Posts Tagged ‘Mazmur’

Yesus Gembala Yang Baik

Posted: November 18, 2012 in Sermon
Tags: , , , , ,

20121118-230713.jpg

Lukisan ini merupakan salah satu ilustrasi yang menggambarkan kasih Yesus kepada umat-Nya bagaikan seorang gembala terhadap domba-dombanya. Di lengan kanannya, Tuhan Yesus menggendong seekor anak domba, sementara di tangan sebelah kirinya Dia memegang tongkat gembala. Ilustrasi ini sungguh-sungguh menggambarkan hubungan antara Yesus dengan umat-Nya. Umat-Nya dipadankan dengan kawanan domba karena memiliki kesamaan ciri. Juga bukan sebuah kebetulan apabila di Alkitab disebutkan bahwa profesi pertama setelah manusia jatuh ke dalam dosa adalah Habel sebagai gembala kambing domba. Abraham, Ishak, dan Yakub juga merupakan keluarga tiga generasi yang juga menggembalakan kambing domba, termasuk keturunan-keturunan berikutnya hingga pada zaman Musa, yang juga menggembalakan kambing domba Yitro mertuanya. Kehidupan bangsa Israel kuno pun tidak bisa terlepas dengan penggembalaan kambing domba karena dalam kurun waktu tertentu mereka harus mempersembahkan ternak mereka ini sebagai korban persembahan di hadapan Tuhan. Beberapa upacara ibadah yang sakral dan utama dalam Perjanjian Lama, domba digunakan sebagai korban bakaran untuk menyenangkan hati Tuhan. Di generasi Kerajaan Israel kuno, Tuhan membangkitkan seorang raja dari latar belakang seorang gembala domba yang di kemudian hari menjadi Raja yang paling disegani dan sangat dihormati bangsanya bahkan hingga saat ini, yaitu Daud. Daud juga menggambarkan hubungannya bersama Tuhan sebagai gembala yang baik dengan menuangkan renungan pribadinya dalam Mazmur pasal 23.

Mengawali Injil Perjanjian Baru di seputar kelahiran bayi Yesus, diceritakan bahwa sekelompok gembala yang menjaga kawanan domba mereka di waktu malam mendapat kehormatan sebagai yang pertama kali menerima kabar gembira dari malaikat yang menyampaikan kelahiran Juruselamat dunia. Semasa hidup-Nya, Yesus juga mengajarkan perumpamaan tentang “domba yang hilang” yang kemudian ditemukan kembali. Gembala tersebut mencari domba hilang ini bahkan dengan sengaja meninggalkan 99 domba yang lain demi menemukan domba yang hilang. Yesus juga mengungkapkan bahwa diri-Nya adalah Gembala yang baik dalam Injil Yohanes pasal 10. Injil Yohanes pun diakhiri dengan pendelegasian otoritas Tuhan Yesus Sang Gembala Agung kepada Petrus, murid-Nya dengan berpesan, “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Untuk selanjutnya, kata ‘gembala’ maupun ‘menggembalakan’ menjadi istilah dalam pemuridan pada masa gereja mula-mula hingga di saat ini. Gembala juga merupakan salah satu jawatan pelayanan di antara keempat jawatan lainnya (rasul, nabi, penginjil, dan guru) untuk membangun Tubuh Kristus.
Merupakan sebuah perumpamaan yang indah dengan menggambarkan hubungan antara Tuhan Yesus dengan umat-Nya laksana Gembala dengan domba-Nya.

“Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.”

Dalam Kitab Yesaya 40:11, digambarkan mengenai Tuhan sebagai gembala yang baik sebagai berikut:

1. Menggembalakan
Arti menggembalakan yang disebutkan dalam ayat ini adalah memberi makan. Gembala akan membawa kawanan dombanya ke padang rumput hijau karena makanan bagi domba adalah rumput. Di waktu pagi hari, gembala akan mulai membuka pintu dan menuntun kawanan domba untuk memberi mereka makan. Tuhan Yesus menuntun umat-Nya ke padang yang berumput hijau, yaitu Alkitab! Keberadaan gembala domba setelah menuntun kawanan domba ini adalah di padang rumput itu sendiri, Tuhan Yesus menanti umat-Nya untuk bersekutu dengan-Nya di ‘padang rumput rohani’ ini.

