Posts Tagged ‘Jumat Agung’


Puji Tuhan, semenjak minggu lalu tayangan highlight “The End of TIME” sudah diupload ke YouTube. Namun, beberapa orang masih sering menanyakan pada saya link videonya… sehingga saya putuskan untuk upload juga di blog “Journey of Faith” ini. Tayangan ini merupakan highlight dari KKR Jumat Agung di GMS my home hari Jumat tanggal 29 Maret 2013 yang lalu. Selamat menikmati highlight ini, sementara bagi yang ingin memiliki film “The End of TIME” secara lengkap beserta penampilan creative preaching yang saya bawakan harap bersabar karena masih dalam proses produksi. Oya, bagi yang ingin subscribe saya di YouTube bisa klik di sini.

Advertisements

“Kita semua sebenarnya telah diperingatkan! Nubuat Tuhan Yesus mengenai akhir zaman akhirnya terjadi, namun kita yang saja yang terlalu mengeraskan hati sehingga tertinggal pada saat Tuhan Yesus mengangkat Gereja-Nya…”, inilah cuplikan khotbah yang saya sampaikan setelah beberapa saat sebelumnya jemaat yang hadir dalam KKR Jumat Agung menonton adegan awal “The End Of TIME”.

20130401-175606.jpg

Film ini mengisahkan seorang kepala rumah tangga yang saya perankan sendiri dan memiliki istri dan dua orang puteri yang selalu mengajak beribadah ke gereja. Sayangnya, saya tidak terlalu tertarik dengan kegiatan keagamaan dan terus menolak saat diajak ke gereja dengan berbagai alasan. Saya memilih untuk menghabiskan waktu di hari Minggu dengan melakukan jogging lalu bersantai di rumah. Ketika saya menantikan istri dan anak-anak pulang dari gereja, saya dikejutkan oleh suara benturan keras di depan rumah. Rupanya sebuah mobil pick-up menabrak sebuah sepeda motor yang pengendaranya lenyap begitu saja dengan meninggalkan helm, pakaian, dan sepatunya. Seolah tak percaya, saya teringat akan perkataan istri yang mengingatkan bahwa suatu saat Yesus akan menjemput umat-Nya terangkat ke sorga. Peristiwa itu akhirnya benar-benar terjadi tanpa peringatan sebelumnya, sebab hari itu datang seperti pencuri di waktu malam!

Dalam Mat. 24:40-41 Tuhan Yesus pernah menubuatkan, “Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.”, juga dituliskan dalam Injil Lukas 17:34, “Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.”

Memang, tidak seorang pun tahu kapan masa dan waktu kedatangan-Nya! Bahkan, belum tentu seorang yang mengaku dirinya Kristen pasti terangkat! Tuhan Yesus hanya mengangkat umat-Nya yang menjaga hidupnya dalam kekudusan, sementara orang Kristen yang tidak berjaga-jaga akan tertinggal bersama dengan orang-orang berdosa yang tidak percaya kepada-Nya. Bagi orang yang tertinggal, masihkah ada kesempatan? Setiap orang yang tertinggal akan memasuki masa kesusahan besar, malapetaka-malapetaka mengerikan akan menimpa dunia ini seperti yang dinubuatkan dalam Kitab Wahyu.

