah merupakan hari yang diperingati umat Kristiani untuk merayakan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus setelah mengalami kematian di kayu salib. Hari ini, 31 Maret 2013 saya mendapat sebuah kesempatan untuk menyampaikan kebenaran Firman Tuhan dalam ibadah Paskah di GMS my home, Medan.

Dalam Surat Petrus yang pertama dituliskan demikian:
“yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu. Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.” (1 Ptr. 1:2-5)

Setiap orang yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat adalah orang-orang pilihan yang dimaksudkan oleh Petrus. Setiap umat pilihan-Nya dikuduskan oleh Roh Allah agar taat kepada Yesus, karena mereka telah menerima percikan darah-Nya yang menyucikan. Pada ayat kedua ini dijelaskan bahwa Roh Kudus bekerja untuk menyucikan orang-orang pilihan-Nya. Pada ayat berikutnya, ditekankan bahwa kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang matilah yang memungkinkan agar seseorang dilahirkan kembali. Inilah makna kebangkitan Yesus; tidak seorangpun dapat menerima karunia keselamatan apabila Yesus tidak bangkit dari kematian-Nya! Kita patut bersyukur karena kuasa kebangkitan-Nya membuat semua orang yang mau percaya kepada-Nya dapat dilahirkan kembali.

Bukan itu saja, kuasa kebangkitan-Nya juga menuntun kita pada sebuah hidup yang penuh pengharapan dan pada ayat ke-4 dituliskan: untuk menerima bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Kata ‘bagian’ ini dalam sebagian besar Alkitab versi bahasa Inggris dituliskan sebagai inheritance yang berarti warisan. Warisan kerajaan Sorga ini akan diberikan kepada setiap orang percaya yang sungguh-sungguh menjaga iman selama menantikan keselamatan yang dinyatakan pada akhir zaman (seperti khotbah penginjilan yang saya sampaikan dalam Ibadah Jumat Agung; The End of TIME).

Roh Kudus telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati dan oleh kuasa kebangkitan-Nya kita dilahirkan kembali untuk memperoleh hidup yang penuh dengan pengharapan. Luar biasanya, kita juga beroleh suatu warisan rohani yang kekal, tidak dapat binasa, tidak dapat layu, dan tidak dapat cemar yang telah tersimpan di sorga bagi kita.

Mengenai warisan, dalam Surat Rasul Paulus kita menemukan pesan sebagai berikut: “Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” (Roma 8:17)

Warisan yang diterima oleh anak Allah berupa janji-janji Allah. Ya! Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus hendak memberikan warisan janji-janji Allah bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Salah satu janji Bapa yang disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya setelah Dia bangkit tercatat dalam Kis. 1:4-5, “Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya — “telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.” Baptisan Roh Kudus merupakan warisan yang kekal dan tersimpan di Sorga bagi kita semua!

Apakah guna Roh Kudus bagi orang percaya?

Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. (Roma 8:11 )

Dalam Kis. 1:8 tertulis, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”. Sebelum kita membahas tentang kuasa, terlebih dahulu kita perlu mengenal Pribadi di balik kuasa tersebut, yaitu Roh Kudus. Roh Kuduslah yang memberi kuasa dalam urapan yang kita terima dan Dia akan menyertai kita secara spesifik untuk melaksanakan kehendak-Nya, yaitu untuk bersaksi.

Beberapa orang Kristen merasa kesulitan untuk memberitakan Injil karena mereka merasa bukan lulusan sekolah teologia, tidak memiliki gelar pendeta, dan lain sebagainya. Memberitakan Injil bukan soal seberapa pandai kita mengupas Alkitab, berkhotbah, atau apakah kita memiliki gelar kependetaan atau tidak, namun memberitakan Injil juga dilakukan dengan bersaksi. Kesaksian yang kita sampaikan merupakan pengalaman pribadi bersama Tuhan, baik bagaimana Tuhan mengampuni dosa kita, menyelamatkan kita, memulihkan, menyembuhkan kita, menolong kita, maupun melakukan perbuatan ajaib bagi kita, dan sebagainya. Kesaksian yang kita sampaikan kepada orang lain akan menjadi kesaksian yang penuh kuasa apabila kita diurapi oleh Roh Kudus. Roh Kudus akan mengurapi umat-Nya yang senantiasa memiliki kerinduan untuk menjadi saksi Tuhan Yesus!

Untuk bersaksi atau memberitakan Injil dengan penuh kuasa, kita perlu menerima urapan Roh Kudus. Hal ini telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya sekitar 2700 tahun yang lalu sebagai berikut:
“Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman Tuhan ” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.” (Yesaya 61:1-3)

Urapan Roh Kudus akan memampukan umat Tuhan untuk memberitakan Injil (kabar baik) kepada orang-orang yang masih tertawan oleh dosa dan sengsara akibat kesalahan mereka. Urapan Roh Kudus juga akan melenyapkan beban seseorang, seperti yang dicatatkan dalam Yesaya 10:27, “It shall come to pass in that day That his burden will be taken away from your shoulder, And his yoke from your neck, And the yoke will be destroyed because of the anointing oil.” (Isaiah 10:27 NKJV). Terjemahan bebas bagi ayat ini adalah sebagai berikut, “akan datang harinya bahwa beban itu akan diangkat dari bahumu, dan kuk itu dari lehermu, dan kuk itu akan dihancurkan oleh urapan minyak”. Urapan Roh Kudus di dalam diri kita akan mematahkan setiap belenggu dosa dan melenyapkan beban alam maut yang mengikat orang-orang berdosa saat mereka menerima pemberitaan Injil dari kita!

Mari kita memaknai peringatan kebangkitan Yesus ini dengan menerima pengurapan Roh Kudus-Nya yang telah diwariskan bagi kita! Pengurapan Roh Kudus yang kita terima akan memampukan kita untuk memberitakan Injil maupun bersaksi dengan penuh kuasa! Selamat Paskah 2013! Tuhan Yesus memberkati!