Alkitab atau Firman Tuhan merupakan ‘padang rumput rohani’ yang dibutuhkan bagi umat Tuhan. Yesus memberi makan umat-Nya dengan kebenaran Firman-Nya. Sebagai umat gembalaan-Nya, kita dapat menemui Yesus melalui Alkitab; kebenaran Firman-Nya. Aktivitas utama domba adalah makan rumput setiap hari maupun di setiap saat. Inilah kehidupan iman Kristiani yaitu terus makan, makan, dan… makan Firman Tuhan dengan membaca, merenungkan, memperkatakan maupun melakukannya!

2. Menghimpun dan memangku dengan tangan-Nya
Dalam Yoh. 10:3-5 dituliskan bahwa Dia mengenal domba-domba dengan baik serta memanggil namanya satu-per satu. Seorang gembala yang mengenal domba-dombanya dengan baik akan berbaur dengan domba-dombanya dalam segala keadaan sehingga tidak heran apabila aroma seorang gembala menyerupai domba-dombanya. Inilah kasih yang ditunjukkan Tuhan Yesus bagi umat-Nya. Gembala Agung memangku dengan tangan-Nya dan mendekap domba di dadanya, menunjukkan betapa Yesus menginginkan hubungan yang akrab dan intim dengan umat-Nya.

3. Menuntun, memimpin umat-Nya
“Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.” (Mzm. 23:3)

Seorang Gembala akan menggunakan tongkatnya untuk menuntun dombanya sebagai berikut:
a. Melindungi, menjaga
Karena domba itu lemah, penakut. Domba tidak diciptakan untuk bertarung. Domba itu hewan yang ‘dimangsa’, bukan ‘pemangsa’ karena jenisnya adalah herbivora dan bukan karnivora. Dengan tongkat inilah gembala akan menghalangi binatang-binatang liar agar tidak menerkam domba-domba yang dijaganya.
b. Menghitung jumlah kawanan domba
“Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.” (Yeh. 20:37)
c. Memberi arah – memberi visi
Karena pandangan domba kurang baik. Pandangan yang rabun, tidak bisa melihat jauh sehingga mudah tersesat. Saat bagian bawah tongkat gembala diketuk-ketukkan pada permukaan tanah, maka domba-domba akan mengikuti ke manapun suara ketukan itu pergi.
d. Mendisiplin domba-domba yang mulai tidak mau menurut
Tongkat gembala tidak terbuat dari bahan logam yang keras sehingga ketika tongkat ini digunakan untuk mendisipkin domba, tidak akan melukai mereka. Tongkat ini juga tidak dibuat menjadi tajam seperti pedang serta ujungnya tidak runcing seperti tombak. Setiap domba yang didisiplin dengan menggunakan tongkat ini tidak akan terluka maupun terbunuh.
e. Bagian ujung yang melengkung pada tongkat gembala berfungsi untuk menarik leher domba yang nyaris tersesat.

Saya percaya, Tuhan Yesus sebagai Gembala Agung akan menggembalakan jiwa Anda senantiasa. Berilah diri Anda untuk digembalakan, luangkan waktu Anda untuk ‘diberi makan’ secara rohani dengan mulai mengambil komitmen untuk membaca, merenungkan, memperkatakan, maupun melakukan kebenaran Firman-Nya. Dari halaman demi halaman di Alkitab Anda, lembar demi lembar, ayat demi ayat, pasal demi pasal bahkan demi kitab di Alkitab yang Anda baca akan semakin menyegarkan jiwa Anda. Tuhan Yesus – Gembala Yang Baik – senantiasa memberkati hidup Anda!

Advertisements

20120414-215600.jpg
Hari ini, 14 April 2012 GMS my home menyelenggarakan sebuah ibadah yang diadakan di lokasi terbuka bagi jemaat yang berusia senior. Lokasi ibadah ini terletak di sebuah rumah dengan ukuran luas sekitar 4 hektar dan terdapat area yang dapat digunakan untuk berkumpul bersama. Sambil menikmati indahnya alam terbuka, segenap jemaat senior yang hadir berkumpul bersama untuk melakukan pencair suasana sebelum beribadah.