20130401-180044.jpg

Peristiwa demi peristiwa yang diberitakan di koran melaporkan kepanikan masyarakat dunia akibat menghilangnya orang-orang secara tiba-tiba. Hal ini mengakibatkan kecelakaan di mana-mana, kesedihan, dan tekanan batin yang mendalam bagi yang ditinggalkan. Bahkan, presenter di televisi pun melaporkan serangkaian peristiwa-peristiwa alam yang terjadi setelah pengangkatan. Gempa bumi, kerusuhan penduduk, kerusakan fasilitas umum, dan lain-lain. Di akhir berita yang disampaikan, ternyata terdapat cuplikan dokumentasi khotbah dari seorang pendeta yang menerangkan tentang persitiwa pengangkatan di akhir zaman. Khotbah pendeta inilah yang menyadarkan kesalahan saya selama ini dan ketika pendeta ini mengajak jemaat berdoa untuk meminta ampun serta menerima Yesus sebagai juruselamat pribadi, saya pun melakukannya sambil berlutut. Puji Tuhan, masih ada kesempatan bagi orang-orang yang tertinggal! Ini adalah kesempatan terakhir! Selama ini kita mungkin sudah menyia-nyiakan kesempatan yang datang kepada kita untuk diselamatkan. Sekalipun Yesus telah mengangkat umat-Nya, namun masih terbuka kesempatan menerima Yesus sebagai Tuhan sekalipun harus membayar dengan harga yang sangat mahal. Harga yang mahal yang harus kita bayarkan apabila kita bertobat setelah masa pengangkatan terjadi adalah nyawa atau darah kita sendiri. Seharusnya kita tidak perlu membayar dengan harga berupa darah atau nyawa kita sendiri karena lebih dari 2000 tahun yang lalu dalam peristiwa Jumat Agung yang kita peringati hari ini Tuhan Yesus telah membayarkan lunas harganya melalui kematian-Nya di kayu salib. Dengan darah-Nya sendiri, nyawa yang diserahkan-Nya kepada Bapa telah menebus umat manusia di bumi dari dosa dan maut.

20130401-180743.jpg

Sekalipun saya telah bertobat, namun ini bukanlah akhir dari segalanya. Masih ada peristiwa berikutnya yang harus dihadapi, yakni masa 7 tahun pemerintahan Antikristus. Antikristus akan muncul sebagai pribadi yang berwibawa, yang menyelesaikan masalah dunia. Tiga setengah tahun pertama Antikristus akan mengokohkan pemerintahannya dan mulai memimpin dunia. Seluruh dunia akan memuja-muja figur Antikristus ini karena dianggap sebagai ‘pahlawan’. Dia adalah diktator dunia yang punya kuasa sangat dominan dan hanya akan muncul setelah pengangkatan terjadi. Antikristus awalnya muncul sebagai figur yang baik dan menjadi penyelamat dunia dalam bidang ekonomi, politik, bahkan keamanan dunia. Ketika dia berhasil mempengaruhi seluruh dunia dengan pernyataan kedamaian, mulailah kepribadiannya yang asli muncul. Sebenarnya dia ingin menguasai dunia, meniadakan semua agama dan mengarahkan penyembahan kepada dirinya sendiri. Dalam masa tiga setengah tahun setelah pengangkatan terjadi, Antikristus mulai menunjukkan karakter aslinya. Dia tahu, bahwa waktunya sudah tidak lama lagi sehingga dia mengambil alih seluruh kepemimpinan di dunia dengan segala cara dan memaksa semua penduduk dunia untuk menjadi pengikutnya dan semua orang yang mengikuti dia akan dipaksa untuk menyembah dia. Dalam Kitab Wahyu pasal 13 dinubuatkan bahwa Antikristus dan nabi palsu akan menetapkan kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam (666).

Pada masa pemerintahan Antikristus akan terdapat suatu situasi di mana orang tidak dapat berjual beli jika tidak menggunakan tanda dari AntiKristus. Sistem pemerintahan Antikristus akan mempengaruhi sistem perekonomian seluruh dunia, sehingga seluruh transaksi berjual-beli hanyalah dapat dilakukan oleh orang-orang yang telah menyetujui dan tunduk pada sistem AntiKristus tersebut. Antikristus muncul sebagai figur pemimpin yang berkharisma, berwibawa, dan akan menyelesaikan masalah ekonomi, sosial, dan agama; tentunya dengan prinsip, nilai, dan sistem yang sangat bertentangan dengan Firman Tuhan. Disebutkan bahwa angka binatang itu adalah 666. Angka 666 merujuk pada sebuah sistem pemerintahan yang dirancangkan dan dijalankan oleh Antikristus, bukan suatu penomoran atau pemasangan angka secara harafiah. Sistem ini digunakan oleh pemerintahan Antikristus untuk menguasai dan mengendalikan kehidupan masyarakat dunia yang tertinggal setelah peristiwa pengangkatan.