Acara ibadah bagi jemaat senior ini dikoordinir oleh volunteer-volunteer yang melayani di Departemen FLC. Dimulai sekitar pukul dua siang, acara dibuka dengan menaikkan pujian penyembahan dalam bahasa Hokkien seperti “Cin cia ho” dan “Kan Gua e Chiu”. Hari ini, saya membawakan Firman Tuhan dari Mazmur 23 mengenai Tuhan sebagai gembala yang baik. Di hadapan sekitar 70 jemaat senior yang hadir, saya menyampaikan bahwa bagaikan seorang gembala yang menyayangi domba-dombanya, demikian pula Tuhan Yesus mengasihi umat-Nya, bahkan kita tidak dibiarkan-Nya sehingga mengalami kekurangan (ayat 1).

Di ayat kedua dari Mazmur 23 menyatakan pemeliharaan Tuhan bagi umat-Nya, dengan membawa ke padang yang berumput hijau dan menuntun ke air yang tenang. Rumput hijau dan air yang tenang merupakan kebutuhan utama bagi domba-domba yang digembalakan. Apabila Tuhan yang memelihara kita, Tuhan akan memenuhi kebutuhan pokok kita, sehingga kita tidak perlu kuatir karena Dia yang akan memuaskan jiwa kita (ayat 3).

Ayat ke-4 merupakan pernyataan iman kita sebagai orang percaya, “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”. Penyertaan Tuhan membuat kita tidak takut akan bahaya, sekalipun harus menghadapi situasi sulit dalam hidup ini, pergumulan, maupun sakit-penyakit yg dialami. Selanjutnya, di ayat ke-5 dan ke-6 juga disebutkan bahwa berkat Tuhan akan senantiasa menyertai, bahkan kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti seumur hidup!

20120414-215746.jpg
Seusai penyampaian Firman Tuhan, acara dilanjutkan dengan penampilan dari segenap volunteer Departemen FLC yang menaikkan beberapa lagu pujian dalam bahasa Mandarin, sesuai dengan bahasa yang secara dominan dapat dipahami oleh sebagian besar jemaat senior.

20120414-215909.jpg
Selanjutnya ada kesaksian yang disampaikan oleh seorang ibu, jemaat senior yang mengalami Tuhan secara pribadi sehingga hidupnya diubahkan dan seluruh keluarganya mengikut Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh. Setelah kesaksian disampaikan, acara ini dimeriahkan oleh beberapa pemimpin Connect Group dengan mengadakan pentas kreatif bertajuk “Ih Geli Kids”. Penampilan yang segar, lucu, unik, dan kreatif ini sangat mengocok perut segenap jemaat senior yang hadir.

20120414-215957.jpg
Acara diakhiri dengan doa penutup dan doa berkat oleh Pdt. Yosep Moro Wijaya selaku Gembala GMS Regional Sumatra. Seluruh jemaat senior yang hadir sungguh bersukacita, bahkan di dalam usia mereka Tuhan tetap memandang bahwa mereka berharga di mata-Nya. Kami rindu, segenap jemaat senior makin dikuatkan di dalam Tuhan dan terus memuliakan nama Tuhan di masa tua mereka.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Hari Jumat, 22 April 2011 Gereja Mawar Sharon ‘my home’ mengadakan ibadah spesial bertemakan “HOW GREAT is our GOD”. Sebuah ibadah yang luar biasa, karena umat Kristiani di seluruh penjuru dunia tentunya turut memperingati hari kematian Tuhan Yesus Kristus 2000 tahun yang lalu. Pujian penyembahan sebagai sebuah bentuk penghormatan dan pengagungan dinaikkan oleh segenap tim Praise & Worship di hadapan Tuhan. Lagu “HOW GREAT is our GOD” yang pernah dipopulerkan oleh Chris Tomlin sungguh mengangkat suasana yang dipenuhi keagungan dan kemuliaan Tuhan dalam ibadah, dilanjutkan dengan pengagungan kepada Tuhan melalui pujian “How Great Thou Art”.

Dalam dua kali ibadah tersebut, saya menyampaikan mengenai kebesaran TUHAN yang ditunjukkan-Nya melalui ciptaan-Nya. Dalam Mazmur 19:2 tertulis, “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;”. Melalui ciptaan-Nya yang luar biasa di langit, menunjukkan betapa besarnya pekerjaan tangan-Nya yang luar biasa. Pernahkah Anda membayangkan hal ini sebelumnya? Bagaimana perasaan Anda saat melihat ke arah langit yang dipenuhi dengan bintang-bintang yang gemerlapan? Pemazmur mengekspresikan perasaannya di hadapan TUHAN dalam Mzm. 8:4-5, “Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?”. Langit adalah buatan jarinya TUHAN, bisakah Anda mengukur seberapa lebarnya langit dan membayangkan jari-jemari Tuhan yang membentangkan langit tersebut di alam raya? Bulan dan bintang-bintang ditempatkan oleh TUHAN untuk menghiasai alam semesta ini, betapa besarnya TUHAN! Benar seperti kata pemazmur, “apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya?” – serasa kita ini tidak ada apa-apanya dibandingkan kebesaran TUHAN.

Kita tinggal di sebuah planet yang terdapat di sebuah sistem Tata Surya dari Galaxi Bima Sakti (Ingg: Milky Way). Pernahkah Anda membayangkan ukuran besarnya benda-benda langit selain bumi? Bumi dan delapan planet lainnya di Tata Surya mengitari sebuah bintang besar; paling besar di Tata Surya yang disebut Matahari. Selama ini bila kita melihat ke arah matahari – berhubung jarak yang begitu jauh – kita merasa matahari itu kecil. Apakah benar demikian? Matahari terlihat kecil karena memiliki jarak sekitar 150 juta kilometer dari bumi. Ukuran sebenarnya Matahari adalah sejuta kali lipat dibandingkan bumi! Dapatkah Anda bayangkan, andaikata Matahari diisi dengan bumi, maka Matahari dapat menampung sekitar 960.000 bumi di dalamnya!

Namun, Matahari bukanlah bintang terbesar di alam semesta ini, ada bintang-bintang lainnya yang lebih besar dibandingkan matahari, salah satunya adalah Betelgeuse (Alpha Orionis; 427 tahun cahaya dari bumi – 1 tahun cahaya = sekitar 9,4 triliun kilometer). Bintang Betelgeuse memiliki ukuran 2 kali lipat… bukan 2 kali lipat ukuran Matahari, namun 2 kali ukuran orbit bumi mengitari Matahari! Bintang ini dapat memuat sekitar 262 triliun bumi di dalamnya! Selain itu, terdapat sebuah bintang bernama Mu Cephei yang terletak sekitar 3000 tahun cahaya dari bumi; apabila dibandingkan dengan bumi (apabila bumi kita ini diwakili dengan bola ping pong) maka Mu Cephei akan sepanjang jembatan Suramadu – jembatan penghubung antara Surabaya (pulau Jawa) dengan Pulau Madura. Itupun belum seberapa apabila dibandingkan dengan bintang terbesar yang dapat ditemukan sejauh ini oleh teknologi manusia, yaitu Bintang Canis Majoris. Andaikata kita membayangkan bumi ini adalah sebuah bola ping pong, maka Canis Majoris akan setinggi Gunung Everest – gunung tertinggi di Himalaya. Wow!
Berikut ini gambaran perbandingan antara keempat bintang yang kita bicarakan di atas:

Dapatkah Anda melihat Matahari pada gambar di atas? Ukuran Matahari 1 juta kali lipatnya bumi, berarti di hadapan Sang Pencipta, ukuran kita amatlah terlalu kecil…

Seorang pelukis/ seniman pada umumnya akan membubuhkan ‘tanda tangan’nya sebagai identitas pada mahakaryanya. TUHAN kita melebihi seniman manapun karena DIA-lah pencipta mahakarya yang luar biasa; langit bumi beserta segala isinya dan alam semesta yang dipenuhi dengan bintang-bintang dan benda-benda angkasa lainnya – sungguh tiada bandingannya! Tuhan pun membubuhkan ‘jejak tangan’-Nya pada hasil karya ciptaan-Nya. Ada sebuah galaxi yang berbentuk spiral atau pusaran air – Whirlpool Galaxy – yang terletak sejauh 31 juta tahun cahaya dari galaxi kita.