Bagaimana dengan orang-orang Kristen yang tertinggal? Juga, bagaimana dengan orang-orang yang tertinggal lalu mulai menjadi percaya kepada Tuhan Yesus setelah masa pengangkatan ini? Tidak seorangpun yang akan terluput dari sistem 666 ini, karena untuk memenuhi kebutuhan hidup, tentu saja harus berjual beli, sementara transaksi hanya dapat dilakukan apabila orang itu tunduk di bawah sistem Antikristus. Pada tangan kanan atau dahi maksudnya: pada perbuatan dan pikiran sudah sejalan dengan sistem pemerintahan, agama, atau kepercayaan Antikristus tersebut. Bagi orang yang sudah percaya kepada Yesus pada masa ini, apabila menyetujui dan turut tunduk pada sistem 666 tersebut berarti tunduk kepada iblis dan menyangkal imannya kepada Tuhan Yesus. Bagi mereka yang tidak mau tunduk dengan sistem 666 dari Antikristus ini akan dikejar-kejar bagaikan buronan dan akan dibunuh.

20130401-180034.jpg

Seorang pria bertopeng yang digambarkan sebagai Antikristus memerintahkan agar semua kitab-kitab suci, aksesoris keagamaan, dan tempat-tempat ibadah harus dimusnahkan. Semua orang diperintahkan untuk menyembahnya! Di kala saya harus menghindari malapetaka-malapetaka mengerikan yang menimpa dunia, berusaha menghindar dari pemaksaan untuk tunduk pada sistem pemerintahan Antikristus, menahan lapar dan letih, rupanya anak buah Antikristus berhasil menangkap dan menyeret saya untuk dihakimi. Di sanalah berbagai siksaan dan intimidasi diberikan kepada orang-orang tertinggal namun telah menyerahkan hidupnya bagi Yesus. Bagi yang tetap tidak mau mengikuti Antikristus akan dibunuh, sementara orang yang lemah imannya dan akhirnya meninggalkan Yesus dibiarkan hidup. Namun, untuk apa beroleh hidup sementara di dunia sementara akhirnya harus binasa dalam kekekalan? Di akhir cerita, saya pun harus menghadapi intimidasi dari anak buah Antikristus dan dihadapkan pada pilihan; apakah saya tetap mempertahankan iman kepada Yesus… dan itu berarti harus siap menghadapi kematian, atau tunduk kepada Antikristus agar dibiarkan hidup. Sekalipun saya bertobat setelah masa pengangkatan terjadi, dan iman saya harus diuji saat harus bertahan hidup pada masa kesusahan besar, saya sadar bahwa saya tidak ingin mengulang kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Saya harus tetap mempertahankan iman sekalipun harus membayarkan harga yang mahal dengan darah saya! Kisah ini ditutup dengan sebuah dentuman keras dan cahaya yang tiba-tiba padam setelah anak buah Antikristus menghantam kepala saya dari belakang. Tinggallah sosok saya yang tergeletak sendirian di panggung setelah lampu dinyalakan kembali.

Ya, untuk menghidupkan nubuatan Alkitab tentang akhir zaman saya berusaha sebaik mungkin melakukan creative preaching yang diselingi dengan pemutaran film dan drama. Sekalipun kejadian yang sebenarnya kelak tidak akan tepat seperti yang saya perankan, namun paling tidak saya dan tim creative ministry hendak menggambarkan kira-kira seperti itulah peristiwa yang akan terjadi di akhir zaman. Apabila kita menerima pengorbanan Yesus di kayu salib yang telah dilakukan-Nya lebih dari 2000 tahun lalu, maka kita akan terhindar dari masa kesusahan besar ini.

20130401-175626.jpg

Dalam 3 kali ibadah dengan total kehadiran 3064 orang, saya menyampaikan pesan kasih Yesus agar setiap orang berdosa mau menerima-Nya sebagai Tuhan dan juruselamat. Selain itu, saya juga mengajak mereka yang telah menjadi seorang Kristen namun tidak hidup dalam pertobatan untuk kembali memperbaharui iman-Nya dan menerima pengampunan dari Tuhan Yesus. Puji Tuhan, sekitar 360 orang maju ke depan panggung dengan menangis penuh keharuan, Roh Kudus melawat umat-Nya dan pengampunan dari Sorga dicurahkan. Yang menyebabkan Sorga turut bersukacita adalah ketika 48 orang di antara mereka yang maju altar call mengambil keputusan untuk memberi diri dibaptis selam hari itu juga! Segala kemuliaan bagi Tuhan Yesus!


Melalui trailer di atas yang lebih diperpanjang durasinya dibandingkan trailer-trailer sebelumnya, kembali mengingatkan kita semua mengenai akhir zaman. Banyak orang memperbincangkan mengenai kebenaran akan hal ini; benarkah suatu saat dunia akan kiamat? Apakah dunia akan berakhir begitu saja atau adakah peristiwa-peristiwa dahsyat yang akan terjadi? Memang, tidak seorang pun mengetahui masa depan dan tidak seorang pun dapat menebak kapan dunia ini akan berakhir. Namun, dalam Alkitab tertulis nubuatan mengenai akhir zaman baik dalam Perjanjian Lama, salah satunya dalam Kitab Daniel; sementara dalam Perjanjian Baru Tuhan Yesus pun menubuatkan mengenai hari kedatangan-Nya. Rasul Paulus dan Rasul Petrus juga menuliskan beberapa peringatan dan tegoran sehubungan dengan akhir zaman dan kedatangan Tuhan Yesus untuk menjemput umat-Nya. Perjanjian Baru diakhiri dengan Kitab Wahyu, yang merupakan Kitab dalam Perjanjian Baru yang terakhir dan sangat luar biasa. Kitab ini sekaligus merupakan suatu penyingkapan, suatu nubuat, dan gabungan dari 7 surat kepada 7 jemaat. Istilah penyingkapan (Ingg.: apocalypse) berasal dari bahasa Yunani apocalupsis, yang diterjemahkan sebagai “wahyu”. Kitab ini paling banyak menubuatkan peristiwa-peristiwa akhir zaman, juga dipenuhi dengan lambang-lambang, bahasa kiasan maupun simbol-simbol dan dibutuhkan penafsiran dalam mempelajarinya.

Dalam KKR Jumat Agung “The End Of TIME” ini, saya berusaha untuk ‘menghidupkan’ beberapa bagian dari kejadian ini andaikata peristiwa yang menandakan bergulirnya akhir zaman ini akan mencapai kesudahannya. Dimulai dari peristiwa yang tidak diketahui kapan tepatnya akan terjadi, yaitu saat terjadi perjumpaan di udara dan Sorga; saat Tuhan Yesus menjemput umat-Nya yang dalam sekejap mata terangkat atau mengalami rapture. Hari Tuhan akan datang seperti pencuri pada waktu malam, inilah yang menjadi tag line dalam “The End Of TIME” ini, yaitu “That day will come like a thief in the night”. Bila kita tidak waspada dan berjaga-jaga dengan menjaga hidup dalam kekudusan dan membangun keintiman dengan Tuhan Yesus, maka tidak peduli orang itu beragama Kristen atau tidak; maka mereka tidak akan ikut terangkat dan tertinggal di bumi sewaktu Yesus menjemput Gereja-Nya.