Dengan teknologi NASA – melalui sebuah teleskop luar angkasa yang disebut Hubble Telescope, alat ini menangkap gambar di luar Galaxi Bima Sakti dan melakukan perbesaran gambar pada pusat ‘pusaran air’ Whirpool Galaxy. Di tengah-tengah spiral ini terdapat sebuah ‘black hole’ atau lubang hitam sebagai pusat dari galaxi ini. TUHAN benar-benar memeteraikan karya agung-Nya dengan membubuhkan sebuah ‘tanda’ yang dapat dikenali secara universal sebagai berikut:

Wow! Pernahkah Anda membayangkan sebuah bentuk ‘Salib’ terdapat di luar angkasa; tepatnya di pusat Whirlpool Galaxy? TUHAN mengasihi kita semua! Dia memberi ‘tanda’ pada mahakarya ciptaan-Nya untuk membuktikan bahwa DIA benar-benar nyata! Keberadaan-Nya tidaklah tersangkali! Sekalipun sedari lahir Anda bukanlah seorang Kristen dan belum mengenal pribadi Yesus, ketahuilah bahwa Yesus adalah TUHAN yang menciptakan Anda!

Mungkin Anda akan berkata, “TUHAN terlalu besar karena Dia menciptakan hal-hal yang terlalu besar, mana mungkin Dia memperhatikan saya yang begitu kecil ini? Mana mungkin Dia mau membantu saya dalam pergumulan, permasalahan, dan beban berat yang saat ini saya hadapi?”… Anda salah besar! Sekalipun Dia adalah Allah yang amat sangat besar, namun “tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!” (Filipi 2:6-10)

Kita sebagai manusia pun adalah ciptaan-Nya! Kita adalah mahakarya-Nya yang begitu luar biasa dan sempurna karena kita diciptakan serupa dan segambar dengan-Nya. Namun, tahukah Anda bahwa TUHAN juga membubuhkan ‘jejak tangan-Nya’ pada kita sebagai makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna? Tuhan juga memperhatikan hal-hal yang begitu kecil dalam diri kita, bahkan rambut di kepala kita pun terhitung (Mat. 10:30)! Pada bagian tubuh kita terdapat sebuah molekul protein yang berfungsi untuk menopang keseluruhan struktur tubuh kita sehingga dapat bergerak sebagaimana fungsinya. Molekul protein ini bernama Laminin. Laminin ini molekul protein perekat yang berfungsi untuk menahan/ menopang struktur tubuh manusia.

“Laminin merupakan bagian vital untuk memastikan keseluruhan struktur tubuh dapat ditopang/ ditahan dengan baik” — Wikipedia. Berikut ini gambar diagram ilmiah Laminin:

Bukankah gambar di atas luar biasa? TUHAN benar-benar membubuhkan ‘jejak tangan-Nya dalam bagian terkecil pada tubuh kita untuk menyatakan bahwa kita adalah makhluk ciptaan-Nya! Sama seperti Yesus Kristus yang menopang segala ciptaan-Nya di dalam Dia, demikianlah fungsi Laminin dalam tubuh ini yang menopang struktur tubuh kita! Dalam Kolose 1:17 tertulis, “Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.” — dalam versi English Standard Version (ESV) tertulis “… and in HIM all things hold together” yang apabila diterjemahkan secara bebas dalam bahasa Indonesia menjadi: “…dan di dalam DIA segala sesuatu ditopang”. Pengorbanan salib Kristuslah yang selama ini telah menopang setiap kita! Apabila lebih dekat lagi kita mengenal protein Laminin ini, gambar aslinya dengan perbesaran mikroskopik akan terlihat seperti ini:

Di dalam tubuh kita mengalir ‘jejak tangan’ TUHAN yang begitu luar biasa – berbentuk salib! Apakah Anda masih belum menyadari hingga sejauh ini? Rekaman sejarah ‘penyaliban Kristus’ ditorehkan-Nya dalam protein yang terdapat di dalam tubuh kita! How GREAT is our GOD! Sungguh besar dan luar biasanya Allah kita!!! Melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib 2000 tahun yang lalu, Yesus hendak memperdamaikan kita – manusia yang berdosa ini – untuk menerima pengampunan dari Allah Bapa dan menerima keselamatan-Nya!
“dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.” Kolose 1:20

Sudahkah Anda diperdamaikan dengan Allah? Saya rindu untuk mengajak Anda memanjatkan doa yang sederhana di bawah ini agar Anda diperdamaikan dengan Allah dan menerima keselamatan kekal:
“Tuhan Yesus, saat ini aku datang di hadapan-Mu dan aku menyadari bahwa aku adalah seorang yang berdosa. Tidak ada yang dapat menghapuskan dan mengampuni dosa-dosaku selain pengorbanan-Mu di kayu salib. Saat ini aku membuka hatiku lebar-lebar bagi-Mu dan mengundang Engkau masuk dalam hatiku. Aku menerima Engkau, Yesus… sebagai TUHAN dan juruselamat dalam hidupku. Ampunilah dosa-dosaku…. Aku menyesal telah melakukan dosa-dosa ini… (sebutkan secara pribadi di hadapan Tuhan setiap dosa-dosa Anda, dan percayalah bahwa Yesus sanggup mengampuni setiap dosa yang Anda akui). Dalam nama Yesus, aku percaya bahwa segala dosaku telah diampuni, sekarang aku telah manjadi anak-Mu. Di dalam nama Yesus aku telah berdoa. Amin.”

Selamat! Dengan memanjatkan doa di atas Anda telah menerima keselamatan dari Tuhan Yesus. Langkah selanjutnya adalah ketaatan Anda untuk memberi diri dibaptis sebagai tanda pertobatan. Carilah sebuah gereja lokal di kota Anda dan ceritakanlah pengalaman Anda setelah menerima keselamatan ini. Katakan bahwa Anda telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat dan Anda ingin memberi diri dibaptis. Jangan lupa, Anda perlu bertumbuh secara rohani dengan membaca Firman Tuhan – yaitu Alkitab. Selanjutnya, agar kehidupan rohani Anda terpelihara, Anda perlu digembalakan secara tetap di sebuah gereja lokal.

Tuhan Yesus memberkati kehidupan Anda! Percayalah bahwa Tuhan Yesus sangat mengasihi Anda! Have a GREAT Good Friday!

Posted with WordPress for BlackBerry.


Tips Hidup Bahagia menurut Mazmur 1:1-3

“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”

Banyak orang mencari-cari berbagai macam cara untuk mencapai kebahagiaan hidup namun kebahagiaan yang diraih terkadang hanya sebatas permukaan saja. Hidup bahagia bukan berarti memiliki segala-galanya dan mempunyai harta kekayaan yang berlimpah, namun untuk hidup bahagia, Firman Tuhan mengajarkan sebagai berikut:

Berbahagialah orang yang:
1. tidak berjalan menurut nasihat orang fasik
“Tidak semua nasihat itu benar sekalipun baik. Turutilah nasihat orang bijak/ pemimpin rohani Anda”

2. tidak berdiri di jalan orang berdosa
“Jangan memiliki cara pandang/ tingkah laku/ sikap seperti orang berdosa”

3. tidak duduk dalam kumpulan pencemooh
“Bergabunglah dengan komunitas orang-orang yang seiman & sama-sama memiliki motivasi untuk bertumbuh dalam Kristus”

4. kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam
“Memiliki waktu khusus untuk bersekutu dg Firman Tuhan serta mengaplikasikannya”

5. seperti pohon ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil
“Tinggal dlm hadirat Roh Kudus, berbuah dlm karakter/ pekerjaan/ pelayanan… dan memiliki ciri khas: selalu BERHASIL!”

Selamat menjalani hari yang luar biasa!

Posted with WordPress for BlackBerry.