Bagi mereka yang tertinggal, akan memasuki suatu masa kesusahan besar, yaitu saat antikristus akan mulai bangkit dan mengambil alih pemerintahan bagi seluruh dunia. Munculnya antikristus di atas muka bumi ini akan mengakibatkan penyesatan bagi banyak penduduk dunia sehingga timbul kekacauan demi kekacauan. Masa-masa itu adalah masa yang paling menyedihkan, karena penghukuman Allah bagi dunia ini akan dilangsungkan. Malapetaka-malapetaka yang akan menghancurkan sebagian besar bumi, baik bencana alam, hujan es dan api bercampur darah, meteor jatuh, serta gangguan roh-roh jahat akan menimpa dunia ini. Saya berdoa, supaya setiap orang yang mendengarkan berita Injil dan meresponinya dengan pertobatan akan diselamatkan dan diluputkan dari peristiwa-peristiwa yang memilukan ini. Janji akan kedatangan-Nya akan segera digenapi-Nya, sekalipun kita tidak pernah tahu kapan waktu pastinya, namun kita harus tetap berjaga-jaga!

Hadirilah KKR “The End Of TIME” ini untuk menemukan kepastian keselamatan Anda dalam Yesus Tuhan!
Informasi KKR “The End of TIME”:
Show time: 08.30, 11.15, 14.15 WIB
Jumat, 29 Maret 2013
Di Ruang ibadah utama GMS my home
Sun Plaza lt. Roof, Jln. H. Zainul Arifin no. 7
Medan – Sumatera Utara


"The End of Time"
Hari ini (9 Maret 2013), di ibadah Pro-M REVOLUTION maupun esok hari (10 Maret 2013) di setiap ibadah Umum dan ibadah Army of GOD GMS my home secara resmi diluncurkan media publikasi bagi KKR Jumat Agung “The End of TIME” dalam bentuk poster dan flyer. Harapan kami, jemaat yang tertanam di GMS my home Medan juga dapat menangkap isi hati Tuhan untuk menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang agar mereka diselamatkan dengan bersaksi, memberitakan Injil, serta membagikan flyer ini secara pribadi.

Desain “The End of TIME” ini menggambarkan suatu keadaan yang menegangkan saat peristiwa akhir zaman terjadi, diwakili dengan wajah-wajah panik dan kaget dari para pemain yang ditampilkan dalam desain. Film ini turut didukung oleh beberapa pemain tambahan seperti Bapak Jaya Ng, Winda Cinnow, dan Liana Wu. Sementara itu, sosok berkostum gelap di bagian belakang menunjukkan figur-figur yang misterius dan seolah-olah berusaha mengambil keuntungan dari hari-hari terakhir ini. Anda juga dapat mengunduh file dari desain di atas dan membagikannya kepada rekan-rekan Anda baik melalui email maupun jaringan sosial sebagai bentuk undangan agar mereka juga turut diinformasikan mengenai acara ini dan dapat menghadirinya. Tuhan Yesus memberkati!


Hari kedatangan Tuhan Yesus sudah semakin dekat! Itulah yang menjadi pesan utama yang disampaikan dalam khotbah seorang pendeta dalam trailer “The End of TIME”. Sayangnya, pesan tersebut tidak membuat seorang suami yang saya perankan untuk bertobat. Malah, ketika istri dan anak-anaknya mengajak pergi beribadah di gereja, saya menolak. Klimaksnya, hari Minggu ketika seharusnya sang istri dan anak-anak sudah kembali dari gereja, mereka tak kunjung pulang. Rupanya, Tuhan Yesus telah mengangkat mereka ke Sorga! Orang-orang yang tertinggal dalam peristiwa ini juga mengalami kepanikan dan kesedihan yang luar biasa serta penyesalan yang tiada hentinya. Di akhir trailer kedua ini, tampil seorang pria misterius yang berjubah gelap sedang tertawa… apakah artinya ini? Siapakah pria misterius tersebut? Adakah pengharapan bagi orang-orang yang tertinggal pada masa itu? Nantikan jawabannya dalam KKR Jumat Agung “The End of TIME” ini!

Informasi KKR “The End of TIME”:
Show time: 08.30, 11.15, 14.15 WIB
Jumat, 29 Maret 2013
Di Ruang ibadah utama GMS my home
Sun Plaza lt. Roof, Jln. H. Zainul Arifin no. 7
Medan – Sumatera Utara